Dua anggota DPRD Kota Tangerang yakni Munhadiyah dan Evi Elvia Abdullah
dipecat dari Partai Demokrat. Menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa Mereka
dituding melakukan money politics dan menggunakan ijazah palsu saat
pemilu legislatif lalu.
”Berdasarkan surat yang kita terima belum
lama ini,Munhadiyah dan Evi Elvia Abdullah telah resmi dipecat dari DPP
Partai Demokrat,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang, Herry
Rumawatine,kemarin. Munhadiyah dipecat karena diduga menggunakan ijazah
palsu saat pemilu legislatif lalu. Sedangkan Evi Elvia Abdullah
diberhentikan lantaran dugaan terlibat money politics.
Meski
telah dipecat, Munhadiyah dan Evi Elvia Abdullah hingga kini masih aktif
sebagai anggota DPRD Kota Tangerang. Herry menyatakan, pihaknya sudah
mengajukan pergantian antarwaktu (PAW) kepada Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Kota Tangerang. ”Tapi, pengajuan PAW untuk dua anggota DPRD Kota
Tangerang itu ditolak KPU,” ujar Herry yang juga Ketua DPC Partai
Demokrat Kota Tangerang itu.
Dihubungi secara terpisah,
Munhadiyah mengaku kaget atas pemecatan itu. ”Saya kira di sini ada
keanehan. Karena, di surat PAW itu tidak ada keterangan kesalahan saya
apa, sebagaimana yang telah dijelaskan ketua DPRD kepada KPU,”tuturnya.
Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain menyatakan, pihaknya belum bisa
memenuhi permintaan tersebut dengan alasan PAW DPRD menjadi wewenang
Gubernur Banten.
Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa Kewenangan
tersebut diatur dalam Pasal 388 UU No 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan
DPRD dan Pasal 107 ayat 1,2,3, 4, 5, 6, dan 7 Peraturan Pemerintah (PP)
No 16/2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD mengenaiTataTertib
DPRD. Yang berwenang memberhentikan anggota DPRD Kota Tangerang adalah
Gubernur Banten melalui Wali Kota Tangerang. Seharusnya, surat
pemberhentian anggota Dewan disampaikan kepada Gubernur dengan tembusan
kepada KPU, tuturnya.
An (17), pelajar kelas 3 SMK Bojonegoro, Jawa Timur, diganjar hukuman 2
bulan 15 hari oleh Pengadilan Negeri Bojonegoro. Pasalnya, dia terbukti
mencuri helm di salah satu area parkir RSUD Sosodoro Djatikoesoemo
Bojonegoro, menurut informasi yang diterima Belajar HTML.
Pemuda asal Desa
Mojomalang, Tuban, ini juga harus menerima kenyataan pahit lantaran
pihak sekolah menyatakan dia tidak lulus Ujian Nasional (UN). Putusan
majlis hakim yang diketuai I Wayan Sukanila itu lebih ringan
dibandingkan dengan tuntutan jaksa yakni 4 bulan penjara.
Dalam
sidang putusan hari ini, majelis hakim menilai terdakwa terbukti secara
sah dan meyakinkan mencuri helm. Hanya saja, lantaran dia masih
anak-anak, maka putusannya dikenai setengah. “Terdakwa secara sah
melakukan tindak pidana pencurian,” kata hakim I Wayan Sukanila, Kamis
(27/5/2010).
Aksi pencurian sebenarnya dilakukan bersama temannya
Roni (20). Tapi, terdakwa Roni belum selesai menjalani persidangan yang
dilakukan terpisah. Celakanya, akibat perbuatannnya, An juga dinyatakan
tidak lulus oleh pihak sekolah. Sebenarnya nilai UN-nya baik, tetapi
nilai ujian sekolahnya jelek.
Pihak keluarga sebenarnya sangat
berharap ada kebijakan dari sekolah. Agar selepas dari penjara An bisa
mengantongi ijazah. Bahkan, melalui pengacaranya Tri Astuti Handayani,
terdakwa mengirm surat kepada kepala sekolahnya, tapi belum ada jawaban.
Menurut
hasil penyelidikan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com mendengar putusan itu, terdakwa
dan Jaksa Kusnadi menyatakan pikir-pikir. Selama menjalani persidangan,
terdakwa ditahan di LP kelas II A Bojonegoro. Dengan vonis 2 bulan ini,
maka sebentar lagi An bebas karena vonis dipotong masa tahanan.
Menurut informasi yang diterima Belajar
HTML bahwa MAS Taruna K Kusmayadi, saya mempunyai masalah dengan
penampilan yang sesuai dengan kepribadian. Saya selalu merasa tidak
percaya diri jika tampil di depan umum.
Saya seorang mahasiswa,
berat badan 49 kilogram dan tinggi badan 165 centimeter. Bagaimana
sebaiknya saya berdandan dan berpakaian, yang sekaligus bisa untuk
bekerja pula? Saya tunggu balasannya.
Ika Asmarani Putri
info@dawamaru.com
Jawab:
Menilik
ukuran tubuh Anda, saya pikir proporsional saja. Rasa percaya diri
sebetulnya bergantung dari "dalam" diri Anda. Sedangkan tampilan busana
sebenarnya berfungsi "hanya" sebagai sebuah "pernyataan penguatan" siapa
sebenarnya Anda.
Tetapi sangat umum sekali bahwa berpakaian yang
oke akan memengaruhi pencitraan kita terhadap masyarakat sekeliling.
Jadi jawaban saya adalah berbusanalah senyaman apa yang Anda kehendaki
tanpa melupakan jenis-jenis kegiatan atau acara yang akan Anda lakukan.
Sekadar
beberapa tip untuk Anda jika ingin tampil lebih percaya diri:
1.
Pilihlah gaya busana yang normal atau umum, jangan memilih yang terlalu
aneh.
2. Pilihlah busana yang tidak terlalu "terdepan" dalam
fesyen.
3. Pilihlah warna-warna yang "aman". Misalkan warna
abu-abu tua, hitam, biru tua, beige, krem, cokleat tua, dan sebagainya.
4.
Mengoleksi blus atau kemeja putih/off white dengan detail yang "cute",
misalkan "opnaisel" pada bagian dada, kerah yang berbentuk aneka ragam
atau yang paling simpel pun dengan potongan kemeja laki-laki dengan
bagian pinggang yang berbentuk, menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com.