It's all for life

Blog Category: Renungan
Feb
26
2011

 

 

Ada seorang wanita yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup.

Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dgn Tuhan,

“Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yg baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan,

“Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis & bambu ?”

“Ya” jawab wanita itu.

“Ketika menanam benih pakis & benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah.

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah” kata TUHAN

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup diatasi ciptaan-Ku“ kata TUHAN kepada wanita itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku... Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga tak akan meninggalkanmu”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.

“Bambu mempunyai tujuan yang beda dgn pakis, Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak & menjulang tinggi. Asal ttp mengandalkan Tuhan dlm setiap rencana & jln hdp kita"

Pkh 3:11a

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya

 

 

Views: 325
Posting: 26-Feb-2011 17:58:56 WIB
Comments: 1 comments
Category: Renungan
Aug
09
2010
Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”.

Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
 
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.

Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu. Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
 
Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak nyamannya...
Views: 370
Posting: 9-Aug-2010 12:56:57 WIB
Comments: 2 comments
Category: Renungan
Jun
13
2010

Three-Word Phrases, can be tools to help develop every relationship.

There are many things that you can do to strengthen your relationships. Often the most effective thing you can do involves saying just three words. When spoken sincerely, these statements often have the power to develop new friendships, deepen old ones and even bring healing to relationships that have soured.

The following three-word phrases can be tools to help develop every relationship.

~ Let me help:
Good friends see a need and then try to fill it. When they see a hurt they do what they can to heal it. Without being asked, they jump in and help out.

~ I understand you:
People become closer and enjoy each other more when the other person accepts and understands them. Letting your spouse know - in so many little ways - that you understand them, is one of the most powerful tools for healing your relationship. And this can apply to any relationship.

~ I respect you:
Respect is another way of showing love. Respect demonstrates that another person is a true equal. If you talk to your children as if they were adults you will strengthen the bonds and become closer friends. This applies to all interpersonal relationships.

~ I miss you:
Perhaps more marriages could be saved and strengthened if couples simply and sincerely said to each other “I miss you.” This powerful affirmation tells partners they are wanted, needed, desired and loved. Consider how important you would feel, if you received an unexpected phone call from your spouse in the middle of your workday, just to say “I miss you.”

~ Maybe you’re right:
This phrase is very effective in diffusing an argument. The implication when you say “maybe you’re right” is the humility of admitting, “maybe I’m wrong”. Let’s face it. When you have an argument with someone, all you normally do is solidify the other person’s point of view. They, or you, will not likely change their position and you run the risk of seriously damaging the relationship between you. Saying “maybe you’re right” can open the door to explore the subject more. You may then have the opportunity to express your view in a way that is understandable to the other person.

~ Please forgive me:
Many broken relationships could be restored and healed if people would admit their mistakes and ask for forgiveness. All of us are vulnerable to faults, foibles and failures. A man should never be ashamed to own up that he has been in the wrong, which is saying, in other words, that he is wiser today than he was yesterday.

~ I thank you:
Gratitude is an exquisite form of courtesy. People who enjoy the companionship of good, close friends are those who don’t take daily courtesies for granted. They are quick to thank their friends for their many expressions of kindness. On the other hand, people whose circle of friends is severely constricted often do not have the attitude of gratitude.

~ Count on me:
A friend is one who walks in when others walk out. Loyalty is an essential ingredient for true friendship. It is the emotional glue that bonds people. Those that are rich in their relationships tend to be steady and true friends. When troubles come, a good friend is there indicating “you can count on me.”

~ I’ll be there:
If you have ever had to call a friend in the middle of the night, to take a sick child to hospital, or when your car has broken down some miles from home, you will know how good it feels to hear the phrase “I’ll be there.” Being there for another person is the greatest gift we can give. When we are truly present for other people, important things happen to them and us.

We are renewed in love and friendship. We are restored emotionally and spiritually. Being there is at the very core of civility.

~ Go for it:
We are all unique individuals. Don’t try to get your friends to conform to your ideals. Support them in pursuing their interests, no matter how far out they seem to you. God has given everyone dreams, dreams that are unique to that person only.

Support and encourage your friends to follow their dreams. Tell them to “go for it.”

~ I love you:
Perhaps the most important three words that you can say. Telling someone that you truly love them satisfies a person’s deepest emotional needs. The need to belong, to feel appreciated and to be wanted. Your spouse, your children, your friends and you, all need to hear those three little words: “I love you.” Love is a choice. You can love even when the feeling is gone.

Views: 314
Posting: 13-Jun-2010 21:42:14 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Jan
09
2010

Dengan hormat,

Tuhan, aku ingin tahu..

Mengapa kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini? Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri? Mengapa aku harus mencintai musuhku? Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan? Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?

Tolong, Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung semua ini...

A reply from Heaven

Anak-Ku terkasih, tidakkah kausadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu? Aku tau saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat airmatamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.

Tapi taukah kau bahwa aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka? Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-Ku sangat marah. Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin sempurna dan menyerupai Aku. Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaan-Ku. Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun yang bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan kepadamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorangpun bisa mengambilnya. Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka, dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kaubayangkan.

Jadi, anak-Ku, janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Love,
Jesus
Views: 875
Posting: 9-Jan-2010 18:46:17 WIB
Comments: 1 comments
Category: Renungan
Dec
26
2009

Santa lives at the North Pole.
JESUS is everywhere.

Santa rides in a sleigh
JESUS rides on the wind and walks on the water.

Santa comes but once a year
JESUS is an ever- present help.

Santa fills your stockings with goodies
JESUS supplies all your needs.

Santa comes down your chimney uninvited
JESUS stands at your door and knocks.. And then enters your heart.

You have to stand in line to see Santa
JESUS is as close as the mention of His name.

Santa lets you sit on his lap
JESUS lets you rest in His arms.

Santa doesn't know your name, all he can say is "Hi little boy or girl, What's your name?"
JESUS knew our name before we did. Not only does He know our name, He knows our address too . He knows our history and future and He even knows how many hairs are on our heads.

JESUS has a heart full of love.
JESUS offers health, help and hope.

Santa says "You better not cry"
JESUS says "Cast all your cares on me for I care for you.

Santa's little helpers make toys
JESUS makes new life, mends wounded hearts, repairs broken homes and builds mansions.

Santa may make you chuckle but
JESUS gives you joy that is your strength.

While Santa puts gifts under your tree,
JESUS became our gift and died on the tree.

It's obvious there is really no comparison.
We need to remember WHO Christmas is all about.
We need to put Christ back in Christmas.

Jesus is still the reason for the season.

Views: 474
Posting: 26-Dec-2009 17:26:11 WIB
Comments: 1 comments
Category: Renungan
Aug
20
2009
Semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat ya!!!

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"

Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

**********

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah!

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!
Views: 489
Posting: 20-Aug-2009 11:55:31 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Jul
21
2009

Wajib dibaca semua orang termasuk yang punya anak-anak!

Setelah melemparkan buku-bukunya di sofa, dia mengambil camilan dan mulai online. Dia log-on dengan nama ByAngel213. Dia memeriksa daftar sambungan yang masuk, ada yang bernama GoTo123 juga sedang online. Dia mengirimkan pesan :

ByAngel213:
Hi. Aku senang kamu online! Aku pikir ada seseorang yang mengikutiku pulang dari sekolah hari ini. Itu mengerikan!

GoTo123:
LOL (Laugh Out Loud = Ketawa Ngakak). Kamu kebanyakan nonton TV. Kenapa orang mengikuti kamu? Bukankah kamu tinggal di perumahan yang aman?

ByAngel213:
Tentu saja. LOL (Ketawa Ngakak). Aku rasa itu hanya pikiranku saja, karena aku tidak lihat seorang pun.

GoTo123:
Kecuali kamu menuliskan namamu saat online. Kamu tidak lakukan itu khan?
 
ByAngel213:
Tentu saja tidak. Aku tidak sebodoh itu, tahu.

GoTo123:
Apa kamu bermain softball sehabis sekolah hari ini?

ByAngel213:
Ya, dan teamku menang !!

GoTo123:
Itu hebat!  Team siapa yang kamu mainkan?

ByAngel213:                                                         
Kita mainkan team Hornets. LOL (Ketawa Ngakak). Seragamnya keren banget! Mereka seperti lebah. LOL

GoTo123:
Apa nama teammu?

ByAngel213:
Canton Cats (Kucing2 Canton). Ada gambar cakar harimau di seragam kita. Pokoknya keren.                                                         

GoTo1 23:
Kamu pelempar bola?

ByAngel213:
Tidak, aku jaga di base kedua. Aku harus pergi. Ada PR yang harus kukerjakan sebelum orang tuaku pulang. Dah!

GoTo123:
Sampai ketemu lagi. Dah

Sementara itu, GoTo123 mulai melacak menu "keanggotaan" dan mulai mencari profil sebenarnya dari ByAngel213. Ketika ditemukan, dia langsung menandai dan mencetaknya. Dia mengambil pena dan mulai menuliskan apa yang telah diketahuinya tentang ByAngel213.

Namanya: Shannon (perempuan)
Lahir: 3 Januari 1985
Umur: 13 tahun
Tempat tinggal: Carolina Utara
Hobi: softball, koor, skating dan pergi ke mall.

Selain informasi ini, dia tahu Shannon tinggal di Canton karena baru saja memberitahu. Dia tahu Shannon sendirian di rumah sampai jam 06:30 sore sampai kedua orang tuanya pulang kerja. Dia tahu Shannon bermain softball tiap hari Kamis sore dalam team sekolah yang bernama Canton Cats. Nomer favoritnya 7, seperti yang tercetak di kaosnya.  Dia tahu Shannon kelas delapan (satu SMP) di SMP Canton. Semua informasi itu dia peroleh dari Shannon waktu mereka online. Dia sekarang sudah memperoleh informasi yang cukup untuk bisa menemukan Shannon. 

