Malam kemaren seharusnya menjadi malam yang terburuk di sepanjang bulan Desember dalam hidup asuka. Ada dua orang yang kucintai dan mereka saling berteriak satu sama lain dengan penuh emosi. Sementara,asuka juga harus menghadapi bisikan-bisikan dalam hati dari seseorang dalam keluarga yang kini kian lama makin jelas terdengar meskipun tak terucapkan. Tak ada satu hal-pun yang bisa asuka lakukan untuk menghentikan pertikaian diantara kedua orang itu. Asuka juga tidak dalam posisi yang pantas untuk memberikan nasehat. Asuka takut apabila ada ucapan tak sedap keluar dari mulut orang itu ketika asuka berusaha menasehati orang lain. Akhir akhir ini suasana di dalam rumah memang tidak hangat dan menyenangkan seperti dulu. Terasa tidak nyaman menikmati hari2 di dalam rumah ini. Tapi,asuka mencoba untuk tetap bersabar. Sampai malam kemarin,ketika asuka merasa kesabaran ini dah mulai menipis,tiba-tiba saja asuka melihat keajaiban muncul diatas langit. Mungkin hari ini sudah banyak orang yang tahu dari surat kabar bahwa Bintang dan Bulan sedang tersenyum di langit.. Fenomena alam itu sangatlah tidak biasa. Paling tidak,asuka yakin bahwa selama 23tahun asuka hidup di dunia,baru kali ini melihat bintang dan bulan membentuk suatu wajah orang yang sedang tersenyum. Saat itulah,asuka merasa bahwa Alloh seakan akan berusaha memberikan pertanda kepada diri ini agar asuka tidak boleh larut dalam kesedihan dan kebencian. Jika,bintang dan bulan yang menjadi ciptaan Alloh dan termasuk bukan makhluk hidup saja bisa tersenyum,seharusnya asuka yang jelas2 adalah makhluk hidup,bisa tersenyum lebih lebar lagi daripada bintang dan bulan. Ya,itu betul,daripada terus berduka dan membenci,lebih baik asuka tetap semangat dan terus berusaha agar bisa mencari jalan keluar yang terbaik dari semua masalah yang ada.
Asuka berpikir bahwa hidup pastilah tidak akan menjadi lebih buruk dari beberapa bulan lalu. Alloh pastilah tidak akan dengan begitu teganya menjatuhkan bom untuk yang ke sekian kalinya ke dalam hidup asuka. Karena kekacauan hidup yang disebabkan oleh bom yang kemaren saja belum bisa tertata dengan rapi lagi seperti sedia kalat. Tapi,sayangnya... Alloh mempunyai rencana sendiri untuk tiap kehidupan para hamba-NYA. Kita tidak bisa mencegah kejadian atau cobaan apapun yang diberikan Alloh kepada diri kita. Yang bisa kita lakukan sebagai seorang hamba-NYA yang baik adalah berusaha untuk menerima segala cobaan yang diberikan oleh Alloh dgn hati yang sabar dan tawakall. Sabar dan tawakall adalah pilihan kata yang cukup sulit untuk dilaksanakan. Karena saat ini,asuka merasa sudah diambang batas kesabaran. Bagaimana bisa asuka bersabar dan menerima begitu saja ketika ternyata orang yg paling kita hormati dan hargai telah melanggar norma yang dia buat sendiri untuk ditaati oleh smua orang? Bagaimana kita harus bersikap ketika ternyata orang yang coba kita terima keberadaannya dalam keluarga karena telah menikah dgn saudara kandung kita sendiri ternyata menaruh kecurigaan besar terhadap trauma dan kondisi psikis yang sudah berbulan bulan kita alami. Dengan sinisnya sang ipar ini berkata bahwa itu semua hanyalah kepura-puraan belaka untuk lepas dari masalah dan mencari simpati keluarga. Seorang ipar yang asuka hormati sebagai ayah dari keponakan paling imut yang sangat asuka sayangi,ternyata selama 9bulan ini menganggap asuka hanyalah sebagai seorang penipu dan pembohong besar.. Oh,si ipar ini memang tidak mengatakannya secara langsung,karena asuka mengetahui hal ini dari istrinya yg notabene adalah saudara kandung asuka sendiri. Teringat bagaimana usaha keras asuka untk pergi ke jogja hanya demi daftarin orang ini tes TOEFL dan translit ijazah sebagai syarat mengikuti beasiswa,asuka jadi merasa bodoh dan dungu. Selama 9bulan ini