Sapu Jagat Sekedar catatan online Sapu Jagat di dunia maya

Blog Archive: January 2011
Jan
22
2011

Pemeriksaan terhadap dua jaksa kasus joki narapidana Tri Murwani dan Hendro Sasmito terkendala belum turunnya izin dari Kejaksaan Agung.

Keterangan jaksa eksekutor kasus Kasiem, Tri Muwarni dan mantan Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Hendro Sasmito diperlukan untuk melengkapi berkas perkara joki napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro.

Pada Jumat 14 Januari lalu, Kapolres Bojonegoro AKBP Widodo bersama penyidik telah menyerahkan langsung surat permohonan izin pemeriksaan dua jaksa tersebut kepada Kejagung di Jakarta. Namun, hingga Jumat hari ini surat balasan dari Kejagung tak kunjung turun.

Kemarin, pihak Kejagung menelepon Kapolres Bojonegoro, namun hanya mengabarkan kalau surat permohonan izin pemeriksaan itu sudah diterima. Mereka juga mengabarkan kalau Jaksa Agung Basrief Arief baru tiba dari Amerika Serikat sehingga belum bisa memberikan keputusan.

“Pihak Kejagung hari Senin (24/1) baru akan memberi kepastian. Ini kan memakan waktu, padahal penyidik ingin segera menyelesaikan berkas,” ujar Widodo, Jumat (21/1/2011).

Menurutnya, keterangan dari dua jaksa tersebut sangat penting. Sebab, keduanya merupakan bagian dari siklus perkara pertukaran Kasiem dengan Karni alias Kasiem palsu di LP kelas II A Bojonegoro pada 27 Desember 2010 lalu.

Tri Murwani dan Hendro Sasmito bakal dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Namun, jika dalam perkembangan penyidikan ada dugaan kuat keduanya terlibat, maka statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka. “Itu nanti dalam perkembangan pemeriksaan bisa diketahui,” papar Widodo.

Keterangan dua jaksa itu juga diperlukan untuk mengembangkan penyidikan, di antaranya untuk menentukan status Kasiem dan Karni yang hingga kini masih sebagai saksi. Selain itu, keterangan keduanya juga diharapkan dapat mengungkap kejelasan aliran dana sebesar Rp22 juta dari Kasiem ke Hasnomo, Jonny Ferry Angga, dan lainnya. Sebab, hingga kini aliran dana itu masih belum jelas.

Saat ini penyidik telah membuat empat berkas perkara joki napi, yaitu berkas tersangka Widodo Priyono, mantan PNS Kejari Bojonegoro; Hasnomo, pengacara dadakan Kasiem; Jonny Ferry Angga, perantara antara Kasiem dan Karni; dan terakhir berkas tersangka Atmari, mantan Kasubsi Registrasi LP kelas II A Bojonegoro. Para tersangka dijerat dengan Pasal 263, 266, dan 426 KUHP.

Saat ini, penyidik juga telah menyita barang bukti berupa tiga mobil milik Hendro Sasmito, Hasnomo, dan Jonny Angga. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Pemeriksaan terhadap dua jaksa.

Views: 434
Posting: 22-Jan-2011 08:57:29 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Jan
22
2011

Cuaca buruk yang terjadi di perairan pantai timur Sumatera beberapa hari terakhir, merenggut korban jiwa. Seorang nelayan tewas dihantam ombak di perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Seorang nelayan lainnya juga mengalami kritis.

Peristiwa tersebut terjadi Kamis 20 Januari sekira pukul 11.00 WIB pagi. Jenazah korban yang bernama Fathudin (57) baru ditemukan sekira 3 jam kemudian oleh Tim SAR tidak jauh dari lokasi karam kapal yang ditumpanginya.

“Mungkin sampan seruwai yang mereka naiki menabrak beting (gundukan pasir laut) dan dihantam ombak. Untung saja anaknya dapat diselamatkan oleh nelayan yang waktu itu berada di sekitar lokasi,” cerita Supardi, salah seorang nelayan, Jumat (21/1/2011).

Nelayan yang selamat itu tidak lain anak Fathudin, yakni Muhammad Erwin (25). Erwin dalam kondisi lemah saat diselamatkan nelayan lainnya sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Sawit Indah, Perbaungan.

Kedua korban nekat melaut meski cuaca buruk karena terdesak kebutuhan hidup keluarga. Saat itu air sedang pasang dan angin berhembus kencang. Korban sebelumnya sempat beberapa hari tidak melaut.

Kematian Fathudin ini membuat para nelayan di kawasan tersebut semakin takut melaut. Mereka mengaku trauma dan memutuskan untuk tidak mencari ikan sampai cuaca normal.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Belawan Medan sudah mengeluarkan peringatan dini bagi warga yang tinggal di sekitar pantai timur Sumatera untuk waspada. Pasalnya, sejak 19 Januari lalu, gelombang setinggi 4 hingga 5 meter berpeluang terjadi di perairan tersebut.

“Kami sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk dan gelombang tinggi di sekitar Laut China Selatan yang berpotensi mengancam keselamatan para nelayan. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga adanya awan gelap cumulunimbus di kawasan ini yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang,” jelas prakirawan BMKG Stasiun Belawan Tengku Mahrina. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Cuaca buruk.

Views: 427
Posting: 22-Jan-2011 08:53:06 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Jan
22
2011

Siswa SMKN Kelautan jurusan Pelayaran yang berada di Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta, Arif Susanto (16) yang tewas saat berlatih berenang.

Remaja 16 tahun itu ditelan gelombang Pantai Baron. Sementara seorang rekannya, Bayu Bagus Saputra (16) berhasil diselamatkan Tim SAR, meski sudah terbawa ombak puluhan meter dari bibir pantai, Jumat (21/1/2011) sore.

Peristiwa berawal ketika beberapa siswa kelas 1 SMKN Kelautan, termasuk dua korban, melakukan pemantaban keterampilan untuk mempersiapkan pelantikan Taruna hari ini.

“Kami berenang untuk persiapan besok pagi (hari ini),” kata Rudi, salah satu teman korban yang ikut berlatih.

Sementara itu Koordinator SAR Pantai Baron Sunardi mengatakan, sejak awal pihaknya sudah memperingatkan para siswa SMKN ini untuk tidak berenang di laut. Pasalnya, tekanan air dari sungai bawah tanah sedang tinggi. Selain itu, kegiatan renang tersebut dilakukan di luar jam pelajaran. “Sudah sering diperingatkan namun tidak diperhatikan oleh mereka sehingga terjadi musibah ini,” sesalnya.

Benar saja, selang beberapa menit setelah diperingatkan, kedua siswa SMKN itu diterjang ombak yang besar. Meski memilki keterampilan berenang, namun mereka gagal memenaklukan ombak. Teman-teman mereka yang berada di pinggir pantai menjerit meminta tolong.

Tim SAR yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan, namun hanya berhasil menyelamatkan Bayu. Sedangkan Arif Susanto baru ditemukan 200 meter dari bibir pantai.

Sebelum diserahkan kepada keluarga korban, jenazah korban divisum di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari. Sedangkan Bayu dirawat intensif di Puskesmas Tanjungsari. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Arif Susanto.

Views: 419
Posting: 22-Jan-2011 08:50:48 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Jan
13
2011

Bayi kembar empat lahir di Kabupaten Wajo,putra pasangan Bahria,30,dan Abdul Salam, 34, warga LingkunganBbulu Awo,Kelurahan Benteng, Kecamatan Pitumpanua,Kabupaten Wajo sekitar 80 kilometer dari kota Sengkang.

Perempuan berusia 33 tahun ini melahirkan keempat bayi kembarnya secara normal tanpa operasi di kediamannya pada Kamis 6 Januari pekan lalu. Namun sayang, saat ini keempat bayi dari pasangan Bahria dan Abdul Salam tersebut telah meninggal dunia. Bayi yang pertama lahir,meninggal sekitar 4 jam setelah dilahirkan, se- dangkan tiga bayi lainnya meninggal dua hari kemudian.

Bahria yang masih dalam keadaaan lemah saat di temui SINDO di kediamannya kemarin, mengaku, saat mengandung bayi yang merupakan kempat kalinya itu memang merasakan kelainan. Selain kandungan berat, juga perutnya lebih besar dibanding kandungan sebelumnya. “Sekitar jam 02.00 Wita hari Kamis lalu, lahir lah bayi pertama. Selang lima menit kemudian, kembali lahir bayi kedua dan dalam hitungan detik bayi ketiga dan keempat lahir,” kata ibu tiga anak itu.

Kepala Puskesmas Siwa Kecamatan Pitumpanua dr Agusmiani Ahmad didampingi bidan desa Sabriani mengungkapkan, berat badan bayi saat lahir memang kurang normal. Saat ditimbang hanya 1,4 Kg, 1,3 kg, dan 1,1 kg saja.Padahal berat badan bayi normal adalah 2,5 kg.Selain berat badan rendah,juga hanya mempunyai satu plasenta sebagai tempat pengambilan makanan.

“Berat badan normal untuk bayi adalah 2,5 kg,jika di bawah 2,5 lg itu sangat berisiko dan harus mendapat peralatan inkubator, tapi saat kami meminta untuk dirujuk ke rumah sakit,pihak keluarga bayi tidak mau,” ungkap Agusmiani. Disinggung mengenai proses atau penyebab bayi quadryplet (kembar empat) Agusmiani menjelaskan, itu bisa saja terjadi akibat faktor genetik atau keturunan.

“Atau bisa saja terdapat empat indung telur yang matang dan dibuahi oleh empat sperma tapi itu jarang terjadi. Kemungkinan besar, selain faktor genetik,seprma terpecah menjadi empat dan membuahi satu indung telur,”jelasnya. Mengenai penyebab meninggalnya ke empat bayi tersebut, Agusmiani menambahkan, hal itu disebabkan berat badan bayi tidak normal.“Penyebab utamanya adalah BBLR (berat badan lahir rendah ). Demikian catatan online Sapu jagat tentang Bayi Kembar Empat.

Views: 459
Posting: 13-Jan-2011 00:49:19 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Blog Category