Ibarat ancang-ancang, bursa calon pemimpin negara ini sudah ramai dibicarakan walau masih beberapa tahun tersisa bagi kepemimpinan Presiden Susilo Yudhoyono. Karena itulah, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menegaskan, partai politik itu baru mengumumkan figur calon presiden menjelang 2014.
"Saat ini baru tahun 2011. Masih terlalu dini untuk mewanacakan calon presiden," kata Urbaningrum di sela kegiatan penyembelihan hewan kurban oleh Partai Demokrat pada Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah, di Pasar Minggu, Jakarta, Minggu.
Menurut dia, kalau ada partai politik lain sudah menyebut-nyebut nama calon presidennya silakan saja, karena hal itu merupakan kebijakan internal masing-masing partai.
Kalau Partai Golkar sudah mulai menyebut nama calon presidennya, kata dia, hal itu merupakan kebijakan internal partai yang bersangkutan.
"Kalau Partai Golkar sudah menyebutkan nama calon presidennya, saya mengucapkan selamat," katanya.
"Saat ini Partai Demokrat memantu pemerintah untuk melaksanakan program-program pembangunan tersebut," katanya.
Setelah periode pemerintahan akan berakhir pada 2014, kata dia, baru kemudian Partai Demokrat akan menentukan siapa figur yang akan diusung sebagai calon presiden.
Sementara itu, Ketua Departemen Kesejahteraan Rakyat Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah, menambahkan, partainya saat ini belum berpikir menetapkan calon presiden. Mereka lebih berkonsentrasi untuk mensukseskan program pemerintahan Yudhoyono.
Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha, terjadi kemacetan pada jalur mudik di Pantura Jawa Barat. Kemacetan diperkirakan sepanjang 7 kilometer di sekitar Sukamandi, Indramayu pada Jumat (4/11/2011) malam.
Informasi yang didapatkan dari seorang warga Sukamandi, ada perbaikan jalan sehingga jalan yang dipakai untuk lalu lintas Jakarta-Jawa Tengah itu hanya satu jalur saja. "Ada jalan yang cuma satu jalur saja yang dipakai, jadi pakai sistem buka tutup," kata Yusup, warga Sukamandi.
Padahal pada akhir pekan dan menjelang Lebaran Haji, banyak juga masyarakat dari Jawa Tengah yang mudik untuk melakukan salat Ied di kampung, karenanya trafik kendaraan yang ke arah timur sangat banyak. Akibatnya terjadi kemacetan total.
Menteri Hukum dan HAM mendukung penuh proses pemutihan dokumen milik ratusan ribu TKI yang sedang dilakukan pemerintah malaysia. Dia menginstruksikan seluruh jajaran imigrasi membantu para TKI yang tidak memiliki dokumen resmi itu. Kita apresiasi pemerintah Malaysia yang telah memberikan kesempatan untuk memutihkan sekitar 650.000 TKI yang terdaftar, namun tidak memiliki dokumen keimigrasian hingga Januari 2011. Untuk itu seluruh jajaran keimigrasian telah membantu dengan mempermudah persyaratan pembuatan paspor yang tidak mereka miliki," kata Amir dalam keterangannya, Kamis 3 November 2011.
Saat ini Menteri Amir sedang meninjau proses pembuatan dokumen bagi TKI di Konsulat Jenderal RI Johor Baru, Malaysia. Dalam kunjungan ini, Amir didampingi Dirjen Imigrasi Bambang Irawan dan Dirjen Administrasi Hukum Umum Aidir Amin Daud. Amir menitipkan pesan kepada ratusan TKI yang sedang memproses dokumen agar mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku di Malaysia. "Gunakan kesempatan luar biasa ini sebaik-baiknya agar kamu bisa bekerja dengan tenang di negeri jiran ini," ujarnya. Pemutihan tersebut, lanjut Amir, merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia serta komitmen Malaysia dalam memerhatikan nasib TKI. "Pokoknya jajaran Kemenkum dan HAM siap mendukung proses ini," ujar Amir.
Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Johor baru, Jonas L Tobing menyatakan, saat ini di seluruh Malaysia terdapat sekitar 400 ribu TKI yang telah siap untuk diputihkan, namun belum memiliki paspor. Untuk itu, pihaknya akan mempermudah proses penerbitan paspor bagi ratusan ribu TKI tersebut. "Sebagian besar mereka tidak memiliki KTP sebagai sarat pembuatan paspor," jelas Jonas. KJRI juga akan memberikan bantuan dan kemudahan bagi proses pemutihan dokumen tersebut. Antara lain, meminta mereka (TKI) menyerahkan surat pernyataan akan melengkapi KTP.
Diskotek Nagoya yang berada di Jalan Sukarami, Blok 2 Nomor 1725, RT 29/10 Km 8,5 Kampung Baru (eks Lokalisasi Teratai Putih), sekitar pukul 17.00 WIB kemarin ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta. Anwar, 56, pemilik tempat tersebut menduga diskotek miliknya sengaja dibakar. Sebab sejak sekitar tiga hari lalu Diskotek tersebut tidak beroperasi. “Sudah dua hari ini tidak beroperasi. Oleh karenanya semua aliran listrik saya putus. Yang buat saya heran lsitrik sudah diputus kok bisa ada api. Saya yakin ada yang sengaja membakar,”ujarnya.
Dia berharap, polisi segera melakukan penyidikan terhadap persitiwa ini.Jika memang terbukti peristiwa ini disengaja dia berharap, polisi dapat menangkap pelakunya. Kapolsek Sukarami Kompol Tri Aprianto mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan awal terhadap peristiwa ini dengan menerjunkan tim identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan akan dilakukan secara mendalam, termasuk untuk membuktikan unsur kesenhgajaan dalam peristiwa ini seperti yang dituduhkan korban.“Jika ditemukanya ada unsur kesengajaan akan kita proses,”tegasnya. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan peristiwa baru diketahui warga setelah api mulai membesar di bagian tengah diskotek. Namun, api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba dengan tiga unit mobil pemadamnya. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Diskotek Nagoya.
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengaku tak terpengaruh dengan wacana perombakan kabinet atau reshuffle yang kembali bergulir setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, sekitar 50 persen dari instruksi tertulis dan lisannya tak dijalankan oleh kementerian atau lembaga negara.
"Wah, saya wallahualam, ya. Prinsip yang saya pegang, bekerjalah dengan serius. Biar Yang Maha Kuasa yang menilai. Dan itu ada dasarnya. Yang penting, kita kerja keras saja," kata Nuh di sela-sela Peringatan Hari Lahir ke-85 Pengurus Besar Nadhlatul Ulama di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/7/2011).
Nuh tak menampik bahwa Kementerian Pendidikan Nasional memiliki "angka merah" terkait program kerjanya. Namun, mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya ini mengaku memiliki alasan terkait angka merah tersebut.
"Misalnya terkait pemberian beasiswa untuk adik-adik yang ikut olimpiade. Tapi, hal ini disebabkan lomba-lomba olimpiade itu belum selesai. Kalau belum selesai, beasiswanya mau dikasih ke siapa? Jadi, program ini belum terealisasi sehingga mendapat nilai merah. Tetapi kami yakin dalam satu atau dua bulan ke depan, semuanya sudah rampung," kata Nuh.
Ia juga mengatakan, Kemendiknas juga memiliki pencapaian-pencapaian lainnya. Bahkan, Nuh mengatakan, ada program Kemendiknas yang pencapaiannya di atas 100 persen. "Jadi, raport itu biasa. Memang ada nilai merah, hijau, biru. Ya, artinya memang harus dievaluasi," kata Nuh. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.