Serba-serbi Serba serbi menghadirkan berbagai info, tips dan trik menarik

Blog Category: Pertamina
Jul
13
2012

Guna meningkatkan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke seluruh pelosok Nusantara, Pertamina menginvestasikan dana antara Rp1,4 miliar-Rp1,75 miliar untuk mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar umum/SPBU mobile dan ini diharapkan menjadi salah satu solusi efektif untuk kebutuhan solar industri.

PT Pertamina (Persero) Region III meluncurkan agen BBM Industri eceran berupa mobil tangki dengan kapasitas minimal 5.000 liter. Peluncuran dilakukan di terminal BBM Surabaya group oleh Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Hanung Budya.

Mobil tangki ini sudah dilengkapi meter arus, pompa produk dan nozzle seperti layaknya sebuah SPBU.  Sesuai tujuannya untuk melayani kebutuhan BBM industri, layanan ini masih terbatas untuk penyediaaan solar.

Hanung menyatakan agen BBM Industri eceran akan melayani berbagai kebutuhan solar baik untuk perhotel, perkantoran, usaha kecil hinnga industri, pertambangan dan perkebunan. Keberadaan SPBU keliling juga sebagai langkah mendukung pengendalian konsumsi BBM bersubsidi.

"Terkadang ada industri yang tidak bisa datang ke lokasi tangki BBM sehingga ikut mengantre di SPBU BBM bersubsidi, layanan ini bisa jadi solusi termasuk untuk yang kebutuhannya kecil (di bawah 1.000 lite)," ujar Hanung usai meresmikan operasional BBM keliling, Senin (9/7/2012). 

Keberadaan BBM keliling ini diharapkan bisa menekan kecurangan pihak industri yang masih menggunakan BBM bersubsidi. Tahap pertama, di Jatim akan dioperasikan tujuh armada. Sebelumnya, layanan BBM keliling sudah diluncurkan di Bali-NTT sebanyak dua armada dan di Jateng enam armada. Secara nasional untuk tahap pertama ini akan beroperasi 200 armada.

Artikel Lainnya

Views: 8880
Posting: 13-Jul-2012 14:26:22 WIB
Comments: 0 comments
Category: High Speed Diesel, Solar Distributor, Soalr Industri, Pertamina, Perkembangan Solar, Bahan Bakar¸harga Solar, Spbu Mobile
Jul
12
2012

Sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang sejalan dengan visi perusahaan sebagai World Class Energy Company.PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT LEN Industri merealisasikan industri solar photovoltaic (PV).  

Kerjasama ini diharapkan bisa memacu pertumbuhan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya di Tanah Air yang kini hanya mencapai sekitar 17 MWp (megawatt peak) atau 0,05% dari total pembangkitan listrik yang ada.

Mengapa Solar PV? Dikarenakan solar industry ini merupakan solusi yang tepat guna meningkatkan elektrifikasi nasional, terutama untuk menjangkau pulau-pulau di Indonesia yang tidak terhubung dengan jaringan listrik dan kondisi alam yang menyulitkan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit/genset. Selain itu, potensi pasar Solar PV di dalam negeri juga cukup tinggi, baik untuk keperluan penerangan jalan, penerangan bandara, infrastruktur, perumahan dan perkantoran, serta pemanfaatan untuk CSR perusahaan BUMN dan swasta.

"Pemerintah melalui Perpres No.5/2006 mencanangkan 0,2-0,3% dalam bauran energi nasional pada 2025 berasal dari tenaga surya atau setara dengan 1.000 MWp yang artinya perlu penambahan 65 MWp per tahun. Sesuai dengan visinya, Pertamina memberikan perhatian lebih pada percepatan pengembangan industri solar PV terintegrasi dalam hal ini bekerjasama dengan LEN Industri," tutur Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam siaran persnya Senin (9/7).

Melalui kerjasama kedua perusahaan, diharapkan bisnis industri solar PV nasional akan merata

 

Artikel Lainnya

Views: 2207
Posting: 12-Jul-2012 12:06:28 WIB
Comments: 28 comments
Category: High Speed Diesel, Solar Distributor, Soalr Industri, Pertamina, Perkembangan Solar, Bahan Bakar¸harga Solar, Solar Pv, Pt Len
Blog Category