Majelis hakim dan tim penasihat hukum terdakwa Komisaris Jenderal Susno Duadji meragukan keseriusan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadirkan para saksi disidang. Pasalnya, masih banyak saksi yang belum dapat dihadirkan JPU.
Keraguan itu dilontarkan ketika JPU hanya dapat menghadirkan satu dari enam saksi yang dipanggil pada sidang hari ini, Selasa (30/11/2010). Saksi yang hadir yakni AKBP Tedi Setiadi, mantan Kepala Polres Kota Bandung Barat terkait perkara dugaan korupsi dana pengamanan pemilukada Jawa Barat tahun 2008 .
"Setelah mengikuti sidang, secara tegas kami katakan tingkat kesungguhan penuntut umum sangat diragukan," kata Hendry Yosodiningrat, penasihat hukum Susno kepada majelis hakim.
Catatan tim penasihat hukum, kata Hendry, ada beberapa saksi penting yang belum hadir meskipun telah berkali-kali dipanggil. Saksi itu diantaranya Vincent, rekan Ho Kian Huat, pengusaha Singapura yang melaporkan pemilik PT Salma Arowana Lestari yakni Anwar Salma. Saksi lain yakni AKBP Syamsulrizal, anggota Bareskrim Polri yang disebut melihat Sjahril membawa amplop cokelat berisi uang Rp 500 juta untuk diserahkan ke Susno.
Khusus untuk Vincent, Hendry meminta majelis hakim mengeluarkan surat perintah dihadapkan paksa. Hendry juga meminta majelis hakim menghadirkan Sjahril Djohan dan Haposan Hutagalung ketika Vincet bersaksi. Ketiganya diminta dikonfrontir.
Charis Mardiyanto, ketua majelis hakim sempat memerintahkan JPU agar lebih serius menghadirkan saksi. "Kalau saksinya satu-satu yang hadir padahal saksinya bejibun kapan selesainya?" tegas Charis.
Menanggapi sikap majelis hakim dan tim penasihat hukum Susno, pihak JPU mengaku sudah serius dalam menghadirkan saksi. JPU berjanji akan menghadirkan semua saksi yang belum hadir pada sidang-sidang selanjutnya.
Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia merupakan kata pembuka dalam postingan ini. Wacana pemindahan Ibukota negara tampaknya bisa saja terwujud. Pasalnya, wacana ini kini tengah serius digarap beberapa anggota DPR yang tergabung dalam kaukus lintas partai pemindahan ibukota.
Bahkan, Sekretarisn Fraksi PAN yang juga anggota kauskus, Teguh Juwarno, menyatakan timnya akan segera menyerahkan naskah akademis kepada Badan Musyawarah (Bamus) dan para pimpinan di legislatif.
"Yang kita pikirkan bagaimana membuat landasan hukumnya untuk pemindahan ibukota, sehingga proses pemindahan dapat berjalan lebih matang. Tentunya hal ini perlu disepakati eksekutif bersama dengan legislatif dan akhirnya merumuskannya menjadi RUU. Untuk itu, kita juga akan segera memasukkan naskah akademis ke Bamus dan pimpinan legislatif agar RUU ini masuk ke dalam prolegnas 2011," ujar Teguh, Kamis (28/10/2010), di sela-sela acara "Visi Indonesia 2033", di Wisma Antara, Jakarta.
Terkait dengan kota mana yang layak menjadi Ibukota berikutnya, Teguh mengaku tim tidak membahas persoalan tersebut. "Tapi yang jelas tidak lagi di Jawa, karena daya dukung di Jawa sudah tidak mampu lagi menanggulangi beban yang sudah terlalu berat. Kalau tetap di Jawa, nanti akan rusak lahan-lahan terbaik buat petani," ujarnya.
Ia menegaskan wacana pemindahan Ibukota dari Jakarta ke kota lainnya ini tidak akan seperti ladang berpindah yang akan menimbulkan kerusakan baru di kota berikutnya. "Kami akan buat konsep rekayasa sosial, ada gula ada semut. Gula-gula di Jakarta ini harus dipindahlan ke luar Jakarta. Lalu bagaimana dengan Jakarta? Dengan tidak menjadi pusat kehidupan politik dan pengambilan keputusan, Jakarta diharapkan bisa lebih terbuka dan menjadi perumahan bagi rakyat miskin dengan adanya rusunami atau apartemen-apartemen murah," ungkap Teguh.
Sebelumnya, sejumlah perwakilan lintas fraksi di DPR menyatakan perlunya pemindahan ibukota segera. Mereka tergabung dalam kaukus lintas partai pemindahan ibukota. Anggota kaukus tersebut adalah Arif Budimanta dan Budiman Sudjatmiko (Fraksi PDI P), Saan Mustofa (Fraksi Demokrat), M Romahurmuziy (Fraksi PPP), Akbar Faizal (Fraksi Hanura), serta Teguh Juwarno (Fraksi PAN).
Selain dorongan dari kaukus lintas partai, desakan agar ibukota dipindahkan juga muncul dari tim Visi Indonesia 2033 yang terdiri dari Andrinof A Chaniago, M Jehansyah Siregar, Ahmad Erani Yustika, dan Tata Mutasya. Bahkan, tim memberikan naskah akademis yang merumuskan Visi Indonesia 2033 kepada Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.
TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka
panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah
pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia
menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas
televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan.
Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar.
Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan
televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias
Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang
berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com
Sebab,
penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli
menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup
menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan,
volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total
4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi
pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk
jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan
utama.
"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para
produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010
akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal
Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli
menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki
anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi
baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli
televisi 3D karena sejumlah kendala.
"Televisi 3D masih
menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu
tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat
interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala
tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen
memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten
berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk
menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai
kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik
melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.
Di
samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat
beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah
menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di
dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp,
Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV.
Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai
24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video
online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone
yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research
iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan,
iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh
rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.
Khusus untuk 2010,
iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih
pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume
penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan
menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel
global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di
dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.
"Kehadiran IETV
adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat
utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi
baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan
yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan,
konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada
saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan
sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.
"Di
rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV
daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur
Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei
DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen
televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas
internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global
IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen
dari total volume pasar televisi flat-panel.
DisplaySearch
memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus
meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan
menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume
penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc
pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak
hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten
internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari
desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang
konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang
berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy
Analytics Inc Christopher Dodge.
Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com
bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa
teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali
perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana
merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market
Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran
Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total
cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti
jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran
favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa
menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.