Blogger Bego Blogger Bego yang sedang belajar ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jul
18
2011

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memberikan pidato pada Peringatan Hari Lahir ke-85 Nadhlatul Ulama (NU), memuji sejumlah sikap organisasi Islam terbesar di Tanah Air tersebut. Pertama, sikap NU yang menyatakan diri konsisten menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Negara Kesatuan RI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"NU sudah konsisten menegakkan negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama dan bukan negara sekuler yang menyingkirkan agama. Sikap NU yang konsisten itu sangat diperlukan dalam menegakkan kehidupan bernegara yang senantiasa menghadapi ancaman dan tantangan," kata Presiden.

Turut hadir pada acara peringatan tersebut, antara lain, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Suryadharma Alie, Menteri Pendidikan M Nuh, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Ada pula, mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Direktur Eksekutif Wahid Institute Yenny Wahid, dan beberapa anggota Parlemen, seperti Lily Wahid.

NU juga menegaskan sebagai organisasi antikekerasan, antiterorisme, dan antiseparatisme. Sikap ini, kata Presiden, diperlukan agar Indonesia dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dari berbagai ancaman. NU dinilai Presiden menunjukkan keteladanan dan kepeloporan dalam menjalankan ajaran agama Islam, serta membumikan Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta.

Ketiga, NU juga dinilai memiliki reputasi baik dalam sejarah perjuangan bangsa. Presiden mengatakan, pemerintah senang NU terus bekerja sama dan berdampingan dengan pemerintah. Presiden juga mendukung upaya NU yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Keempat, Presiden memuji sikap NU yang mengambil jalan tengah dan tak menempuh kekerasan menghadapi kemajemukan bangsa dan permasalahannya yang begitu kompleks. Ke depan, Kepala Negara mendorong NU untuk terus mengkritisi kebijakan pemerintah. Demikian catatan online Blogger Bego yang berjudul Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Views: 118
Posting: 18-Jul-2011 02:16:45 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel
Nov
16
2010

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso meminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera menyelidiki bebasnya terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan dan memberikan penjelasan kepada publik agar tidak terbentuk opini yang bias.

"Jajaran Polri hendaknya segera memeriksa dan memastikan apakah bebasnya Gayus Tambunan ada kongkalingkong dengan oknum polisi atau dengan pihak lain," kata Priyo Budi Santoso di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin.

Menurut dia, jika Kapolri bisa memberikan penjelasan dari hasil penyelidikannya, maka opini yang terbentuk di masyarakat tidak sedahsyat seperti saat ini. Jika persoalannya dibiarkan mengambang, Priyo mengkhawatirkan, akan terbentuk opini publik yang bias dan justru akan berisiko menurunkan reputasi institusi Polri yang sedang dibangun.

"Selama ini Gayus Tambunan dikenal lihai. Bisa saja dia bebas dari rumah tahanan di Mako Brimob karena memberikan suap atau ada yang memberikan bantuan," katanya.

Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar ini menambahkan, sudah menjadi tugas Polri untuk memeriksa hal itu agar Polri selamat dari opini publik.

Menurut Priyo, ramainya kasus Gayus Tambunan ini memberikan hikmah bahwa rumah tahanan di Mako Brimob yang dikenal ketat ternyata bisa dibobol.

"Kalau bebasnya Gayus sesuai dengan mekanisme internal, tidak apa-apa. Tapi jika tidak sesuai mekanisme dan menimbulkan praduga, itulah pertanyaan besar," katanya.

Ia minta agar Kapolri bisa mengungkap sejelas mungkin dan mengumumkan kepada publik, mengapa Gayus bisa lolos. "Kalau ada kongkalikong, harus diungkap. Kalau hal ini merupakan kelihaian dari Gayus Tambunan di depan aparat, juga harus disampaikan," katanya.

Menurut Priyo, kasus Gayus ini harus segera diselesaikan dan perdebatannya harus segera dihentikan karena berdampak buruk terhadap citra institusi Polri. Demikian catatan online Blogger Bego tentang Wakil Ketua DPR RI.

Views: 248
Posting: 16-Nov-2010 03:25:21 WIB
Comments: 0 comments
Category: Blogging
Nov
08
2010

Banjir kembali menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Wajo sebagai akibat meluapnya Sungai Walennae dan Danau Tempe karena curah hujan yang tinggi,kemarin.

Akibatnya puluhan ribu hektare sawah dan rumah penduduk di tujuh kecamatan tergenang air. Kadis Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadis Sostrans) Kabupaten Wajo A Tenri Liweng mengatakan, debit air yang sudah mulai surut setelah enam bulan kembali mengalami peningkatan. Ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi melanda Kabupaten Soppeng,Sidrap termasuk di Wajo sehingga Sungai Walennae dan Danau Tempe kembali meluap. Ke-7 kecamatan yang kembali tergenang banjir tersebut,Tempe, Belawa, Tansitolo, Sabbangparu Pammana,Bola dan Majauleng.

“Besok (hari ini) rencananya Dinas sosial akan kembali menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir, dan kami akan memulai di Kecamatan Belawa dan Tanasitolo sekitar 5.000 paket, kemudian menyusul kecamatan lainnya, karena masyarakat saat ini memerlukan bantuan,”jelasnya. Dia juga menambahkan sesuai dengan prakiraan Badan Meteo-rologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) banjir di Kabupaten Wajo yang pasang surut dan sudah terjadi selama enam bulan dan baru akan berakhir pada Maret 2011.

Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud mengaku Pemerintah akan senantiasa berusaha maksimal untuk memperbaiki kondisi di hulu dan hilir. “Kita tidak mampu melawan alam disebabkan karena curah hujan sangat tinggi,kita tinggal berusaha meminimalkan dengan cara memperbaiki saluran air di sekitar rumah masing-masing dan senantiasa menjaga kebersihan yang bisa menyumbat pembuangan air,” jelasnya.

Pantauan SINDO kemarin beberapa wilayah di Kkota Sengkang kembali tergenang akibatnya sejumlah jalan utama dalam kota lumpuh total.Seperti di Jalan A Paggaru Sengkang yang merupakan jalan utama menuju terminal Callaccu Sengkang dipasangi palang oleh warga karena air diatas aspal mencapai lutut orang dewasa. Alasannya selain sebagai tanda jalan sepanjang 800 meter itu sudah tidak bisa dilalui kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Hingga sore kemarin kondisi air terus bergerak naik, beberapa akses jalan seperti Jalan A Paggaru, Jalan A Oddang, Jalan Sungai Siwa dan dan Jalan Sungai Bulete dipasangi palang oleh warga.

Jalan-jalan tersebut tampak ramai oleh sejumlah kendaraan roda dua,roda tiga (Bemor) dan roda empat yang sedang dicuci oleh pemiliknya jalanan ini seolah berubah fungsi menjadi tempat cuci kendaran dadakan. Salah seorang warga Jalan A Paggaru, Mukaddas mengatakan banjir dalam kota yang menggenangi jalan ini dan sekitarnya mulai bergerak masuk ke rumah warga sejak Jumat malam sekitar pukul 18.30 Wita.

Sementara banjir dalam kota sudah terjadi sebanyak 4 kali dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Seorang warga lainnya Ridwan mengatakan palang kayu yang dipasang warga merupakan tanda agar kendaraan tidak melintasi jalan yang sudah dipasangi palang, hal ini sebagai tanda debit air yang cukup tinggi dan tidak bisa dilewati kendaraan. “Selain karena air memang tinggi efeknya jika ada kendaraan yang nekat melintas akan merusak pagar dan dinding rumah warga akibat terjangan gelombang air yang diakibatkan dari kendaraan yang melintas,”paparnya.

Dia berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi banjir berkepajangan yang saat ini terjadi di Kabupaten Wajo,terkhusus di Jalan A Paggaru yang merupakan akses jalan utama sebagai salah satu urat nadi perekonomian di Sengkang. “Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan menaikkan badan jalan sehingga arus lalulintas saat banjir tidak terganggu, bayangkan Jalan A Paggaru yang merupakan salah satu jalan poros tergenang berhari-hari ditambah 3 lorong lainnya yang merupakan jalur alternatif juga tidak bisa dilalui kendaraan,”tandasnya.

Views: 246
Posting: 8-Nov-2010 03:43:44 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel