Pejuang Seo Sekedar Catatan Online Saja

Blog Archive: March 2010
Mar
27
2010

Situs jejaring sosial Facebook berhasil mengalahkan Yahoo dalam hal jumlah pengunjung situs di Amerika Serikat (AS). Facebook pun diyakini bakal melewati situs dengan jumlah pengunjung terbesar di AS, Google. Menurut data lembaga pemeringkat situs Compete. com yang dirilis kemarin, pada Desember 2009 Yahoo masih mengumpulkan 133,45 juta pengunjung, sedangkan Facebook terpaut sedikit di belakangnya dengan jumlah pengunjung 132,13 juta. Namun, pada Januari lalu, Facebook sudah melewati Yahoo dengan raihan 133,62 juta pengunjung.

Yahoo terpuruk ke tempat ketiga dengan hanya dikunjungi 132 juta pengakses. Google yang mampu menarik pengunjung sebanyak 148 juta orang tetap kokoh di peringkat pertama. Catatan lain diungkapkan Compete.com. Pada hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru,Facebook mampu menyingkirkan Google dalam urutan jumlah pengunjung.

Banyaknya pengunjung internet yang ingin berkirim kabar kepada teman ataupun kerabat jauh menjadi alasan mengapa situs Facebook menjadi primadona saat hari libur. Compete.com juga menyebut sebanyak 11,6 % pengguna internet di seluruh dunia menghabiskan waktunya untuk membuka Facebook. Analis RBC Capital Market Ross Sandler meyakini dalam waktu kurang dari dua tahun ke depan atau pada 2012, Facebook akan melampaui raihan Google. Terlebih jumlah pengunjungnya naik sekitar 10,8% setiap bulannya.

Salah satu faktor yang akan terus menunjang kepopuleran Facebook adalah makin banyaknya orang yang berminat dalam aktivitas jejaring sosial. Fasilitas Facebook yang memungkinkan pengunjung mengetahui kabar teman atau keluarga mereka membuat situs itu menjadi pilihan pertama pengunjung saat mereka membuka internet. Data Capital Market memperkirakan sampai akhir tahun lalu, 45% dari pengguna internet langsung mengakses Facebook saat membuka internet.

Jumlah ini naik 39% dari tahun sebelumnya. Sandler mengatakan Facebook akan dengan cepat menjadi raksasa nomor satu di internet dan menjadi mesin pendulang uang bila mereka bisa menemukan model bisnis yang pas.“Seiring dengan makin banyaknya pengguna dan lama waktu yang digunakan untuk mengunjungi Facebook,situs web lain atau perusahaan akan semakin mengakui kebutuhan mereka untuk tampil di Facebook,” ucap Sandler.

Berbeda dengan Facebook yang semakin menggila, Yahoojustru terus terpuruk. Setelah bertahuntahun menjadi raja dan menjadi yang terpopuler, posisi situs yang diluncurkan pada 1995 tersebut digeser Google dua tahun lalu dengan perbedaan jumlah pengakses yang signifikan. Keterpurukan Yahoo memang sudah diprediksi karena situs tersebut dianggap kurang bisa mengikuti perkembangan zaman.

Facebook diluncurkan mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg pada 4 Februari 2004. Semula, Zuckerberg menggunakan situsnya hanya untuk saling mengenal antarmahasiswa Harvard. Namun, situs ini dengan cepat menjadi favorit di kalangan mahasiswa kampus tertua di AS tersebut. Hanya dalam waktu dua pekan, setengah mahasiswa Harvard yang berjumlah lebih dari 20.000 sudah menjadi anggota.

Situs ini kemudian diperkenalkan ke publik pada September 2006. Situs ini langsung menyedot pengguna internet sehingga mampu mendongkrak peringkatnya dari nomor 67 ke peringkat ketujuh dalam waktu setahun, termasuk Kanghari juga disedot situs facebook. Sejak diluncurkan, situs ini mampu menyedot 400 juta anggota. Kepopulerannya juga membuat Zurkerberg menjadi CEO termuda yang bergelar triliuner.

Berkat situsnya, pria yang baru berusia 25 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai USD1,5 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Pengamat internet Wicaksono menilai, kepopuleran Facebook di dunia tidak lain karena keunggulan yang dimiliki. Dalam situs ini orang bisa dengan mudah menemukan teman-temannya dan berinteraksi di dalamnya.

Selain itu, situs ini juga memberikan wadah bagi pengguna untuk eksis dengan memperbarui status, mengunggah foto, dan sebagainya.“Karena inilah yang memang sangat dibutuhkan sehingga wajar jika kemudian banyak pengguna yang memanfaatkan Facebook,”ujarnya. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto mengatakan, perludilakukansosialisasi agar masyarakat tidak menggunakan Facebookuntuk hal yang negatif.