* * * * *

Shannon tidak bercerita pada orang tuanya mengenai kejadian dalam perjalanan pulang dari lapangan taman kemarin. Dia tidak ingin orang tuanya ribut dan melarang dia jalan kaki saat pulang dari bermain softball. Orang tuanya selalu berlebihan dan berpikir yang buruk. Itu membuatnya berharap seandainya dia bukan anak tunggal. Mungkin jika dia punya saudara laki-laki atau perempuan, orang tuanya tidak menjadi over protektif lagi.

Pada hari Kamis, Shannon sudah lupa dengan langkah kaki yang mengikutinya.

Permainan softballnya sangat asyik, sampai tiba-tiba dia merasa ada seseorang yag memperhatikannya. Saat itu ingatannya muncul kembali. Dia melirik dari posisinya berdiri di base kedua, ada seorang laki-laki sedang mengamatinya dengan seksama.

Laki-laki itu bersandar di pagar di belakang base pertama dan dia tersenyum saat melihatnya. Dia tidak terlihat menakutkan dan Shannon langsung membuang perasaan ketakutan yang dirasakan.

Setelah permainan selesai, Shannon duduk di bangku sambil berbicara dengan pelatih. Dia memperhatikan laki-laki itu tersenyum lagi saat dia melewatinya. Dia mengangguk dan Shannon membalas tersenyum. Laki-laki itu melihat nama Shannon tercetak di belakang kaosnya seragamnya. Dia tahu sudah menemukan semua identitas Shannon.

Diam-diam, dia berjalan menjauh dalam jarak yang aman. Rumah Shannon hanya beberapa blok dari lapangan itu, dan begitu dia melihat tempat tinggalnya, laki-laki itu segera kembali ke tempat parkir dan mengambil mobilnya.

Sekarang dia menunggu. Dia memutuskan untuk makan sedikit sebelum pergi ke rumah Shannon. Dia mengendarai mobil ke sebuah restoran cepat saji dan duduk di sana menunggu waktu untuk bergerak.

* * * * *

Shannon sedang berada di kamarnya saat dia mendengar suara panggilan dari ruang tamu.

"Shannon, cepat kemari," panggil ayahnya. Suaranya kedengaran marah tapi dia tidak tahu mengapa. Dia berjalan menuju ruang tamu dan melihat laki-laki yang yang ditemui di taman sedang duduk di sofa.

"Duduk," ayahnya memulai pembicaraan, "Bapak ini baru saja bercerita banyak hal yang menarik tentang kamu."

Shannon terhenyak ke belakang. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa bercerita segala macam pada orang tuanya? Dia tidak pernah bertemu dengannya sebelum hari ini !

"Kamu tahu saya siapa, Shannon?" laki-laki itu bertanya.

"Tidak," jawab Shannon

"Saya adalah perwira polisi dan teman online-mu, GoTo123."

Shannon terkejut luar biasa, "Itu tidak mungkin! GoTo123 adalah anak seumuranku. Umurnya 14 tahun. Dan dia tinggal di Michigan!"
 
Laki-laki itu tersenyum, "Saya memang sudah menceritakan semuanya, tapi itu tidak benar. Kamu lihat Shannon, ada orang-orang di online yang berpura-pura menjadi seorang anak; dan saya salah satunya. Tapi saat yang lain melakukan itu untuk menyakiti dan berbuat jahat pada anak-anak, saya termasuk kelompok dari orang tua yang melakukannya untuk melindungi anak-anak dari orang jahat. Saya datang kemari untuk bertemu denganmu dan mengajarimu bahayanya berkomunikasi dengan orang yang tidak kamu kenal secara online. Kamu telah menceritakan semua hal yang cukup untuk saya pakai untuk menemukan kamu. Kamu menyebutkan nama sekolahmu, nama team softballmu dan posisi dimana kamu bermain. Bahkan kamu menyebutkan nomer kaos seragammu yang membuat saya menemukanmu dengan mudah."

Sekali lagi Shannin tertegun, "Bukankan anda tinggal di Michigan?"

Laki-laki itu tertawa. "Tidak, saya tinggal di Releigh, dekat sini. Itu saya buat supaya kamu merasa aman karena berpikir bahwa saya tinggal di tempat yang jauh, bukan?"

Shannon mengangguk.
 
"Saya punya seorang teman yang memiliki anak perempuan seperti kamu. Hanya dia tidak beruntung. Laki-laki yang menemukannya membunuhnya saat dia sendirian di rumah. Anak-anak diajarkan untuk tidak mengatakan pada siapa pun bahwa mereka sedang sendirian di rumah, dimana sepanjang waktu itu mereka gunakan untuk online. Orang jahat akan menjebak kalian untuk memberikan informasi sedikit tentang ini dan tentang itu saat online. Sebelum kamu mengetahuinya, kamu telah mengatakan banyak hal sehingga mereka mudah menemukanmu bahkan sebelum kamu menyadari telah melakukannya. Saya harap kamu belajar dari kejadian ini dan tidak mengulanginya lagi. Beritahu teman-temanmu juga supaya mereka bisa aman."

"Saya berjanji!"

Malam itu Shannon, ayah dan ibunya mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena sudah melindungi Shannon dari kejadian yang bisa menjadi peristiwa tragis.

Views: 418
Posting: 21-Jul-2009 18:31:12 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Feb
06
2009

1. Don't go for looks, they can deceive. Don't go for wealth even that fades away. Go for someone who makes you smile.

 

2. There are moments in life when you really miss someone that you want to pick them up from your dreams and hug them. Hope you dream of that someone.

 

3. Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be, because you have only one life and one chance to do all the things you want in life.

 

4. May you have...

Enough happiness to make you sweet

Enough trials to make you strong

Enough sorrow to keep you human

Enough hope to make you happy

And enough money to buy gifts.

 

5. When one door of happiness closes, another opens. But we often took so long at the closed door, that we don't see the one which has been opened for us.

 

6. The best kind of friend is the one you could sit on a porch, swing with, never saying a word and then walk away feeling like that was the best conversation you've had.

 

7. It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.

 

8. Always put yourself in other's shoes. If you feel that it hurts you, it probably does hurt the person too.

 

9. A careless word may kindle a strife;

A cruel word may wreck a life

A timely word may level stress

A lovely word may heal and bless.

 

10. The beginning of love is to let those we love be perfectly themselves and not to twist them with our own image, otherwise we love only the reflection of ourselves we find in them.

 

11. The happiest people don't necessarily have the best of everything, they just make the most of everything that comes along the way.

 

12. Maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one so that when we finally meet the right person, we should know how to be grateful for that gift.

 

13. It takes a minute to have a crush on someone, an hour to like someone and a day to love someone - but it takes a lifetime to forget someone.

 

14. Happiness lies for those who cry, those who hurt, those who have searched and those who have tried. For only they can appreciate the importance of people who have touched their lives.

 

15. Love is when you take away the feeling, the passion, the romance and find out you still care for that person.

 

16. A sad thing about life is that when you meet someone who means a lot to you only to find out in the end that it was never bound to be and you just have to let go.

 

17. Love starts with a smile, develops with a kiss and ends with a tear.

 

18. Love comes to those who still hope even though they've been disappointed, to those who still believe even though they've been betrayed, need to love those who still love, even though they've been hurt before.

 

19. It hurts to love someone, and not to be loved in return but what is most painful is to love someone and never finds the courage to let the person know how you feel.

 

20. The brightest future will always be based on a forgotten past. You can't go on well in life until you let go of your past failures and heartaches.

 

21. Never say goodbye when you still want to try;

Never give up when you still feel you can take it;

Never say you don't love that person anymore when you can't let go.

 

22. Giving someone all your love is never an assurance that they'll love you back. Don't expect love in return, just wait for it to grow in their hearts but if it doesn't, be content it grew in yours.

 

23. There are things you love to hear but you would never hear it from the person whom you would like to hear it from, but don't be deaf to hear it from the person who says it with his heart.

 

24. When you were born, you were crying and everyone around you was smiling Live your life to the fullest so that when you die, you're smiling and everyone around you is crying.

Views: 418
Posting: 6-Feb-2009 18:47:54 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Feb
06
2009

Ini renungan yang kudapat dari terusan email teman-2ku, saat membaca ini hati wa merasa sangat terharu sekaligus sedih.... Sesuatu yang terlambat selalu menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.

 

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

 

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

 

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

 

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

 

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

 

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

 

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

 

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

 

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

 

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

 

" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

 

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

 

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

 

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

 

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

 

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

 

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

 

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

 

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

 

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

 

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

 

Yours,

Mario

 

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

 

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

 

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

 

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

 

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

 

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

 

**********

 

Setahun kemudian…

 

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

 

" Mario, suamiku….

 

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

 

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

 

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

 

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

 

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

 

Istrimu,

Rima"

 

Di surat yang lain,

 

"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"

 

Disurat yang kesekian,

 

"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

 

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."

 

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

 

Disurat terakhir, pagi ini…

 

"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

 

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

 

Tahukah engkau suamiku,

 

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu?"

 

Jelita menatap Meisha, dan bercerita, " Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

 

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

 

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

 

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

 

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

 

Yesterday is a history.

Tomorrow is a mystery.

Today is a gift.

That's why it's called "present".

