Sapu Jagat Sekedar catatan online Sapu Jagat di dunia maya

Blog Archive: October 2011
Oct
09
2011

Menarik untuk menilik perjalanan Bupati Banyuasin ini kala masih aktif menjadi aktivis HMI dan sepak terjangnya membangun KAHMI Sumsel. Berikut petikan wawancara reporter Seputar Indonesia Tazmalinda dengan Amiruddin Inoed. Selamat atas terpilihnya Bapak sebagai Ketua KAHMI Sumsel untuk kedua kalinya. Bisa diceritakan awalnya bisa aktif dalam KAHMI?

Terima Kasih.Pertama yang ingin saya jabarkan, anggota KAHMI itu merupakan mereka para alumni HMI. Jadi, para lulusan HMI, otomatis menjadi anggota KAHMI. Namun, ada juga yang namanya anggota kehormatan pada KAHMI, yakni mereka yang pada awalnya bukan HMI, tapi mampu dan diyakini akan asas HMI dan KAHMI. Intinya, organisasi KAHMI itu lulusan HMI. Saya menjadi anggota HMI saat kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1963–1964.

Saat itu, pada tahun pertama saya kuliah, langsung tertarik masuk HMI. Selama tujuh tahun menjadi anggota HMI di IPB Bogor, saya hanya mampu menikmati latihan kepemimpinan (LK) tingkat II. Karena itu,kedudukan paling tinggi saya yakni pengurus HMI cabang Bogor. Namun, saya aktif di HMI fakultas di IPB. Lalu, pada 1971,saya tamat kuliah dan akhirnya bekerja di bidang pemerintahan. Jadi,secara otomatis, saya menjadi anggota KAHMI sejak saat itu. Pada 1995, saya bekerja di Sumsel sampai sekarang dan tetap berada di KAHMI.

Pada 2006, periode pertama Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Sumsel, saya terpilih menjadi Ketua KAHMI Sumsel. Saya terpilih menjadi Pimpinan Majelis Wilayah (PMW). Lalu, pada muswil II, saya kembali terpilih menjadi ketua tim formatur secara aklamasi oleh semua Pimpinan Majelis Daerah (PMD) di Sumsel. Dalam kepengurusan, saya dibantu middle formature sebanyak enam orang.Akhir September, saya resmi dilantik jadi Ketua KAHMI Sumsel periode 2011–2016 oleh Pimpinan Kolektif Nasional Viva Yoga.

Apa tujuan utama Bapak bergabung hingga menjabat Ketua KAHMI?

Karena panggilan hati nurani sebagai kader HMI sejak dulu.Kemudian,menjadi ketua karena dipilih oleh muswil sebagai badan kekuasaan tertinggi dalam organisasi KAHMI. Alasan lain,karena saya masih memiliki waktu, meski menjabat sebagai kepala daerah. Saya akan menyempatkan waktu untuk sharingbersama kawan-kawan untuk meneruskan citacita HMI dan KAHMI. HMI lahir dari beberapa pemikiran, rumusan-rumusan para HMI terdahulu. Pemikiran dan rumusan yang terdahulu itulah yang menjadi pedoman kader HMI dan KAHMI selanjutnya.

Pola pikir HMI di antaranya di bidang politik.Sejak kemerdekaan negara, HMI menentang segala bentuk penjajahan. Masyarakat Indonesia harus berdiri sendiri, lepas dari penjajah. Karena itu, rakyat, terutama umat Islam,harus bebas merdeka membangun negeri. Di bidang ekonomi, HMI memandang Indonesia sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar. Maka itu, umat muslim harus maju. Selain itu, umat muslim harus berpengetahuan luas sehingga sejahtera lahir dan batin.Ketiga, pemikiran di bidang pendidikan.

HMI menegaskan, umat muslim harus berpendidikan,berpengetahuan, berkualitas, berotak cerdas, dan tangguh. Di bidang agama, HMI berpendapat jika Islam harus mampu membawa umat dalam perkembangan zaman. Lalu, di bidang budaya, HMI memiliki pemikiran bahwa budaya Islam h a - rus mampu bersaing, menghadapi dan menampilkan bahwa budaya Islam sebagai budaya paling baik di dunia. Budaya Islam harus dimajukan. Kelima pemikiran itulah yang menjadi asas pemikiran dan tujuan HMI.

