Blog pertama di 2012 dimulai dengan Bulutangkis #sigh
Seperti yang kita ketahui bersama, bulutangkis merupakan salah satu olahraga paling populer di Indonesia. Ya bisa heat to heat lah dengan sepakbola. Perbedaannya Bulutangkis populer karena prestasinya sedangkan sepakbola populer karena kisruhnya #plak. Kidding, mau prestasi bagus atau tidak, sepakbola tetap paling terpopuler di Indonesia maupun di dunia.
Di sini gw akan membahas prestasi pebulutangkis kita diakhir-akhir ini yang mana terus menurun drastis serta mencari tahu penyebabnya. Selama tahun ini baru 2 Super Series (Korea dan Malaysia) yang telah berlangsung tapi Indonesia belum berhasil meraih 1 gelarpun. Ya walaupun 2 turnamen itu tidak bisa dijadikan tolak ukur 100% menurunnya prestasi pemain kita tapi setidaknya dari 2 turnamen itu kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi di turnamen selanjutnya *bakar menyan*.
Sejak dulu Indonesia dikenal sebagai salah satu Raksasa dunia bulutangkis. Kalau dihitung semua prestasi yang telah diraih, kita hanya kalah dengan Cina. Tidak hanya di sektor tim, di sektor individu juga banyak pemain-pemain kita yang sukses besar. Semua turnamen-turnamen besar seperti Thomas-Uber, Sudirman Cup, Kejuaraan Dunia pernah diraih. Olimpiade? Jangan ditanya! Sejak pertama kali dipertandingkan di Olimpiade di 1992, Indonesia sudah meraih 5 medali EMAS!
Tapi dengan berjalannya waktu, prestasi kita mulai menurun. Malaysia dan Korea Selatan yang selama ini berada di bawah bayang-bayang kita mulai menunjukan tajinya dan berada di atas kita. Cina masih terlalu tangguh. Denmark mulai bangkit lagi. Yang jadi kejutan adalah Thailand. Bisa dibilang dulu mereka berada jauh di bawah kita tapi sekarang mereka hampir selevel dengan kita.
Sampai sekarang gw masih bingung penyebab kenapa prestasi pemain kita menurun. Kalau dibilang karena skill kurang mumpuni, gw rasa tidak juga. Pemain-pemain kita punya skill yang bagus. Bisa disandingkan dengan pemain-pemain Cina. Pengalaman? Mungkin, tapi setahu gw PBSI rajin mengirimkan pemain-pemain muda bertanding ke luar negeri. Mental? Hmmm... Kayaknya ini yg jadi peyebab utamanya. Gw sering baca di koran ataupun internet, pemain-pemain kita sudah duluan loyo padahal belum bertanding kalau menghadapi pemain top apalagi pemain Cina. Jadi bagaimana mau menang kalau sebelum bertanding sudah mengakui kalah? Dan satu lagi penyebabnya, Pemain kita sering Cedera! Sebagai seoarang olahragawan pasti tidak akan lepas dari cedera tapi kayaknya pemain kita sering mengalaminya. Contoh konkritnya, Sony Dwi Kuncoro dan Maria Kristin. Mereka sering cedera. Dan kalau sudah kena, bisa berbulan-bulan absen. Akibatnya rangking merosot tajam. Sony harus berjuang dari babak kualifikasi. Maria Kristin harus merelakan dirinya didepak dari Pelatnas PBSI #rolleyes. Selain itu efeknya bisa ke performa di lapangan. Harus mencari cara agar cepat kembali ke kondisi awal yang mana bisa berhasil bisa juga Tidak.
Terlepas dari menurunnya prestasi, Indonesia masih berharap besar terhadap tim Bulutangkis di ajang Olimpiade 2012 yang akan berlangsung di London. Hingga kini belum ada cabang olahraga lain yang prestasinya sebesar Bulutangkis. Jadi wajarnya kalau bulutangkis masih jadi andalan terbesar Indonesia di event-event Internasional. Sayang skali kalau tradisi emas yang dimulai sejak 1992 terputus. Jika bukan Bulutangkis, kepada siapa lagi kita berharap?
Akhirnya Wimbledon 2011 berakhir sudah. Novak Djokovic keluar sebagai juara tunggal Putra setelah mengalahkan juara bertahan Rafael Nadal 6-4 6-1 1-6 6-3. Dan ini merupakan gelar pertamanya di Wimbledon.

Sementara itu di tunggal Putri, Petra Kvitova berhasil mengalahkan juara 2004 Maria Sharapova 6-3 6-4. Seperti dengan Novak, ini juga merupakan gelar pertamanya. 

Congrats untuk mereka... 
pssstttt.. Semua prediksi gw salah.. 

It's Wimbledon time!! Yup's, 20 Juni - 2 Juli turnamen tenis paling bergengsi di dunia bergulir. Sebagai salah satu penggemar tenis, wajib mengikuti setiap ceritanya.
Kalau di sepakbola ada Piala Dunia yang paling diinginkan pemain, di tenis Wimbledon akan keluar sebagai juaranya. Walaupun Grand Slam lain seperti Australian Open, Roland Garros (France Open) dan US Open tidak kalah bergengsi, tapi Wimbledon sedikit mengungguli 3 turnamen tersebut.

Tahun lalu Rafael Nadal dan Serena Williams keluar sebagai juara Tunggal Putra dan Putri. Tahun ini mereka masih diunggulkan menang lagi. Kalau melihat kekuatan kedua pemain di saat ini, peluang terbesar ada di Rafael Nadal. Apalagi 2 minggu lalu berhasil juara Roland Garros. Setidaknya ada semangat lebih dibandingkan yang lain. Serena Williams? Well, dia baru kembali bemain setelah "pensiun" hampir setahun karena cedera jadi berpikir secara logika, dia akan susah juara. But, She is Serena Williams, tidak ada yang tak mungkin untuk Serena Williams. Berkaca dari pengalamnya di 2007 Australia Open dimana dia berhasil menjuarai disaat banyak orang meragukannya, peluang dia tetap besar. Hmmm.....

Main prediksi nyoookkkk...
Tunggal Putra : Rafael Nadal
Tunggal Putri : Venus Williams/Maria Sharapova
Harapan :
Tunggal Putra : Roger Federer/Andy Roddick
Tunggal Putri : Serena Williams
Sambil menanti hasilnya di 2 juli nanti, saatnya menikmati jagoan-jagoan lapangan beraksi. Semoga banyak pertandingan-pertandingan menarik yang tersaji..
Sebelumnya dalam sejarah, cuma ada 19 petenis wanita yang pernah menduduki peringkat 1 dunia. Dan hari ini akan jadi yang ke 20 setelah Caroline Wozniacki berhasil menggeser Serena Williams dari Tahta tertinggi dunia Tenis.
Banyak Pro dan Kontra yang muncul mengenai hal ini. Banyak yang bilang dia tidak pantas karena ditahun ini dia tidak berhasil mencapai babak final Grand Slam (Turnamen tertinggi). Tapi banyak juga yang setuju karena dia dinilai yang paling konsisten ditahun ini. Apalagi ditahun ini berhasil meraih 6 gelar yang satu diantaranya merupakan piala Master (turnamen tertinggi kedua).
Pandangan gw sebagai penulis :
Menurut gw ada pantas dan tidak pantasnya.
Pantas :
Seperti yang gw bilang di atas, dia dinilai sebagai petenis paling konsisten ditahun ini. Gelar terbanyak, juga punya keunggulan Heat to Heat dengan pemain-pemain di Top 10 yaitu 7-4.
Tidak Pantas :
Tidak berhasil mencapai final Grand Slam (GS). Pencapaian tertingginya hanya sampai semifinal.
Bisa dibilang, dia berhasil jadi n0.1 karena "dikasih" oleh Serena Williams. Alasannya karena ditahun ini Serena hanya bermain di 6 turnamen. Banyak poinnya yang dipotong karena absen di turnamen yang seharusnya dia ikuti.
Diluar dari pantas atau tidak, Caro sudah dinobatkan sebagai petenis n0.1. Love or Hate, peringkatnya akan terus bertahan diminggu-minggu selanjutnya. Apalagi Serena Williams baru saja membuat keputusan akan absen sampai akhir tahun.
Semoga ditahun-tahun berikutnya dia bisa membuktikan kalau dia pantas jadi n0.1 dengan menjuarai GS.
Wait n' See..
Ok... sebenarnya gw mau post blog ini dari kemarin cuma karena FI error seperti biasa, terpaksa diundur. Lmao Indonesia kalah 1-7.. lol lol lol lol lol lol. Mana sebelumnya gw memprediksi Uruguay "hanya" menang 2-0 hahahahhaa... Sangat jelas terlihat perbedaan kelas antara Indonesia dan Uruguay.. Tidak ada kerjasama tim yang bagus, pertahanan yang lemah dll... Untung kipernya lumayan bagus. Gw tidak bisa bayangkan seandainya kiper Kita bermain jelek, mungkin bisa lebih dari 10 gol gawang kita kebobolan.. Damn!!! Wtf!!! Yang penting pemain kita bisa belajar dari pengalama yang menyakitkan ini. Dan semoga pengurus PSSI cepat mengambil langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas sepakbola ke arah yang lebih baik.. Nothing is Impossible! Maju sepakbola Indonesia!