BlogKering Coretan Gak Penting

Mar
20
2009
Sinetron FavQ

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Akhir2 ini lg demen nuntun sinetron Nikita neh. Padahal biasanya juga benci banget ama yang namanya sinetron,karena ceritanya yang selalu terkesan dipanjang-panjangin sehingga jadi membosankan bgt. Bulan2 kemarin seh sempat jadi pengikut setia sinetron Melati untuk Marvel yang diputer tiap jam 7malem. Awalnya cerita tuh sinetron bagus,tapi menginjak episode 50-an,alur ceritanya jadi bikin bosen dan akhirnya berhenti nuntun tuh sinetron. Mungkin kebanyakan sinet indo memang kek geto kali ye. Hanya tampak bagus di episode2 awal doank,dan bakal tambah jelek kalau mendekati endingnya di episode yang ke 200berapa..

Aku tetap berharap semoga sinet Nikita ga akan bernasib kek geto sehingga aku sanggup melihat sinet ini mpe tamat. Apalagi,chemistry antara Nikita Willy and Dude Herlino ntuh dapet banget. Meskiptn usia Nikita masih belasan tahun,sedangkan Dude Herlino udah 21+,tapi mereka berdua bisa bekerjasama menjadi pasangan yang cocok bgt di layar kaca.

Banyak anak forum yang dulu bilang kalau Nikita ntuh aktingnya biasa aja karena terlalu mature untk anak se-usia dirinya,padahal menurut aku seh Nikita tuh aktingnya bagus loh kalau dibandingkan ama si Naysila Mirdad yang cuman dapet mellow2 nya doank. Yah,tapi itu semua juga relatif seh. Penilaian tiap orang kan beda beda,jadi bisa dibilang kalau ini karena aku emang demen ama Nikita Willy,hehehe.

 

Views: 444
Posting: 20-Mar-2009 18:48:04 WIB by Asuka-1984
Category: Diari
Tools: Print
Your Comment:
Anda harus login bila ingin mengisi komentar