She leaned with her head on the window
Watching evergreen bend in the snow
Remembering Christmas the way it had been
So many seasons ago.
When children would reach for their stockings
And open the presents they found
The lights on the tree would shine bright in their eyes
Reflecting the love all around.
This year there's no one to open the gifts
No reason for trimming the tree
And just as a tear made it's way to the floor
She heard voices outside start to sing.
Merry Christmas to all who may dwell here
Merry Christmas if even just one
May the joy of the season surround you
Merry Christmas with love.
Carolers sang as she opened the door
Faces of friends in the crowd
And all of the shadows of lonely reminders
Driven away by the sound.
Now the heart that for years had been silent
Was suddenly filled with a song
As she clung to their hands like a child in the night
She found her self singing along.
Merry Christmas to all who may dwell here
Merry Christmas if even just one
May the joy of the season surround you
Merry Christmas.
Merry Christmas to all who may dwell here
Merry Christmas if even just one
May the joy of the season surround you
Merry Christmas with love
Semula, ku tak tahu,
engkau juga,
‘kan ingin,
memilikinya.
Bukankah ku lebih dulu,
bila engkau teman ku,
sebaiknya tak mengganggu.
[Reff:]
Dia untuk ku, bukan untuk mu.
Dia milik ku, bukan milik mu.
Pergilah kamu, jangan kau ganggu,
biarkan aku mendekatinya.
Kamu, tak akan mungkin,
mendapatkannya, karena dia,
berikan aku, pertanda cinta,
janganlah kamu banyak bermimpi oh…
Dia untuk aku.
Bukankah, belum pasti,
kamu juga, ‘kan jadi,
dengan dirinya.
Dia yang menentukan,
apa yang ‘kan terjadi,
tak usah mengatur ku.
Dia untuk ku, bukan untuk mu.
Dia milik ku, bukan milik mu.
Lihatlah nanti, lihatlah saja,
biarkan aku mendekatinya.
Kamu, tak akan mungkin,
mendapatkannya, karena dia,
berikan aku, pertanda juga,
janganlah kamu banyak bermimpi oh…
[Interlude]
Ku sarankan,
engkau mundur saja.
[Reff]
Dia untuk ku, Dia untuk ku.
Dia milik ku, Dia milik ku.
Lihatlah nanti, lihatlah saja,
biarkan aku mendekatinya.
Kamu, tak akan mungkin,
mendapatkannya, karena dia,
berikan aku, pertanda juga,
janganlah kamu banyak bermimpi oh…
Dia untuk aku. (bukan)
Dia untuk aku.
Masih tertinggal,
bayangan mu,
yang telah membekas,
di relung hati ku.
Hujan tanpa henti,
seolah pertanda,
cinta tak disini lagi kau t’lah berpaling.
[Reff:]
Biarkan, aku menjaga, perasaan ini oh.
Menjaga, segenap cinta, yang telah kau beri.
Engkau pergi, aku tak ‘kan pergi.
Kau menjauh aku tak ‘kan jauh.
Sebenarnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.
Masih adakah,
cahaya rindu mu,
yang dulu selalu,
cerminkan hati mu.
Aku tak’kan bisa,
menghapus diri mu,
meski ku lihat kini kau diseberang sana.
[Reff]
Andai akhirnya,
kau tak juga kembali,
aku tetap sendiri,
menjaga hati.
[Reff] (x2)
Sejujurnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.

Ku t’lah miliki,
rasa indahnya perihku,
rasa hancurnya harapku,
kau lepas cintaku
Yang seakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff :
Ho~o aku,
hanya ingin kau tahu,
besarnya cintaku,
tingginya hayalku bersamamu
‘Tuk lalui,
waktu yang tersisa kini,
di setiap hariku,
di sisa akhir nafas hidupku
Oo..ho..oo.ho...
Walaupun semua,
hanya ada dalam mimpiku,
hanya ada dalam anganku,
ku lewati itu
Yang seakan abadi
Sekali pun kau mengerti
Sekali pun kau pahami
Kupikir ku salah mengertimu