<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Akhir2 ini lg demen nuntun sinetron Nikita neh. Padahal biasanya juga benci banget ama yang namanya sinetron,karena ceritanya yang selalu terkesan dipanjang-panjangin sehingga jadi membosankan bgt. Bulan2 kemarin seh sempat jadi pengikut setia sinetron Melati untuk Marvel yang diputer tiap jam 7malem. Awalnya cerita tuh sinetron bagus,tapi menginjak episode 50-an,alur ceritanya jadi bikin bosen dan akhirnya berhenti nuntun tuh sinetron. Mungkin kebanyakan sinet indo memang kek geto kali ye. Hanya tampak bagus di episode2 awal doank,dan bakal tambah jelek kalau mendekati endingnya di episode yang ke 200berapa..
Aku tetap berharap semoga sinet Nikita ga akan bernasib kek geto sehingga aku sanggup melihat sinet ini mpe tamat. Apalagi,chemistry antara Nikita Willy and Dude Herlino ntuh dapet banget. Meskiptn usia Nikita masih belasan tahun,sedangkan Dude Herlino udah 21+,tapi mereka berdua bisa bekerjasama menjadi pasangan yang cocok bgt di layar kaca.
Banyak anak forum yang dulu bilang kalau Nikita ntuh aktingnya biasa aja karena terlalu mature untk anak se-usia dirinya,padahal menurut aku seh Nikita tuh aktingnya bagus loh kalau dibandingkan ama si Naysila Mirdad yang cuman dapet mellow2 nya doank. Yah,tapi itu semua juga relatif seh. Penilaian tiap orang kan beda beda,jadi bisa dibilang kalau ini karena aku emang demen ama Nikita Willy,hehehe.
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Georgia; panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Boleh nyebut merk ga seh ya di blog ini? Kepingin menceritakan kebahagiaan memakai gerakan mencuci sekali bilas neh. Tapi,takut kalau ada aturan yang melarang pemakaian nama merk tanpa ijin dari pihak yang bersangkutan. Jadi,lebih baik pakai nama samaran aja ya daripada ntar dipermasalahkan belakangan.
Tentunya sudah tak asing lagi dgn motto Gerakan Mencuci Sekali Bilas dunk. Iklannya kan sering ditayangkan di stasiun tipi tiap hari. Meskipun barangnya sendiri dapetnya susah minta ampun. Aku kemarin mpe keliling 5supermarket,tapi tetap ga ngedapetin ni barang.. Kata mbak SPG nya seh memang tuh barang cepet habis,laku keras geto lah. Yah,untuk hanya sekali bilas dalam mencuci pakaian,ga heran kalau para ibu2 jadi tertarik untuk membelinya. Selain ngirit air,juga ngirit waktu buat nyuci.
Aku sendiri juga udah menjadi salah satu penggemar gerakan mencuci sekali bilas. Kini,cucian segunung pun ga jadi masalah buat aku. Karena membilasnya kan cuman sekali aja,ga kayak kemarin2 yang harus ngebilas pakaian mpe 3kali agar busa deterjennya kagak nempel di pakaian. Untung saja,sekarang ini udah ada gerakan mencuci sekali bilas. Tinggal tuangkan setengah tutup botol cairan sekali bilas,lalu tuangkan ke dalam ember yang udah diisi air. Ntar pakaian yang udah dicuci tinggal diperas mpe benar2 hilang airnya,lalu dimasukin deh ke dalam ember berisi air yang udah dikasih cairan sekali bilas tadi. Hasil cuciannya sangat bersih dan wangi loh. Ga ada busa deterjen yang menempel di baju dan harumnya juga tahan lama loh. Yah,moga aja gerakan mencuci sekali bilas ini bisa lebih dikenal di kalangan masyarakat luas.
Berhubung isi blog aku kemarin telah banyak menyinggung hati banyak orang yang memegang peranan penting di lautan..aku hanya ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas semua ucapan ataupun tulisan yang pernah aku torehkan di blog indosiar ini. Tak ada sedikitpun maksud aku untuk ber-iri hati ataupun hal2 negatif yang lainnya menyangkut uneg2 aku yang kemarin. Saat itu kondisi aku lagi down dan banyak masalah lalu pas membuka FI tiba2 mendapat kejutan yang tak begitu mengenakkan juga. Yah..apapun alasan yang aku miliki, rasanya tetap tak bisa membuat aku lalu dengan mudahnya berhak menyakiti perasaan orang lain. Aku akan terima apapun sebutan yang mungkin para member FI berikan kepada diri ini. Entah itu iri hati lah, tidak ikhlas lah atau mungkin ada sebutan yang lainnya yang dipendam dalam hati masing-masing dan tak bisa diungkapkan lewat tulisan. Aku tidak akan mendebatnya ataupun menyangkalnya. Semua orang berhak mempunyai pandangan masing-masing mengenai pribadi orang lain, dan tak ada yang bisa memaksakan suatu pemikiran terhadap orang lain yang orang itu tidak mau menerimanya.
Mungkin aku akan disebut dengan sombong,ataupun ga tahu diri setelah menulis lagi seperti ini. Tapi aku hanya ingin meluruskan beberapa hal saja agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi
1. iri hati..ada yang bilang aku iri dan sirik karena tidak diangkat menjadi momod..itu tidak sepenuhnya benar namun juga tidak sepenuhnya salah..Tujuan awal aku menulis uneg2 di blog ini adalah karena tidak mau bertengkar dengan orang2 yang bersangkutan. Aku selalu kalah dalam perdebatan atau pertengkaran apapun, jadi aku terbiasa hanya diam dan menulis di blog dengan nama alias yang tidak dikenali oleh siapapun lalu mencurahkan isi hati aku. Nampaknya kali ini hal itu tidak berhasil, karena alamat blog aku toh udah diketahui ama pihak yang berwenang. Maafkan sekali lagi apabila kejujuran yang dikatakan beberapa member sebagai rasa iri hati dan sirik ini telah membuat beberapa pihak merasa sakit hati. Kata yang terucap mungkin tak akan bisa dicabut lagi seperti tulisan yang aku torehkan di blog ini pasti tak kan bisa dilupakan begitu saja meski aku sudah menghapusnya. Luka di hati para pihak yang berwenang,amat sangat aku sesali. Sikap aku yang blak-blakan pastilah sangat menyingung perasaan beberapa pihak..Sekali lagi..aku mohon maaf sebesar-besarnya
2. Tidak ikhlas dan mengharapkan imbalan, rasanya ini juga perkataan yang pantas aku terima. Jadi aku juga tidak akan berusaha menyangkalnya. Apapun alasan yang aku miliki tetap saja tak bisa menghapus kedua sebutan itu.. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sampai kapanpun juga, mendengar ucapan terima kasih tetap masih akan bisa membuat aku merasa dihargai.. Jadi, terima kasih karena telah membuat blog aku jadi begitu kontroversial karena masalah ini..
3. Berputar di dunia aku sendiri..ini juga perkataan yang mungkin pantas aku terima. Maaf apabila aku berharap banyak dan berpikir lebih banyak lagi tentang apa yang sudah dan akan aku lakukan. Mungkin memang aku yang terlalu over dalam menyikapi semua hal. Jadi, itu membuat aku tidak bisa melihat hal-hal lain yang terlihat oleh mata (jikalau hal-hal lain itu memang terlihat ada). Sekali lagi...maafkan untuk semuanya
Akhirnya..untuk penutup..aku ingin mengatakan hal ini.. Jikalau mungkin aku bisa kembali ke waktu sebelumnya dan mengubah semua apa yang telah aku tuliskan, pastilah itu akan aku lakukan..Hanya saja hal itu jelas tak mungkin aku lakukan. Bersikap lebih bijak dengan bertanya lebih dahulu terhadap pihak yang berwenang mengenai masalah yang bersangkutan sebelum menulis berbagai macam hal di blog ini, mungkin akan menuai hasil yang lebih baik dan tidak menyakiti hati banyak orang. Sayangnya, aku kali ini belum bisa bersikap bijak dan berbuat sesuatu berlandaskan emosi sesaat karena merasa tak dianggap berarti oleh seseorang yang aku angggap berarti. Mungkin itulah yang dinamakan sakit hati karena terlalu cinta, yah cinta yang belum berbalas secara sempurna membuat orang bisa menjadi lupa diri karena emosi. Jadi,maafkan aku karena telah menulis hal-hal yang menurut beberapa orang sangatlah kejam dan tak berperasaan sehingga menyakiti pihak-pihak yang harusnya tidak boleh aku sakiti..Aku harap masalah ini bisa selesai sampai disini..Maaf mungkin tak akan bisa menyelesaikan segalanya, tapi tanpa kata maaf, hati beberapa orang pasti tetap masih akan terluka. Jadi..aku tetap akan meminta maaf kepada pihak pihak yang merasa telah dirugikan oleh aku..masalah dimaafkan ataukah tidak..itu menjadi hak kalian semua untuk memberikannya..karena aku tidak bisa memaksakan seseorang untuk memberikan maafnya secara sukarela..
Sekian dan terima kasih...