Ngobrolin tentang teman imajiner di salah satu grup, jadi ingat dulu.
Aku juga pernah punya teman imajinasi. Itu terjadi sekitar usia 7 tahun.
Saat itu menurutku, aku butuh tameng dari sesuatu yang agak "menyesakkan". Sering dibully di sekolah.
Teman imajinasiku adalah seorang ibu penjual pecal yang akan selalu memelukku setiap pulang sekolah dan menemaniku makan sambil mendengarkan cerita2ku di sekolah.
Well, tapi itu masa lalu. Yah, yang berlalu biarlah berlalu.
Aku juga tidak pernah mendendam dengan teman-teman yang dulu pernah membully ku.
Bahkan sampai sekarang aku masih berteman dengan mereka. Aneh? Menurutku tidak.
Aku hanya berpikir, terkadang anak kecil tidak tau apa yang dia lakukan bisa menyakiti atau tidak.
Yang penting temanku sadar kalau apa yang mereka lakukan padaku dulu itu salah. Itu cukup.
Balik ke soal teman imajinasi. Apa aku gila?
Ternyata tidak, banyak anak2 hingga usia 7 tahun mempunyai teman imajinasi.
Ternyata, teman imajinasi ini fungsinya adalah sebagai katup
jadi, teman imajiner merupakan salah satu mekanisme yang sangat normal bagi seorang anak. karena pada masa ini otaknya terus mendapatkan banyak informasi, namun mereka tidak bisa langsung menyerapnya secara bersamaan. jadi seorang atau beberapa teman imajiner berfungsi seperti sebuah tempat yang nyaman untuk anak mengolah kembali informasi yang ia terima.
teman imajiner ini mungkin akan bertahan selama sebulan bahkan setahun. semua kembali kepada kondisi masing-masing anak. ketika ia merasa sudah cukup siap dengan apa yang dia hadapi (semua informasi baru yang datang silih berganti, teman2 baru, dan berbagai hal baru), lambat laun teman imajinernya akan menghilang.
yang pasti jangan pernah mengatakan bahwa sesungguhnya teman imajiner itu tidak ada, karena hanya akan melukai hati anak dan terlihat tidak menghormatinya. lagipula , anak tidak bisa berpikir abstrak, mereka berpikiran konkrit.. mereka menggabungkan fakta dan kesimpulan pribadi mereka dan itu yang mereka anggap benar.
jika ingin membantu mereka, berikan pemahaman mengenai peristiwa, hal-hal, dan informasi yang diterima anak anda dengan sesederhana dan selogis mungkin. dengan demikian anak akan mencerna informasi dengan lebih mudah dan itu membuatnya lebih percaya diri.
Kamu, pernah punya teman imajinasi juga?? :p
Lagi seru nih beritanya. Di kaskus malah sempet jadi HT. :D
Awal mula beritanya datang dari kompasiana (sayang, dah dihapus)
Tapi, hampir mirip dengan berita di yahoo sih.
Semuanya bermula dari pernyataan Foke yang menanggapi kasus pemerkosaan seorang karyawati yang lagi heboh di bahas di tipi-tipi.
Foke menghimbau agar kaum wanita lebih menjaga pakaiannya untuk menghindari pemerkosaan, seperti tidak memakai rok mini atau celana pendek di jalan umum.
Berita ini langsung mengundang sejuta dukungan dan sekaligus hujatan.
Hujatan yang lagi seru di bahas ya yang nongol di kaskus dan yahoo (saat post ini dibuat, entu tulisan masih ada, gk tau ya klo bentar lagi bakal dihapus seperti nasib di kompas. :D
Yang menghujat mengatakan bahwa mengapa kalau ada tindak kekerasan yang disalahkan selalu korbannya karena tidak hati-hati? Bukankah lebih penting mencegah pelaku kejahatan untuk melakukan tindakan kriminal?
Mereka menolak bahwa pemerkosaan terjadi karena akibat si korban yang mengumbar badannya, padahal yang justru harus diperbaiki adalah moral & iman masyarakatnya. Karena tanpa moral & iman yang terjaga, pasti bawaannya ngeres mulu otaknya. Mau ngeliat cewek pakai jilbab sekalipun, pasti bawaannya pengen di "ganyang". Tapi kalau iman & moral sudah terjaga, mau melihat cewek telanjang sekalipun gk akan ngaruh buat dia.
Sedangkan dari kelompok pendukung mengatakan bahwa apa yang salah pada pernyataan Foke? Bukankah itu bagus? Itukan nasihat seorang bapak kepada anaknya agar lebih menjaga diri?
Ada api karena ada asap. Ada akibat karena ada sebab. Bisa ada tindakan kriminal, karena ada kesempatan yang diberikan korbannya.
Tapi, aku pribadi, lebih suka tidak mendukung siapapun. Karena menurutku, kejahatan terjadi bisa karena banyak faktor.
1.calon korban/korban
Seperti kata bang Napi : Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan dari korbannya. Sebagai manusia kita tentu diberi kesempatan oleh Allah untuk berusaha semaksimal mungkin yang kita bisa mencapai apa yang kita mau dan mencegah apa yang tidak kita mau, walaupun hasil akhirnya tetap adalah keputusan mutlak Allah.
Jika kita telah berusaha tapi ternyata Allah berkehendak lain, hal yang tidak kita inginkan tetap terjadi, maka itu adalah kehendak (takdir) Allah.
Bukannya aku mau nyalahin si korban, karena ini pasti kejadian yang berat sekali buat dia. Semoga si korban diberi ketabahan, pelakunya diberi hukuman setimpal.
Tapi, apa yang dikatakan Foke ada benarnya, bahwa kita sebagai sasaran pelaku kejahatan juga harus berusaha untuk tidak memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan untuk melancarkan niatnya, dengan lebih berhati-hati. Walaupun tindakan pencegahan itu gk mutlak soal pakaian yang kita kenakan.
Pencegahan itu bisa berupa :
- Lebih memperhatikan jam malam, sebagai wanita tentu lebih rentan kalau berjalan malam hari, jadi kalau gk perlu, mungkin lebih baik dihindari atau ngajak teman.
- Tidak memakai pakaian yang terbuka atau perhiasan mencolok yang dapat mengundang kejahatan.
- Memperhatikan faktor keselamatan diri. Contoh sederhana. aku pribadi biasanya sebisa mungkin menghindari angkot yang jendelanya gelap, membunyikan musik dengan kencang & penumpangnya cowok semua atau gk ada penumpangnya sama sekali atau bahkan cuma 1, apalagi kalau yang bawa masih muda. Wuih syerem. Kalaupun terpaksa (pernah satu kali) aku naik angkot kaca gelap, dia bunyikan musik & penumpang yang lain dah pada turun tinggal aku doank, trus supirnya ngelirik mulu dari kaca spion (bukannya ge er, tapi syerem & bikin harus lebih hati-hati) akhirnya aku buka semua jendela, aku duduk dekat pintu, hp kupegang di tangan kiri dengan nomor yang siap langsung dipencet kalau ada gerakan aneh, tangan kanan pegang jarum pentul, kaki siap loncat kalau ada yang aneh, dan muka pura-pura cool supaya kayak gk keliatan panik/takut.
Tapi atribut keselamatan emang juga penting untuk wanita. Aku biasanya suka pakai jarum pentul & gunting kecil, soalnya lebih gampang diambil & gk mencolok juga. Tapi mungkin ada yang bisa beli semprotan merica/cabe pasti lebih baik.
Kata suamiku, kalau di daerah metro kayak Jakarta, cewek pulang malem sendirian emang udah biasa banget, malah kalau kitanya keliatan parno, bakal dicurigai orang & mengundang kejahatan. Ya Allah, syerem banget ngebayanginnya. =="
Tapi, jika kejadian sudah terjadi, yang patut dipersalahkan tentu saja si pelakunya.
2. Pelaku/calon pelaku
Tapi, jika kejadian sudah terjadi, yang patut dipersalahkan tentu saja si pelakunya. Gk punya moral, gk punya iman. Na'udzubillah. Sebelum mereka berbuat apa mereka gk mikir, bagaimana kalau yang mengalami itu anak mereka? adik mereka? ibu mereka? kakak mereka? atau istri mereka?
Semakin banyak terjadi tindak kejahatan, itu berarti indikasi bahwa moral & iman masyarakat mulai terkikis.
