Sapu Jagat Sekedar catatan online Sapu Jagat di dunia maya

Blog Category: Update
Nov
07
2011

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Nachrowi Ramli menegaskan, keputusan terkait pencalonan Gubernur DKI dari Demokrat tergantung pada pilihan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sejauh ini Partai Demokrat (PD) belum tentukan siapa calonnya. Saya sebagai Ketua DPD sudah barang tentu akan menunggu dengan sabar," ujar Nachrowi kepada pers disela-sela penyembelihan hewan kurban DPD PD DKI di Jakarta, Minggu.

Ditegaskannya bahwa keputusan terkait siapa calon Gubernur DKI yang akan diusung Partai Demokrat tergantung pada pilihan yang direstui Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina PD.

Terkait hal itu, menurut Nachrowi, dirinya tentunya akan sabar menunggu bagaimana keputusan final SBY itu.

"Kita berharap rekomendasi itu akan turun ke kita dan saya siap menjadi orang nomor satu di Jakarta," ujar Nachrowi.

Pada kesempatan itu, Nachrowi juga membantah kalau dirinya terlalu berambisi ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, dirinya siap dicalonkan sebagai orang nomor satu Jakarta karena Musyawarah Daerah PD telah memberikan dukungan resmi padanya.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya juga bertekad ingin meningkatkan kesejahteraan dan menata kembali kehidupan di Jakarta yang lebih baik.

"Kadang-kadang orang bilang istilahnya saya `ngotot`. Saya bukan `ngotot`, saya melaksanakan amanat musda PD yang mengamanatkan saya untuk maju. Kalau memang saya tidak melaksanakan berarti saya tidak amanah," katanya.

Views: 456
Posting: 7-Nov-2011 02:46:35 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Nov
05
2011

Presiden China Hu Jintao mengucapkan selamat kepada Almazbek Atambayev yang memenangi pemilihan presiden di Kirgistan. "Kami mengharapkan hubungan kedua negara pun makin erat," kata Hu Jintao di Beijing sebagaimana warta Xinhua, Jumat (4/11/2011).

Sementara, Atambayev menjadi orang nomor satu di Kirgistan pada Minggu (6/11/2011). Ia unggul 60 persen dari total suara dalam pemilihan tersebut. Menurut Hu Jintao, Kirgistan adalah mitra strategis China. Hubungan antara keduanya sudah terbina secara resmi sejak 20 tahun silam.

Views: 269
Posting: 5-Nov-2011 02:21:20 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Nov
03
2011

Hujan yang terjadi di kawasan puncak gunung Merapi sejak sekitar pukul 15.00 WIB menggelontorkan banjir lahar dingin di sekitar kali Jumoyo, khususnya di kawasan Desa Jumoyo, Kecamatan Salem, Kabupaten Magelang. Menurut Sungkono, kepala desa Jumoyo, mulai pukul 16.00 sore tadi, terjadi luapan besar di kali Jumoyo, kali yang berhulu di gunung Merapi. Hujan mulai turun di puncak sekitar jam 3 sore. Jam 4, banjir kiriman mulai turun disertai lahar dingin,” kata Sungkono pada media, 3 November 2011. “Selain itu, terjadi pula penggerusan di sekitar kali Jumoyo,” ucapnya.

Saat ini, Sungkono menyebutkan, kondisi air cukup tinggi di kali tersebut. Meski banjir tidak memakan korban, namun sejumlah warga sudah diungsikan di titik aman. Jembatan Jumoyo, yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Magelang juga dalam kondisi aman. “Tadi sempat ditutup, namun kini sudah kembali dibuka dan dapat dipergunakan warga,” ucapnya. Sungkono menyebutkan, ada 4 dusun yang warganya diungsikan ke titik aman. Dusun-dusun tersebut antara lain adalah Dewakan, Kemburan, Selo Iring, dan Kalirogo.

“Ada sekitar 700 kepala keluarga yang diungsikan ke titik aman. Berhubung banjir belum terlalu berbahaya, banyak warga yang masih kembali ke rumah masing-masing,” kata Sungkono. “Rencananya, besok akan dilakukan evakuasi bagi warga lansia. Mereka akan diungsikan di hunian sementara yang kosong,” ucapnya. Menurut Sungkono, saat ini masih ada sekitar 40 unit hunian sementara yang kosong dan bisa ditempati oleh lansia. “Satu unit hunian tersebut bisa digunakan untuk menampung antara 2 sampai 3 orang,” ucapnya. “Mereka akan diungsikan ke sana agar ketika ada banjir besar melanda, mereka tidak sulit untuk dievakuasi,” ucapnya.

Views: 165
Posting: 3-Nov-2011 23:41:52 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Oct
09
2011

Menarik untuk menilik perjalanan Bupati Banyuasin ini kala masih aktif menjadi aktivis HMI dan sepak terjangnya membangun KAHMI Sumsel. Berikut petikan wawancara reporter Seputar Indonesia Tazmalinda dengan Amiruddin Inoed. Selamat atas terpilihnya Bapak sebagai Ketua KAHMI Sumsel untuk kedua kalinya. Bisa diceritakan awalnya bisa aktif dalam KAHMI?

Terima Kasih.Pertama yang ingin saya jabarkan, anggota KAHMI itu merupakan mereka para alumni HMI. Jadi, para lulusan HMI, otomatis menjadi anggota KAHMI. Namun, ada juga yang namanya anggota kehormatan pada KAHMI, yakni mereka yang pada awalnya bukan HMI, tapi mampu dan diyakini akan asas HMI dan KAHMI. Intinya, organisasi KAHMI itu lulusan HMI. Saya menjadi anggota HMI saat kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1963–1964.

Saat itu, pada tahun pertama saya kuliah, langsung tertarik masuk HMI. Selama tujuh tahun menjadi anggota HMI di IPB Bogor, saya hanya mampu menikmati latihan kepemimpinan (LK) tingkat II. Karena itu,kedudukan paling tinggi saya yakni pengurus HMI cabang Bogor. Namun, saya aktif di HMI fakultas di IPB. Lalu, pada 1971,saya tamat kuliah dan akhirnya bekerja di bidang pemerintahan. Jadi,secara otomatis, saya menjadi anggota KAHMI sejak saat itu. Pada 1995, saya bekerja di Sumsel sampai sekarang dan tetap berada di KAHMI.

Pada 2006, periode pertama Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Sumsel, saya terpilih menjadi Ketua KAHMI Sumsel. Saya terpilih menjadi Pimpinan Majelis Wilayah (PMW). Lalu, pada muswil II, saya kembali terpilih menjadi ketua tim formatur secara aklamasi oleh semua Pimpinan Majelis Daerah (PMD) di Sumsel. Dalam kepengurusan, saya dibantu middle formature sebanyak enam orang.Akhir September, saya resmi dilantik jadi Ketua KAHMI Sumsel periode 2011–2016 oleh Pimpinan Kolektif Nasional Viva Yoga.

Apa tujuan utama Bapak bergabung hingga menjabat Ketua KAHMI?

Karena panggilan hati nurani sebagai kader HMI sejak dulu.Kemudian,menjadi ketua karena dipilih oleh muswil sebagai badan kekuasaan tertinggi dalam organisasi KAHMI. Alasan lain,karena saya masih memiliki waktu, meski menjabat sebagai kepala daerah. Saya akan menyempatkan waktu untuk sharingbersama kawan-kawan untuk meneruskan citacita HMI dan KAHMI. HMI lahir dari beberapa pemikiran, rumusan-rumusan para HMI terdahulu. Pemikiran dan rumusan yang terdahulu itulah yang menjadi pedoman kader HMI dan KAHMI selanjutnya.

Pola pikir HMI di antaranya di bidang politik.Sejak kemerdekaan negara, HMI menentang segala bentuk penjajahan. Masyarakat Indonesia harus berdiri sendiri, lepas dari penjajah. Karena itu, rakyat, terutama umat Islam,harus bebas merdeka membangun negeri. Di bidang ekonomi, HMI memandang Indonesia sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar. Maka itu, umat muslim harus maju. Selain itu, umat muslim harus berpengetahuan luas sehingga sejahtera lahir dan batin.Ketiga, pemikiran di bidang pendidikan.

HMI menegaskan, umat muslim harus berpendidikan,berpengetahuan, berkualitas, berotak cerdas, dan tangguh. Di bidang agama, HMI berpendapat jika Islam harus mampu membawa umat dalam perkembangan zaman. Lalu, di bidang budaya, HMI memiliki pemikiran bahwa budaya Islam h a - rus mampu bersaing, menghadapi dan menampilkan bahwa budaya Islam sebagai budaya paling baik di dunia. Budaya Islam harus dimajukan. Kelima pemikiran itulah yang menjadi asas pemikiran dan tujuan HMI.

Semua anggota KAHMI dan kader HMI harus mampu mengejawantahkan kelima pemikiran tersebut di mana pun mereka berada, sampai kapan pun,dalam profesi apa pun. Dalam dua periode kepemimpinan KAHMI ini, bagaimana Bapak melihat perjalanan KAHMI Sumsel?

Saya melihat perjalanan organisasi HMI dan KAHMI tentu mengalami proses naikturun, terjadi pasang-surut organisasi. Namun, alhamdulillah, kedua organisasi ini masih eksis. Pasang-surut ini lebih disebabkan dinamika yang tinggi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Seperti diketahui, jika anggota KAHMI memiliki figur yang beragam, mereka memiliki pangkat, jabatan, kedudukan serta profesi berbeda. Ada yang berprofesi sebagai petani,pengusaha,wartawan, akademis, guru, serta politikus.

Walau berbeda ruang, mereka tetap anggota KAHMI. Bahkan, saya sering mengibaratkan jika KAHMI sebagai sebuah rumah besar, yang dihuni anak-anak dengan beragam pola pikir, tapi bersatu dalam menjalankan kaidah Islam dan berpijak pada kenyataan. Namun, saat mereka pergi ke luar pagar rumah besar itu, mereka dipersilakan untuk berbeda, tapi jangan lupakan jati diri, identitas guna membawa misi organisasi.Tantangan utama organisasi saat ini, yakni bagaimana memanajemen rumah besar tadi.

Kembali pada tujuan tadi, bagaimana progres dan pencapaiannya selama ini?

Tentu terjadi progres yang dicapai sesuai kondisi objektif. Tetapi, memang ada beberapa program PMW yang belum jalan, di antaranya belum adanya kesekretariatan KAHMI dan HMI, serta belum mampu membentuk kelompok untuk pendanaan organisasi.

Bagaimana Bapak memandang kepemimpinan dua periode KAHMI ini?

Saya memandang kepemimpinan dua periode sebagai amanah seorang kader HMI dan KAHMI,baik kepada Allah SWT, kader, maupun masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Pada Muswil II kemarin, saya dipercaya kembali secara aklamasi. Walau jabatan sebagai kepala daerah sangat padat, tetapi memang dalam organisasi HMI, setiap kader ditempa untuk mampu menjalankan amanah organisasi.

Untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan HMI dan KAHMI,kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana sosok seorang HMI. Kepemimpinan sosok HMI dan KAHMI, yakni merupakan insan-insan akademis, sebagai pencipta, pengabdi yang bernafas Islam dan bertanggung jawab.

Ke depan, apa yang akan KAHMI lakukan?

Dalam waktu dekat,KAHMI akan menggelar rakerwil guna membuat program kerja, baik jangka tahunan, menengah, maupun lima tahun.Beberapa program prioritas di antaranya KAHMI/HMI harus memiliki kesekretariatan. Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah memberikan lahan di kawasan Jakabaring yang diperuntukkan bagi kesekretariatan.

