Meiyani Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
08
2010

Menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa Jefri Adriansyah bocah 9 tahun yang menghilang sejak 30 Mei 2010 lalu sudah ditemukan keluarganya. Namun nahas bocah tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Hal tersebut dibenarkan oleh paman korban, Yakin, yang mengatakan bahwa keponakannya tersebut ditemukan tewas di sebuah kebun tak jauh dari kediamannya di Gang Kubur (TPU Joglo), Jalan Joglo Raya, RT 08/03, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

"Ditemukan sudah tewas, semalam sekitar jam 23.00 WIB di kebun Perumahan Alfa Indah, sekitar 600 meter dari rumah," tandas Yakin ketika dikonfirmasi okezone, Selasa (8/6/2010). Yakin menambahkan, keluarga diberitahu langsung oleh RT setempat bahwa jasad keponakannya itu ditemukan. "Yang memberitahu Pak RT langsung," katanya.

Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa ketika ditanya mengenai kondisi Jasad Jefri, Yakin enggan berkomentar namun dirinya memastikan menurut orangtua korban terdapat luka disekujur Jefri. "Kata orangtua terdapat luka-luka di tubuh almarhum, tapi saya belum lihat," lanjutnya.

Jasad keponakannya yang malang itu, kata dia, saat ini masih berada di RSCM dan masih menunggu pihak keluarga untuk pemakaman. "Kami masih menunggu keluarga lainnya,” pungkas Yakin.

Views: 98
Posting: 8-Jun-2010 13:58:18 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
31
2010

Menurut Belajar HTML bahwa Jaksa Agung Hendarman Supandji berharap Jaksa Agung Muda bidang pidana khusus (Jampidsus) yang baru, dapat menjadikan agenda pemberantasan korupsi menjadi ujung tombak di Kejaksaan.

"Kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, perlu saudara ketahui bahwa fokus masyarakat saat ini sangat besar tertuju pada bidang tugas yang saudara tangani, khususnya penyelesaian perkara-perkara korupsi yang terjadi berbagai wilayah di Tanah Air, terutama untuk perkara korupsi yang berskala besar dan bersifat krusial," ungkap Hendarman.

Hal ini disampaikan Hendarman saat serah terima jabatan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap lima pejabat eselon satu Kejaksaan di ruang Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2010).

Lebih lanjut Hendarman menjelaskan, bahwa penyelesaian kasus korupsi berskala prioritas sudah ditargetkan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang lama Marwan Effendi, dan diharapkan bisa dilanjutkan kembali oleh JAM Pidsus yang baru.

Karena sesuai dengan instruksi Presiden No 1 Tahun 2010 yaitu penuntasan perkara 145 perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung dan 1.700 perkara ditangani oleh Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dan cabang kejaksaan negeri diseluruh Indonesia, baik tahap penyidikan maupun tahap penuntutan yang harus diselesaikan pada tahun 2010.

"Agar penyelesaian perkara korupsi tersebut dapat mencapai hasil yang optimal, maka setiap tugas yang dijalankan hendaknya harus dijalankan secara tegas, cermat, konsisten dan konsekuen," ujarnya.

Selain itu Hendarman juga berpesan kepada seluruh jajaran kejaksaan di tindak pidana khusus, agar dapat berperan sebagai ujung tombak dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Karena keberhasilan penanganan perkara korupsi diyakini sebagai salah satu cara yang efektif dalam meningkatan kepercayaan masyarakat kepada institusi Kejaksaan.

Menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Hendarman menaruh harapan besar kepada saudara-saudara yang berada dalam jajaran tindak pidana khusus, agar kiranya dapat berperan sebagai ujung tombak pemberantasan tindak pidana korupsi," tandasnya

Views: 77
Posting: 31-May-2010 23:53:18 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
30
2010

Menurut Belajar HTML bahwa Pemerintah Indonesia akan mengirimkan tim ke Brazil untuk mempelajari bagaimana negara itu mengimplementasikan kebijakan pengurangan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan sebagaimana disepakati dalam skema REDD +.
Informasi ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg di sela-sela Konferensi Iklim Dan Hutan di Oslo, Kamis (27/5/2010).

Wartawan okezone yang mengikuti rombongan Presiden melaporkan, dalam kesempatan itu, Presiden sempat memaparkan beberapa tantangan yang akan dialami Indonesia dalam melaksanakan REDD+.

"Tantangan kami adalah bagaimana melibatkan semua pemangku kepentingan dalam mengurangi emisi karbon dair deforstasi dan degradasi hutan," katanya.

Namun, Kepala Negara yakin tantangan itu dapat diatasi dengan kerjasama erat dengan pemerintah daerah dan yang tak kalah penting masyarakat lokal sekitar hutan.
Dia mengatakan, kemungkinan pemerintah akan memberikan insentif kepada masyarkat lokal sebagai konsekuensi pelaksanaak REDD + tersebut.

Mnurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Seluruh proses ini akan berlangsung transparan. Jika terjadi sesuatu, kita bisa mengevaluasinya sewaktu-waktu. Saya yakin kami dapat mencari solusi atas masalah ini," terangnya.

Views: 82
Posting: 30-May-2010 01:25:58 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging