Pasir laut, siapa yang mau itung?

Blog Category: Copy-paste
Sep
19
2008
Views: 310
Posting: 19-Sep-2008 15:16:02 WIB
Comments: 0 comments
Category: Copy-paste
Sep
19
2008
Kreatif Karena Kepepet
Gunakan Serbuk Kayu untuk Memasak
 

Pagedangan, SerpongKita.com- Salah satu warga kelurahan Medang, kecamatan Pagedangan untuk menjalankan aktifitas berjualan nasi uduk dan gado ini, menggunakan bahan bakar serbuk kayu gergaji.

Haryani (38) warga kelurahan Medang, Kecamatan Pegedangan Kabupaten Tangerang mengungkapkan, dirinya menggunakan serbuk kayu itu sejak 2 tahun silam. Pasalnya, biaya hidupnya tidak mencukupi untuk memberikan nafkah kelima anak kandungnnya tersebut."Ide menggunakan serbuk kayu untuk memasak nasi dan lainnya ini karena biaya hidup tidak mencukupi," kata Haryani.

Serbuk kayu yang diperoleh itu dari pabrik kayu dengan harga Rp 3000 per satu karung beras 50kg. Menurutnya pengeluaran biaya hidupnya itu lebih irit dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak atau gas elpiji.

"Serbuk kayu ini dalam satu karung bisa untuk tiga hari, walaupun untuk memasak nasi jualan," tambahnya menjelaskan iritnya penggunaan serbuk kayu untuk memasak. Haryani menjelaskan, serbuk kayu tersebut mulanya dimasukkan ke dalam kompor masak yang menggunakan kaleng bekas. Selanjutnya serbuk kayu ini ditumbukkan hingga padat. Bila tidak ditumbukan hingga padat, serbuk tak bisa menyala untuk memasak.

"Satu kompor bisa untuk memasak hingga delapan jam. Selain itu, hasil memasak menggunakan serbuk ini lebih harum dibandingkan menggunakan minyak atau gas elpiji. Api kompor serbuk kayu berwarna biru, hampir sama dengan menggunakan kompor gas elpiji, "paparnya. (riz)

Views: 270
Posting: 19-Sep-2008 13:10:41 WIB
Comments: 0 comments
Category: Copy-paste
Sep
10
2008


Satu beting atau bongkahan es berukuran 55 kilometer persegi di bagian utara Kutub Utara terlepas dari induknya dan mengambang di samudera, tanda terbaru mengenai perubahan iklim secara cepat di wilayah terpencil itu.

Satu tim ilmuwan mengatakan Selasa, beting es 
Markham, satu dari hanya lima beting es yang tersisa di Kutub Utara, terpisah dari Pulau Ellesmere di Kanada awal Agustus.

Mereka juga menyebut, dua bongkahan besar dengan jumlah total 122 kilometer persegi telah terlepas dari beting es Serson, yang berdekatan, sehingga mengurangi ukuran sebesar 60 persen.

"Peristiwa pemecahan mendasar ini menggaris-bawahi cepatnya perubahan yang terjadi di Kutub Utara," kata Derek Mueller, seorang spesialis beting es Kutub Utara di Trent University di Ontario, dikutip Reuters.

"Perubahan ini tak terelakkan di bawah cuaca saat ini dan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan hidup yang telah menjaga keseimbangan semua beting es ini selama ribuan tahun sudah tak ada lagi," katanya dalam 
surat elektronik yang dikirim Selasa larut malam.

Ia menyatakan jumlah total kehilangan es dari berbagai beting pada musim panas tahun ini mencapai angka 215 kilometer persegi, lebih dari tiga kali daerah
Manhattan.

Temperatur di banyak wilayah Kutub Utara telah naik jauh lebih cepat daripada angka rata-rata global dalam beberapa dasawarsa belakangan, suatu perkembangan yang dikatakan banyak ahli berkaitan dengan pemanasan global.

Sumber : Antara/VM
* www.jawaban.com

Views: 510
Posting: 10-Sep-2008 15:03:39 WIB
Comments: 1 comments
Category: Copy-paste
Aku kecil bareng Bobby
Aku kecil bareng Bobby
Advertisement