Tinggal bagaimana KAHMI mampu mandiri guna membangun sekretariat. Terpenting,organisasi KAHMI juga harus menghidupkan pendanaan organisasi, baik dari iuran anggota, sumbangan pihak lainnya yang tidak mengikat, sampai memiliki usaha mandiri. Saat ini KAHMI telah memiliki sebidang tanah di Inderalaya, Ogan Ilir, hasil dari hibah seorang anggota KAHMI. Pengurus juga sudah melakukan pendataan pada lebih dari 6.000 anggota KAHMI dan HMI Sumsel.

Jika pun nantinya KAHMI dan HMI telah memiliki kesekretariatan, keinginan guna menciptakan sistem kesekretariatan dan koordinasi anggota dapat menjadi lebih baik. Selain itu, dalam kepengurusan, KAHMI juga memiliki Dewan Pakar dan Pusat Kajian. Dewan Pakar bertugas memberikan saran dan pendapat, baik bagi organisasi, masyarakat, maupun pemerintah. Sementara, Pusat Kajian berfungsi melakukan berbagai kajian ilmiah, sosial,kemasyarakatan, politik, hukumdanlainnya.

Sebagai ketua, saya berharap kedua lembaga itu dapat tetap eksis dalam memberikan saran dan pendapat, baik kepada organisasi, pemerintah, maupun masyarakat luas.

Bagaimana peran dan kontribusi KAHMI terhadap pembangunan, terutama di Sumsel? KAHMI ingin memberikan saran-pendapat, baik pada kader HMI, saran di bidang kemasyarakatan, termasuk menjalankan tugas-tugas keislaman dan kontribusi bagi pemerintah. Namun, yang disampaikan KAHMI, tidak lepas dari keislaman dan keindonesiaan. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Menarik untuk menilik perjalanan Bupati Banyuasin.

Views: 248
Posting: 9-Oct-2011 20:11:13 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Sep
30
2011

Sulsel diprediksi terkena dampak penurunan produksi gula nasional. Jika tidak segera ditangani, daerah ini terancam krisis gula. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel,produksi gula di tiga pabrik yang ada hanya 60.000 ton per tahun. Sementara itu, konsumsi masyarakat mencapai 120.000 ton setiap tahun. Sementara produksi gula nasional tahun ini hanya sekitar 2,1 juta ton dari target produksi 2,7 juta ton.

Kondisi ini membuat sejumlah provinsi penghasil di Pulau Jawa membatasi pengiriman gula kristal antarpulau karena menurunnya hasil produksi. Karena itu,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mendesak Pemerintah Pusat merevisi Surat Keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) RI No 257/MPP/Kep/9/2004 yang mengatur pelarangan gula rafinasi dijual ke pasaran.

Pasalnya,gula untuk industri ini dinilai sebagai solusi memenuhi kebutuhan gula konsumsi rumah tangga. Kepala Disperindag Sulsel Irman Yasin Limpo mengaku, telah melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan beberapa pihak terkait di Jakarta, mengenai desakan revisi SK Mendag tersebut.

“Yang penting saat ini ada sistem darurat dulu untuk menutupi kekurangan gula di Sulsel. Kalau tidak, harga gula di pasaran akan naik,” ujarnya kepada wartawan,kemarin. “Sudah ada 18 provinsi yang meminta merevisi SK tersebut,” paparnya.

Hanya,gula rafinasi yang diizinkan beredar di pasaran harus memenuhi standar Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Di luar syarat tersebut, dinyatakan dilarang peredarannya.

Kepala Balitbangda Pemprov Sulsel Idrus Hafid mengungkapkan, dari hasil data yang diterimanya tahun ini, tiga pabrik gula yaitu Pabrik Gula Camming dan Arasoe serta Takalar, tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan di Sulsel. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Produksi gula nasional.

Views: 185
Posting: 30-Sep-2011 10:38:02 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
 1 2 > 
Blog Category