Semua anggota KAHMI dan kader HMI harus mampu mengejawantahkan kelima pemikiran tersebut di mana pun mereka berada, sampai kapan pun,dalam profesi apa pun. Dalam dua periode kepemimpinan KAHMI ini, bagaimana Bapak melihat perjalanan KAHMI Sumsel?

Saya melihat perjalanan organisasi HMI dan KAHMI tentu mengalami proses naikturun, terjadi pasang-surut organisasi. Namun, alhamdulillah, kedua organisasi ini masih eksis. Pasang-surut ini lebih disebabkan dinamika yang tinggi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Seperti diketahui, jika anggota KAHMI memiliki figur yang beragam, mereka memiliki pangkat, jabatan, kedudukan serta profesi berbeda. Ada yang berprofesi sebagai petani,pengusaha,wartawan, akademis, guru, serta politikus.

Walau berbeda ruang, mereka tetap anggota KAHMI. Bahkan, saya sering mengibaratkan jika KAHMI sebagai sebuah rumah besar, yang dihuni anak-anak dengan beragam pola pikir, tapi bersatu dalam menjalankan kaidah Islam dan berpijak pada kenyataan. Namun, saat mereka pergi ke luar pagar rumah besar itu, mereka dipersilakan untuk berbeda, tapi jangan lupakan jati diri, identitas guna membawa misi organisasi.Tantangan utama organisasi saat ini, yakni bagaimana memanajemen rumah besar tadi.

Kembali pada tujuan tadi, bagaimana progres dan pencapaiannya selama ini?

Tentu terjadi progres yang dicapai sesuai kondisi objektif. Tetapi, memang ada beberapa program PMW yang belum jalan, di antaranya belum adanya kesekretariatan KAHMI dan HMI, serta belum mampu membentuk kelompok untuk pendanaan organisasi.

Bagaimana Bapak memandang kepemimpinan dua periode KAHMI ini?

Saya memandang kepemimpinan dua periode sebagai amanah seorang kader HMI dan KAHMI,baik kepada Allah SWT, kader, maupun masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Pada Muswil II kemarin, saya dipercaya kembali secara aklamasi. Walau jabatan sebagai kepala daerah sangat padat, tetapi memang dalam organisasi HMI, setiap kader ditempa untuk mampu menjalankan amanah organisasi.

Untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan HMI dan KAHMI,kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana sosok seorang HMI. Kepemimpinan sosok HMI dan KAHMI, yakni merupakan insan-insan akademis, sebagai pencipta, pengabdi yang bernafas Islam dan bertanggung jawab.

Ke depan, apa yang akan KAHMI lakukan?

Dalam waktu dekat,KAHMI akan menggelar rakerwil guna membuat program kerja, baik jangka tahunan, menengah, maupun lima tahun.Beberapa program prioritas di antaranya KAHMI/HMI harus memiliki kesekretariatan. Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah memberikan lahan di kawasan Jakabaring yang diperuntukkan bagi kesekretariatan.

Tinggal bagaimana KAHMI mampu mandiri guna membangun sekretariat. Terpenting,organisasi KAHMI juga harus menghidupkan pendanaan organisasi, baik dari iuran anggota, sumbangan pihak lainnya yang tidak mengikat, sampai memiliki usaha mandiri. Saat ini KAHMI telah memiliki sebidang tanah di Inderalaya, Ogan Ilir, hasil dari hibah seorang anggota KAHMI. Pengurus juga sudah melakukan pendataan pada lebih dari 6.000 anggota KAHMI dan HMI Sumsel.

Jika pun nantinya KAHMI dan HMI telah memiliki kesekretariatan, keinginan guna menciptakan sistem kesekretariatan dan koordinasi anggota dapat menjadi lebih baik. Selain itu, dalam kepengurusan, KAHMI juga memiliki Dewan Pakar dan Pusat Kajian. Dewan Pakar bertugas memberikan saran dan pendapat, baik bagi organisasi, masyarakat, maupun pemerintah. Sementara, Pusat Kajian berfungsi melakukan berbagai kajian ilmiah, sosial,kemasyarakatan, politik, hukumdanlainnya.

