wa|wa

Blog Category: Inspirasi
Feb
08
2009

Bagi yang rajin( rajin nyuruh kali) siram tanaman dan cuci mobil, dan kebetulan punya kolam ikan( kolam hias biasanya ) barangkali bisa dicoba tip hemat2 air berikut ini:

- Sambungkan pipa buangan kolam ikan ke selang untuk siram tanaman dan cuci mobil. Karena biasanya kolam ada pompa sirkulasinya maka siramnya tentu saja dengan tekanan. Baguskan!

- Untuk pengisian air kolamnya sendiri( kan berkurang karena dipake nyiram dan cuci mobil), ujung pipanya pake kran pelampung seperti di reservoir air di Menara . Jadi begitu air kolam berkurang karena digunakan, dengan sendirinya kolam terisi dan berhenti setelah air kolamnya penuh. Sudah beruntung kan dengan praktisnya.

Sampai disini investasinya baru cuma pelampung saja. Pipa pembuangan dan selangnya kan sudah ada. Nah dengan begini, air tidak langsung kita buang begitu saja. Tapi liwat dulu kolam ikan.

Keuntungannya tentu saja:
- Kolam dengan sendirinya terkuras, tergantikan airnya setiap kita siram tanaman dan cuci mobil.
-Tanamannya Insya-Alloh akan tumbuh dengan lebih sehat karena disiram dengan air limbah kolam ikan.
-Air siramannya/ kurasan juga tidak langsung terbuang ke selokan/ drainage tapi masuk ke halaman( resapan).

-Tidak usah khawatir kotor dan bau dengan air limbah kolam ini yang kita gunakan untuk cuci mobil. Kalo kata Ripley’s Believe It Or Not sih “Believe It!!!!”

Saratnya cuma filterisasi saja yang layak.
Buat saringan/ filterisasi sederhana saja. Lagi2 yang murah.

- Ambil sebagian ruang di kolam ikan untuk filter. Mau ditembok boleh. Tapi praktis buat saja dari kaca. Seperti kita buat Aquarium. Ukurannya kurang lebih lebih tinggi 5-10cm dari permukaan air kolam , lebar 3ocm, panjang 90cm. Dalamnya kita pisah/sekat dengan ram kawat yang kuat. Kita bagi tiga. Jadi masing2 35-40cm x 30 cm x 30cm. Asumsinya tinggi air kolam 30 cm.

Kotak pertama untuk air kolam masuk ke filter. Kita buatkan terlebih dahulu lubang masuk airnya di salah- satu sisi/ samping yang rata dengan dasar kolam. Di kotak pertama ini Filtermate kita pasang berdiri menempel ke Ram kawat tadi. Beli lembaran besar. Potong ukuran 30 x 30 cm. Bisa dipakai mingguan sepotongnya. Perpotong 1500an. Bisa dicuci dan dipakai ulang.

Kotak kedua isi dengan batu zeolit( 2-3 kantong= 10ribuan), Carbon(sudah rapih terbungkus, 3bungkus=9ribuan).Ini yang tidak mudah habis. Tahan bulanan. Bahkan tahun. . .

Dan material filer yang terakhir yang kita perlukan adalah Bioball(hanya perlu 20-30 buah, lupa lagi harganya tapi murah koq).. Plastik hitam kecil sebesar bola bekel dengan rambut2 seperti rambutan. Berguna untuk mengikat bakteri yang diperlukan. Letakkan dikotak terakhir.

 

Kotak filter dari kaca ini kita simpan saja disalah satu pojok kolam. Diletakan ( diletakan atau diletakkan sih?) didasar kolam. Disisi yang mudah dijangkau saat pemeliharaan filter. Pompa airnya sendiri tempatkan di kotak terakhir. Karena pompanya hanya diliwati air yang sudah tersaring, maka pompa bisa lebih awet.

Nah yang dari pompa ini yang kita buat bercabang. Satu kembali ke kolam atau ke air terjun. Yang satunya ke selang buat nyiram.Ok?

Dengan demikian air limbahnya tidak kotor dan berbau. Karena sudah kita gunakan batu zeolit, carbon, bioball dan filtermate.

Kalau kolamnya ada diluar rumah, usahakan tidak terkena matahari langsung. Guna terhindar dari tumbuhnya lumut yang cepat. Bisa tanam pohon yang rindang atau pakai tiang dan bentangan sederhana dari kayu/bambu dengan bentangan kawat untuk tanaman rambat yang menghambat sinar matahari langsung

 

skema :

Views: 2159
Posting: 8-Feb-2009 23:04:17 WIB
Comments: 0 comments
Category: Inspirasi, Kreatifitas
Blog Category