
Sejarah penemuan Spirulina yang merpakan ganggang hijau-biru kaya akan vitamin ternyata berawal ratusan tahun lalu. Ditemukannya Spirulina pertama kali oleh penduduk sekitar Meksiko.
Sejak 500 tahun lalu, penduduk sekitar Danau Texcoco, Meksiko mengkonsumsi Spirulina sebagai pencegah datangnya penyakit. Mereka menggunakan mikroganggang tersebut dijadikan bahan makanan.
Penduduk danau memperoleh ganggang hijau dari kedalaman danau. Spirulina diolah menjadi lempengan-lempengan seperti biskuit yang mereka namakan 'Tecuitlatl'. Biskuit tersebut dimakan sebagai camilan setiap harinya. Semenjak mereka mengkonsumsinya, mereka pun jarang terserang sakit.
Selain Meksiko, di Afrika tepatnya penduduk Danau Chad pun jarang sakit karena mengkonsumsi dihe. Dihe merupakan penganan serupa dengan kue kering yang dibuat dari Spirulina. Seorang guru besar Gizi sebuah universitas menyebutkan bahwa Spirulina bisa memperbaiki gizi sebab ia mengandung 70% protein. Kandungan Spirulina berupa asam amino pun bisa memperbaiki sel-sel rusak serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Bagaimana, Anda tertarik untuk mengkonsumsi Spirulina?