 

Views: 692
Posting: 6-Feb-2009 18:43:31 WIB
Comments: 4 comments
Category: Renungan
Jan
29
2009

Apabila Anda mengenal Ray Kroc dengan bisnis waralabanya yang sangat terkenal, McDonalds, kemudian penulis Joseph Conrad dengan cerita-cerita yang mengagumkan di berbagai novelnya yang laris, dan seniwati "Grandma" Moses yang mulai melukis pada saat berumur tujuh puluh lima tahun dan menikmati dua puluh enam tahun kesuksesan karir di penghujung hidupnya, maka Anda akan mulai berpikir lebih jernih lagi apabila anda merasa sudah terlambat dalam mendapatkan kesuksesan dan cita-cita dalam hidup anda ini.

 

Sependapat dengan Robert Strauss yang mengatakan, Sukses memiliki sedikit kemiripan dengan bergulat dengan seekor gorila. Anda berhenti bukan pada saat anda lelah melainkan anda berhenti pada saat gorilanya lelah, maka Ray Kroc, Joseph Conrad, hingga "Grandma" Moses pun juga berbuat demikian di dalam karir kesuksesan mereka.

 

Ray Kroc, pengusaha restoran makanan saji cepat yang mendunia, McDonalds, lebih dari setengah masa hidupnya berada dalam garis kemiskinan. Ray Kroc adalah seorang salesman dari berbagai produk yang telah dijajakan, tetapi selalu hidup pas-pasan.

 

Setelah bosan menjalani profesi salesman dan sempat menganggur, dia mulai merintis usaha restoran hamburger pada usia lebih dari lima puluh tahun. Dia mengumpulkan seluruh uangnya untuk menyewa sebuah kios yang kemudian dijadikan restoran fastfood dan dinamakan McDonalds yang khusus menyajikan hamburger, hotdog, dan french fries.

 

Kini dengan berbagai strategi manajemen yang handal McDonalds tumbuh berkembang menjadi sebuah restoran fastfood terbesar di dunia dengan memiliki puluhan ribu franchise yang tersebar di hampir seluruh negara di dunia.

 

Ray Kroc mungkin tidak akan pernah bercita-cita dan berpikir restorannya suatu saat dapat menjadi sebesar ini, akan tetapi pelajaran yang berharga dan menarik dapat dipetik dari tidak adanya kata terlambat dan ketekunan untuk terus berusaha yang membuat Ray Kroc di usia senjanya yang masih menuai kesuksesan karir. Oleh sebab itu, kejarlah impian anda, tidak peduli betapa pun jauh kelihatannya.

 

Dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Bisakah kita lebih kreatif di usia itu? Bagaimana dengan Goethe? Mahakaryanya, 'Faust' belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.

 

Butuh contoh lebih banyak? Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya 'The Joys of Old Age' ditulis [ada tahun 1562 ketika ia berusia 95 tahun! Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

 

Sedikit Pelajaran

 

Apa yang bisa kita pelajari dari contoh-contoh di atas? Mereka semua sangat berhasrat tinggi dalam melakukan apa yang meraka kerjakan. Hasrat atau passion adalah sumber energi dan membuat seseorang tetap awet muda, sebagaimana yang ditulis Benjamin Franklin, "Mereka dengan cinta mendalam tak pernah tua, mungkin saja mereka meninggal karena usia tua, tapi sesungguhnya mereka mati muda."

 

Mereka juga menyadari, bahwa lebih baik menjadi 70 tahun lebih muda daripada berusia 40 tahun, sehingga mereka tidak membiarkan usia menghambat mereka untuk mengejar mimpi. Mereka memahami bahwa tak ada kata terlambat untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan saat ini lah waktu untuk bertindak. Tidak seperti King Richard II, mereka tidak pernah berkeluh kesah,

 

"Aku menyia-nyiakan waktu, dan sekarang waktu lah yang menyia-nyiakan aku"

 

Pelajaran lain yaitu ketika peluang muncul, mereka terjun ke dalamnya. Memang, pasti ada resiko di dalamnya, tapi mengapa kita takut akan kehidupan? Kematian, mungkin, tapi tidak dengan kehidupan. Rita Coolidge menyadari pentingnya hal ini ketika ia berkata,

 

"Terlalu sering peluang datang mengetuk, tapi saat kita melepas rantai, melepas gembok, membuka kunci dan mematikan alarm pencuri, saat itu sudah terlambat."

 

Satu hal, bahwa obat mujarab untuk tetap awet muda adalah pengalaman dan pengetahuan baru yang kita dapat setiap hari. Rupanya Henry Ford merasakan hal serupa, ketika ia berkata,

 

"Siapapun yang berhenti belajar adalah kaum tua, tak peduli terjadi di usia 20 atau 80. Siapapun yang tetap belajar tidak cuma awet muda tapi tetap bernilai, tanpa memperhatikan kapasitas fisiknya."

 

Pada akhirnya, ada pepatah Arab yang patut dipertimbangkan:

"Ketika kau lihat orang tua yang ramah tamah, berwatak halus, mantap, berisi, dan mempunyai selera humor yang baik, yakinlah bahwa kemudaan, kemurah hatian, dan kesabaranlah yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka tidak meratapi masa lalu, juga tidak takut pada masa depan; mereka seperti waktu malam di ujung hari yang menyenangkan."

Views: 646
Posting: 29-Jan-2009 14:15:46 WIB
Comments: 1 comments
Category: Renungan
Jan
06
2009

Although things are not perfect
Because of trial or pain
Continue in thanksgiving
Do not begin to blame
Even when the times are hard
Fierce winds are bound to blow
God is forever able
Hold on to what you know
Imagine life without His love
Joy would cease to be
Keep thanking Him for all the things
Love imparts to thee
Move out of "Camp Complaining"
No weapon that is known
On earth can yield the power
Praise can do alone
Quit looking at the future
Redeem the time at hand
Start every day with worship
To "thank" is a command
Until we see Him coming
Victorious in the sky
We'll run the race with gratitude
Xalting God most high
Yes, there'll be good times and yes some will be bad, but...
Zion waits in glory...where none are ever sad!

Views: 313
Posting: 6-Jan-2009 13:51:51 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Dec
31
2008

Anak-Ku ,

 

Sekali kamu percaya kepada-Ku, Aku datang untuk hidup di dalam dirimu. Salah satu dari kesukaan-Ku adalah tinggal di dalam banyak macam orang yang berbeda-beda. Sehingga dunia memandang-Ku berada di aneka ragam kemasan manusia yang menakjubkan : besar, kecil, muda, tua, tinggi, pendek, berpendidikan dan tidak berpendidikan. Seperti menuangkan cairan sedap dan enak ke dalam koleksi wadah-wadah yang berbeda : pot-pot tanah liat, cangkir-cangkir kopi, gelas-gelas plastik, tempayan-tempayan kristal, muk-muk tembikar. Mereka semuanya terisi dengan bahan yang sama - RohKu - namun masing-masing unik.

 

Sebagian dari wadah-wadahKu berlubang-lubang dan retak. Tetapi Aku menyayangi pot-potKu yang retak juga! Mereka membiarkan RohKu bocor dan keluar kepada semua orang di sekelilingnya! Biarkanlah! Aku memenuhi dirimu sampai berkelimpahan

 

Sumber dan Pasokanmu,

Tuhan

 

2 Korintus 4:7

Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Views: 359
Posting: 31-Dec-2008 15:15:02 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Dec
23
2008

 This is an awesome e-mail. Someone took a lot of time setting up this message.

 

THE BELL

I KNOW WHO I AM

I am God's child (John 1:12)

I am Christ's friend (John 15:15 )

I am united with the Lord (1 Cor. 6:17)

I am bought with a price (1 Cor 6:19-20)

I am a saint (set apart for God). (Eph. 1:1)

I am a personal witness of Christ.  (Acts 1:7)

I am the salt & light of the earth (Matt 5:13-14)

I am a member of the body of Christ (1 Cor 12:27)

I am free forever from condemnation ( Rom. 8: 1-2)

I am a citizen of Heaven. I am significant (Phil 3:20)

I am free from any charge against me (Rom. 8:31 -34)

I am a minister of reconciliation for God (2 Cor 5:17-21)

I have access to God through the Holy Spirit (Eph. 2:18)

I am seated with Christ in the heavenly realms (Eph. 2:6)

I cannot be separated from the love of God (Rom 8:35-39)

I am established, anointed, sealed by God  (2 Cor 1:21-22 )

I am assured all things work together for good  (Rom. 8:28 )

I have been chosen and appointed to bear fruit (John 15:16 )

I may approach God with freedom and confidence (Eph. 3: 12 )

I can do all things through Christ who strengthens me (Phil. 4:13)

I am the branch of the true vine, a channel of His life (John 15: 1-5)

I am God's temple (1 Cor. 3: 16).   I am complete in Christ (Col. 2: 10)

I am hidden with Christ in God (Col. 3:3).. I have been justified (Romans 5:1)

I am God's co-worker (1 Cor. 3:9; 2 Cor 6:1). I am God's workmanship (Eph. 2:10)

I am confident that the good works God has begun in me will be perfected. (Phil. 1: 5)

I have been redeemed and forgiven ( Col 1:14). I have been adopted as God's child (Eph 1:5)

I belong to God

Do you know

Who you are?

 

Keep this bell ringing...pass it on

'The LORD bless you and keep you;

The LORD make His face shine upon you

And be gracious to you;

The LORD turn His face toward you

And give you peace...

 

Thanks to: Arynity

Views: 271
Posting: 23-Dec-2008 12:00:25 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Dec
12
2008

By Robert H. Schuller

 

"Perfect love casts out fear." – 1 John 4:18 (NKJV)

 

For countless numbers of people, the "Merry Christmas" greeting is a stab to the heart, because emotions of grief and tragedy surface to the top, making this season almost unbearable for them. Among the tragedies I have witnessed in my years of counseling as a pastor are those of broken relationships where there is no love, only fear.

 

One day, shortly before Christmas, Mary came to see me about her marriage and I asked her, "Why did you ever marry him in the first place?"

 

She answered, "When we first met he proposed marriage," she said. "But I didn't love him and said, 'no.' His answer was, 'If you don't marry me, I'll kill myself.'"

 

"I thought he was kidding. But he attempted suicide and ended up in the hospital. I felt guilty so I went to visit him. While there, he pleaded with me to marry him and this time I agreed."

 

And for twenty-four unhappy years she lived in the fear that if she left he would try to commit suicide again. Her marriage was based not on love but on fear. And fear produces horrible results. Love produces miraculous rewards.

 

Christmas is more than carols, ringing of bells, laughter and get-togethers. Christmas is the celebration of God's perfect love in coming to earth to cast out fear. "For God so loved the world that He gave His only Son…"

 

This Christmas may you know the true meaning of Christmas and may it be a Merry Christmas for you and yours.

 

Because of God's loving gift of Jesus Christ, you are free this Christmas to be a loving person.

 

* * *

 

Lord Jesus, You came to take fear from life by giving us perfect Love packaged in the gift of Your Son, Jesus. Amen.

Views: 283
Posting: 12-Dec-2008 11:39:24 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Nov
28
2008

Anak-Ku yang Terkasih,

 

Pada suatu kali seorang raja mencoba memaksa tiga orang pria muda untuk menyembahnya, namun mereka tak mau melakukannya. Mengapa? Aku mengatakan kepada mereka untuk tidak menyembah siapa pun, kecuali Aku. Nah, raja itu menjadi marah dan memutuskan untuk membakar mereka sampai mati. Maka ketiga pemuda itu mengatakan kepada sang raja, "Tuhan akan menyelamatkan kami, namun seandainya Ia tidak menyelamatkan kami. Kami akan tetap mematuhi-Nya" Akhir dari cerita itu adalah, Aku menyelamatkan mereka. Namun inti dari cerita itu adalah mereka mau menyembah-Ku, entah Aku menolong mereka atau tidak.

 

Aku masih mencari orang-orang muda yang mau berdiri di pihak-Ku seperti yang dilakukan oleh ketiga orang itu. Aku tahu bahwa kamu benar-benar serius dengan-Ku pada waktu kamu memutuskan untuk mematuhi-Ku, bukan karena yang dapat Kulakukan bagimu, namun hanya karena kamu mengasihi-Ku. Aku mengasihimu juga.

 

Pembebasmu,

Tuhan

 

Daniel 3:17-18

Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Views: 307
Posting: 28-Nov-2008 11:48:25 WIB
Comments: 1 comments
Category: Renungan
Nov
28
2008

Anak-Ku yang Terkasih,

 

Seperti siapakah wajahmu di dalam keluarga duniawimu? Seperti abangmu, seperti ibumu, seperti saudara perempuanmu, seperti ayahmu? Tahukah kamu bahwa ketika kamu diangkat sebagai anak ke dalam keluarga rohaniah-Ku, kamu mirip dengan abangmu, Yesus?

 

Bukan secara fisik, tentunya, namun setiap hari hatimu, pikiranmu, dan perbuatan-perbuatan mu mengingatkan- Ku akan Dia. Dan semakin lama kamu berada di sekitar-Nya, perbuatanmu akan semakin menjadi seperti Dia. Aku ingin kamu perduli terhadap orang-orang yang terluka dengan hati yang hancur dan mereka yang lebih lemah darimu... seperti yang dilakukan-Nya. Percayalah kepada-Ku, Kutahu ini sukar kebaikan-Nya mustahil ditiru oleh dirimu sendiri.

 

Namun ketika Aku memenuhimu dengan Roh Kudus-Ku, kamu akan memiliki kekuatan untuk hidup dan mengasihi seperti Yesus, Biarlah Aku menjadikanmu semakin mirip dengan-Nya. Aku bisa melakukannya.

 

Bapamu yang Mengasihi,

Tuhan

 

Roma 8:29

Sebab dari permulaan sekali Allah memutuskan bahwa mereka yang datang kepada-Nya.. . harus menjadi seperti Anak-Nya, sehingga Anak-Nya menjadi yang sulung dari banyak saudara.

Views: 285
Posting: 28-Nov-2008 11:38:00 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Oct
27
2008

Anak-Ku ,


"Waktu adalah uang" Aku yakin kamu pernah mendengar ungkapan itu sebelumnya. itu hanya berarti bahwa waktu itu penting.

Apakah kamu sadar bahwa hanya hari ini yang bisa kamu miliki? Kamu tidak bisa hidup di hari kemarin , dan kamu tidak bisa hidup pada hari esok. Kmau hanya bisa hidup hari ini. Dengan hal itu di dalam pikiran, jangan membuang waktumu. Kamu mempunyai waktu yang terbatas. kelihatannya mungkin seperti kamu bisa hidup selamanya di bumi, tetapi takkan demikian. Oleh karena itu, mengapa kamu memboroskan waktu pada perasaan-perasaan yang merusak seperti kemarahan dan kepahitan ? Belajarlah untuk mengampuni.

Janganlah membuang waktu melakukan hal-hal yang tidak penting. Tentu, bersenang-senanglah... bersantailah. Namun jangan hanya duduk. Aku mempunyai hal-hal yang menakjubkan bagimu untuk dikerjakan dan dialami, dan kamu takkan menemukannya dengan hanya duduk di depan televisi sepanjang hari. Aku mempunyai sesuatu yang lebih baik bagimu.

Pencipta waktu,
Tuhan

Mazmur 90:12

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Views: 312
Posting: 27-Oct-2008 12:29:40 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Oct
27
2008

Anak-Ku,

 

Pada suatu waktu di Prancis, para buruh berunjuk rasa karena mereka tidak mempunyai roti lagi untuk dimakan. Ratu yang tidak tahu apa-apa mendengar tentang hal itu dan berkata," Ah, biarkan mereka makan kue." Ia begitu terbiasa dikelilingi oleh kekayaan dan kemewahan sehingga tidak dapat membayangkan rakyat yang tidak mempunyai makanan sama sekali.

Sejumlah orang berpikir bahwa Aku seperti ratu itu. "Tuhan tinggal di Surga. Bagaimana Ia bisa tahu apa yang dialami kita manusia?" Tetapi Aku tahu, karena Aku memilih untuk hidup bersamamu. begitu mengerti, sehingga putra-Ku yang juga Tuhan, menjadi seorang laki-laki. Ia tidak hanya mengunjungi bumi. ia menjadi manusia. Di kayu salib, Yesus merasakan semua kesakitan yang pernah dirasakan manusia lain. Maka, Aku merasakan kesakitanmu. Aku tahu seperti apa rasanya. Aku bersamamu.

Bapamu,
Tuhan

Imamat 26:11-12:

Aku akan menempatkan kemah suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.

Views: 314
Posting: 27-Oct-2008 12:19:26 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Oct
27
2008

Anak-Ku Tercinta,

 

Aku ingin kamu memilih kehidupan. Memilih kehidupan berarti melihat kehidupan dengan harapan dan cinta dan bukan dengan kekhawatiran dan keragu-raguan.

 

Memilih kehidupan berarti peduli dengan orang lain daripada terobsesi dengan dirimu sendiri. Memilih kehidupan berarti memandangi matahari terbenam atau memberi semangat kepada teman, daripada terpaku di depan TV setiap malam. Memilih kehidupan berarti mempercayai- Ku untuk menolongmu melakukan hal-hal yang sulit, daripada menyerah bahkan sebelum mencobanya. Memilih kehidupan adalah tertawa bersama anak-anak daripada memikirkan kecurigaan-kecuriga an. Memilih kehidupan berarti mensyukuri anugerahmu sendiri daripada iri terhadap orang lain.

 

Memilih kehidupan berarti berdiri bagi hal yang tepat dan benar, meskipun orang mencelamu karena melakukannya. Memilih kehidupan adalah mengasihi-Ku.

 

Milikmu untuk Selamanya,

Tuhan

 

Ulangan 30:19:

Pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupanmu, supaya engkau hidup.

Views: 274
Posting: 27-Oct-2008 12:09:34 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
Oct
07
2008

Items Needed:

Mint

Candy Kiss

Tea Bag

Eraser

Rubber Band

Toothpick

Chewing Gum

Band Aid

Pencil

 

Why?????

 

TOOTHPICK - to remind you to pick out the good qualities in others.

*Matthew 7:1*

 

RUBBER BAND - to remind you to be flexible. Things might not always go the way you want, but it will work out.

*Romans 8:28*

 

BAND AID - to remind you to heal hurt feelings, yours or someone else’s.

*Colossians 3:12-14*

 

PENCIL - to remind you to list your blessings everyday.

*Ephesians 1:3*

 

ERASER - To remind you that everyone makes mistakes, and it’s okay.

*Genesis 50:15-21*

 

CHEWING GUM - to remind you to stick with it, and you can accomplish anything.

*Philippians 4:13*

 

MINT - to remind you that you are worth a mint.

*John 3:16-17*

 

CANDY KISS - to remind you that everyone needs a kiss or a hug everyday.

*John 4:7*

 

TEA BAG - to remind you to relax daily and go over your list of blessings.

*1 Thessalonians 5:18*

Views: 246
Posting: 7-Oct-2008 12:26:14 WIB
Comments: 0 comments
Category: Renungan
 1 2 >