Sebagai ketua, saya berharap kedua lembaga itu dapat tetap eksis dalam memberikan saran dan pendapat, baik kepada organisasi, pemerintah, maupun masyarakat luas.

Bagaimana peran dan kontribusi KAHMI terhadap pembangunan, terutama di Sumsel? KAHMI ingin memberikan saran-pendapat, baik pada kader HMI, saran di bidang kemasyarakatan, termasuk menjalankan tugas-tugas keislaman dan kontribusi bagi pemerintah. Namun, yang disampaikan KAHMI, tidak lepas dari keislaman dan keindonesiaan. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Menarik untuk menilik perjalanan Bupati Banyuasin.

Views: 243
Posting: 9-Oct-2011 20:11:13 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Oct
09
2011

Anggota DPRD Sumsel mengeluhkan lambannya pencairan dana surat perintah jalan (SPJ). Pasalnya, dana yang seharusnya mereka terima sebelum berangkat kunjungan kerja (kunker) baru dibayar setelah selesai kunjungan. Menurut Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Edward Jaya, hal tersebut selalu terjadi sejak mereka menjabat sebagai anggota legislatif. Terhambatnya pemberian SPJ itu disebabkan laporan yang masuk ke Pemprov Sumsel terlambat. Akibatnya, SPJ mereka baru cair setelah kegiatan ke luar kota selesai dilaksanakan.“ Mereka kan bagian keuangan, bukan juru bayar. Harusnya menyelesaikan yang terhambat,”katanya.

MFRidho,anggotaKomisiIV DPRD Sumsel,juga mengeluhkan hal ini. Bahkan, menurut politikus Partai Demokrat itu,masalah SPJ selalu menjadi kendala mereka dalam menjalankan tugas.“Bagian keuangan seharusnya mengantisipasi setiap schedule yang ada, sehingga membuat pengajuan pengeluaran biaya perjalanan dinas Dewan kepada pihak terkait,” tuturnya. Kemudian, alasan yang disampaikan bagian Setwan sangat klasik, dana belum cair. Padahal seharusnya dana SPJ selalu standby. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Anggota DPRD Sumsel.

Views: 260
Posting: 9-Oct-2011 20:08:08 WIB
Comments: 0 comments
Category: News
Oct
09
2011

Diskotek Nagoya yang berada di Jalan Sukarami, Blok 2 Nomor 1725, RT 29/10 Km 8,5 Kampung Baru (eks Lokalisasi Teratai Putih), sekitar pukul 17.00 WIB kemarin ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta. Anwar, 56, pemilik tempat tersebut menduga diskotek miliknya sengaja dibakar. Sebab sejak sekitar tiga hari lalu Diskotek tersebut tidak beroperasi. “Sudah dua hari ini tidak beroperasi. Oleh karenanya semua aliran listrik saya putus. Yang buat saya heran lsitrik sudah diputus kok bisa ada api. Saya yakin ada yang sengaja membakar,”ujarnya.

Dia berharap, polisi segera melakukan penyidikan terhadap persitiwa ini.Jika memang terbukti peristiwa ini disengaja dia berharap, polisi dapat menangkap pelakunya. Kapolsek Sukarami Kompol Tri Aprianto mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan awal terhadap peristiwa ini dengan menerjunkan tim identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan akan dilakukan secara mendalam, termasuk untuk membuktikan unsur kesenhgajaan dalam peristiwa ini seperti yang dituduhkan korban.“Jika ditemukanya ada unsur kesengajaan akan kita proses,”tegasnya. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan peristiwa baru diketahui warga setelah api mulai membesar di bagian tengah diskotek. Namun, api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba dengan tiga unit mobil pemadamnya. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Diskotek Nagoya.

