In The Zone Buku Harian saya

Jul
17
2011

 

Karena sekarang saya lagi mendalami yang namanya teater, jadi di blog ini saya mo posting artikel tentang teater tulisan dari pimpinan sanggar seni saya.

 

Seni Peran

“Dasar-Dasar Akting”
Moh. Nurdiansyah, S,sn

TAHAPAN PERTAMA

Pengantar Seni “Akting”

Akting adalah wujud yang kasat mata dari suatu seni peragaan tubuh, yang menirukan prilaku-prilaku manusia mencakup segala segi, lahir dan batin, yang sebelumnya digagas terlebih dahulu, direka, dirancang, kemudian diselenggarakan di panggung untuk disaksikan penonton peminatnya sebagai bentuk seni efemeral, maksud dari seni efemeral, yakni seni yang berlangsung melalui akting. (Yapi Tambayong, hal. 9:2000). Acting diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata peran (pemain sandiwara) yang dalam kamus berarti proses, cara, perbuatan memahami prilaku yang diharapkan dan dikaitkan dengan seseorang. Tentunya tidak hanya memahami tetapi juga melakukan prilaku orang tersebut. Asal kata Acting adalah to act atau dalam bahasa Indonesia berarti “beraksi”. Itu sebabnya kita sering mendengar sutradara meneriakkan kata action dibelakang kamera ketika aktor akan memulai aktingnya. Akting dengan demikian lebih berarti mengaksikan peran yang dimainkan. (Eka D. Sitorus, hal. 37:2003). Aktor memanfaatkan Tubuh pikir dan rasa sebagai alat peragaannya yang terlatih baik, sifat keperagaan ini pulalah yang membedakan akting atau nilai seni drama dan karya seni teater, berbeda dengan seni-seni kreatif lainnya. Akting menurut Richard Boleslavsky keagungan penciptaan, kemurnian suatu keindahan, sesuatu yang lebih besar dari kehidupan. (RMA. Harymawan, 27:1988) dengan demikian akting harus ditumbuhkan dari kesadaran-kesadaran insani yang mengikat, kesadaran yang dimaksud itu adalah kesadaran estetis dan kesadaran etis. Kesadaran estetis; Lahirnya kesenian ditentukan oleh dorongan keindahan alami itu menjadi bentuk yang mewujud sebagai keindahan seni. Kesadaran etis berarti ia telah menerima pikiran yang hakiki, bahwa sumber segala keindahan itu adalah sang Ilahi, pencipta alam dan segala isinya.

Asal Mula Gestur
Ketika aktor tertarik untuk menyelidiki tingkah-laku unik seseorang, dia juga perlu memperhatikan aspek-aspek tingkah-laku yang ada dalam masyarakat orang itu. Dia masih dapat melihat bahwa gestur-gestur nonverbal dari aksi-aksi di masa silam adalah tindakan yang dibutuhkan, penting, dan di pakai untuk hal-hal praktis. Perkembangan manusia saat ini mengubah kebutuhan-kebutuhannya dan dengan demikian mengubah banyak tingkah-laku fisiknya. Satu situasi pada masa silam yang harus dipenuhi dengan aksi fisik, sekarang ini dapat diatasi dengan teknologi canggih. Tetapi impuls atau rangsangan dari tingkah laku praktis tersebut masih ada, hanya sekarang menjadi satu bentuk ekspresif yang tidak fungsional. Perasaan dan pikiran dapat disebut gestur. secara sistematis gestur terbagi menjadi dua bagian, yaitu fisik dan vokal, yang dapat dilihat dan yang dapat didengar. Gestur vokal dibagi lagi menjadi verbal (mengucapkan kata-kata) dan nonverbal (bunyi-bunyi yang kita gunakan, termasuk infleksi (ling) atau jaringan dan penekanan yang mempengaruhi arti emosional dari kata-kata yang kita ucapkan). Karena penulis naskah akan memberikan gestur-gestur verbal dalam bentuk kata-kata di naskah, tugas si aktor adalah menyelidiki aspek-aspek nonverbal dari gestur karakter yang dimainkannya, gestur-gestur fisik, postur, infleksi, dan sebagainnya.

Gestur dan Komunikasi
Ada gestur-gestur yang memberikan arti yang konsisten dalam situasi-situasi yang serupa. Dengan demikian berfungsi sebagai satu sistem simbolis atau tanda. Yang istilahnya lebih dikenal dengan nama bahasa tubuh. seni komunikatif yang diciptakan gestur dapat beragam dari yang universal sampai yang paling aneh, bahkan bodoh. Gestur dapat menggantikan kata-kata atau mendukung kata-kata.

Fungsi Gestur
Bahasa gestur dapat dibagi menjadi 4 kategori umum yaitu :
Ilustratif atau imitatif
Indikatif
Empatik
Austistik

Gestur yang sifatnya ilustratif adalah gestur yang disebut “Pantomimik” ketika mencoba mengkomunikasikan informasi spesifik atau bersifat khusus (“kontak itu besarnya setinggi ini dan selebar ini”). Gestur indikatif (berhubungan dengan bentuk verbal yang menggambarkan keadaan nyata), dipakai untuk menunjuk (“Di sebelah sana”). Gestur empatik memberikan informasi yang subjektif dari pada objektif, berhubungan bagaiman orang merasakan sesuatu (ketika kita mengatakan: “Sekarang, dengar aku!” sambil meninju kepalan tangan kita ke atas meja atau menunjuk jari kita kemuka musuh). Gestur Autistik (arti harafiahnya “kepada diri”) tidak dimaksud untuk komunikasi Sosial tetapi lebih diutamakan untuk komunikasi dengan diri sendiri. Misalnya, ketika seseorang yang sedang mendengar orang lain berbicara memiliki perasaan benci kepada lawan bicaranya tetapi harus menutupinya, maka dia akan melipat tangannya dengan rapat sekali dengan telapak masuk di sela-sela kedua ketiak di depan anda. Dengan tingkah laku rahasia ini, orang itu menyatakan aksi simbolis merasa puas ketika sedang mencekik lawan bicaranya. Walaupun gestur seperti itu sering tersembunyi, secara tidak sadar, sering kali orang di sekitar kita dapat mengenali dan merasakannya. Tentu saja realitanya keempat kategori ini tidak nyata terpisah tetapi sengaja dipisah untuk memudahkan pelajaran kita tentang gestur dan hampir semua gestur yang kita pakai adalah kombinasi dari dua atau tiga kategori di atas. (Eka D. Sitorus, hal. 81-82:2003). Tubuh harus sehat, tidak soal bagaimana bentuknya, apakah ia kurus, gemuk, buntet, jangkung. Sebab dengan tubuh yang sehat, harapan berhasilnya penampilan peran sesuai tuntutan TPR (Tubuh, Pikir, Rasa) akan bisa terpenuhi. Namun segera pula harus diingat, bahwa keadaan tubuh yang sehat itu bertalian erat dengan kemampuan yang beralas pada kemauan mengikuti latihan-latihan khusus, yakni terkoordinasi untuk melakukan tugas akting yang harus menurut ikatan-ikatannya dan berkembang leluasa menurut kemungkinan-kemungkinan tak terduga di mana ia melakukan improvisasi dengan leluasa.

PRAKTEK:
1. Olah Tubuh
Senam
Menari
Yoga
Meditasi

2. Olah Vokal
Teknik melatih rongga mulut
a. Pengucapan lafal yang benar
b. Melatih kelenturan rahang bawah
- Membuka rahang bawah selebar 3 jari
- Gerakkan rahang bawah ke kanan dan ke kiri
- Gerakkan rahang bawah ke depan

Melatih kelincahan lidah
a. Memutar lidah ke kiri dan ke kanan
b. Menjulurkan lidah keluar
c. Menempel lidah ke langit-langit atas, kemudian tekan lidah bagian tengah kuat-kuat sehingga otot lidah bagian bawah sedikit terasa sakit.

Melatih kelenturan otot bibir
a. Menarik kedua bibir ke dalam, kemudian tiuplah keluar kuat-kuat sehingga menimbulkan bunyi “puuh”.

Resonator (pita suara)
Membantu menguatkan getaran suara sehingga menjadi suara yang kuat. Organ tubuh berfungsi sebagai resonator.
a. Rongga mulut
- Memproduksi suara yang jelas, dengan cara menarik ke bawah rahang bawah

b. Rongga dada (letaknya antara tulang dada dengan tulang punggung sebelah belakang).
mampu memproduksi suara yang rendah dan berat
Ringga dada sebelah atas
Rongga dada sebelah depan
Rongga dada sebelah tengah
Rongga dada bagian belakang

c. Rongga hidung
- Penyaring udara masuk paru-paru mampu memproduksi suara sengau, antara lain: konsonan m, n, ny, ng.
Sedangkan untuk vokal dilarang menggunakan rongga hidung sebagai resonator.

* Latihan pernafasan
- Menghirup udara melalui hidung sebanyak 4 ketukan kemudian udara ditahan 2 ketukan, setelah itu dihembuskan lewat mulut 4 ketukan. Hal ini dilakukan secara berkesinambungan tanpa terputus-putus sampai batas maksimum kelelahan pemain yang bersangkutan. Hal yang perlu diingat dalam latihan ini adalah mengusahakan agar setiap ketukan, waktu menghirup dan menghembuskan udara mengandung volume yang sama. Keculi itu waktu menahan nafas benar-benar paru-paru dalam keadaan tenang (tidak menghirup atau menghemnbuskan udara).setelah dikuasai, kemudian jumlah ketukan ditingkatkan dengan perbandingan kelipatan yang sama, yaitu n=1/2 (n=jumlah menghirup dan menghembuskan nafas, misalnya 6=3, 8=4, dan seterusnya, 1/2n= jumlah ketukan manahan nafas).
- Menghirup udara sebanyak mungkin dalam waktu relatif singkat, kemudian ditahan 4 ketukan dan dihembuskan 8 ketukan. Setelah dikuasai, jumlah ketukan pada waktu menahan dan menghembuskan udara ditingkatkan dengan kelipatan n=2n (n= jumlah ketukan manahan, 2n= jumlah ketukan menghembuskan udara), sedangkan waktu untuk menarik nafas tetap dalam hitungan waktu relatif singkat, sesingkat-singkatnya.
- Menghirup udara sebanyak mungkin dalam waktu relatif singkat, kemudian ditahan sementara waktu atau tanpa dihitung dengan ketukan tetapi cukup dengan perasaan, kemudian dihembuskan dalam waktu relatif lama sesuai dengan kekuatan pemain yang bersangkutan. Dalam hal ini diusahakan agar volume udara yang dikeluarkan dari awal sampai akhir mengandung intensitas yang rata/sama. Usahakan jangan sampai terjadi adanya kesan dipaksakan sehingga mengakibatkan adanya ketegangan yang berlebihan pada alat-alat rongga badan.
- Setelah ketiga cara tersebut benar-benar dikuasai agar dicoba lagi cara latihan tersebut di atas, tetapi pada waktu menghembuskan udara diganti produksi suara dengan vocal “a”, dengan urutan; saat menghirup dan menahan udara sama dengan cara latihan di atas. Demikian seterusnya ditingkatkan untuk vocal yang lain e, i, o, u.

- Mula-mula hirup nafas banyak-banyak melalui hidung lalu hembuskan dengan sehabisnya. Diakhir hembusan sertai
dengan suara keras sehabisnya. Misalnya, “hah !” lakukan ini sebanyak 10 kali.
- Lakukan hal yang sama, tetapi kini dengan menghitung, yaitu ketika menghirup, hitunglah setehap demi setahap
sampai 10 kali, lalu hembuskan pula dengan hitungan 10 kali. Jadi menghirup dan menghembus nafas, tidak seperti
yang pertama lagi.
- Lakukan lagi pernafasan seperti yang kedua, tetapi kini dengan menaikkan kedua belah tangan pelan-pelan secara
berangsur-angsur dengan hitungan dari 1 sampai 10, lalu turunkan juga pelan-pelan dan berlangsung secara
berangsur dari 1 sampai 10 (jadi ketika mengambil nafas tangan dinaikan dan ketika mengeluarkan nafas, tangan
diturunkan). Di akhir hitungan sertai kembali suara keras sehabisnya, “hah !”


*Latihan Menyanyi
-Belajar menempatkan suara dengan nada
*Mendeklamasi
- Coba baca dan hafalkan salah satu puisi dengan cara datar saja, tetapi juga dengan keras-keras, tanpa emosi apa-
apa. Perhatikan perkembangan bagaimana yang terjadi dalam emosi.
- Baca dan hafalkan pula salah satu puisi dengan cara memenggal suku kata demi suku kata sehingga terkesan puisi
itu hanya sebagai rangkaian yang putus-putus-perhatikan perkembangan bagaimana yang terjadi dalam kehendak.
- Baca dan hafalkan pula salah satu puisi sambil meminta 4 orang menarik-narik tubuh kearah yang berlawanan; dua
orang menarik-narik kedua tangan ke arah utara, dan dua orang lainnya menarik-narik kedua kaki ke arah selatan-
perhatikan perkembangan kosentrasi yang terjadi dalam kemajuan.

3. Panca Indra
*Indra Lihat;
- Melihat dalam membayang orang yang sedang bunuh diri dengan jalan menggantung lehernya di atas dapur.
- Membayangkan mata sedang melihat seorang perempuan tua sedang menyeberang jalan lalu tiba-tiba sebuah mobil
menabraknya, dan ia terpental, kepar-kepar, mati.
- Membayangkan mata sedang melihat seorang telanjang bulat , ia mungkin gila, ia mungkin pacar, ia mungkin model
yang tengah dilukis oleh pelukis.
- Membayangkan mata sedang melihat seorang anak balita lepas dari tangan ibunya lantas berlari kejalan raya.

* Indra Dengar
- Membayangkan telinga sedang mendengar ban mobil selip di tikungan lalu meanbrak tiang listrik.
- Membayangkan telinga sedang mendengar orang berteriak minta tolong karena terhanyut di sungai
- Membayangkan telinga sedang mendengar lolong anjing di malam hari lantas ia merasa terasing dan gamang.
- Membayangkan telinga sedang mendengar burung peliharaan berkicau dan hati merasa plong.

*Indra Cium
- Membayangkan hidung sedang membau aroma sambel goreng terasi.
- Membayangkan hidung sedang membau comberan yang mampet di musim kemarau dan ia duduk menghadapi
hidangan makan siang.
- Membayangkan hidung sedang membau keringat orang di sebuah kendaraan umum yang sesak.
- Membayangkan hidung sedang membau parfum yang digunakan oleh seorang yang berkesan dalam dirinya.
- Membayangkan hidung sedang membau durian, baunya dibuka di hadapannya, dan ia tidak suka bau ini.

*Indra Kecap
- Memperagakan sedang mencicipi makanan yang pertama kali dikenal.
- Memparagakan sedang menikmati sesuatu yang tidak enak, ingin muntah, tetapi menghormati tuan rumah yang
menghidangkannya.
- Memperagakan orang yang sedang kepedasan oleh lombok dan minum air panas.
- Memperagakan sedang mengunyah onde-onde yang gulanya masih panas.
- Memperagakan bagai mana seorang koki mengecap makanan di atas api kompor,apakah sudah pas bumbu-
bumbunya.

*Indra Rasa
- Memperagakan bagaimana dipeluk oleh orang yang tidak disukai.
- Memperagakan bagaimana rasa tubuh di ruang AC yang sangat dingin dan ia berpenyakit asma.
- Memperagakan bagaimana rasa dibelai kekasih, dicium di leher dan sekonyong datang orang yang lebih berhak.
- Memperagakan bagaimana rasa menunggu terlalu lama di sebuah ruang yang sangat panas.
- Memperagakan bagaimana rasa tubuh ditarik oleh seorang anak yang merengek minta dibelikan es krim.

 

Views: 528
Posting: 17-Jul-2011 07:23:36 WIB
Comments: 28 comments
Category: Teater
Feb
21
2011

“C 301 09 073 ESLI NOVIA YULIANTI”

 

Kehidupan keras di dunia perkuliahan memang sering dialami oleh sebagian mahasiswa. Entah kehidupan yang dimaksud adalah mahalnya biaya buku kuliah, makanan di kantin kurang nikmat, muka lembek (gak keras ), setoran ojek gak lancar dan segala hal yang memberatkan kuliah kita. Tak terkecuali gue yang memang sangat-sangat boros dalam membelanjakan uang jajan gue. Oleh karena itu, banyak mahasiswa yang mulai memulai karir mereka dengan usaha bisnis kecil-kecilan. Mulai dari bisnis pulsa, MLM, Sepatu lukis, Pakaian-pakaian catalog yang membuat teman-teman cewek  kampus gue terkagum-kagum melihat baju-baju didalamnya sedangkan, cowok-cowoknya lebih tertarik melihat model yang menggenakan pakaian tersebut.

“Hey, teman-teman..!!” Sapa Esli disuatu pagi.

“Hai!! Btw, ada apa nih? Tumben semangat amat pagi ini!.” Tanya Imelda yang lagi asik gigit-gigit kuku.

“Hmm nggak, Cuma mo ngasih tau mulai hari ini gue jualan pulsa!” Jawabnya mantap .

Sejak saat itu Esli kebanjiran pesanan pulsa. Mulai dari pulsa termurah sampai termahal dijualnya. Dan kelebihan membeli pulsa Esli adalah BOLEH NGUTANG. Tapi, kalau ngutang yah harganya beda lagi. Misalnya Pulsa 5.000 yang harganya 6.000 kalau ngutang harganya jadi 7.000 makanya enak banget kalo berbisnis pulsa kaya gini.

Beberapa minggu kemudian.

“Hai, teman-teman!Sekarang saya jualan pulsa juga loh!” Pamer Fitri bangga.

Minggu berikutnya.

“Eh, teman-teman yang butuh pulsa bisa langsung hubungi saya. Saya jualan pulsa!” Tuti nggak mau kalah.

Minggu berikutnya lagi.

“Teman-teman sekarang saya jual pulsa, yang butuh pulsa cepat bisa langsung hubungi saya -Send all-“ Kutipan SMS dari Giska.

Minggu berikut, Esli-pun lemas.

Oh ya, Perkenalkan namanya Esli Novia Yulianti. Biasa disapa Esli atau Novi atau Yuli atau Yanti dengan Stambuk C 301 09 073. Pertama kali ketemu dia sih Waktu pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) di kelas Akuntansi. Awalnya susah menyebut nama ESLI dengan benar. Kadang Esli-nya suka capek sendiri memperbaiki kesalahan teman-temannya dalam penyebutan nama beliau. Tidak terkecuali dosen.

 “Elsi Novia Yulianti.” Teriak dosen yang lagi ngabsen.

“Ehm, ESLI pak E-S-L-I!” Ralatnya.

“Elsi Novia Y.” Absen dosen lain.

“Maaf, pak! E-S-L-I, Bukan Elsi.!” Ralatnya lagi.

“Es Campur Novia Yulianti.” Teriak dosen di absen mata kuliah lain.

“E-S-L-I pak, ! ESLI.!” Jawab Esli geram.

Si dosen pun rata-rata menjawab terdapat kesalahan pengetikan pada  absennya. Padahal kenyataan yang ada adalah mata mereka sulit membedakan kata Esli dan Elsi (bahkan Es campur).