Masyarakat mulai meninggalkan agamanya, tidak punya pijakan, hingga ketika suatu hal terjadi, nafsu menguasai, terjadilah perkosaan, gk ada uang, terjadilah perampokan.
Na'udzubillah. Renungan untuk orangtua juga kayaknya nih, bahwa pendidikan agama itu sangat penting untuk keluarga.
3. Penegak hukum
Pernah liat sinetron, ketika suatu kejahatan terjadi, pasti penegak hukum datangnya selalu telat. Ternyata ini gk cuma terjadi di sinet, karena di dunia nyata juga sering kejadian gini.
Udah ada laporan dari masyarakat tentang kejadian mencurigakan, tapi penegak hukum yang datang & menyelidiki leletnya ampun. Harus diproses dululah. Gk ada yang lagi tugaslah. Macem-macem. uurghh... kejahatan yang harusnya masih bisa dicegah, gara-gara penegaknya lelet, jadi kejadian. --"
4. Pejabat pembuat aturan
Dan yang paling utama, menurutku, ini harusnya bisa jadi masukan untuk pejabat daerah, terutama Foke (karena kebetulan dia yang lagi heboh omongannya), bahwa perlu suatu aturan untuk lebih meminimalisir tindak kejahatan di jakarta.
Mis. merazia dengan tegas angkot yang make kaca hitam, membuat aturan yang lebih melindungi keselamatan wanita, seperti memperbanyak angkutan umum khusus untuk wanita, dll.
Untuk mencegah suatu kejahatan, menurutku gk bisa cuma dari 1 pihak, tapi harus dilakukan oleh banyak pihak bersama-sama.
Aduh, sudahlah cukup saling menyalahkan. Setiap kejadian, pasti ada hikmah. Masing-masing pihak harus saling instropeksi diri.
Ya Allah, sumpah kejadian kriminal di atas, bikin aku ngeri & kebayang-bayang mulu. Setiap ngeliat angkot kaca hitam dengan suara musik genjrang genjreng, selalu bikin aku tiba-tiba membayangkan gimana mungkin wanita itu diperkosa para lelaki bejat itu.
Wahai kaum pria, tolonglah lebih menghargai & menghormati kaum wanita. Wanita bukan objek pemuas nafsu.
Kurangi tuh nonton bokep atau majalah porno yang bisa bikin libido naik. Otak jangan ngeres mulu. Sebelum otak dikuasai hawa nafsu, coba deh bayangin bagaimana kalau wanita yang akan menjadi korban kalian itu adalah adik, ibu, kakak, atau istri kalian sendiri?
Korban bukan hanya akan mengalami sakit fisik, tapi juga sakit hati, perasaan, jiwa, mental. Yang gk kuat, bisa masuk rumah sakit jiwa.
Na'udzubillah.
*celingak celinguk*
Berhubung banyak yang protes, post sebelumnya aku hapus. wkwkwkwkwk
Bukan cuma disini, tapi di fb juga. =))
Katanya, malah bikin orang jadi pengen bunuh diri. =))
Mosok sih? =))
Tapi, yang baca kan orang lain, pikiran orang juga beda-beda. Mungkin ada yang baca post itu jadi termotivasi untuk berjuang lagi, tapi ternyata ada juga yang berpikiran dengan baca post itu malah tambah jadi pengen bunuh diri. =))
Well, sebenarnya aku gk masalah dengan pendapat orang tentang post2ku begimane, karena inikan pendapat pribadi.
Tapi, kalau ternyata dengan membaca sesuatu yang aku tulis malah lebih banyak mudarat dari pada manfaat nya, ya lebih baik dihapus saja entu tulisan. Kan berabe klo gara-gara entu tulisan, malah bikin jumlah penduduk indo makin berkurang... bisa dituntut ane. =))
*begaya, kayak ada yang baca aja tulisan2ku* =))
Kalau udah ada yang terlanjur baca entu tulisan en lagi mandangin racun tikus, mohon istigfar banyak-banyak and bayangin siksa kubur.
Eh, mulai lagi dah, Udah ah, gk mau banyak omong. Ntar dibilang sok tau lagi. *eike lum mati & lum tau gimana "nikmat" nya siksa kubur, cuma pernah diceritain ama ustad* :D
Oke deh, cukup sekian dan terima kasih. =))
*lanjut nonton doraemon* =)) =)) =))