It's me and all person beside me Blog yang apa adanya, gak neko-neko, dan gak bikin runyam :D Welcome ...

Blog Archive: 2011
Dec
31
2011

Sahabat yang luar biasa,

Besok kita akan memasuki tahun 2012. Seperti tahun-tahun sebelumnya, baik perusahaan ataupun perorangan selalu membuat evaluasi dan resolusi untuk menghadapi tahun ke depan. Betapa bersemangat dan aktifnya kita membuat resolusi di awal tahun, namun sering kali begitu di tengah jalan, kobaran semangat itu perlahan tapi pasti semakin surut dan akhirnya menjadi padam. Selama saya menjadi motivator puluhan tahun, saya sering mendapatkan keluhan dan menemukan kasus seperti itu berulang kali.

Sejatinya, evaluasi diri tidak hanya dilakukan di masa awal tahun saja. Tetapi, kita perlu mengevaluasi diri tiap hari, melakukan perencanaan apa yang harus kita kerjakan hari lepas hari, dan mengontrol proses perjalanan mewujudkan setiap apa yang kita targetkan. Karena setiap hari kita selalu dalam proses menuju kemajuan.

Alangkah baiknya apabila kita punya pengertian dan kesadaran bahwa setiap hari adalah hari yang baru. Setiap hari menjanjikan kesempatan baru bagi orang-orang yang aktif belajar dan berjuang.

Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas untuk menciptakan prestasi yang gemilang. Saat kita gagal, kita harus belajar dan berjuang lagi. Saat kita sukses, kita tetap belajar dan berjuang. Maka tepat sekali, saya mencanangkan tahun 2012 ini sebagai tahun aktualisasi diri.

Mari sahabat sekalian, setiap hari kita melangkah ke depan melalui doa, rasa optimis, dan berjuang keras. Kita siap menapaki langkah pertama kita di tahun 2012 ini dengan memperbaiki dan meningkatkan diri untuk menjadi manusia yang sukses dan berarti bagi diri kita dan bagi orang lain, serta tentunya menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Selamat Tahun Baru 2012. Selamat mengaktualisasi diri di tahun yang baru.

Salam Sukses Luar Biasa!

 Sahabat yang luar biasa,

Besok kita akan memasuki tahun 2012. Seperti tahun-tahun sebelumnya, baik perusahaan ataupun perorangan selalu membuat evaluasi dan resolusi untuk menghadapi tahun ke depan. Betapa bersemangat dan aktifnya kita membuat resolusi di awal tahun, namun sering kali begitu di tengah jalan, kobaran semangat itu perlahan tapi pasti semakin surut dan akhirnya menjadi padam. Selama saya menjadi motivator puluhan tahun, saya sering mendapatkan keluhan dan menemukan kasus seperti itu berulang kali.

Sejatinya, evaluasi diri tidak hanya dilakukan di masa awal tahun saja. Tetapi, kita perlu mengevaluasi diri tiap hari, melakukan perencanaan apa yang harus kita kerjakan hari lepas hari, dan mengontrol proses perjalanan mewujudkan setiap apa yang kita targetkan. Karena setiap hari kita selalu dalam proses menuju kemajuan.

Alangkah baiknya apabila kita punya pengertian dan kesadaran bahwa setiap hari adalah hari yang baru. Setiap hari menjanjikan kesempatan baru bagi orang-orang yang aktif belajar dan berjuang.

Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas untuk menciptakan prestasi yang gemilang. Saat kita gagal, kita harus belajar dan berjuang lagi. Saat kita sukses, kita tetap belajar dan berjuang. Maka tepat sekali, saya mencanangkan tahun 2012 ini sebagai tahun aktualisasi diri.

Mari sahabat sekalian, setiap hari kita melangkah ke depan melalui doa, rasa optimis, dan berjuang keras. Kita siap menapaki langkah pertama kita di tahun 2012 ini dengan memperbaiki dan meningkatkan diri untuk menjadi manusia yang sukses dan berarti bagi diri kita dan bagi orang lain, serta tentunya menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Selamat Tahun Baru 2012. Selamat mengaktualisasi diri di tahun yang baru.

Salam Sukses Luar Biasa!

 v

Views: 4889
Posting: 31-Dec-2011 17:43:40 WIB
Comments: 11 comments
Category: Andrie Wongso
Dec
25
2011

Sabtu, 24 Desember 2011

 

Hari yang  bisa gw bilang boring banget, terlebih ada sedikit cekcok ama temen gara-gara rencana pergi ke dufan batal. Sebenernya udah dibilangin, kalau bisa jangan pergi hari ini, soalnya yang pergi cuma 4 orang saja, terus rame lagi. Tapi temen gw ini ngotot dan tetep mau hari ini, alhasil gw ama temen gw yang satunya sepakat buat ngomong lagi ke dia kalau kita ga jadi pergi hari ini, karna alasan-alasan itu. Terlebih lagi temen-temen gw yang lain itu nggak bisa pergi hari ini, jadi kita berdua berencana buat nyari hari dimana semuanya bisa pergi. Yah, tapi tempramen setiap orang  berbeda-beda, alhasil agak sedikit cekcok. Nggak tahu juga sih ke depannya bakal bagaimana, apakah akan tetep sama sebelum masalah ini muncul, atau malah saling diem-dieman [worried]

Melupakan hal itu, sebenernya gw pengen balik kampung halaman, tapi ada berbagai pertimbangan yang membuat gw tetep stay di kostan selama 2 minggu ke depan, alasannya karna pas Imlek gw juga nanti pulang dan pulangnya itu cuma 4 hari saja. Dan 24 balik Jakarta lagi, selesai ujian tanggal 27, dan 28 nya nanti juga akan balik lagi ke kampung halaman. Jadi mempertimbangkan hal itu, akhirnya niat gw untuk pulang untuk sementara gw urungkan dulu sampai Imlek tiba.

 

Malamnya, gw pergi ke Central Park. Itung-itung relaksasi dari kepenatan selama perkuliahan. Tapi lagi-lagi gw nggak bisa menikmatinya gara-gara mabuk perjalanan, jalanan cukup macet ternyata. Dan hampir jam satu gw baru balik kostan. sekarang lagi nunggu download 'ShowTime" Hehhee...

Views: 3256
Posting: 25-Dec-2011 02:41:46 WIB
Comments: 0 comments
Category: Boring
Dec
25
2011

 

Gadis Kecil Penjual Korek Api

Gadis Kecil Penjual Korek APi

Di malam natal, orang-orang berjalan dengan wajah yang gembira memenuhi jalan di kota. Di jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakaian compang-camping sedang menjual korek api. "Mau beli korek api?" "Ibu, belilah korek api ini." "Aku tidak butuh korek api, sebab di rumah ada banyak." Tidak ada seorang pun yang membeli korek api dari gadis itu.

Tetapi, kalau ia pulang tanpa membawa uang hasil penjualan korek api, akan dipukuli oleh ayahnya. Ketika akan menyeberangi 'alan. Grek! Grek! Tiba-tiba sebuah kereta kuda berlari dengan kencangnya. "Hyaaa! Awaaaaas!" Gadis itu melompat karena terkejut. Pada saat itu sepatu yang dipakainya terlepas dan terlempar entah ke mana. Sedangkan sepatu sebelahnya jatuh di seberang jalan. Ketika gadis itu bermaksud pergi untuk memungutnya, seorang anak lakilaki memungut sepatu itu lalu melarikan diri. "Wah, aku menemukan barang yang bagus."
Akhirnya gadis itu bertelanjang kaki. Di sekitarnya, korek api jatuh berserakan. Sudah tidak bisa dijual lagi. Kalau pulang ke rumah begini saja, ia tidak dapat membayangkan bagaimana hukuman yang akan diterima dari ayahnya. Apa boleh buat, gadis itu membawa korek api yang tersisa, lalu berjalan dengan sangat lelahnya. Terlihatlah sinar yang terang dari jendela sebuah rumah. Ketika gadis itu pergi mendekatinya, terdengar suara tawa gembira dari dalam rumah.
Di rumah, yang dihangatkan oleh api perapian, dan penghuninya terlihat sedang menikmati hidangan natal yang lezat. Gadis itu meneteskan air mata. "Ketika ibu masih hidup, di rumahku juga merayakan natal seperti ini." Dari jendela terlihat pohon natal berkelipkelip dan anak-anak yang gembira menerima banyak hadiah. Akhirnya cahaya di sekitar jendela hilang, dan di sekelilingnya menjadi sunyi.
Salju yang dingin terus turun. Sambil menggigil kedinginan, gadis itu duduk tertimpa curahan salju. Perut terasa lapar dan sudah tidak bisa bergerak. Gadis yang kedinginan itu, menghembus-hembuskan nafasnya ke tangan. Tetapi, sedikit pun tak menghangatkannya. "Kalau aku menyalakan korek api ini, mungkin akan sedikit terasa hangat." Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api dengan menggoreskannya di dinding.
Crrrs Lalu dari dalam nyala api muncul sebuah penghangat. "Oh, hangatnya." Gadis itu mengangkat tangannya ke arah tungku pemanas. Pada saat api itu padaamtungku pemanaspun menghilang. Gadis itu menyalakan batang korek api yang kedua. Kali ini dari dalam nyala api muncul aneka macam hidangan.
Di depan matanya, berdiri sebuah meja yang penuh dengan makanan hangat. "Wow! Kelihatannya enak." Kemudian seekor angsa panggang melayang menghampirinya. Tetapi, ketika ia berusaha menjangkau, apinya padam dan hidangan itu menghilang. Gadis itu segera mengambil korek apinya, lalu menyalakannya lagi. Crrrs!
Tiba-tiba gadis itu sudah berada di bawah sebuah pohon natal yang besar. "Wow! Lebih indah daripada pohon natal yang terlihat dari jendela tadi." Pada pohon natal itu terdapat banyak lilin yang bersinar. "Wah! Indah sekali!" Gadis itu tanpa sadar menjulurkan tangannya lalu korek api bergoyang tertiup angin. Tetapi, cahaya lilin itu naik ke langit dan semakin redup. Lalu berubah menjadi bintang yang sangat banyak.
Salah satu bintang itu dengan cepat menjadi bintang beralih. "Wah, malam ini ada seseorang yang mati dan pergi ke tempat Tuhan,ya... Waktu Nenek masih hidup, aku diberitahu olehnya." Sambil menatap ke arah langit, gadis itu teringat kepada Neneknya yang baik hati. Kemudian gadis itu menyalakan sebatang lilin la i. Lalu di dalam cahaya api muncul wujud Nenek yang dirindukannya. Sambil tersenyum, Nenek menjulurkan tangannya ke arah gadis itu.
"Nenek!" Serasa mimpi gadis itu melo ' mpat ke dalam pelukan Nenek. "Oh, Nenek, sudah lama aku ingin bertemu' " Gadis itu menceritakan peristiwa yang dialaminya, di dalam pelukan Nenek yang disayanginya. "Kenapa Nenek pergi meninggalkanku seorang diri? Jangan pergi lagi. Bawalah aku pergi ke tempat Nenek." Pada saat itu korek api yang dibakar anak itu padam. "Ah, kalau apinya mati, Nenek pun akan pergi juga. Seperti tungku pemanas dan makanan tadi..."
Gadis itu segera mengumpulkan korek api yang tersisa, lalu menggosokkan semuanya. Gulungan korek api itu terbakar, dan menyinari sekitarnya seperti siang harl. Nenek memeluk gadis itu dengan erat. Dengan diselimuti cahaya, nenek dan gadis itu pergi naik ke langit dengan perlahanlahan. "Nenek, kita mau pergi ke mana?" "Ke tempat Tuhan berada."
Keduanya semakin lama semakin tinggi ke arah langit. Nenek berkata dengan lembut kepada gadis itu, "Kalau sampai di surga, Ibumu yang menunggu dan menyiapkan makanan yang enak untuk kita." Gadis itu tertawa senang. Pagi harinya. Orang-orang yang lewat di jalan menemukan gadis penjual korek api tertelungkup di dalam salju. "Gawat! Gadis kecil ini jatuh pingsan di tempat seperti ini." "Cepat panggil dokter!"
Orang-orang yang berkumpul di sekitarnya semuanya menyesalkan kematian gadis itu. Ibu yang menolak membeli korek api pada malam kemarin menangis dengan keras dan berkata, "Kasihan kamu, Nak. Kalau tidak ada tempat untuk pulang, sebaiknya kumasukkan ke dalam rumah." Orang-orang kota mengadakan upacara pemakaman gadis itu di gereja, dan berdoa kepada Tuhan agar mereka berbuat ramah meskipun pada orang miskin.

 

Views: 4798
Posting: 25-Dec-2011 01:45:35 WIB
Comments: 0 comments
Category: Natal
Dec
24
2011

 

 

Hallo semua, dalam rangka menyambut hari Natal kali ini, di blog gw yang tercinta ini akan berbagi sebuah kisah klasik yang menyentuh hati. Selamat menikmati cerita ini, semoga bisa mengambil himah dan pembelajarannya.

Akhir kata, gw ucapin Merry Christmas 2011, semoga Natal kali ini senantiasa membawa kedamaian bagi kita semua. God Bless Us :)

 

 

 

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di salah satu ibu kota negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota . Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang,


Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya, 



Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.



Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. 



Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.



Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. 



Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita".

Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya

IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu

Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb. 



Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya. 

Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa,

Dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota .

Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. 



Suami istri dokter tsb memberi nama anak gadis itu Serrafona, mereka memanjakannya dengan amat sangat. 

Di tengah-tengah kemewahan istana gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi Dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, Dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun IA pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, Dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.



Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif digereja, Dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian

Setiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo. 

Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, Dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan Dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga Dan istana yang paling megah di kota

Itu. 



Menjelang Hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang Ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, Dan di laci meja kerja ayahnya, IA menemukan selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, Dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar Dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian IA membuka lemarinya sendiri, Dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu tampak sesuatu yang terbungkus oleh kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan Dan bukan terbuat dari emas murni.



Almarhum ibu memberinya benda itu dengan pesan untuk tidak menghilangkan nya. Ia sempat bertanya, kalau itu anting, dimana pasangannya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya.

Serrafona menaruh anting itu didekat foto. Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.

Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, dengan senyum yang dibuat-buat, belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.



Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat dibenaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dingin sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama. 



Matanya basah ketika ia keluar dari kamar Dan menghampiri suaminya, "Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkin kah ibu sekarang masih Ada di jalan setelah 25 tahun?" Ini semua adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar

ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, penerbit surat kabar Dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.



Bulan demi bulan telah berlalu, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya.

Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu dinegeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah.

Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian.

Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang.

Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.



Saat itu waktu sudah memasuki masa menjelang Natal .

Seluruh negeri bersiap untuk menyambut hari kelahiran Kristus, Dan bahkan untuk kasus Serrafona-pun, orang tidak lagi menaruh perhatian utama. Melihat pohon-pohon terang mulai menyala disana-sini, mendengar lagu-lagu Natal

mulai dimainkan ditempat-tempat umum, Serrafona menjadi amat sedih.

Pagi, siang dan sore ia berdoa: "Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup ini 'temukan saya dengan ibu' ". 



Tuhan mendengarkan doa itu. 



Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan

Ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ketempat wanita itu berada, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, 



Malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik, mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa Ibunya masih hidup dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.



Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. "Tuhan Maha Kasih nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu nyonya, hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak terlalu banyak lagi." Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh Dan banyak angin. Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.



Tubuh Serrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. "Cepat, Serrafonna, mama menunggumu, sayang".

Ia mulai berdoa: "Tuhan beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja untuknya".

Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja". Mobil masih berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita

bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka.

Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: "Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan".



Ketika mereka masuk dibelokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas, panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak. 



Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya Dan 3 mobil polisi, di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi

tempat itu.

"Belum bergerak dari tadi." Lapor salah seorang.

Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun dari Mobil, suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya.

"Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu."

Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingatan semasa kecilnya kembali menerawang saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan kembali terlintas bayangan ketika IA mulai belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya.

Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.

"Tuhan", ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, "Beri kami sehari,Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberinya tahu bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Sehingga mama tidak sia-sia pernah merawat saya".

Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya, wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri disaat ia masih muda.

"Mama....", ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang selama ini ditunggunya tiap malam dan seiap hari - antara sadar Dan tidak kini menjadi kenyataan.

Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas, dengan perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebuah anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk Dan menyadari bahwa itulah pasangan anting yang selama ini dicarinya dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.

"Mama, saya tinggal di istana dengan makanan enak setiap hari. Mama jangan pergi, Kita bisa lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur apapun juga........ Mama jangan pergi....... ."

Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: "Tuhan Maha Pengasih dan Pemberi, Tuhan..... satu jam saja.......satu jam saja....." 

Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang

menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.

Views: 2741
Posting: 24-Dec-2011 17:04:36 WIB
Comments: 2 comments
Category: Natal
Dec
24
2011

Kamis, 22 Desember 2011

Hari ini adalah hari Ibu. Dimana, Ibu-Ibu sedang merayakan hari Ibu. Sebenernya, kebiasaan ini di luar kebiasaan gw. Tapi, entah kenapa, setelah BB gw ter-cass penuh, gw langsung nelfon Nyokap.
Awalnya basa-basi nanyain rumah sama kerjaan Bokap. Tapi di ujung telefon gw bilang sesuatu yang baru pertama kali gw bilang
"Selamat Hari Ibu Ma.."
"Tumben ngucapin."
"Hehe..."

Setelah menutup telfon, gw langsung terharu. Inget saat-saat kebaikan Nyokap. Apalagi gw sekarang lagi jauh dari rumah, jauh dari Nyokap. Kekangenan itu berwujud keharuan untuk sejenak. Apapun yang terjadi 'I Love You Mom. You are the best in my heart. Always..." [lovestruck]

Buat seluruh Ibu di dunia, Netral ucapin
"Selamat Hari Ibu."

Views: 4037
Posting: 24-Dec-2011 16:55:54 WIB
Comments: 0 comments
Category: Ibu
Dec
21
2011

 

Hai.. Hai.. Hai... Blog gw kali ini special bagi tips dan trick, dan mungkin nanti juga bakalan banyak diisi sama hal ini. Tungu apalagi, simak kejutan dari google berikut ini. Selamat mencoba Bubblegum

 

JIKA Anda sedang berada di depan komputer, masuklah ke Google dan ketiklah "Let It Snow". Perhatikan, apa yang muncul di layar Anda?

Untuk merayakan Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi tiba, Google memberi kejutan untuk para penggunanya. Jika Anda memasukkan keyword “Let It Snow”, Anda akan disambut dengan hujan salju yang turun perlahan dan halaman Google perlahan memutih seolah beku.

Kejutan juga muncul jika memasukkan kata “Hanukkah”. Di bagian bawah search bar akan muncul rangkaian simbol bintang David berwarna kuning. Simbol ini muncul untuk merayakan Hanukkah, hari raya umat Yahudi yang di tahun ini jatuh pada 20-28 Desember.

Bukan kali ini saja Google memberi kejutan dan trik-trik unik. Berikut ini trik-trik Google yang masih bisa Anda coba.

1.    Do A Barrel Roll
Ketiklah kalimat “do a barrel roll” dan perhatikan apa yang akan terjadi. Halaman Google akan berputar 360 derajat sebelum kembali ke tampilan semula. Barrel roll merupakan istilah yang digunakan untuk atraksi akrobat pesawat jet yang dapat berputar 360 derajat di udara. Kalimat “Do a barrel roll!” juga muncul di sekuel Star Fox 64 yang tayang 1 Juli 1997.

2.    Askew
Pusing diajak berputar-putar dengan “do a barrel roll”? Cobalah masukkan keyword “askew” dan halaman Google akan sedikit menekuk ke kanan.

3.    Google Gravity
Anda yang sedang marah dan kesal ada baiknya mencoba trik yang satu ini. Ketik “Google gravity” di search bar dan masuklah ke link paling atas (bisa juga dengan meng-klik “I’m Feeling Lucky” di halaman depan). Setelah masuk ke halaman berikutnya dan Anda mulai menggerakkan mouse, halaman Google akan jatuh berantakan! Tapi pecahan-pecahan halaman Google ini juga bisa digerakkan, diputar-putar, sampai dilempar. Lumayan untuk melampiaskan rasa kesal, hehehe…

4.    What Is The Loneliest Number?
Masukkan kalimat “What is the loneliest number” dan fitur kalkulator di Google akan menunjukkan jawabannya, yaitu 1. Angka yang sama juga muncul jika Anda memasukkan keyword “the number of horns on a unicorn”. Lalu berapa angka yang muncul jika memasukkan kalimat “the answer to life, the universe, and everything”? Silakan Anda coba sendiri.

5.    Recursion
Jika Anda memasukkan keyword dengan pengejaan yang salah, Google akan menunjukkan kata yang benar, diawali dengan kalimat “Did you mean” di bagian paling atas. Tapi jika Anda memasukkan kata “recursion”, petunjuk ralat ini juga akan muncul, walau Anda mengejanya dengan benar. Jika Anda masuk dalam link “recursion” yang ditunjukkan Google, Anda akan memasuki halaman yang sama persis dengan yang Anda buka. For your info, “recursion” berarti pengulangan secara terus-menerus. Sama seperti jika Anda masuk dalam ruangan yang seluruh dindingnya dilapisi cermin.

6.    Where is Chuck Norris?
Hollywood sudah mengakui, Chuck Norris ialah jagoan tak tertandingi. Begitu Anda mengetik keyword “Where is Chuck Norris?” di Google, Anda akan dibawa dalam link www.NoChuckNorris.com. Link ini berisi sebuah peringatan, “Google won’t search for Chuck Norris because it knows you don’t find Chuck Norris, he finds you.”

7.    Once In A Blue Moon
Ketiklah kalimat “Once in a blue moon” dan fitur kalkulator Google akan menunjukkan angka 1.16699016 × 10-8 hertz. Belum diketahui dari mana asalnya angka ini, namun istilah ‘blue moon’ itu sendiri menunjukkan fenomena bulan purnama langka yang hanya terjadi 42 kali dalam satu abad.

8.    Google Pig Latin
Pig Latin adalah bahasa ‘iseng’ yang digunakan dengan cara memecah konsonan pertama, diberi imbuhan ‘ay’, lalu ditaruh di akhir kata. Misalnya, Google menjadi Ooglegay, komputer menjadi omputer-kay. Anda dapat mengakses Google berbahasa Pig Latin dengan memasukkan keyword “ooglegay igpay atinlay” alias Google Pig Latin.

 

Views: 2281
Posting: 21-Dec-2011 12:42:55 WIB
Comments: 0 comments
Category: Tips & Trick
Dec
14
2011
Lagi suka banget ama sebuah lagu, dimana setelah sekian lama, akhirnya ada lagi sebuah lagu yang bener-bener gw suka ;D Secara ga sengaja nih lagu keputer di playlist mp3 gw. Gw aja nggak ngeh kapan gw dapet tuh lagu. Tapi pokoknya rekomendasi banget deh :) ini gw kasih liriknya : Just The Girl Lyrics – The Click Five She’s cool and she’s cruel, But she knows what she’s doing. She pushed me in the pool at our last school reunion. She laughs at my dreams,but I dream about her laughter. Strange as it seems, She’s the one I’m after. ’Cause she’s bittersweet. She knocks me off of my feet. And I can’t help myself. I don’t want anyone else. She’s a mystery. She’s too much for me. But I keep coming back for more. She’s just the girl I’m looking for. Just the girl I’m looking for. She can’t keep a secret for more than an hour. She runs on one-hundred proof attitude power. And the more she ignores me, The more I adore her. What can I do? I’d do anything for her. ’Cause she’s bittersweet. She knocks me off of my feet. And I can’t help myself. I don’t want anyone else. She’s a mystery. She’s too much for me. But I keep coming back for more. She’s just the girl I’m looking for. But when she sees it’s me On her Caller ID, She won’t pick up the phone. She’d rather be alone. But I can’t give up just yet, ’cause every word she’s ever said Is still ringing in my head. Still ringing in my head. She’s cool and she’s cruel, But she knows what she’s doing. Knows just what to say so my whole day is ruined. ’Cause she’s bittersweet. She knocks me off of my feet. And I can’t help myself. I don’t want anyone else. She’s a mystery. She’s too much for me. But I keep coming back for more
Views: 3944
Posting: 14-Dec-2011 21:09:46 WIB
Comments: 0 comments
Category: Favorit
Dec
11
2011

Kejadian Mistis

Tepatnya tadi pagi sekitar jam 1 lewat pagi. Gw ama yg lain baru pulang dari PV karna ada temen ultah yg nraktirin.
Setelah sampe kost langsung ganti baju dan gosok gigi+cuci kaki (Anak baik kan gw :D)
Siap-siap tidur. Nah pas gw udah mau tidur ada tangan dibelakang gw.
Dalem ati gw bilang "Nih anak ngapain sih masih iseng aja"
Gw liat tuh akhirnya temen sekamar gw. Eh dianya malah masih tidur di ranjang sebelah gw. Pertanyaannya, itu tangan siapa yg gw liat?
Langsung aja gw bangunin tuh temen sekamar gw [worried]

Views: 3528
Posting: 11-Dec-2011 22:23:48 WIB
Comments: 0 comments
Category: Kejadian Serem
Dec
11
2011

8-9 Okt kemarin ikut acara Makrab kampus dan kebetulan gw yg jadi salah satu panitianya. Jabatan gw bendahara. Tapi juga jagain anak-anak di Bus 12 :D
Anaknya welcome dan rame banget, ga nyesel pkoknya.
Padahal awalnya, gw jaga di bus 11, tapi dipindahin lagi di bus 12 :D
Overall acaranya sukses dan menyenangkan.
Sedih juga sih waktu pulang, pisah sama mereka. Tapi masih bisa ketemu di kampus kan.
‎?♣???π?-?:) untuk anak-anak bus 12 yg udah welcome nyambut gw sebagai Danbus mereka.

Views: 6445
Posting: 11-Dec-2011 22:21:56 WIB
Comments: 0 comments
Category: Makrab
Aug
04
2011
Pertama setelah masuk, satu acara yang pasti bakal dilakuin adalah foto-foto, jeng... Jeng... Jeng.. Kan sebagai bukti kalau udah pernah ke Dufan. Kami segera meluncur ke permainan pertama, yaitu Kicir-kicir. Temen g si Martin malah bilang sesuatu, "Agak serem juga yah naek itu." "Hah? Serem? Permainan anak kecil gitu, paling cuma dibolak-balik gitu, nggak seru ah." Ujar gw saat itu. Temen-temen gw yang laen antusias banget pengen naik wahana kicir-kicir itu. Jadilah kami semua ngantri. Mana antriannya panjang banget lagi, lagi musim libur lebaran sih, jadi wajar aja kalau rame begini, suasana antrian sih nggak gitu bosenin, coz bisa ngobrol-ngobrol juga ama yang lain. Tapi... Panasnya itu lo yang bikin keki, mana yang depan gw bikin ngiri lagi, sepasang remaja beranjak dewasa mesra-mesraan depan gw, pengen gw hajar aja tuh pasangan, bikin mupeng gitu, untung Yayank gw lagi ada di halaman kampung gw, kalau nggak, nggak mau kalah dah [hmpfh]. Setelah kurang lebih sejam nunggu, akhirnya tiba giliran rombongan temen-temen gw yang maen, termasuk gw. Sabuk keselamatan pun yang pertama kali gw urusin, gila aja kalau sampe jatoh, kan nggak lucu kalau ada berita 'Pertama dan Terakhir Bekunjung ke Dufan', jangan sampai terjadi deh. Wahana mulai bergerak, dan gw dibolak balik 180 derajat disitu, dibanting ke kanan dan ke kiri, dibuang ke atas dan ke bawah, suara-suara jejeritan dari temen-temen gw terdengar samar-samar diantara desiran angin yang lumayan kencang kala itu. Sampe-sampe, salah satu temen gw yang namanya Memei, mengabsen satu-persatu nama-nama penghuni di kebun binatang. Yah, kalau dia udah tereak, bakal nggak sadar lagi nyebutin apaan, turun-turun, dia udah nangis aja. Dan wahana itu sukses bikin gw mual banget. Kepala gw pusing banget. Rasanya ada sesuatu dalam perut gw yang bergejolak dan melompat-lompat riang.
Views: 4575
Posting: 4-Aug-2011 16:17:39 WIB
Comments: 1 comments
Category: Travelling
 1 2 > 
Kunjungan Industri
Kunjungan Industri
Blog Category