Views: 94
Posting: 27-Mar-2010 03:38:54 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
Mar
04
2010

Penurunan harga kebutuhan pokok yang mulai terjadi bulan ini diperkirakan akan menekan laju inflasi Maret, bahkan diproyeksikan akan terjadi deflasi. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, Maret ini harga beras sudah turun 1,6% dibandingkan pekan lalu. Penurunan ini masih karena puncak panen belum terjadi. ”Harga berbagai komoditas pangan mulai mengalami penurunan,mungkin bulan ini bisa terjadi deflasi,” kata dia seusai rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta kemarin.

Menurut dia,di samping panen raya padi, komoditas tebu juga segera memasuki musim giling atau produksi. ”Minggu ketiga Maret sudah masuk musim giling. Sekitar pertengahan April gula lokal sudah akan masuk pasar,”kata Bayu. Selain beras dan gula, harga berbagai komoditas pangan lain seperti terigu, daging sapi, bawang, dan cabai juga mengalami penurunan.”

Hanya harga daging ayam yang naik hampir 20%, tapi tidak masalah karena harga sebelumnya sangat rendah,”ujarnya. Penurunan harga inilah, menurut Bayu, mungkin bisa menyebabkan deflasi. ”Kalau deflasi benar-benar terjadi, ini bisa mengurangi angka inflasi secara keseluruhan tahun ini,”tutur Bayu. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan hal senada.

Seiring masa panen di sejumlah daerah, harga kebutuhan pokok bisa turun. Deflasi bisa terjadi sebelum awal Maret. ”Kalau penurunan harga ini terus terjadi, ada potensi terjadi deflasi Maret,”ujarnya kemarin. Rusman mengatakan, BPS tetap akan memantau dan memperhatikan harga-harga komoditas yang diperkirakan mulai turun pekan kedua hingga keempat Maret.

Untuk perkembangan minggu ini kita laporkan dalam rapat koordinasi karena harga beras mulai turun drastis. Dan ada beberapa bahan pokok yang punya peran dalam inflasi mengalami penurunan, menurut informasi yang Type Approval Indonesia dapatkan. Inflasi Februari tahun ini mencapai 0,30% angka ini menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,84%.

Hingga saat ini inflasi kumulatif Januari–Februari mencapai 1,14%,dan secara tahunan (year on year) 3,81%. Februari masih terjadi inflasi karena belum ada panen yang berarti sehingga memengaruhi psikologis pasar. BPS mencatat, komponen inti mengalami inflasi 0,15% sehingga laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) sebesar 0,74%, dan secara tahunan 3,88%.

Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latief Adam menilai deflasi sulit terjadi pada Maret ini.”Kalau saya lihat sekarang, tidak ada faktor penunjang dan pendukung bagi kita untuk bisa deflasi. Karena faktor supply dan demand tidak memadai kita untuk deflasi bulan Maret ini,”katanya. Ketidakyakinan ini, menurut Latief, bisa dilihat dari tingkat inflasi selama Februari dan Januari.

”Kalau inflasi Februari 0,30% tidak akan mungkin terjadi deflasi, paling-paling inflasi menjadi 0,4% masih masuk akal,”tambahnya. Menurutnya, tren 10 tahun terakhir sekitar 42% inflasi disumbang oleh bahan pangan khususnya beras. ”Februari kemarin harga beras masih tinggi walaupun turun dibandingkan bulan sebelumnya, tapi tidak akan sampai membuat deflasi,”tambahnya.

Operasi Pasar

Di sisi lain, pemerintah akan mengurangi kegiatan operasi pasar (OP) beras di beberapa daerah seiring harganya yang relatif stabil.”OP sangat selektif walau di Maluku masih diadakan OP. Namun, hari-hari terakhir tidak ada OP karena mulai memasuki masa panen,” kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso.

Menurut dia, saat ini harga tertinggi beras masih terjadi di daerah Medan dan sekitarnya yang mencapai Rp6.000 per kg. Namun, harga beras sudah mulai turun di beberapa daerah karena mulai memasuki masa panen. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, harga beras mulai pertengahan Februari hingga awal Maret 2010 sudah menunjukkan penurunan.

”Pada minggu pertama sudah mulai turun, minus 2%. Pada Januari naik sampai pertengahan Februari, lalu mulai turun, sedangkan Februari– Maret sudah turun beberapa persen karena kita sudah mulai masuk masa panen,”ujarnya.

Menurut Mari, stabilnya harga beras juga disebabkan oleh distribusi pasokan beras operasi pasar dan beras miskin dari Bulog yang berjalan lancar. Bulog mulai melakukan operasi pasar beras pada pertengahan Januari di 10 daerah yang sebelumnya mengalami krisis harga beras seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, NTB, Maluku, dan Sumatera Selatan.

Views: 88
Posting: 4-Mar-2010 18:57:58 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas