No matter what you do or say, there's nothing that you can do to make people understand you. (Kurt Cobain)
Men are too busy with their own business. So rely on God. Don't rely on people. (Me)
Never rely on people. Even your own shadow leaves you when you're in the darkness. (Someone. I forgot who).
A few days a go I exchanged life stories with my close friend just to release the pain we've been suffering.
I understand her story. Not completely, perhaps. But at least I try to.
But she doesn't understand mine. And she doesn't even try.
But I wasn't angry. At least she listened. Unlike some others who want to be claimed as friends but don't do anything to prove it.
Besides, I think I got the lesson. Only God could understand me. Even I myself couldn't understand how or why I feel something about some things.
Even Kurt Cobain, he only got the closest equivalent of how I felt about life.
But that's enough. I shouldn't expect too much. It's greedy.
God alone is enough. Creator always understands what he creates. Others may not understand the way creatures can't understand. Because they're no God.
gue nggak percaya sama kebanyakan orang.
temen gue ya yang sekarang masih mau berteman sama gue setelah semua yang gue lalui.
bukan orang yang dateng ke gue cuma kalo lagi pengen nanya pelajaran pas SMA, pengen ditraktir sebelum gue pergi ke australia, pengen dibeliin oleh2 dari australia yg mahal2 ga kira2 pula.... terus kalo gue ga sesuai sm apa mau dia langsung ngasih remark negatif. tapi di belakang. bukan langsung di depan gue. dan selalu ngatain gue dengan kata2an superficial, ngeremehin gue, dsb, dst padahal ngelaluin yang gue laluin aja belom pernah.
tapi masih bilang gue temen. sekali lagi kalo ada maunya. doang.
kadang capek sih. ada batasnya juga orang dimanfaatin.
lah kalo dia sendiri nggak bisa dimanfaatin buat gue, ya buat apa lagi lah? nyakitin melulu pula simbiosis itu minimal komensalisme lah.
Sebenarnya dari kecil udah tau dia, udh dengerin lagu2 dia, tp karena satu dan dua hal... belakangan ini saya mulai fangirlingin beliau dengan serius. Hahaha.
Gue kagum banget sama dia. He gave up the whole world for the hereafter. Bayangin aja, lagi di masa2 dia jd org terkenal yg dikelilingi kehedonan dunia, tiba2 dia langsung meninggalkan semua kenikmatan dunia demi menjadi seorang Muslim yang sederhana dan membantu sesama Muslim di penjuru dunia (baik dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, seni, dsb).
Dulu, gue bercita2 punya suami yang ganteng, kaya, pinter, sempurna lah pokoknya. Tapi setelah belakangan gue fangirlingin Cat Stevens, gue tau ada tipe laki2 yang lebih baik daripada tipe laki2 "sempurna" dalam pandangan gue selama ini. Ya, tentunya tipe laki2 yang ikhlas mengorbankan kesempurnaannya karena mencintai Tuhannya. Subhanallah. Semoga Allah selalu memberkatinya. :')

Ngeliat ribut2 di London dan beberapa kota lain di Inggris awalnya bikin kaget. Nggak nyangka ternyata Inggris juga punya masalah kesenjangan yang sedemikian parahnya. Emang kerusuhannya nggak separah waktu kerusuhan Mei 98 atau kerusuhan pasca reformasi di berbagai daerah (jangan nyampe ya Allah kejadian yg kyk gt lagi di mana pun di muka bumi. Amit2. Naudzubillah). Tapi tetep aja, kerusuhan ini membuktikan bahwa Inggris sedang ada dalam masalah yang serius dan harus ada yg berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.
Dan Alhamdulillah, di antara komentar2 sotoy di Twitter (termasuk beberapa komentar yg malah jd mendukung kerusuhan itu karena menganggap semua ini semata2 salah polisi yg rasis), ternyata ada juga orang2 "waras" seperti Kate Nash dan kawan2 yang bertindak langsung ke jalanan kota London dan bantu bersih2 pasca kerusuhan. Tidak hanya itu, Kate juga membantu menggalang donasi untuk pihak2 yg dirugikan atas kerusuhan2 belakangan ini.
Kate bahkan nulis di blognya (dan twitternya) kalau dia ngebantuin aksi membangun kembali kota2 di Inggris ini karena dia ngerasa ikut bertanggung jawab akan hal yang terjadi. Kerusuhan itu terjadi karena adanya kesenjangan sosial dan ada orang2 yg merasa hak2nya tidak didengar di Inggris. Itu berarti para warga juga bertanggung jawab atas adanya pihak2 yg merasa teralienasi di negaranya sendiri. Dan tanpa menuding pihak mana pun, Kate langsung bergerak melakukan tindakan yang membuat orang2 di sekelilingnya terinspirasi untuk menjadi optimis dan membangun Inggris yang lebih baik. :')
Secara tidak langsung, aku bisa ngerasain pesan yang disampaikan Kate. Aku juga sempat putus asa karena selama bertahun2 Indonesia dalam masa keterpurukan yang kayaknya nggak habis2. Mungkin ini bukan salah siapa2. Atau mungkin ini emang salah kita semua. Aku ngerti rasanya tidak diterima di negara sendiri (karena berbagai alasan). Aku ngerti rasanya nggak didengarkan pendapatnya oleh orang2 yg seharusnya mendengarkan pendapat kita. Pernah ada keinginan2 nggak waras untuk ngebakar seluruh kota karena saking bencinya sama keadaan. Saking keselnya sama ketidakadilan, pembesar2 yg korup, dan warga2 yg juga saling tipu dan saling tikam satu sama lain di Jakarta. Tapi, kalau ngelihat aksinya Kate Nash dalam menghadapi situasi di negaranya sekarang, aku jadi kembali "waras" lagi. :')
Thanks, Kate for keeping me sane.
Hari ini banyak bgt kejadian aneh tp seru.
1. Baru berangkat ke kampus, gue udah dikejutkan dengan terjadinya MACET di Canberra! hahaha. baru kali ini gue ngerasain ke kampus 1 jam (yg biasanya cuma 10 menit). Ternyata karena ada jalanan yg ditutup soalnya di sana ditemukan mayat 
2. Hari ini lumayan seru kuliah Translation-nya karena banyak ngobrol sama Jane, temen baru. Dia org Australia yg belajar Indonesian studies dan pernah tinggal di Jakarta dan Kalimantan Barat. Pernah ke Sumatra juga.
3. Hari ini belajar sosiolinguistiknya juga makin seru karena dosen gue, Jennifer ngajarinnya keren banget. Dan kelasnya kecil, jd tanya jawabnya lancar. Kita hari ini ngomongin tentang dialektologi. Seru2. 
4. Hari ini juga ketemu Mick, salah satu kenalan. Pas gue bilang gue ikut kelas bahasa Aborigin, dia tertarik banget. Dia suka kebudayaan Aborigin. Terus pas ngeliat buku tentang English Culture yg gue baca, dia bilang itu pasti mata kuliah rubbish karena dia ga suka budaya Inggris. Katanya org Australia nggak suka org Inggris krn penjajah. Terus pas gue tanya gimana kalo salah satu nenek moyang dia ada yg orang Inggris, dia bilang yakin ga ada. Dia turunan Irlandia dan Jerman dan dia berdoa pada Tuhan supaya ga ada darah Inggris dalam dirinya. *parah abes*
Terus pas gue ceritain soal kasus mayat yg bikin gue telat datang ke kelas itu, dia malah nuduh gue, "Makanya jangan bunuh orang melulu. Jadi telat kuliah kan?" -____-
5. Kuliah bahasa Aborigin hari ini asik karena belajar fonetiknya doang (belom yg susah2 nih. hahaha). Dan gue buka puasa cuma minum air putih di kelas karena Maghribnya pas di kelas.
6. Selesai kelas, gue ke Mushola dan lanjut makan cokelat utk buka puasa. Habis itu solat Maghrib. Tp pas gue mau pulang, ditahan sm ikhwan2 karena beberapa hari sebelumnya gue sempat kabur acara ANUMA karena cuma cewek sendiri. Mereka bilang, gue nggak perlu merasa risih kalo cewek sendiri. Kan musholanya dibatasin tirai. Katanya gue disuruh tarawih bareng karena pahalanya lebih banyak. Yah, karena mereka baik bgt, gue nggak bisa nolak. Hahaha. Dan meskipun sempat ngaret (ciri khas ikhwan rohis di mana2 emg, nggak cuma di Indonesia), akhirnya solat tarawihnya mulai juga. Dan aku tambah temen2 baru akhwat2 dari Malaysia. Alhamdulillah. 
7. Yg jadi masalah, karena mereka lelet, gue takut ga bisa ngejar bus. Untuuung banget bus yg lewat rumah gue pas bgt datang pas gue nyampe di halte. Dan itu bus terakhir malam ini yg membawa gue ke rumah. Yang penting bisa pulang lah. Alhamdulillah. Haha.