Amazon.de revealed that the German box set for the eight-film Harry Potter series in DVD and Blu-ray, from Sorcerer's Stone to Deathly Hallows: Part 2, is set to be released on December 31, 2011. A preview of the collectible, which comes with a photo booklet highlighting key images from scenes in the saga. The Deathly Hallows: Part 2 Blu-ray and Steelbook sets will be released on new year's eve, as well; tentative cover art is here.



This is the second international box set to be revealed; earlier this month Amazon France announced its exclusive Harry Potter film set with Elder wand case, out November 30, 2011, seen here.
Warner Bros released a new poster of Neville Longbottom on
the grounds of Hogwarts before his fellow Hogwartsians and Nagini the snake
from Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, as part of their
moments collection (the first two featured Harry,
Ron, and Hermione).
Also, Deathly Hallows: Part 2 has continued to climb its way up in the
record books, so far having made over $1.2 billion in international markets,
still in third place of all time behind Avatar and Titanic. It is the 17th
highest-grossing film in domestic box office (U.S. and Canada).
Blu-ray.com is reporting that the U.S. DVD and Blu-ray release of Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 will take place on Friday, November 11, 2011 - incidentally the opening day of the Wizarding World of Harry Potter's big celebration event on the film series in Orlando, Florida.
Information on two separate Blu-ray packs were revealed, including a two-disc Blu-ray set, and the quadruple-play featuring the Blu-ray 3D + Blu-ray + DVD + Digital Copy. The two-disc set promises BD-Live community acecss, as well as Bonus View (PiP) for the Blu-rays compiled.
The four-disc set is tentatively set to include:
Video
Video codec: MPEG-4 MVC
Video resolution: 1080p
Aspect ratio: 2.40:1
Original aspect ratio: 2.39:1
Audio
English: DTS-HD Master Audio 5.1
French, Spanish, Portuguese: Dolby Digital 5.1
Subtitles
English SDH, French, Spanish, Portuguese
Discs
50GB Blu-ray Disc
Four-disc set (3 BDs, 1 DVD); Digital copy (on disc); DVD copy
Blu-ray 3D
Playback - Region A (B, C untested)
Please note that at the present time this information, including the release dates, have NOT been confirmed by Warner Bros. Pictures or Warner Bro. Home Video.
Siapa sangka sering berlama-lama menelepon pacar atau meninggalkan kacamata saat mata minus ternyata bisa merusak kulit kita? Agar tak menyesal di kemudian hari, hentikan enam kebiasaan buruk berikut ini.
1. Bertelepon terlalu lama
Ponsel kita biasa ditaruh di dalam tas (yang bagian dalamnya pasti penuh debu), di atas meja, atau di tempat-tempat lain yang tidak steril. Menelepon berlama-lama menyebabkan kulit pipi bersentuhan dengan ponsel yang penuh bakteri tersebut. Pastikan Anda menyimpan tissue basah antibakteri untuk mengelap ponsel sebelum Anda menggunakannya.
2. Mengabaikan kacamata
Tulisan
di kejauhan sudah mulai tak terbaca, tapi Anda masih saja tak mau
memakai kacamata? Atau softlens yang biasa Anda pakai mungkin sudah tak
akurat lagi karena minus mata sudah bertambah? Jika diabaikan, secara
tak sadar Anda akan sering menyipitkan mata saat membaca. Efeknya, kulit
cepat berkerut dan terlihat tua.
3. Hairspray
Banyak
yang menganggap melindungi wajah dengan tangan saat menyemprot rambut
dengan hairspray sudah cukup. Padahal partikel dari hairspray tetap bisa
melewati celah-celah tangan dan menempel di wajah. Lain kali, tutupi
wajah Anda dengan sehelai handuk bersih saat menyemprotkan hairspray.
4. Malas mengganti sarung bantal
Saat
kita tidur, sel kulit mati di wajah akan luluh dan menempel di sarung
bantal. Sel mati yang menumpuk itu lama-lama akan berubah menjadi
bakteri dan racun. Jadi jika Anda malas mengganti sarung bantal, setiap
malam Anda akan tidur di tumpukan bakteri. Hiiii...
5. Terlalu sering mandi air panas
Mandi
air panas memang nikmat. Tapi jika dilakukan terlalu sering dan dengan
durasi terlalu lama, lapisan luar epidermis akan terkikis dan kulit Anda
akan jadi sangat kering.
6. Kacamata hitam berukuran besar
Kacamata
hitam model ini adalah favorit para wanita. Tapi mereka seringkali lupa
membersihkan kacamata tersebut sebelum memakainya. Padahal kacamata
pastilah tidak steril, sementara ia akan menyentuh ujung hidung dan pipi
kita selama kita memakainya.
Even telp kelamaan ma pake kacamata item gede juga bisa ngerusak kulit 
Anda yang memiliki gaya hidup kurang aktif sebaiknya mulai waspada sejak dini. Karena hasil penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kronis meskipun Anda telah meluangkan waktu untuk berolahraga.
"Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika mereka mau menambah gerakan dalam rutinitasnya sepanjang hari, mereka akan merasa lebih baik dan terhindar dari masalah kesehatan," ujar John Thyfault, asisten profesor nutrisi dan fisiologi dari Universitas Missouri.
Dalam penelitian terbaru, Thyfault dan timnya menemukan bahwa mereka yang gaya hidupnya berubah dari level aktivitas tinggi (lebih dari 10.000 langkah setiap hari) menjadi tidak aktif (kurang dari 5.000 langkah per hari) berisiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2.
Menurut Thyfault, aktivitas yang menuntut seseorang jarang duduk seperti tak terlihat pengaruhnya terhadap seseorang. Tetapi, dalam jangka panjang hal itu dapat mencegah kenaikan berat badan.
Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan Journal of Applied Physiology, para peneliti berpendapat, gaya hidup kurang aktif merupakan penyebab utama penyakit kronis, seperti diabetes, obesitas, juga penyakit perlemakan hati. Berolahraga secara teratur pun mungkin belum cukup bagi mereka yang banyak duduk untuk menekan risiko penyakit ini.
Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dapat memicu risiko kematian.
"Setiap orang harus mencoba mengambil paling tidak 10.000 langkah setiap hari. Tak perlu dilakukan sekaligus, tapi melakukan 500 hingga 1.000 langkah setiap beberapa jam sudah terbilang bagus," ujar Scott Rector, asisten profesor nutrisi dan olahraga fisiologi dari Universitas Missouri.
Perubahan kecil dapat meningkatkan jumlah langkah orang-orang dalam kegiatan rutin mereka.
"Cobalah untuk menggunakan tangga dibanding dengan elevator, berjalan menuju meja teman kantor dibandingkan dengan memanggil mereka, atau meluangkan sedikit waktu untuk Anda sedikit berjalan-jalan sepanjang hari," tambahnya.