tempat tulisan

Blog Category: Film indonesia
Jan
10
2012

cin(T)a

 

gue post kesini soalnya tulisan ini kemaren gue buat untuk tugas akhir matkul estetika bahasa dan budaya indonesia ;D dariapda mubazir cuma ngendep di flashdisk mending post aja kesini deh .. jadiii tugas gue itu disuruh buat tulisan tentang kritik karya seni boleh film, lagu, video clip,buku,novel, dll dan akhirnya gue pilih deh film ini ..

 


Film cin(T)a bersetting di kota Bandung pada tahun 2000, bercerita tentang Cina yg diperankan oleh Sunny Soon. Cina adalah seorang mahasiswa yang berusia 18 tahun beretnis Batak Cina dan beragama Kristen yang lugu. Cina merantau ke Bandung untuk melanjutkan studi arsitekturnya. Disana Cina bertemu dengan Annisa yang diperankan oleh Saira Jihan. Annisa adalah mahasiswi berusia 24 tahun ,beragama Islam, dan beretnis Jawa. Selain seorang mahasiswi, Annisa juga berprofesi sebagai artis sinetron.Kuliahnya agak terbengkalai karena karirnya. Belakangan ini karirnya sedang menurun.

Lambat laun mereka mulai berteman,sampai akhirnya tumbuh rasa cinta diantara mereka. Lalu mereka pun mulai menjalani hari-hari mereka bersama layaknya sepasang kekasih, tetapi mereka tetap menjalani ibadah mereka masing-masing.Kadangkala mereka berdiskusi dan berdebat tentang Tuhan dalam konsep ke-Tuhanan dari agama Annisa dan Cina.

 Konflik semakin menjadi saat terjadi pengeboman gereja di tahun 2003.Saat itu baik Cina dan Annisa merasa ada suatu gerbang yang sangat tinggi menghalangi perbedaan diantara mereka. Lambat laun mereka sadar bahwa mereka tidak akan bisa bersama karena mereka berbeda agama. Karena itu Annisa bersedia saat ibunya akan menjodohkannya dengan pria pilihan ibunya. Pria itu beretnis  Cina ,sama seperti Cina tetapi beragama Islam.




Film cin(T)a bergenre drama- indie, disutradarai oleh Sammaria Simanjuntak dan berdurasi 79 menit. Produser film ini  adalah Adi Panuntun, M. Budi Sasono , dan Sammaria Simanjuntak. Penulis skenarionya adalah Sally Anom Sari dan Sammaria Simanjuntak. Moonbeam Creations – Sembilan Matahari Film adalah rumah produksi yang memproduksinya.

Cin(T)a adalah film indie yang tidak beranggaran besar, karena itu hanya ada 2 pemain utama di film ini yaitu Sunny Soon dan Saira Jihan. Kalaupun ada pemain pendukung hanya sedikit sekali dan banyak hanya suaranya saja.

Cin(T)a ditayangkan pertama kali di National Film Theater-British Film Institute London 29 Mei 2009 dan berkeliling ke beberapa kampus di Inggris. Film ini juga ditayangkan pada Jogja-Netpac Asian Film Festival 2009 dan menjadi film penutup di Indonesian Film Festival 2009 di Melbourne, Australia

 


 

Keunggulan  dari  film ini adalah berani mengangkat  tema  yang lumayan controversial yaitu tentang percintaan beda agama yang masih terbilang tabu untuk dibicarakan di Indonesia.Didalam film ini juga banyak quote yang dapat kita jadikan moto hidup dan pandangan hidup.Disamping itu Annisa dan Cina banyak mengemukakan pendapat tentang Tuhan dari cara pandang agama mereka masing-masing yang membuat kita berpikir dan cara pengambilan gambar dari film ini juga tidak biasa seperti film-film kebanyakan. Maka dari itu tidak mengherankan apabila cin(T)a mendapatkan penghargaan dalam  Festival Film Indonesia 2009 dalam kategori Skenario Asli Terbaik yang diterima oleh Sally Anom Sari dan kategori Skenario Adaptasi Terbaik yang didapatkan oleh Sally Anon Sari dan Sammaria Simanjuntak

Walaupun film ini beranggaran terbatas tapi tidak membuat film ini serba kekurangan. Dengan setting sederhana film ini terlihat lebih alami. Setting tempatnya berada di taman bermain, rumah Annisa, kamar sewaan Cina, kampus mereka , masjid, gereja, dan tempat makan sederhana.Film ini hanya dibintangi oleh Sunny Soon dan Saira Jihan yang otomatis membuat porsi mereka sebagai Cina dan Annisa sangat banyak , hal itu membuat penonton dapat memahami dan menyelami karakter mereka lebih dalam.

Kelemahan dari film ini adalah tata suaranya. Seringkali suara backsound terdengar lebih keras daripada dialog tokohnya. Tentu saja ini sangat mengganggu saat Annisa dan Cina sedang berdialog penting. Satu hal yang agak mengganjal di akhir cerita film ini adalah kesediaan Cina untuk berpindah agama demi Annisa. Padahal sejak awal Annisa dan Cina sama-sama diceritakan cukup beriman pada agamanya.

Pesan yang disampaikan oleh film ini adalah bahwa manusia diciptakan bermacam-macam.Mulai dari ras,agama,suku,warna kulit dan yang lain-lain. Tuhan memang sudah merancangnya dan menakdirkannya, karena itu Tuhan menciptakan cinta agar semua manusia yang berbeda-beda dapat bersatu. Tetapi tidak semua perbedaan dapat disatukan dengan cinta.

Pada akhir cerita Annisa diceritakan menikah dengan laki –laki lain yang dijodohkan oleh ibunya. Akhir cerita ini memang menyedihkan untuk Cina dan Annisa. Tetapi mungkin akhir cerita inilah yang baik untuk mereka. Mereka berdua berbeda agama , jika mereka nekat akan tetap menikah mungkin mereka akan merasa bahagia. Tetapi orang-orang disekitar mereka mungkin ada yang akan merasa sedih karena perbedaan diantara mereka yang  tidak bisa ditolerir oleh sebagian orang, yaitu perbedaan agama.

 

karena gue juga pernah ngalamin hal kaya gini.jadi ikut kebawa yah.nangis deres nontonnya.

 

Views: 10094
Posting: 10-Jan-2012 11:35:12 WIB
Comments: 4 comments
Category: Film Indonesia