Views: 293
Posting: 9-Oct-2011 20:05:59 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Oct
09
2011

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mulai menata ulang lahan parkir di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Lokasi parkir di kawasan ini akan dibuat dua line berbaris. Kendaraan yang diperbolehkan parkir di kawasan tersebut hanya dua baris di sisi badan jalan, itu pun hanya dikhususkan bagi kendaraan roda dua (motor). Sedangkan, di bagian depan pasar tidak diperbolehkan digunakan parkir kendaraan,” ujar Kepala Dishub Kota Palembang Masripin kemarin. Penataan ulang terhadap lahan parkir di pasar terbesar di Palembang ini dilakukan guna menghindari adanya kesemrawutan kondisi lalu lintas pasar sekaligus untuk menertibkan tatanan lokasi agar tertata dengan rapi.

Pasalnya, selama ini kawasan tersebut sering kali dipenuhi parkir kendaraan dua hingga memenuhi badan jalan, sehingga kendaraan yang masuk dari Jalan Kolonel Atmo tersendat di sekitar jalur Pasar 16 Ilir. “Dengan penataan ulang tersebut, diharapkan akses jalur kendaraan di sekitar pasar itu menjadi lancar tanpa terhalangi banyaknya kendaraan yang parkir,”ujarnya. Untuk sementara ini penataan ini belum disertai pemasangan rambu-rambu atau batas yang diperbolehkan untuk parkir kendaraan.

Hal ini sangat memungkinkan pengelola parkir maupun pemilik kendaraan melanggar kebijakan baru tersebut.Namun,yang terpenting adalah melakukan sosialisasi dahulu,jangan sampai nantinya mereka tiba-tiba protes lantaran dilarang parkir “Nanti kita kasih ramburambunya sekaligus juga linenya akan dipasang, untuk sementara hanya sosialisasi terlebih dahulu,”ungkapnya. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan, jika Dishub telah mengeluarkan kebijakan penertiban lahan parkir di Pasar 16 Ilir disertai pemasangan rambu-rambu larangan, pihaknya siap melakukan penindakan bagi warga maupun pengelola yang ditemukan melanggar.

“Kita sudah siapkan personel untuk menindak para pelakupelanggaran, tapiitusemua bisa dilakukan jika Dishub sendiri sudah menentukan kebijakan dalam menertibkan lahan parkir di Pasar 16,”tegasnya. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Menata ulang lahan parkir.

Views: 246
Posting: 9-Oct-2011 20:03:52 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Oct
09
2011

Keberhasilan pelaksanaan SEA Games tentu saja akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Apalagi persiapan yang dilakukan untuk momentum olahraga se-Asia Tenggara ini tidak main-main. Selain dana yang disiapkan cukup besar, juga pembenahan dan peningkatan infrastruktur di sana-sini yang dilakukan pemerintah juga tak kalah banyaknya. Namun, berbagai pemikiran dan sumbangsih masyarakat tak lepas demi suksesnya pelaksanaan event besar yang bakal dilaksanakan di Kota Palembang tercinta. Tidak sedikit imbauan kepada masyarakat pemilik lahan atau bangunan di sepanjang jalur yang dilalui peserta SEA Games.

Seperti untuk mempercantik kawasan jalan atau bangunan,ter-utama di sepanjang jalur (jalan) utama yang bakal dilalui seluruh peserta atau tamu dari negaranegara peserta SEA Games. Selain seperti menyelesaikan ganti rugi lahan dan untuk segera diselesaikannya pelebaran Jalan Kolonel H Barlian, kawasan Jakabaring, dan segi infrastruktur lainnya, ternyata nilai estetika sebuah kota pun ikut diuji. Alangkah cantiknya kalau sepanjang jalan Kota Palembang atau paling tidak jalan utama yang akan dilintasi seluruh tamu dan perwakilan SEA Games dilakukan pembenahan.

Bukan hanya soal kualitas konstruksi bangunan jalan, jembatan, selokan, dan drainase,alternatif mempercantik kawasan jalan dengan bunga dan tanaman sepatutnya dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Tak hanya pemerintah, kepedulian masyarakat cukup dibutuhkan. Sebab,hal ini selayaknya dilakukan bukan hanya karena kita menjadi tuan rumah SEA Games. Namun, konsep jangka panjang pembangunan yang tak lain ditujukan untuk kepentingan masyarakatnya. Imbauan seperti mengecat rumah/bangunan,memperbaiki pagar, dan mempercantik halaman ternyata disambut positif masyarakat.

Namun, tak sedikit pula yang mengharapkan segera diselesaikannya proses pembangunan dan pelebaran Jalan Kolonel H Barlian yang sampai kini masih terus berlangsung. Masih banyaknya bongkahan tanah dan pipa yang belum terpasang di satu sisi menjadi keluhan warga.Serta belum tertatanya bangunan, lapak pedagang yang masih bertebaran hingga gundukan tanah yang belum diratakan. Terutama di kawasan depan lorong jalan atau ruko dan bangunan yang merupakan tempat usaha bagi para warga.

Seperti diungkapkan salah satu warga Jalan Kolonel H Barlian Palembang M Hatta, 35.Dia berharap segera diselesaikannya penataan jalan dan proses pengaspalan di sepanjang jalan yang tengah proses pelebaran tersebut. Menurut karyawan swasta ini, kondisi jalanan nampak kumuh lantaran masih banyak saluran air yang belum selesai, gundukan tanah di pinggir jalan dan juga proses pelebaran yang belum rampung.

“Kami selaku warga sih senang ada pesta olahraga tingkat internasional dan tentu saja mendukung.Namun, saya mengharapkan momentum ini dimanfaatkan semua pihak untuk membuat kota kita menjadi makin maju, tertata,dan semakin baiknya sistem drainase,”tukas Hatta. Sebab, adanya pelebaran jalan otomatis mendorong penataan atau pembangunan ulang saluran air,selokan, bahkan sistem drainase. Jadi, warga sekitar maupun pemilik bangunan dan ruko di sepanjang jalan juga dapat memberikan sumbangsih.

Dia setuju jika pemerintah didukung masyarakat sekitar untuk bersama-sama mempercantik median jalan dengan bunga dan tanaman serta mendorong adanya peningkatan dan perbaikan saluran air di Kota Palembang. “Dengan pelebaran jalan seperti ini paling tidak, jalanan tak kebanjiran lagi,terutama musim hujan,taman kota menjadi tertata dan lebih cantik, serta semakin menumbuhkan rasa memiliki bagi masyarakatnya,”tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Yudha Rinaldi menanggapi,upaya pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah sejauh ini sebenarnya tak ada kendala lagi.Sebab,persoalan utilitas yang beberapa waktu disoal sudah diatasi.Hanya,lambannya proses penyelesaian pelebaran jalan ternyata justru terjadi di tingkatan kontraktor. “Komisi IV juga terus mengawasi soal pelebaran jalan ini,kini yang timbul justru proses penyelesaiannya yang terkesan lamban.

Usut punya usut ternyata memang agak lambannya pihak kontraktor termasuk segi perencanaan. Seharusnya galian-galian sudah ditimbun dan tanah-tanah sisa galian itu segera diangkat sehingga tak mengurangi badan jalan,” ungkapnya. Terkait nilai estetika sebuah pembangunan jalan, Yudha sepakat soal wacana penghijauan dimunculkan. Menurut dia, mempercantik taman pinggir jalan atau median jalan dapat dilakukan.

“Kalau di median jalan memang masuk dalam program pemerintah untuk menambah tanaman atau bungabungaan, tapi paling penting juga sumbangsih pemilik ruko,pemilik bangunan dan usaha di sepanjang jalan untuk melakukan penghi-jauan dan paling tidak mempercantik halaman dengan potpot berisikan tanaman dan bunga,”paparnya. Yudha menerangkan, proses penghijauan yang dimaksud dapat dilakukan secara berkesinambungan. “Paling tidak dua atau tiga ruko dapat menambah satu pohon dan peduli terhadap lingkungan sekitar,”tukasnya.

Dia mengharapkan, upaya penghijauan atau pembuatan taman ini minimal berbentuk imbauan dari pemerintah. “Kalau tidak membuat perda, paling tidak ada imbauan dari pemerintah kepada pemilik bangunan di sepanjang jalan protokol tentunya,seperti kawasan Jalan Veteran yang masih gersang,”ucapnya. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Keberhasilan pelaksanaan SEA Games.

Views: 195
Posting: 9-Oct-2011 20:01:28 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel
Blog Category