Kita memang harus Sabar Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Kadangkala nasib seorang guru atau orang tua itu menyedihkan. Bagaimana tidak sudah sejak kecil mendidik anak-anak dengan sabar dan ketelatenan namun tatkala sudah besar mereka tidak menghormati sama sekali akan jasa mereka bahkan ada yang menghinanya. Dan lagi dengan berkembangnya atau begitu cepatnya arus informasi membuat orang semakin mudah mendapatkan informasi-informasi negatif yang mana bisa membuat anak-anak yang sejak lama dididik tiba-tiba berubah seratus persen tidak sesuai dengan yang diharapkan. Memang mengembalikan jati diri bangsa itu sulit. Tak semudah yang dibayangkan.
Perjuangan untuk mendidik anak biar kelak bagi bangsa dan negara kadang harus melawan berbagai macam hambatan yang begitu besar. Kita lihat saja saat ini pergaulan bebas, hamil diluar nikah, perkosaan, kenakalan remaja, penyalah gunaan obat-obat narkotika dan semacamnya, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang menyedihkan bagi orang -orang.
Sebagai orang tua atau sebagai pendidik tentu hanya bisa mengelus-ngelus dada dan sedih melihat anak-anak dan atau anak didik mereka tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika belum bisa menjadi orang tua mungkin kita belum bisa merasakan sebegitu hebatnya kesedihan itu.
Untuk itu kita sebagai bangsa Indonesia sudah semestinya ikut serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut dengan selalu mengingatkan orang-orang disekitar kita agar tidak terjerumus kesana. Dengan begitu kita ikut serta untuk mengembalikan jati diri bangsa . Baik kawan saya kira ini saja sekedar opini, ungkapan hati dan juga semcam empati saya kepada orang tua dan guru-guru yang terkadang mereka dilupakan dan tidak dihargai oleh anak atau anak didiknya. Semoga saja anak Indonesia kedepan bisa menjadi lebih baik sehingga bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.