asuka berusaha untuk mengenal orang ini,menerima dirinya sebagai keluarga. Asuka tepis segala rasa takut dan mencoba untuk dekat dgn orang ini. Memang terbukti berhasil. Asuka merasa sudah bisa menerima orang ini sebagai saudara,bahkan mungkin malah terlalu berhasil karena asuka tak akan bosan2ny menceritakan kegigihan orang ini dalam bekerja mencari nafkah demi kelangsungan hidup anak dan istrinya,kepada semua teman asuka. Dengan bodohnya asuka beranggapan bahwa orang ini pastilah juga menganggap asuka sebagai saudaranya,karena memang sikapnya sangat sopan kepada asuka meskipun terkesan menahan sesuatu yang tidak bisa diucapkan. Ya' tak perlu psikolog terkemuka untk kemudian mengetahui bahwa orang yang asuka anggap sebagai saudara ini,ternyata menilai kepribadian asuka dgn begitu rendahnya. Di balik punggung asuka,dgn sinisnya orang ini mengatakan bahwa asuka adalah seorang penipu ulung dan juga seorang muslimah yang tidak baik. Asuka tidak pantas menasehati tentang sikap atau tindakan orang lain karena asuka mungkin bahkan lebih buruk dari orang itu. Dengan semua konflik yang terjadi di dalam keluarga asuka,kepada istrinya orang ini mengatakan bahwa asuka seharusnya menutup mulut dan tak usah memberi nasehat macam2 kepada orang yang menjadi akar permasalahan dalam konflik keluarga ini. Sang ipar yang baik hati ini juga berkata kepada saudara kandung asuka bahwa asuka-lah yang menuruni tabiat buruk sang akar pembawa masalah. Suka keluyuran ga jelas dan pergi jauh tanpa didampingi makhrom. Jadi,menurut orang ini,asuka tidak pantas memberi nasehat apapun kepada siapapun. Rasanya bagai tersambar petir di siang bolong,karena asuka tak pernah menyangka bahwa di balik sikap diam orang ini,ternyata menyembunyikan ketidaksenangan yang begitu besar akan apa yang asuka lakukan. Benarkah bahwa tabiat asuka itu ternyatatbegitu buruknya jika dipandang melalui kacamata orang lain? Benarkah selama ini ternyata asuka sudah berbuat salah dan dosa dgn mata terbuka? Entahlah,asuka juga tidak tahu harus menjawab apa. Tapi,tiba2 saja asuka merasa begitu kotor dan tak berharga. Asuka selalu berpikir bahwa jika mungkin suatu ketika asuka berbuat salah,keluarga dekatlah yang harusnya pertama kali mengingatkan dan meluruskan. Tapi ternyata,sang ipar yang hebat ini lebih memilih untuk diam tak bersuara terhadap apapun yang asuka lakukan. Lalu,dibelakang,orang ini barulah berbisik bisik tak senang terhadap apa yang sudah asuka lakukan. Dimana sebenarnya letak ikatan kekeluargaan kita diantara semua ucapan tak sedap di telinga itu? Atau mungkin memang sejak awal ikatan kekeluargaan itu memang tidak pernah ada? Dan hanya diri asuka sendiri lah yang menganggap orang ini sebagai saudara? Jika memang orang ini tidak berkomentar apapun karena menjaga perasaan asuka,lalu mengapa harus berbisik tak senang dibelakang asuka? Karena hasilnya toh tetap sama saja pada akhirnya.
Detail Buku
Judul Buku : Nights In Rodanthe (Malam Malam Di Rodanthe) Penulis : Nicholas Sparks Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2008 Tebal : 308 hlm,18cm
Sinopsis
Pada usia 45 tahun, Adrienne Willis mesti menata kembali hidupnya setelah suaminya meninggalkannya untuk wanita yang lebih muda. Masih dengan kesedihan mendalam,ia menerima tawaran seorang teman untuk menjaga penginapan di Rodanthe,kota pantai kecil di California Utara. Ketika badai besar mengarah ke kota itu,tampaknya Adrienne akan terisolasi disana,namun ternyata ada seorang tamu yang datang. Paul Flanner. Paul, dokter berusia 54 tahun,telah menjual praktiknya dan datang ke Rodanthe untuk berdamai dengan dirinya dan masa lalunya. Dua orang yang sama sama terluka ini menemukan penghiburan satu sama lain,dan kebersamaan pada satu akhir minggu itu mengubah banyak hal dalam hidup mereka.
Review
Asuka menangis setelah selesai membaca novel ini. Apalagi ketika sampai dibagian dimana kita ditunjukkan surat yang dikirim Paul kepada Adrienne,isi suratnya sangat romantis.Tak pernah menyangka,bahwa pria berumur 54 tahun ternyata bisa menemukan kata2 puitis dan menuliskannya diatas kertas untuk kekasihnya. Novel ini,tipenya adalah cerita kilas balik. Awalnya kita akan disuguhi dgn kisah tentang Amanda,putri kedua Adrienne,yang sedang dilanda duka karena kematian suaminya. Berbulan bulan Amanda meratapi kesedihannya hingga mengabaikan keberadaan kedua putranya. Adrienne yang mengetahui hal itu berusaha untuk membantu membangkitkan semangat hidup anaknya,tapi Amanda menolak nasehat dari ibunya dan berkata "Ini tidak seperti kau dan Dad. Kalian berdua tidak bisa menyelesaikan masalah kalian,jadi kalian bercerai. Tapi,aku mencintai Brent. Aku akan selalu mencintai Brent,dan aku kehilangan dia. Kau tak mengerti seperti apa rasanya hidup dalam kenangan seperti itu". Adrienne pun tertunduk sedih dan mengucap dalam hati "Rodanthe". Inikah saatnya dia menceritakan kisah cinta rahasianya kepada anaknya? Dan memang itulah yang dilakukan oleh Adrienne. Lalu,kita akan dibawa kembali ke kejadian 11tahun silam dimana Adrienne pertama kali bertemu dengan Paul Flanner. Paul adalah seorang dokter bedah terkenal,sekaligus seorang workoholic sejati. Karena sebab itulah dia tidak akur dgn anaknya dan lalu diceraikan oleh istrinya. Di Rodanthe Inn,Paul berniat menata kembali hidupnya dan menjual rumah mewah yang dulu dia tinggali bersama anak dan istrinya. Dan di Rodanthe Inn itulah semua kisah cinta berawal,namun juga lalu berakhir. Itu dikarenakan Paul harus menyusul anaknya ke Ecuador untuk memperbaiki hubungan antara mereka berdua,dan Adrienne juga tak bisa mencegah kepergian Paul meskipun jika bisa sebenarnya dia juga ingin ikut pergi ke Ecuador. Lalu,berpisahlah mereka berdua dgn janji akan bertemu satu tahun kemudian di Rodanthe Inn. Paul dengan rajin mengirim surat kepada Adrienne dan mencurahkan segala kerinduannya di surat itu. Tak pernah sekalipun Paul lupa untk mengirimkan surat,begitu pula Adrienne yang selalu membalas surat tersebut. Hingga pada suatu hari datanglah surat dari Mark,anak laki2 Paul di Ecuador. Surat itulah yang membuat hati Adrienne patah menjadi dua. Paul tak akan pernah kembali menepati janjinya,karena dia telah tiada. Paul meninggal demi menyelamatkan nyawa anak laki2nya,Mark. Adrienne begitu sedih karena tak sempat mengucapkan kata perpisahan untk yang terakhir kalinya. Itulah kira2 cerita yang disampaikan Adrienne kepada Amanda.Setelah membaca surat dari Mark dan mendengar kisah cinta ibunya,Amanda disadarkan pada 1 hal penting. Meskipun ibunya dan Paul tidak melewati tahun2 bersama seperti yg dilewatinya bersama Brent,Amanda tahu pasti kematian Paul telah membuat ibunya terpukul sama seperti yang dialami Amanda ketika duduk di samping ranjang Brent untuk terakhir kalinya-dgn satu perbedaan.Tdk seperti dirinya,ibunya tidak mendapatkan kesempatan mengucapkan selamat tinggal. Hal itulah yang membuat Amanda bisa bangkit lagi. Karena seperti apa yang dikatakan ibunya "Kau lebih kuat dari yang kausangka,tapi hanya jika kau mau. Memang tidak semudah itu,tapi kau harus mengerti,aku bukan sedang bicara soal emosimu. Kau tak bisa mengontrol emosi. Kau masih tetap akn menangis,kau masih tetap akn mengalami saat2 ketika kau merasa tak akan sanggup melanjutkn hidupmu. Tapi kau harus bersikap seakan akn kau mampu. Pada masa2 seperti ini,tindakan adalah satu2ny yang bisa kau kontrol. Anak2mu membutuhkanmu,tapi akhir2 ini kau tak ada untk mereka.Aku tahu kau berduka,tapi kau seorang ibu skrg.Brent pasti tak mau kau bgini trs,dan anak2mu lah yg hrs membyr dgn mahal" Kata - kata yang sangat bijak dan tepat pada sasaran. Karena pada akhirnya, Amanda mau bangkit dari keterpurukannya setelah mendengar nasehat Adrienne. Memang langkah awal akan selalu sulit untuk diambil, tapi jika kita tidak memulainya segera, maka kapankah diri kita akan terbebas dari kurungan kesedihan dan keputusasaan??.. Hidup masih akan tetap terus berjalan, dan tidak akan mau berhenti meskipun saat itu kita sedang berduka. Jadi, kita juga harus tetap berdiri tegak dan terus berjalan agar tidak menjadi seseorang yang terabaikan dan mengabaikan orang - orang terdekat yang menyayangi kita serta harus kita sayangi