 

***

Kehidupan cinta Esli berjalan semulus kulit bersisik-nya (nggaaak ding). Bersama Ponco (nama cowoknya) dia mengarungi bahtera cinta khas ABG yang

Views: 692
Posting: 21-Feb-2011 18:29:49 WIB
Comments: 3 comments
Category:
Feb
07
2011

Ehuk..uhuk....

hahahha

Postingan kesekian kalinya di Blog Lautan Indonesia.


okeeeee....

sekarang ini saya mau nulis tentang idola baru saya dari kalangan model internasional :D 

awalnya saya tidak begitu tertarik dengan acara-acara yang ada di Star World.

Tapi, ketika mengikuti America's Next top Model Cycle 13 saya kemudian tertarik dengan program tersebut.

Minggu ke minggu mengikuti kerasnya kehidupan dunia permodelan internasional.

Eliminasi dari minggu keminggu akhirnya sampai ke keputusan Final bahwa Nicole-lah yang menang dalam Cycle 13.


langsung saja deh, beralih ke ANTM Cycle 14

yang memang baru saja selesai (pertengahan 2010)

di Cycle 14 tersebut saya mempunyai salah satu model favorit yaitu Ren Vokes.

Awalnya si Ren ini gak ada di Episode pertama saat Audisi dll. soalnya dia di Audisi di tempat lain.

Saat di make over, Ren menjadi legenda make over pada ketek karena dia model yang pertama kali di make over di bagian ketek :D wkakakkaa

keteknya berbulu pemirsa 


minggu ke minggu ren mengikuti kontes tersebut dan akhirnya pada puncaknya dia pengen di eliminasi lebih awal karena gak tahan dengan Drama yang ada di dalam Rumah para Model.


Ren Orangnya baik, walopun dia suka pesta dan mabuk2an dia beberapa kali membalas wallpost saya di facebook..

sungguh baik dan cantik ahahaha


[IMG]http://pics.livejournal.com/masitayamashita/pic/00068t0x.jpg[/IMG]

[IMG]http://25.media.tumblr.com/tumblr_l9m99btMpA1qb9gywo1_500.jpg[/IMG]

[IMG]http://i704.photobucket.com/albums/ww42/oktimeforplanC/Renredlips.png[/IMG]

[IMG]http://ginacarbone.files.wordpress.com/2010/03/antm-ren-vokes.jpg[/IMG]

[IMG]http://24.media.tumblr.com/tumblr_kzqautwXT91qaaxw3o1_500.png[/IMG]


jatuhh cintaa dah gue ngeliat bibir meraaaaaaaaaaaaahhh membabi buta miliiknyaaaaaaaaaaa !!

Views: 868
Posting: 7-Feb-2011 00:14:27 WIB
Comments: 4 comments
Category:
Feb
05
2011


C 301 09 XXX ….. ???

“haaaa….??”

“itu apa ?”

“semacam kode agen rahasia?”

“Nomor HP jenis terbaru, ya?”

 

Hmmm, mungkin kata-kata ini yang akan terlontar dari beberapa orang yang masih asing dengan paduan huruf dan angka seperti itu. Sebenarnya tanggapan mereka itu salah banget, itu bukanlah Kode agen rahasia ataupun Jenis nomor HP terbaru, atau mungkin ada yang menyangka kalo itu nomor togel ..!! sereeemmm ..

Ok, gue akan menjelaskan arti dari huruf dan angka tersebut. Dimulai dari huruf C yang berada di depan, mungkin orang-orang yang mengidap penyakit narsis yang berlebihan akan beranggapan kalo huruf ‘C’ di depan adalah singkatan dari ‘cantik’, ‘cakep’ dan segala kata-kata yang mengagungkan dirinya sendiri yang diawali huruf ‘C’ (ex. Cacat XD), Just kidding, sebenarnya ‘C’ itu berarti C.I.N.T.A! LOOOOHH bukaaannn !! C adalah Kode Fakultas di kampus tempat gue dan teman-teman gue mengenyam pendidikan pasca SMA. Misalnya gue yang milih Fakultas Ekonomi otomatis gue memilih huruf ‘C’ sebagai awal dari identitas gue, bukan karena gue cakep (disebabkan gue masih nemuin banyak banget orang yang Non-cakep disana. Termasuk gue :P).

Lanjut ke angka 301, angka keramat ini adalah kode Jurusan yang kita ambil, misalnya kita ngambil jurusan Manajemen maka kode awal kita jadi ‘C 201 ….’ kalo kita ngambil jurusan Pendidikan Santet maka kode kita menjadi ‘C 666 …..’ Nooooo…!!! sedangkan 301 sendiri adalah kode Jurusan Akuntansi. Yaaaaahhh!!, ketahuan deh gue ngambil jurusan Akuntansi.

Lanjut  ke digit berikutnya adalah ‘09’ yang berarti tahun angkatan kita masuk universitas itu, misalnya lo masuk tahun 1975 jadi Nomor lo adalah ‘C 301 75 …’ trus Cicit lo masuk tahun 2075 berarti nomor Cicit lo jadi ‘C 301 75 …’ wah, Tuhan memang sudah menakdirkan kalian berdua sebagai kakek/nenek buyut dan cicit karena Nomor angkatan kalian sama.

Untuk digit berikutnya sih untung-untungan aja, istilahnya sesuai nomor antrian. Misalnya waktu awal-awal daftar, gue ada di barisan 82 otomatis untuk melengkapi semuanya jadi C 301 09 082 jadi kasian banget yah yang ada di barisan ke 35.493.

Well, kalian udah paham kan maksud perpaduan huruf dan angka itu. Istilah kerennya sih Nomor Stambuk. Entah apa arti sebenarnya karena selama gue mengenyam dunia pendidikan dari gue TK, SD, SMP, SMA/SMK gue Cuma punya Nomor Induk bukan nomor Stambuk. Apa mungkin Istilah Stambuk diambil karena dulu penemu istilah ini sering nongkrong di Starbucks ato mungkin dia penjual Spanduk, Entahlah. Yang pasti gue udah nyaman sama Stambuk gue.

Disini gue bakal nyeritain kisah dari teman-teman sekelas gue di Akuntansi 2. Kenapa Akuntansi 2 ? karena, kelas gue terbagi 2. Ya, kelas pertama Akuntansi 1 dan kelas kedua pastinya Akuntansi 5 (loooh??). Jadi silahkan baris yang rapi siap-siap nama siapa yang bakalan dipanggil. Ayoo baris yang manis anak-anak…….

 

 

“C 301 09 071 INDRAWAN”

 

Agustus kelabu 2009, mungkin kalo si Yuni shara ada disini gue bakalan maksa dia buat ganti lirik lagu Desember kelabu jadi Agustus kelabu. Yah, karena emang skarang awan lagi mendung, NOOO!! Bukan-bukaaann.. tetapi karena gue mesti ngadapin hari-hari pertama gue jadi mahasiswa baru istilah kerennya sih MaBa (Manusia Babi).

Bentar, gue mau nerawang mengingat masa lalu  ketika gue sama teman-teman STM gue ngebayangin jadi Mahasiswa baru.

“Kata om gue, dulu dia disuruh makan permen bekas seniornya yang belum sikat gigi!” kata si Robin

“Yang bener lo ?” si Azza kaget, disambut anggukan kepala Robin

“Wah, belum apa-apa sih kalo permen. Kalo om gue dulu sih disuruh nyabutin bulu ketek temannya trus tidur sambil nyiumin ketek temannya semalaman!” Sambung Eno.

“Wew, berarti idung om lo bau ketek dong skarang soalnya dulu dia di bekep ketek semalaman!” ejek gue sambil ketawa ngakak.

“wah, jadi pelajaran buat kita nih kalo pas ospek nanti kita mesti wangi!” Akhirnya obrolan berakhir dan kamipun saling berciuman ketek satu sama lain.

Percakapan tersebut masih terbayang-bayang diingatan gue saat itu. Bagaimana kalo nanti idung gue mati rasa karena kelamaan diketekin? Bagaimana kalo gue tertular penyakit mematikan ketika gue mesti makan permen dari senior yang gak sikat gigi ? Mampus gue, gue belum siap mati muda.

Akhirnya gue berinisiatif beli parfume dan Deodorant sekaligus buat jaga-jaga siapa tau kejadian itu terjadi sama gue. Kan gak enak pas adegan itu terjadi pasangan gue gak tahan trus tewas. Ketika masuk acara Sergap ternyata kematian korban diakibatkan oleh Ketek mematikan gue. Lupakan masalah ketek, sekarang gue sama emak gue lagi ada di salah satu supermarket di kota gue. Ceritanya gue mo nyari Pita abu-abu buat persyaratan Ospek nanti, Ya Ampuun, yang benar aja pake pita Abu-abu, warna pink dong biar keren. Lagi asik nyari-nyari pita gue ketemu sama seorang cowok yang penampilannya saat itu bisa dibilang gak pantes buat masuk ke supermarket, ya iyalah dia make celana olahraga, sandal jepit sama kaos putih.

“Aduh, security! Ada anak ilang nih!!”teriak gue dalam hati.

Seorang Ibu yang setelah gue ketahui adalah tante anak tersebut datang menghampirinya. Emak gue yang hanya berjarak beberapa senti dari mereka akhirnya bertanya kepada salah satu penjaga disitu.

“Mbak, ada pita warna abu-abu gak ya?” Tanya emak gue.

“Oh, ada bu. Sebentar ya!”Kata si mbak sambil nyari pita yang dimaksud di rak bawah.

Si anak sama tante tadi mungkin mendengar percakapan rahasia antara emak gue dan si mbak penjaga tadi.

“Ini bu Pita-nya, tapi Gak bisa dibeli per-meter bu.” Kata si mbak yang muncul tiba-tiba dari bawah.

“Ya, udah ma. Beli smuanya aja!” sambung gue. Siapa tau sisanya bisa dipake buat nge-hias baju ato rambut kan lucu. (woeeekk)

“Ibu, anaknya masuk Akuntansi ya?” Tante itu akhirnya buka suara. Sambil menarik ponakannya itu.

“Oh, iya bener bu !” Jawab emak gue sekenanya.

“Wah, sama Dong. Ponakan saya juga masuk Akuntansi. Dia juga mesti beli Pita Abu-abu!” Kata tante itu panjang lebar sekaligus memperkenalkan ponakannya itu ke gue.

Singkat cerita, akhirnya pita-abu-abu-yang-tidak-bisa-dibeli-per-meter tersebut dibagi menjadi dua, beberapa meter buat gue dan beberapa meter lagi buat anak itu. Kemudian kami berpisah karena emak gue dan tante anak itu telah bersepakat untuk pertunangan kami berdua. Nggak jek, yah karena telah mendapat Pita Abu-abu pastinya.

“Yah, gue lupa deh nama anak itu. Sudahlah, paling gak sekelas nanti.” Kata gue dalam hati.

. . .

 

Di kelas gue punya teman namanya Indrawan, Nomor Stambuk dia C 301 09 071   . Gue dekat sama dia karena ehem, dia pintar. Kalo gue perhatiin sih, Indrawan tipe orang yang sehari-harinya mungkin berhadapan dengan buku, tidur dengan buku, bahkan makanpun dengan buku. Di kelas keaktifan-nya-pun jangan ditanya lagi. Setiap pertanyaan dari Dosen selalu dijawab sama dia.

“Apa pengertian dari mesin las?” Tanya salah satu dosen.

“Saya bisa jawab bu!”Sanggah Indrawan sambil ngangkat tangan.

“Ada yang tau Pengertian dari Make-up?”Tanya dosen lagi.

“Saya bisa jawab bu!” Sanggahnya lagi.

“Ada yang tau siapa pelaku penyebaran video mesum mirip Artis?” pertanyaan berikutnya.

“Saya bisa jawab bu!” Lagi-lagi Indrawan.

Akhirnya si Indrawan menjadi bintang di kelas sekaligus menjadi ketua kelas. Jadi, gak usah dorong-dorongan lagi kalo disuruh ngambil Absen di ruang pengajaran cukup tugas ketua kelas aja.

Tapi, terkadang keaktifan Indrawan dikelas bikin jenuh juga sih. Soalnya selain Artikulasinya kurang jelas saat menjawab pertanyaan, pitch control-nya pun gak di perhatiin, ditambah penjelasan yang panjang lebar semakin me-ruwetkan otak mencerna kata-katanya. Contohnya nih kaya gini.

“Ada yang tau pengertian dari Pulpen?” Tanya salah satu dosen.

“Saya bisa jawab pak!” Pastinya ini Indrawan.

“Silahkan Indrawan apa jawaban kamu?”

“Pulpen adalah Suatu alat yang berisi tinta yang digunakan untuk menggoreskan suatu garis, kata, atau kalimat diatas kertas. Sebelumnya saya jelaskan pengertian kertas, kertas adalah hasil olahan dari serat kayu yang dicampur sedemikian rupa sehingga menghasilkan lembaran-lembaran kertas. Kembali kepenjelasan pulpen tadi, setelah pulpen dan kertas bertemu maka akan terjadilah sebuah tulisan yang begitu indahnya sehingga pulpen dan kertas tadi menikah.” Jawab Indrawan mantap. Dan dosenpun bertepuk tangan gembira.

Kalo gue ditunjuk buat jawab pertanyaan tadi sih pasti gue bakalan jawab. “Err, Pulpen adalah Alat untuk menulis, pak!”. Dosenpun menunduk malu dengan jawaban gue.

                                . . .           

Kalo sekilas ngeliat tampilan fisik Indrawan ditambah sifat dan sikapnya yang sedemikian rupa. Mungkin kita berpikiran, Apa mungkin anak ini pernah jatuh cinta? Kalopun dia jatuh cinta, pasti sama buku, ato sama kalkulator. Karena rasa penasaran gue yang mendalam, akhirnya gue menyelidiki kisah cinta Indrawan selama ini (Disini keliatannya gue ngebet banget sama Indrawan).

Cara gue adalah kalo dia lagi duduk sendiri gue samperin trus gue pancing dengan mengalihkan topik pembicaraan yang awalnya tentang pelajaran ke topik yang berkaitan dengan cinta. Seperti mebalikan telapak kaki, ternyata mudah untuk mengorek kehidupan cinta beliau. Akhirnya gue ketahui dia sekarang lagi sakit hati, karena seorang cewek. Sambil menerawang, Indrawan nyeritain kalo sebenarnya dia lagi mikirin pacarnya yang ninggalin dia  karena pacarnya itu mau nikah sama cowok lain. Begitu seriusnya Indrawan nyeritain kisah cintanya sampe airmata menetes ke wajah keriputnya (nggaklah).

 

. . .

Semester 2 pun tiba setelah 6 bulan menjalani kehidupan keras dalam dunia perkuliahan. Keakraban mulai terjalin satu sama lain antara Giska dengan Tuti, antara Syarif dengan Lisyanti, begitu pun antara gue dengan Indrawan. Pernah suatu hari gue lagi duduk berdua sama si Indrawan. Bicara ngalor-ngidul sambil ketawa-ketiwi gak jelas depan kelas. Tiba-tiba isi Indra nanya.

 

“Lenk, ingat gak pertama kali ketemu gue dimana?”

 

“Hmmm, seingat gue sih waktu pembagian kelas. Bener gak ya?” Jawab gue setengah gak yakin. Yaiyalah, gue beneran gak ingat pernah ketemu Indrawan pas Ospek. Soalnya selain botak, tampilan cowok-cowok yang ikut ospek beberapa bulan lalu semuanya mirip. Kepala botak, pake kemeja putih, celana bahan warna item, sepatu item. “Hm, kalo gue ? lo ingat gak pertama kali ketemu gue dimana?”Tanya gue balik. Pastinya dia bakalan jawab ketemu gue pas Ospek waktu gue disuruh maju kedepan dihukum gendong anak kecil sambil nyanyi lagu Tak gendong-nya Mbah Surip.

 

“Gue pertama ketemu lo pas di Supermarket waktu nyari pita abu-abu.”Jawabnya.

“APAAAA???ITU ELOOOO??” Gue kaget setengah mati. Bagaimana bisa anak dekil yang berbagi pita-abu-abu-yang-tidak-bisa-dibeli-per-meter itu adalah INDRAWAN. Gue masih speechless gak nyangka kalo gue ketemu Indrawan lebih cepat dari dugaan gue,

“Eh, gue masih nyimpen sisa pita-nya loh, dalam bagasi motor gue!”Lanjutnya. Oh, My God, Apa gue mesti kasih tau ke dia kalo sisa pita punya gue udah ilang dibawa kabur sama kucing gue, ketika gue melakukan usaha pembunuhan terhadap kucing gue dengan menjerat lerhernya dengan Pita abu-abu itu. Alhasil, kucing gue yang ngerasa terancam langsung nyakar tangan gue dan kabur bersama pita yang masih terikat dilehernya. Ketika dia balik, pita itu udah gak ada.

“Hehe, syukurlah lo masih nyimpen pita-nya.”Sampe di rumah, gue langsung ke tempat tongkrongan favorit kucing gue (baca=Tempat sampah) buat nyari sisa pita itu. Gak sia-sia perjuangan gue selama 5 menit obrak-abrik tong sampah akhirnya gue nemuin pitanya dan sedetik kemudian gue langsung mendaratkan pita itu kembali ke Tempat sampah. Ya, benar sekali. Pitanya bau sampah.

 

 

 Ntar di lanjut lagi yaaa eheheheheh !!!

 

Views: 1764
Posting: 5-Feb-2011 16:30:45 WIB
Comments: 5 comments
Category:
Jan
06
2009

gak tau kenapa,...

hari ini kita disuruh masuk sekolah..jam 2 siang..

padahal sejak november 2008 kemarin..

tepatnya ketika Praktek Sistem Ganda  selesai..

Kegiatan Belajar mengajar di kelasku gak berjalan dengan lancar ...hahahaha

BTT pliss :P


kira2 jam setengah 3 siang gw sampe di skolah...

yang hadir cuma 15 orang bo'...

kebetulan hari itu (katanya) mo ngistall 30 komputer lab...

tapi gak jadi..soalnya 19 orang yang lain gak hadir..

jadi pak gurunya cuma ngalor ngidul nyeritain kisah masa lalu dia..yang sungguh sempurna..

yang gak pernah nyontek di sekolah..


yah..namanya juga anak2..

gw ma teman sebangku gw si Ros gak ngedengerin..

gw sibuk narik2 rambut baru Ros yang kemarin baru pake Hair extension gitu..

si ros asik2 poto2 pake Hp gw..

yang lain gak tau deh ngapain...



TIBA-TIBA..

si bapak ngomong serius..

"KALIAN BAPAK KASIH TUGAS...BIKIN CATATAN...JIKA KALIAN MENJADI SEORANG GURU...APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN??!!!"

ini lagi belajar plajaran kejuruan ato bahasa indonesia sih??

~_~

ya udah...

sekarang ini gw lagi mikir..

ttg tugas gw yang besok dikumpul jam 2 siang..gak pake lambat...



JIKA GW JADI GURU..

GW BAKALAN NGASIH KEBEBASAN SISWA PUNYA RAMBUT GONDRONG....

TIAP SABTU LIBUR....

DI KELAS GAK USH BUKA SEPATU...

BIAR MURID2 GW SENANG...

DAN BAHAGIA SELAMA MEREKA DI AJAR OLEH GURU SEPERTI DIRIKU




BTT PLISS...

Tolong donk..

kasih saran....

kalo misalnya kita jadi guru..kita tuh pengennya apa?

ngapain..trus harapan buat murid2 kita dan buat sekolah apa yah?

~_~



*tugas yang satunya tunggu mas tri aja ah oL YM*



BYE BYE

Views: 936
Posting: 6-Jan-2009 20:13:12 WIB
Comments: 5 comments
Category:
 1 2 3 4 5 6 >  Last ›