Apa jadinya jika anak-anak yatim piatu tidak terjamah dengan panti asuhan? Seberapa pedulikah kita terhadap keberadaan panti asuhan ini?
Panti Asuhan biasanya akan booming menjelang puasa, atau akan hit ketika seseorang mencari popularitas dengan mengunjungi panti asuhan dengan segerombolan wartawan. Apapun maksud dan tujuan kunjungan ke Panti asuhan tetap akan sangat bermakna dan bermanfaat untuk panti asuhan yang bersangkutan.
Untuk peduli terhadap panti asuhan sebenarnya tidak lah terlalu susah, tidak perlu menyita waktu jika memang waktu menjadi kendala Anda sekarang. Bersyukur kini beberapa panti asuhan kini semakin maju dengan membuat website sehingga kita dapat lebih mengetahui mengenai panti asuhan yang bersangkutan.
Sumbangan terhadap panti asuhan pun kini dapat Anda transfer melalui bank yang sudah disediakan. Salah satu panti asuhan yang saya temukan websitenya bahkan menyediakan paket- paket donasi yang dapat kita pilih sesuai dengan kemampuan kita untuk menyumbang panti asuhan secara rutin. Paket-paket ini mulai dari 100.000 hingga 28 juta rupiah. Cukup mudah bukan untuk berbuat kebaikan sekaligus membantu bangsa ini? Tertarik? (Mew)
Liburan sekolah anak tidak harus selalu dihabiskan dengan memanjakan anak berlibur ke tempat-tempat yang menghabiskan banyak uang, apalagi bepergian ke luar negeri. Mungkin bila dilakukan sesekali tidak mengapa tapi bila sering dilakukan maka akan mengajarkan anak secara tidak langsung gaya hidup yang hedonisme.
Banyak cara untuk mengisi liburan anak, salah satunya adalah berkunjung ke panti asuhan. Mengunjungi panti asuhan bersama anak memilki beberapa manfaat :
1. Berbagi kesenangan dengan sesama
2. menanamkan kepada anak-anak mengenai pentingnya berbagi dengan sesama sehingga dapat menjadikan mereka manusia yang lebih baik.
3. Mengajarkan anak bahwa ia harus bersyukur dengan keadaannya karena masih banya anak yang tidak seberuntung dia.
4. Membagikan barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih layak digunakan.
5. Mengajarkan Anak untuk mengasihi sesama sekaligus peduli akan lingkungan sekitarnya.
6. Mengajarkan anak bergaul dengan anak-anak sebaya ataupun yang lebih kecil.
7. Mengajarkan anak hidup dengan sederhana dengan tidak selalu berlibur ke tempat-tempat wisata.
Masih banyak manfaat lainnya yang dapat dirasakan oleh masing-masing orang. Bagaimana dengan Anda? (Mew)