Kocchi Muite Yoo

Blog Archive: August 2009
Aug
12
2009

 

Tegoshi Yuya berjalan menuju Jimusho dengan santai setelah memarkir mobilnya di area parkir dengan aman. Ia baru saja akan memasuki pintu depan ketika ia merasakan getar handphone di sakunya. Ia berhenti sejenak untuk membaca pesan singkat yang baru saja diterimanya.

 Yuyaaaa tolong aku!!

Staff Rescue mengatakan bahwa aku gemuk.

Aku harus dietttt..

 --Massu

 Yuya mengangkat sebelah alis matanya ketika ia membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh sahabatnya, Massu. Kali ini apa lagi? Pikirnya sembari memutar bola matanya dan menghela nafas. Yuya tenggelam dalam pikirannya sendiri seraya terus melangkahkan kakinya ke dalam Jimusho menuju ke ruang ganti News. Minggu lalu Massu mengejutkan semua orang di News dengan memotong rambutnya. Benar-benar pendek!! Awalnya ia berpikir mungkin hanya satu atau dua sentimeter seperti biasanya, tapi ternyata tidak. Bukan hanya Massu memotong pendek rambutnya, tapi juga mencatnya dengan warna hitam. Image Massu yang selalu di highlight menjadi berubah total. Sekarang, Massu mengatakan bahwa ia harus berdiet.. Massu?! Massu yang tidak peduli dengan apapun dan hanya akan merasa dunia begitu menyenangkan apabila dia sedang menikmati gyoza atau ramen atau apa saja. Yuya mengambil nafas lagi. Terlibat dalam Rescue membuat dunia Massu berubah begitu drastis.

 “Aku yakin pasti akan sangat sulit.” Gumam Yuya pada dirinya sendiri, namun kemudian dia tersenyum simpul. “Yah aku rasa aku harus turun tangan.” Putusnya.

 Yuya memasuki ruang ganti News dan mulai dihadapkan oleh wajah murung Massu yang duduk di sudut dengan menumpu dagunya dengan tangan. Yuya langsung menghampirinya. Beberapa menit kemudian dan menit-menit selanjutnya ketika mereka sedang tidak ada latihan, Yuya menghabiskan waktunya dengan meyakinkan Massu bahwa ia akan dapat melakukannya.

 “Dan itu artinya aku tak bisa makan gyoza, es krim, donat! Oh, itu penderitaan.” Massu mengeluh. Walaupun ia lebih tua daripada Yuya, tapi terkadang sikapnya sangat kekanak-kanakan. Yuya memukul dahi Massu. “Aww kenapa kau memukulku, Yuya?” Massu menghadapi Yuya dengan cemberut.

 “Pantas saja semua orang menyebutmu ‘Buta’—babi—itu karena yang ada dalam pikiranmu hanya makanan.” Jawab Yuya sedikit gemas.

 Massu masih meraba dahinya di tempat yang tadi dipukul oleh Yuya, ketika Koyama masuk dengan senyumnya yang biasa membawa sebuah kotak, menghampiri Massu dan Yuya.

 “Massu, aku membawa donat favoritmu.” Katanya sambil membuka kotak yang dibawanya, yang menunjukkan beberapa donat dengan topping cokelat dan strawberry.

 “Huwaa kelihatannya enak. Itadakim—“ Baru saja Massu akan meraih salah satu donat yang menggiurkan itu, tangannya kembali dipukul oleh Yuya, lalu Yuya meraih kotak itu dari tangan Koyama dan menjauhkannya dari jangkauan Massu.

 “Yuyaaaa…” Protes Massu.

 “Eh Kenapa?” Tanya Koyamama yang saat ini menunjukkan eskpresi bingung.

 “Maaf Kei-chan, tapi Massu sedang diet.” Jawab Yuya.

 “Eh? Mengapa? Kau tidak apa-apa Massu?” Koyama duduk di samping Massu dan menatapnya dengan khawatir. Massu hanya cemberut.

 “Demi perannya di Rescue—dan jangan cemberut begitu Massu!”

 “Oh ternyata begitu! Baiklah kalau begitu, aku juga akan membantumu. Tenang saja, Massu!” Koyama menepuk bahu Massu, kembali tersenyum. Massu menatap Koyama dengan matanya yang besar dan menggumamkan rasa terima kasihnya.

