Samijo Catatan Online Saja

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
29
2010

Laga kontra Jerman akan memberikan kenangan tersendiri untuk Diego Maradona. Dua kali semasa masih bermain dia berjumpa 'Der Panzer' di final Piala Dunia 2010. Kini Maradona berjumpa Jerman lagi di Piala Dunia, meski sebagai pelatih.

Di Piala Dunia 1986, Maradona jadi sosok sentral gelaran itu. Dialah kapten Argentina yang membuat Inggris menangis di perempatfinal. Maradona juga mengantar Argentina jadi juara usai menundukkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di final.

Empat tahun kemudian, ban kapten kembali melingkar di lengan Maradona. Dengan kondisi pergelangan kaki dibayangi cedera, 'Si Boncel' tampil tak semengilap empat tahun sebelumnya. Dan miliki Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.

Meski demikian, Argentina tetap bisa melaju ke partai puncak. Di final Piala Dunia 1990 ini, Maradona cs kembali berjumpa Jerman Barat, kendati saat itu menyerah kalah 0-1.

Beralih ke tahun 2010, Argentina sukses melangkah ke perempatfinal usai mengalahkan Meksiko. Di babak itu, Maradona yang kini sudah jadi pelatih akan berjumpa "seteru lama", Jerman, yang sampai ke babak itu usai melewati Inggris.

Duel Argentina kontra Jerman ini niscaya membangkitkan memori Maradona. Namun, El Diego tampaknya masih tenggelam dalam euforia kemenangan sehingga belum mau memikirkan apa-apa tentang pertandingan melawan Jerman.

"Saya sangat senang menjadi bagian dari pemain dan tim. Saya merasa bangga bisa membagikan momen ini," ujarnya senang di Reuters.

"Biarkan saya menikmati (kemenangan di) pertandingan melawan Meksiko. Terserah Anda mau berpikir dan berkata apa tentang yang saya pikirkan tentang Jerman. Saya punya 'cek kosong'," imbuhnya sambil bergurau saat konferensi pers.

Laga perempatfinal antara Argentina melawan Jerman akan digelar pada Sabtu (03/07/2010) malam WIB di Stadion Green Point, Cape Town. Dan update terus Hasil Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Views: 110
Posting: 29-Jun-2010 02:07:03 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
08
2010

Program swasembada gula yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2014 dinilai sulit untuk teralisasi, menurut pemantauan Belajar HTML. Persoalannya, pembangunan 17 pabrik gula dan ekspansi lahan tebu masih terkendala ketersediaan lahan.

Mimpi kali mau swasembada. Bagaimana mau swasembada? Memangnya membangun pabrik dan mencari lahan itu gampang?,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsyir Mansyur di Jakarta,kemarin. Dia mengatakan, meski pemerintah sendiri mengatakan gula merupakan sektor strategis, tapi tidak ada pembinaan dan pendampingan.

Kondisi ini, menurut dia, menghambat investor masuk.”Terbukti impor gula yang kemarin tidak laku kan? Karena yang laku hanya gula rafinasi,”ujarnya. Sementara itu, Natsyir mengakui, pada saat ini pihaknya masih menunggu kepastian lahan untuk merealisasikan pembangunan pabrik gula di Maros, Sulawesi Selatan.

Di mana,Natsyir menjadi salah satu investor yang ikut dalam program pembangunan 17 pabrik gula.”Perusahaan saya ikut dalam program itu, tapi mencari lahan susah.Ada yang sudah dibidik,tapi masih ditanami jarak yang tak kunjung ada pembelinya,”ungkapnya. Rencananya, Natsyir mengeluarkan dana investasi yang mencapai Rp200 miliar untuk membangun pabrik seluas 20 hektar (ha) dan lahan seluas 2.500 ha.

”Kapasitas produksinya ditargetkan sekitar 2.000 ton can per day,” tandasnya. Seperti diketahui, Letter of Intent (LoI) yang diteken Presiden SBY dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg di Oslo, Norwegia pada Kamis (27/5/2010), menyepakati bahwa, Norwegia akan memberikan dana hibah senilai USD1 miliar kepada Indonesia untuk membiayai programprogram pengurangan emisi gas rumah kaca.

Adapun syarat pemberian hibah tersebut adalah Indonesia harus melakukan moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut menjadi perkebunan. Dengan demikian, pada tahun 2011–2012 lahan gambut dan lahan berhutan tidak mendapatkan izin pelepasan hutan untuk usaha apa pun. Padahal, pemerintah menargetkan, pemetaan lahan untuk program revitalisasi industri gula selesai pada Juni 2010.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Wachyudi mengatakan, kejelasan dari masalah itu, masih menunggu sikap dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). ”Menunggu penjelasan dari Kemenhut, bagaimana kebijakannya. Sementara itu, kami mencari lahan-lahan yang sudah ada,secara bertahap,”tandas Benny.

Di sisi lain, Natsir menambahkan, pemerintah juga belum bisa mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan gula. Kondisi ini, menurut dia, akibat kebijakan tata niaga gula di Indonesia yang tidak jelas. Dengan kondisi tersebut, Natsyir mengusulkan, tata niaga gula sebaiknya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda). Pasalnya, kata dia, pemda lebih mengetahui kondisi kebutuhan gula di daerahnya masing-masing.

Mereka yang lebih dekat dengan konsumen di sana, menurut informasi yang didapat Type Approval Indonesia. Kalau gula itu semakin diatur, akan semakin kacau, bebernya. Natsyir menjelaskan, tata niaga gula akan selalu menjadi masalah di Indonesia. Dia mencontohkan, apabila sebelumnya modus yang digunakan adalah dengan sistem pembelian sebelum panen (forward), sekarang dengan sistem rebound (mengambil keuntungan saat panen).

Views: 99
Posting: 8-Jun-2010 13:03:09 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
31
2010

BIARKAN suami menjadi raja yang bertanggungjawab untuk mengatur ”bola” yang menggelinding saat aksi bercinta tiba. Semua hal yang Anda butuhkan adalah untuk menangkap perhatian dan tubuhnya tertuju pada Anda, menurut Belajar HTML.

Para wanita, Anda tak perlu bertingkah bak bintang porno untuk menggoda pasangan. Namun, Anda hanya butuh pendekatan yang tepat untuk memulai keintiman. Ingat, semakin banyak teknik dan godaan yang Anda luncurkan, maka akan menghasilkan performa ranjang yang baik. Walaupun kaum pria lebih suka mendominasi di tempat tidur, namun sesekali pihak wanita mengambil alih “pertempuran” adalah sesuatu yang lumrah.

Jika pasangan menyukai sisi ”liar” Anda, maka teknik yang diulas dari Times of India berikut dapat Anda terapkan.

Neha Tyagi, seorang ibu rumah tangga berkata, "Aku memberi pasanganku kejutan dengan menelpon dia di kantor dan dengan suara penuh gairah. Aku berbisik bahwa kejutan seksi menunggunya pada malam hari di rumah. Lalu aku meninggalkan pesan di pintu yang menyatakan," Hati-hati si harimau betina”. Aku ingin dia menemukanku, beberapa menit sebelum ia berjalan ke pintu utama. Aku menyelinap dalam balutan beberapa pieces pakaian, lingerie berenda, dan menerangi ruangan dengan menggunakan lilin wangi, kelopak mawar, dan beberapa musik instrumental. Ia masuk kamar tidur dengan banyak harapan. Penampilanku yang ‘membunuh’ dirinya, memabukkan. Lalu aku merangkul dan menciuminya sampai basah dan terengah-engah penuh kegembiraan untuk melanjutkan ke babak selanjutnya. Aku terkejut melihat priaku menikmati ’pertempuran’ yang aku pimpin. Bahkan dalam foreplay ketika aku menggodanya.

Sexual chemistry adalah elemen penting dari setiap hubungan yang sehat. Tak selalu adil untuk memberikan wewengan pada kaum pria untuk menyetir setiap waktu saat hubungan intim tiba.

Sudhanshu Kapoor, seorang bankir mengatakan, "Pria sering kali mengurus kesenangan pasangannya, tapi tentu saja harus sama. Jika kita berbicara tentang kesetaraan dalam semua aspek kehidupan, apa masalahnya jika kita mengharapkan pasangan kita menjadi petualang di tempat tidur?”

Dr Sameer Parikh, seorang psikiater berkata, "Kebanyakan pria menunggu seorang wanita yang merupakan perpaduan yang sempurna dari harimau dan kucing. Anda harus belajar untuk menangani imajinasi pasangan. Menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com Pria benar-benar suka menggoda seorang wanita yang percaya diri. Mereka tahu apa yang diinginkan dan bagaimana mendapatkannya. Idenya adalah tidak hanya mencapai orgasme, tetapi hanya untuk mencapai perasaan suka cita. Hal ini hanya mungkin dengan menjaga kebutuhan pasangan Anda.

Views: 108
Posting: 31-May-2010 22:42:07 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas