Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Demokrat Taufik Effendi membantah partainya memaksakan kehendak agar gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih langsung. Ia juga membantah memasukkan proses pemilihan langsung tersebut ke dalam draf RUU Keistimewaan Yogyakarta.
"Demokrat sangat menghargai keistimewaan DIY. Kita mendukung, kita menghormati setinggi-tingginya," ujar Taufik Effendi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/11/2010).
Menurutnya, Demokrat akan menyatakan posisi fraksinya setelah menerima draf RUU dari pemerintah. "Kita tunggu pemerintah serahkan pada DPR, kita pelajari, baru kami bicara," ujarnya.
Taufik meminta semua pihak menahan diri mengomentari draf RUU yang belum final dan masih diproses di pihak pemerintah. Adanya komentar miring dari beberapa orang soal mekanisme pengangkatan gubernur DIY, lanjut Taufik, lantaran mereka belum membaca dan memahami isi draf RUU tersebut. "Tidak ada masalah kok, tapi dibuat masalah," ujarnya.
Selama ini, jabatan gubernur dan wakil DIY dipegang oleh pihak keraton secara turun-temurun. Namun, dengan draf RUU Keistimewaan ini hal itu bisa berubah.
Pada Jumat (26/11/2010) lalu, Presiden SBY sempat melontarkan pernyataan bahwa sistem monarki bertentangan dengan demokrasi di Indonesia. Pernyataan ini menandakan SBY ingin pemimpin Yogya dipilih oleh rakyat langsung dan bukan ditetapkan seperti yang terjadi selama ini.
Pernyataan SBY membuat sejumlah politisi, budayawan, termasuk pernyataan dari Sultan Hamengku Bowono X angkat bicara. Sebagian dari mereka menyebut, pernyataan SBY itu menyakiti warga Yogyakarta.
Sependapat dengan rekannya, anggota Komisi II DPR dari Demokrat, Abdul Gafar Patape menyatakan sesuatu yang belum jelas tidak tepat untuk dikomentari. "Kalau presiden menyampaikan itu karena sudah baca (draf RUU). Kan itu memberi pengarahan," kata Gafar.
Gafar menjelaskan, pasal 18 ayat (4) UUD 1945 mengatur bahwa kepala daerah dipilih secara demokratis. "UU nomor 32 juga begitu, dipilih langsung oleh rakyat. Tapi, kita lihat dulu RUU yang baru ini bagaimana," katanya.
Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia merupakan kata pembuka dalam postingan ini. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jimly Asshidiqie memastikan, belum ada kesimpulan akhir terhadap rencana pemberian gelar pahlawan kepada mantan penguasa Orde Baru, Soeharto.
Jimly yang kini menjadi anggota Dewan Gelar Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa ini mengungkapkan, rapat untuk memutuskan soal ini, termasuk kepada mereka yang akan mendapat gelar pahlawan, antara lain kepada mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, belum selesai.
Namun, ia memastikan bahwa sebelum 10 November, atau bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, hal ini akan selesai pembahasannya.
"Ada dua calon pahlawan yang diajukan ke Dewan Gelar yang hingga kini masih mendapat kontroversi. Kedua calon itu adalah mantan Presiden Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid. Pada saatnya nanti akan diumumkan oleh pemerintah. Rapat kami di Dewan Gelar belum selesai, termasuk mengenai Gus Dur dan Pak Harto, belum final," papar Jimly saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam diskusi berjudul "Mengukur Pengaruh Hegemoni Global terhadap Indonesia" di kantor ICIS, Kamis (28/10/2010).
Jimly mengungkapkan, selain memberikan penilaian, Dewan Gelar juga harus mempertimbangkan soal bintang jasa yang diterima calon pahlawan.
"Ini sudah masuk dalam diskusi. Pendapat yang jadi pertimbangan bukan hanya pendapat pribadi, tapi juga seluruh pertimbangan pendapat warga negara Indonesia. Konkretnya, saya rasa belum jelas, jadwal akan diserahkan ke pemerintah. Dan saya rasa, sebelum 10 November sudah selesai," jelasnya.
Sebelumnya Jimly juga mengungkapkan, secara obyektif, khusus rencana pemberian gelar kepada mantan penguasa Orde Baru, Soeharto, lebih baik tidak dilakukan saat ini. Alangkah lebih baik bila pemberian gelar kepada Soeharto ditunda.
"Ngukurnya, tunggu Budiman Soejatmiko (politisi PDI-P), Fahri Hamzah (politisi PKS), serta para tokoh demonstran Mei '98 itu setelah sudah tua. Kalau sudah tua, sudah rabun matanya, tidak lagi berpikir politik duniawi. Barulah kita bisa punya kesempatan menilai obyektif. Dan saat ini, kalaupun kontroversi sekarang ada, ya masuk akal. Karena zaman sekarang ini para pelaku sejarahnya masih ada," kata Jimly Asshidiqie.
Sebelumnya mantan aktivis '98 yang kini menjadi salah satu Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief, menyatakan percuma memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto bila tidak didahulukan dengan adanya sebuah rekonsiliasi. Apalagi, Andi saat itu mengingatkan bahwa sampai saat ini status hukum terhadap Soeharto belumlah jelas dan TAP MPR soal Soeharto hingga kini belumlah dicabut.
Sedianya, ada ada 10 nama yang akan diberi gelar pahlawan. Selain mantan Presiden Soeharto (Jawa Tengah) dan Gus Dur (Jawa Timur), nama lain adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (Jawa Barat), Habib Sayid Al Jufrie (Sulteng), Pakubuwono X (Jawa Tengah), Andi Makkasau (Sulsel), Abraham Dimara (Papua), Andi Depu (Sulbar), serta Sanusi (Jawa Barat).
TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka
panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah
pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia
menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas
televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan.
Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar.
Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan
televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias
Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang
berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com
Sebab,
penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli
menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup
menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan,
volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total
4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi
pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk
jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan
utama.
"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para
produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010
akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal
Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli
menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki
anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi
baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli
televisi 3D karena sejumlah kendala.
"Televisi 3D masih
menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu
tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat
interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala
tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen
memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten
berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk
menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai
kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik
melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.
Di
samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat
beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah
menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di
dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp,
Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV.
Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai
24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video
online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone
yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research
iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan,
iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh
rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.
Khusus untuk 2010,
iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih
pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume
penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan
menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel
global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di
dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.
"Kehadiran IETV
adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat
utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi
baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan
yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan,
konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada
saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan
sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.
"Di
rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV
daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur
Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei
DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen
televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas
internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global
IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen
dari total volume pasar televisi flat-panel.
DisplaySearch
memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus
meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan
menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume
penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc
pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak
hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten
internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari
desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang
konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang
berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy
Analytics Inc Christopher Dodge.
Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com
bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa
teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali
perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana
merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market
Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran
Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total
cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti
jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran
favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa
menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.