My Little Secrets Mengungkapkan Apa Yang Saya Pikirkan

Blog Archive: April 2008
Apr
30
2008
Menurut saya orang yang paling gampang diitipu tuh orang baik, orang baik dipanggil begitu karena suka menolong orang dan intinya melakukan hal-hal yang baik dan bermoral deh. Makanya orang baik bila dimintain tolong pasti akan berusaha membantu sekuat tenaga, walaupun ternyata pada akhirnya orang yang meminta tolong itu ternyata menipu orang tersebut sehingga membuat orang baik tersebut keliatan bodoh, mau aja ketipu !

Saya ada cerita, barusan saya alamin. Hari ini saya berencana nonton Ironman sama teman-teman . Setelah nonton, saya pun pulang. saya harus menyeberangin jalan ke tempat parkiran mobil saya, karena lampu untuk pejalan kaki merah saya menunggu. Nah ketika menunggu lampu hijau (kira-kira 30detik) saya dihampiri oleh seorang wanita kira-kira berumur 30an dan membawa anak laki-laki kecil berumur 5-7 tahun. Trus wanita tersebut nanya ke saya, apakah saya pulang ke parapajang... bogor (ngomongnya ga jelas saya sendiri ga gitu nangkep apa maksudnya, jadi saya kira ke bogor). Saya jawab ga, klo mo ke bogor (saya masi pikir ke bogor), naik aja bus ke terminal ujung sana. Kemudian tuh wanita lanjut ngomong, ga punya duit buat naik bus . "Oh..." trus saya pikir yasudalah dan karena lampunya udah hijau, sayapun menyebrang.
kemudian saya pikir-pikir lagi dan saya merasa kasihan udah malam, bawa anak kecil tambah lagi ga punya uang balik dan ke bogor lagi (tetep pikir ke bogor). Akhirnya saya balik ke seberang dan cari wanita itu, trus saya tanya macem-macem," rumah mbak dimana ?, di bogor ? deket kebun raya bogor?",
ternyata bukan di bogor (.... ....), trus saya tanya lagi jelasnya rumah mbak jelasnya dimana ? .
dia jawab ga jelas dengan suara kecil bgt, sehingga saya sendiri yang ga terlalu hafal jalan jakarta bingung trus dia ada bilang BSD, karena saya pikir deket trus saya tawarkan tumpangan kalau si mbak tau jalannya ( betap baiknya saya, padahal ga kenal saya tawarkan tumpangan ),dia tolak.
Trus dia ada bilang kalideres bla bla bla ... (suaranya ga jelas n kecil bgt), nah kebetulan rumah saya tuh deket kalideres yaudah saya pikir deket rumah saya jadi sekalian ikut saya aja, saya tawarkan lagi tumpangan, eh ditolak 2x sama di wanita itu. Saya tanya lagi karena heran,"kok, mbak bisa sampe sini?, ada perlu apa ?".
si wanita itu jawab,"Mau cari ayah anak ini (yg dipegang sama dia) di cimonas/cibedes (ga jelas gitudeh kata-katanya ....sampe pening saya)".
"Oh....", trus saya bilang (mungkin kata-kata yang paling ditunggu jugayah),"mbak, kalau saya kasi uang bisa pulang sendiri naik bus ?".
Dengan wajah berseri-seri dia menatap saya dan bilang,"bisa"., trus saya bukalah dompet dan bilang,"10ribu cukup mbak buat ongkos ?". Trus wanita tersebut bilang,"wah ongkos bus 12ribu", dan saya kasi 12ribu. Kemudian dia bilang makasih .... makasih .. berkali-kali ..
dan sayapun balik ke tujuan semula .

Selama perjalanan saya pulang ke rumah, saya jadi mikir yang nggak-nggak, apakah saya ini ditipu oleh rasa belas kasihan saya ?.
kok saya jadi paranoid yah, padahal niat awal saya baik, bener-bener mau membantu wanita tersebut, tapi dari jawaban-jawaban dia ga jelas bikin saya jadi curiga.
kalian taukan ditipu orang tuh rasanya ga enak, sakit hati dan kita keliatan seperti orang bodoh, kalian pasti pernah merasakannya dipermainkan sama seseorang, kita jadi bahan lelucon para penipu itu.

Tinggal di Jakarta ini bener-bener bikin pikiran saya selalu negatif, saya selalu mikir-mikir yang terburuk dari seseorang padahal mungkin saja niat orang tersebut baik.(liat dari sisi wanita itu waktu saya menawarkan tumpangan, mungkin dipikir saya orang jahat kali, padahal awalnya nanya ke saya, dia tuh cari tumpangan)

Setelah kejadian itu saya langsung telpon teman saya, soal kejadian diatas trus teman saya malah bilang, "eh hati-hati sama dompet dan barang-barang berharga, ntar dia mo copet barang lu lagi". Betapa memusingkannya hidup ini dan betapa negatifnya pikiran kita .

Pikiran yang negatif itulah yang bikin kita tidak peduli dan cuek terhadap orang lain dan bikin hidup kita makin susah, mau meminta tolong dan menolong orang saja was-was banget(wakkakaka). Hidup di jakarta mesti adaptasi budaya "gue gue", "lu lu". Padahal ketidakpedulian sendiri yang akhirnya bakal bikin kita susah, tapi bagaimana cara menghapusnya ?. Orang mo jadi baik saja dimanfaatkan .

Saya berusaha berpikir positif aja dalam cerita diatas, kalau emang bener wanita itu butuh ongkos untuk pulang, saya senang aja. Kalau ternyata wanita itu menipu uang saya 12ribu, saya akan berpikir (biar mengurangi sakit hati saya), mungkin uang itu sangat dibutuhkan dan bisa membantu hidup dia karena tanpa 12ribu itu toh hidup saya masi baik-baik saja.

Nah saya hanya pengen tahu saja, bila kalian diminta tolong sama orang dan kalian ternyata tahu bahwa orang tersebut ingin menipu kalian ? apakah kalian masi tetap akan membantu? . mungkin alasan orang tersebut menipu kalian ternyata karena sedang butuh uang tapi tidak jujur dalam memintanya ataupun tidak.

Menjadi orang baik benar-benar penuh tantangan ...
Views: 260
Posting: 30-Apr-2008 21:31:00 WIB
Comments: 4 comments
Category:
Apr
16
2008
Setiap manusia punya hak, makanya Hak manusia itu terbatas akibat dari hak yang ada di setiap manusia. Karena hak-hak itu saling berbenturan, Kita jadi tidak bisa melakukan hal seenak jidat kita sendiri.
Kita harus menyadari apakah kita berhak atau tidak berhak ?

Saya punya cerita soal hak .
Ceritanya tentang hak yang dilanggar dan itu sepele kok, ga sampe menghabisin nyawa orang atau sampe melakukan perbuatan kriminal.

Kemaren beberapa hari yang lalu, saya sama teman sekelas pergi makan. Setelah selesai makan tiba-tiba hujan deras, sehingga ga bisa balik ke kampus. Oleh karena itu diputuskan berteduh di sebuah gedung bank. Di dalam gedung bank itu karena sepi kita langsung aja duduk di tempat, yang khusus disedian untuk orang yang ingin berurusan dengan bank. kita hanya pengen duduk aja sampe hujan reda dan sama sekali ga ada urusan dengan bank. Semua tempat duduk di bank, saya sama teman-teman dudukin. Pada saat itu saya sudah merasa tidak enak karena saya tahu saya tidak berhak duduk di kursi itu, tapi teman-teman saya santai aja duduk di kursi ngobrol-ngobrol. Terpaksalah saya ikut duduk karena saya bakal seperti orang bodoh berdiri sendiri dan lagi tas yang saya bawa berat. Padahal sebelum duduk di kursi itu saya udah mengajak balik saja ke tempat makan dan tunggu disana hingga hujan reda. Tetapi mereka ga mau.
Setelah beberapa saat di sana, seorang satpam bank tersebut menghampiri saya dan bertanya,"apakah mbak, ada urusan dengan bank ini?", saya jujur saja menjawab, " saya tidak ada urusan dengan bank dan hanya ingin berteduh sehingga hujan reda", trus satpamnya bilang yang intinya kita tidak boleh duduk disana karena pelanggan yang menunggu jadi berdiri sehingga mengusir kita secara halus. Setelah percakapan itu saya jadi bertambah tidak enak, saya kemudian melihat teman-teman saya yang masi dengan santai berdiskusi dan seolah-olah berhak duduk di kursi itu. Saya langsung bicara kepada teman-teman saya untuk pergi dari bank tersebut karena satpam itu sudah mengingatkan kita bahwa kita tidak punya hak untuk duduk, tapi salah satu temen saya malah menjawab," Ga usahlah, cuman bentar ini", yang intinya dia ga mau pergi dari tempat duduk itu. Akhirnya saya ga tahan lagi, karena saya sadar diri, sayapun akhirnya menunggu hujan reda dengan berdiri. Tapi teman-teman saya masi tetap duduk di kursi tersebut.
Beberapa saat kemudian, makin banyak pelanggan yang datang ke bank sehingga mereka terpaksa menunggu giliran sambil berdiri, akhir ada satpam yang lebih tegas datang ke teman saya, akhirnya setelah itu teman saya mau pergi juga .

Dari cerita saya ada 2 hal yang menjadi kebiasaan masyarakat sekarang
1. Tidak peduli terhadap hak orang lain. Kita sadar kita tidak berhak (atau mungkin ada yang tidak sadar tapi biasanya orang dewasa harusnya sudah sadar tentang hak ini) tapi kita tetap melakukan, kenapa ? karena hak yang dilanggar itu kecil/sepele yang ga memungkinkan sampe kita dihukum atau masuk penjara.
Dalam cerita tentu saja teman-teman saya, termasuk saya sudah sadar kalau kita tidak berhak.
2. Menunggu diingatin sama orang yang punya kewenangan. Kita pasti sering melanggar hak dan baru berhenti melakukannya setelah diingatin oleh seseorang yang punya kewenangan untuk mengatakan bahwa apa yang kita lakukan adalah pelanggaran hak.
contoh dari cerita saya adalah ketika saya menyarankan kepada teman-teman saya untuk pergi dari tempat duduk tersebut, tapi ternyata teman-teman cuek saja tetap duduk di tempat,Kenapa ? karena saya tidak punya kuasa, kalau ternyata temen saya tidak menuruti ucapan saya, nah adakah konsekuensinya ? Tidak ada sama sekali, saya tidak bisa melakukan apapun bila ternyata teman saya masi mau tetap duduk di tempat itu. Ternyata ketika satpam yang bilang untuk pergi karena ada pelanggan yang mau duduk, teman-teman saya langsung saja pergi. Kenapa? karena satpam sudah diberi kuasa untuk mengatur ketertiban di dalam bank. kalau teman-teman saya masi juga tidak mau pergi, satpam itu bisa mengusir paksa mereka bahkan membentak atau menyeret mereka. Satpam tersebut punya kewenangan untuk melakukannya.


Intinya Kita harus menyadari hak-hak kita dan apa yang kita tidak berhak lakukan .
Views: 216
Posting: 16-Apr-2008 21:07:00 WIB
Comments: 4 comments
Category:
Apr
13
2008
Gerontophobia is the fear of growing old, or a hatred or fear of the elderly.

Philophobia n (Greek philia, love + phobia, fear) - a persistent, abnormal, and irrational fear of love and intimacy, of deep relationship with smbd.
Views: 346
Posting: 13-Apr-2008 10:29:00 WIB
Comments: 0 comments
Category:
Apr
10
2008
Saya lagi pengen mengungkapkan hal-hal kecil yg perlu banget diperhatikan .
1. Banyak kendaraan terutama yang udah tua lampu rem belakangnya tuh tidak nyala, (mungkin ini hal lumayan berbahaya juga sih), seharusnya polisi kita tuh juga merhatiin lampu rem belakang (apa ini bisa bikin kesempatan polisi mengeruk duit pemakai jalan lagi ?) .
2. Kenapa yah pas pembayaran di TOL, jarang ada yang namanya tong sampah di sebelah pos tolnya. Padahal menurut saya tuh lumayan berguna daripada buang tiket tol di jalan tolnya. (banyak pengemudi abis bayar tuh trus buka kaca buang deh tiket tol di jalan) saya sih ga pernah, karena kalau ada tong sampah di samping pos saya akan berusaha membuang sampah tiket tol di tong tersebut kalau tidak ada saya akan menyimpan trus ntar dibuang. Tapi intinya tolong yah sedikan tong sampah di samping pos tol.
3. Banyak pengemudi males kasi reting kanan atau kiri, bahkan malah ada kali yang lampu retingnya rusak. Klo mau belok dan tidak kasi reting itukan berbahaya banget.
4. Lampu kendaraan rusak dan dipaksa jalan malam hari, Ini sering juga saya ketemu.
5. Tidak pake helm buat pengemudi motor, apa susahnya sih, dari seluruh organ tubuh kita yang paling penting tuh kepala.
Views: 181
Posting: 10-Apr-2008 22:21:00 WIB
Comments: 4 comments
Category:
Apr
02
2008
Akhir-akhir saya sering ketemu kejadian kecelakaan mobil di jalan,dan pertanyaan saya Kenapa orang demen banget ngeliat kecelakaan ?, contoh yang saya alamin di sebelah kanan jalan ada kecelakaan, eh yang sebelah kiri ikutan macet juga gara-gara nontonin sebelah kanan kecelakaan dan lebih lucunya saya juga ikut nontonin (saya lewat sebelah kiri yang seharusnya lancar-lancar aja jadi lambat ) wkakakka ... ,kejadian ini di TOL loh yg udah ada pembatasnya.
Ga tau aja yah keknya yg seru-seru tuh sayang untuk dilewatkan padahal itu jadi penyebab macet yg ga jelas bgt yaitu nontonin kecelakaan .

Views: 186
Posting: 2-Apr-2008 21:51:00 WIB
Comments: 0 comments
Category:
 1 2 > 
Api Unggun
Api Unggun
Blog Category