Midori no Nikki pindahan dari yg di bloggaul

Blog Category: Linguistik
Jun
20
2011

Hari ini akhirnya kembali ikut Monday Seminar Series setelah 2 minggu sebelumnya sibuk belajar buat paper dan UAS. Hari ini pembicaranya ada 2: Todsapon Suranukkharin, mahasiswa Ph.D asal Thailand yang membicarakan penelitian Analisis Wacananya terkait nilai-nilai ideologi yg terkandung dalam buku cerita bergambar anak-anak di Thailand bila dibandingkan dengan buku cerita bergambar anak-anak di Australia dan Martha Florez, dosen bahasa Spanyol yang membuat website Wikiloquial (http://wikiloquial.wikispaces.com) untuk membantu mahasiswa bahasa Spanyol tingkat akhir untuk menguasai bahasa "colloquial" Spanyol dengan fasih.

 

Untuk proyek yang dilakukan Martha, semua dapat dilihat di websitenya. Pada intinya, Martha ingin menggunakan medium 'film' sebagai contoh bahasa colloquial Spanyol dan memberi kesempatan pada mahasiswa2nya untuk berkreativitas dengan menciptakan role play2 yg melibatkan bahasa2 colloquial ini.

 

Saya lebih tertarik dengan penelitian Todsapon karena sudah terbukti bahwa banyak penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Lewat teori CDA, Todsapon menunjukkan bahwa nilai2 yang ditanamkan pada anak2 Thailand lewat buku2 cerita anak lebih cenderung nilai2 yg dianut oleh orang dewasa. Anak2 digambarkan sebagai posisi "penerima" nilai2 yg disosialisasikan orang2 dewasa. Sementara di buku2 cerita anak Australia, anak2 digambarkan dapat memilih sudut pandang yg berbeda dengan orang tuanya. Bahkan kadang ada cerita yang menunjukkan bahwa sudut pandang orang dewasa ada yg salah dan tokoh anak digambarkan sebagai tokoh yg melakukan perlawanan terhadap sudut pandang ini.

 

Yang menarik dari diskusi di seminar ini adalah, Daniel, dosen Bahasa Spanyol yg berasal dari Argentina agak kurang setuju dengan penggambaran budaya Australia yang kesannya toleran. Menurutnya, dibandingkan Argentina, orang2 Australia sangat patuh terhadap otoritas. Mungkin penggambaran di cerita anak tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Atau bisa juga karena Daniel melihatnya dari sudut pandang orang Argentina, padahal konteks yang diambil Todsapon adalah perbandingan antara nilai2 yg dianut di Thailand dengan yg dianut di Australia.

 

Hmmm... Menarik juga kalau seandainya dibahas dengan teori Natural Semantic Metalanguage. Mungkin kata2 "obedience" dan "freedom" agak2 terlalu Anglosentris.

Views: 298
Posting: 20-Jun-2011 18:02:18 WIB
Comments: 0 comments
Category: Linguistik, Kuliah, Seminar
May
03
2011

 

Kalo ibaratnya gue Voldemort di trailer Deathly Hallows Part II, pasti saya teriak lebih dari 5 kali.

Views: 374
Posting: 3-May-2011 17:02:50 WIB
Comments: 0 comments
Category: Linguistik, Tugas