 **

Dalam waktu yang sangat singkat semua anggota News menyadari kebiasaan Massu yang baru. Hanya memakan sedikit makanan dan meminum air sebanyak-banyaknya. Ditambah lagi, sekarang Yuya menjadi begitu sering mengatur pola makan Massu. Bahkan Yuya sekarang menginap di apartemen Massu untuk mengawasi agar Massu tidak menyelinap untuk makan di malam hari dan Yuya sudah mengganti persediaan makanan di dalam kulkas Massu dengan banyak sayuran dan sedikit makanan berkalori tinggi. Dan tak jarang situasi ini membuatnya menderita bahkan yang lain pun ikut terkena imbasnya.

 Siang itu Shige baru saja kembali dari sesi pemotretan dan merasa sangat lapar. Jadi ia membawa sekotak bento ke dalam ruang ganti dan berniat akan memakannya di sana. Ia membuka bentonya dan baru saja akan menyuapkan satu potong tamagoyaki ke dalam mulutnya ketika ia menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya. Shige menoleh dan mendapati Massu sedang memandangnya—tepatnya memandang tamagoyaki-nya. Sesaat ia ragu, namun ia mencoba untuk tidak peduli dan tetap memakannya. Namun ketika mencapa potongan ketiga, ia merasa pandangan Massu semakin lekat ke arahnya hingga lama-kelamaan ia merasa sedikit bersalah dan berpaling pada Massu yang menatapnya penuh harap.

 “Massu kau mau?” Katanya menawarkan makanannya kepada Massu yang saat ini berbinar-binar.

 “Shige!” Shige menoleh dan melihat Yuya masuk dengan memberinya pandangan ‘kalau-kau-memberinya-makanan-aku-akan-membunuhmu’ sebelum berpaling pada Massu. “Massu kau baru makan sepuluh menit yang lalu.”

 “Tapi aku masih lapar, Yuya.” Protes Massu.

Yuya bersiap untuk memarahinya lagi, dan sebelum itu terjadi Shige berpendapat akan lebih bijaksana kalau ia tidak menyaksikannya. Dan dengan itu ia keluar dengan membawa serta bentonya.

Yuya yang mengkhawatirkan Massu menyampaikan kekhawatirannya dan meminta bantuan kepada Yamapi, Ryo, Koyama dan Shige untuk bertoleransi kepada Massu yang sedang melaksanakan dietnya. Awalnya mereka dapat menerima dengan mudah dan mencoba sebisa mungkin membantu Massu, tapi tidak dengan Ryo. Belakangan ini Ryo menjadi sangat kesal dengan sikap protektif Yuya terhadap Massu yang semakin menjadi-jadi. Salah satu yang membuatnya semakin jengkel adalah bukan hanya makanan Massu yang porsinya dikurangi, tapi Yuya juga membuat seluruh anggota News menyetujui bahwa mereka akan mengurangi porsi makanan mereka di depan Massu. Ryo yang saat itu mengalami hari yang buruk dan kesal dengan bento yang isinya cuma separuh akhirnya menghela nafas dan mulai berteriak kepada Massu yang hampir selesai melahap bagiannya.

“Oi Buta, aku tidak mengerti. Kau yang harus diet, mengapa kami semua juga jadi harus menahan diri di depanmu?? Seharusnya ini urusanmu dan bukan urusan kami kau mau jadi segemuk apa. Bersikaplah dewasa!!”

Massu membeku melihat Ryo yang sudah berdiri menatapnya dengan galak. “Gomen..” Jawabnya dengan sedikit takut sambil mendekatkan posisi duduknya kepada Yamapi.

“Ryo, sudahlah,” Yamapi yang menangkap sinyal permintaan bantuan mencoba menenangkan Ryo, “di luar Jimusho kau bisa makan apa pun dan sebanyak apa pun yang kau mau. Aku tahu harimu sedang buruk, tapi jangan kau lampiaskan kekesalanmu pada Massu, karena sebelum-sebelumnya kau pun bisa menerima keadaan ini, kan.”

Ryo yang sudah bersiap untuk membantah dihalau oleh Koyama. “Maa maa.. Ryo, kita makan di luar saja. Ayo.” Koyama menarik Ryo keluar dari ruang ganti dengan paksa, meninggalkan wajah tegang yang mulai mencair dari ekspresi Shige, Yuya, dan terutama Massu.

“Fiuuhhh hari ini benar-benar buruk buat Ryo rupanya.” Shige menimpali.

 “Massu jangan dipikirkan, kalau kondisi hatinya sudah membaik ia akan melupakan segalanya dan akan bersikap baik kembali.” Yamapi menepuk punggung Massu berusaha menenangkannya, sedangkan Yuya dan Shige hanya mengangguk sambil tersenyum menyetujui kata-kata Yamapi.

“Arigatou minna.” Massu ikut tersenyum. Bagaimana pun ia sangat menghargai semua bantuan yang diberikan oleh teman-temannya dan bertekad mulai saat ini tak akan lagi membuat mereka repot dan khawatir.

**

 Beberapa minggu kemudian, dengan diet ketat dan olahraga yang teratur, akhirnya Massu bisa mencapai berat badan yang diinginkannya dan shooting Rescue pun berjalan dengan lancar tanpa adanya protes mengenai berat badannya. Ia dengan bangga menyampaikan hal ini kepada seluruh anggota News .

 “Syukurlah, Massu. Aku sudah capek mengawasimu terus menerus.” Kata Yuya sambil tertawa.

 Reaksi berikutnya diberikan oleh Koyama yang memberi Massu senyum penuh dengan kebanggan lalu menggumamkan sesuatu yang bunyinya mirip dengan ‘hidup member-ai’. Lalu Shige mengedipkan mata sembari mengacungkan jempolnya kepada Massu yang berseri-seri.

Yamapi menepuk bahunya, “Semoga sukses, Massu.”

“Hai!”

“Oi, buta.” Ryo yang awalnya duduk di sofa sambil memainkan gitarnya kini berhenti dan berpaling kepada Massu. “Jaga baik-baik berat badanmu, karena itu sangat penting untuk karirmu. Kalau suatu saat hal seperti ini terjadi lagi, aku sendiri yang akan mengawasimu dan memastikan bahwa kau tidak akan makan apa-apa dan tidak peduli walau kau kekurangan gizi sekali pun. Kau mengerti?” Kali ini Ryo mengedip pada Massu dan memberikan senyum lebar kepadanya.

“Roger, captain.” Jawab Massu yang wajahnya semakin berseri-seri. Ryo kemudian tertawa diikuti oleh yang lain melihat Massu yang sedang mempraktekkan gaya Ranger Tezuka.

Dengan ini Yuya tersenyum merasa sangat puas. Akhirnya tugas untuk membantu Massu kali ini selesai dengan hasil yang sangat baik.

**

“Massu.” Kata Yuya.

“Hmm?”

“Kau sudah melahap dua piring gyoza dan kau masih harus menghabiskan es krim-nya. Aku tahu Rescue sudah selesai, tapi apa kau tidak takut berat badanmu naik lagi kalau nafsu makanmu sebesar ini?” Tanya Yuya menghadapi Massu yang sedang melahap es krim dengan bersemangat.

“Sudahlah Yuya, makanan hari ini enak sekali. Kalau aku harus diet lagi, aku yakin kau akan membantuku dengan senang hati.” Jawab Massu enteng sambil terus menikmati es krim-nya.

“…”

Penampilan Massu boleh saja berubah, tapi hanya bagian dari diri Massu yang ini yang tidak akan bisa dirubah oleh siapa pun juga. Yuya menghela nafas panjang, tanpa bisa berkata apa-apa lagi.

 

----------------

 

Note: 

hehehe.. hisashiburi..

akhirnya sempet juga ngepost. ini fic hasil dari keisengan michi waktu lagi nungguin dosen di kampus, gak tahu dech bagus ato kagak.

bingung juga waktu ngarangnya..HmpfhHmpfh

Buat fic yang sbelumnya gomen, michi blum bisa lanjutin, karena masih sibuk berat dengan Tugas Akhir kuliah michi.

Sebenernya udah buat separuh, tapi lum sempet lanjutin. Gomen.. 

Mudah-mudahan TA michi bisa cepet kelar.. 

Arigatou buat yang udah baca fic buatan michi. Smiley Smiley Smiley

Views: 254
Posting: 12-Aug-2009 22:38:26 WIB
Comments: 0 comments
Category: My Fic
Guestbook