TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Kecelakaan transportasi kembali merenggut nyawa. Kali ini, sebuah minibus berpenumpang 13 orang masuk jurang sedalam 15 meter, kemarin sekira pukul 07 00 WIB. Kecelakaan di Desa Sampean, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini menyebabkan tiga penumpang tewas, satu kritis dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka,termasuk sopir. Korban meninggal, yakni Romilo Sihotang, 45, Gunsang Marolop Simanjuntak,50,dan Murni Tinambunan,57. Adapun penumpang kritis yakni Derianna Tumanggor,51, yang dilarikan ke rumah sakit di Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, 10 penumpang yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul, yakni Marolop Simamora,45 (sopir); Durmina Tambunan, 41; Letianna Tambunan,60; Lisbet Sianipar,35; Tiori Serli Barasa, 50; Rosmaida Purba,42; Marita Hasugian,44; Sofi Narida Tambunan, 60; Romauli Sihombing, 43; dan Asni Sitanggang,52.
Informasi yang dihimpun SINDO menyebutkan bahwa mobil angkutan umum Sitra dengan nomor polisi BB 7034 DA merupakan kendaraan carteran warga Kecamatan Parlilitan. Mereka hendak menghadiri acara pesta ke Kecamatan Lintong Nihuta. Nahas, mobil mereka itu masuk jurang sebelum sampai tujuan. Petugas Laka, Satlantas, Polres Humbahas yang mengetahui kejadian ini langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban.
“Setelah para korban berhasil dievakuasi, saat ini kita masih menunggu alat berat untuk mengevakuasi mobil dari dalam jurang,”ungkap Kepala Unit Laka, Satlantas Polres Humbahas Bripka J Simanjuntak. Menurut dia, keseluruhan korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 12.00.Korban selanjutnya langsung dilarikan ke RSU Doloksanggul. Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan.
Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun kuat dugaan, penyebab kecelakaan akibat medan jalan yang licin. Sebab, jembatan lokasi tergulingnya mobil masih terbuat dari kayu. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Parlilitan dan Kecamatan Doloksanggul itu merupakan jembatan sementara karena jembatan lama masih dalam tahap perbaikan.Sebelum tiba di jembatan, jalan agak menurun dan menikung. Kondisi ini diduga menyebabkan sopir kesulitan mengendalikan mobilnya, sehingga terpeleset ke jurang.
Salah seorang korban, Rosmaida Purba yang dirawat di ruang Tulip I, RSUD Doloksanggul mengaku dia tidak tahu persis penyebab mobil yang ditumpangi itu masuk jurang. Padahal sebelum menyebrangi jembatan, mobil tersebut berjalan dengan pelan. “Sebelum menyeberangi jembatan yang masih terbuat dari papan itu,mobil kami berjalan dengan pelan. Memang, waktu itu gerimis dan jembatan itu licin.
Mungkin roda mobil itu tidak pas ke rel jembatan sehingga mobilnya masuk jurang,” katanya. Sementara itu, sopir mini bus Marolop Simamora yang dirawat di ruang VIP RSUD Doloksanggul belum bisa dimintai keterangan. Pihak keluarga tidak berkenan wartawan menemui. “Mohon maaf, suami saya jangan dulu diwawancara, beliau masih trauma dan belum sepenuhnya sadar atas kejadian yang tadi,”ungkap sang istri,Br Sigalingging.
Teater 13 Senja SMAN 6 Cimahi berhasil meraih juara pertama pada Festival Drama Basa Sunda Pelajar Remaja (FDBSPR) 2011.Juara kedua dan ketiga direbut Teater Citra SMAN 3 Subang dan Teater Tasbe A SMAN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Lomba drama berbahasa Sunda yang diikuti 47 kelompok teater dari berbagai sekolah tingkat atas di Jabar dan Banten berlangsung sejak 7-23 Februari.Lomba ditutup tadi malam.Selain menganugerahkan tropi, panitia menghadiahi uang sebesar Rp5 juta untuk juara I, Rp3 juta juara II, dan Rp2 juta juara III.
Para peserta mendapat kejutan setelah budayawan yang juga anggota DPRD Jabar Uu Rukmana menyerahkan uang pembinaan bagi para juara dalam jumlah sama. Bahkan aktris,aktor,sutradara, dan artistik terbaik, termasuk Patadang Kayungyun (favorit) 1, 2, dan 3, mendapat uang pembinaan masing-masing Rp2 juta.Padahal, mereka tidak mendapat hadiah uang dari panitia. Ketua panitia penyelenggara Hadian Hendracahyana mengatakan, FDBSPR 2011 ditonton sedikitnya 8.500penontonsejakdibukanya lombapada07Februarilalu.
Perlombaan ini diikuti 47 peserta pelajar tingkat SMA se-Jabar dan Banten selama 17 hari.”Hanya saja ada empat peserta yang mengundurkan diri,”katanya. Ketua Teater Sunda Kiwari (TSK) Dadi P Danusubrata mengaku bangga dengan antusiasme para peserta dalam mengikuti festival tersebut. Dia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival drama remaja yang pertama kali dihelat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Herdiwan Iing Suranta menuturkan penyelenggaraan lomba drama berbahasa Sunda harus dilanjutkan demi melangsungkan kelestarian bahasa dan seni drama Sunda.Penutupan FDBSPR 2011 berlangsung cukup meriah yang dihadiri oleh para peserta.Hadir pula beberapa pejabat Pemprov Jabar, seniman, dan budayawan.
Begitu banyaknya orang yang hadir, gedung pun penuh sesak hingga tidak sanggup menampung para hadirin. Menandai penutupan lomba, Teater Sunda Kiwari mementaskan naskah drama Sunda berjudul Harewos Goib yang disutradarai Dadi P Danusubrata.Pementasan berkonsep longser tersebut disambut meriah para penonton, karena penuh dengan adegan humor. Demikian catatan online Weskola tentang Teater 13 Senja SMAN 6 Cimahi.
Muhyiddin Tahir, nasabah Bank Mandiri Cabang
Panakkukang Makassar kecewa terhadap Bank Mandiri.Rasa kecewa itu
disebabkan uang dalam rekeningnya hilang sebesar Rp45 juta.
Ketika dilaporkan, pihak Bank
Mandiri tak memberikan solusi. Padahal,menurutnya, Bank Mandiri memiliki
bukti transferan dana tersebut ke nomor rekening lain. Hal itu
dikatakan Muhyiddin Tahir ketika mendatangi Kantor DPRD Makassar,
kemarin. Dia didampingi penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum
Indonesia (LBHI) Sulsel.Di lembaga wakil rakyat itulah Muhyiddin
dipertemukan dengan Kepala Cabang Bank Mandiri Panakkukang Slamet
Haryadi.
Di hadapan anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan
DPRD Makassar, Muhyiddin Tahir menjelaskan, kronologis raibnya dana
sebesar Rp45 juta dari rekeningnya. Menurutnya saat melakukan
pengambilan uang di mesin ATM di Kabupaten Gowa, kartu ATM miliknya
tertelan di mesin ATM. Pada saat itu pula dirinya langsung menghubungi
Mandiri Call 14000 agar memblokir rekeningnya.
Tetapi Muhyiddin
yang akrab disapa Didong ini, malah menerima SMS banking yang isinya
telah melakukan transaksi sebesar Rp1,5 juta pada tanggal 16 November
2010. “Saat itu saya pun langsung mendatangi Kantor Cabang Mandiri
Panakkukang yang merupakan tempat saya membuka rekening. Namun saya
tidak dipedulikan,” katanya dengan nada kesal. Saat itu kartu ATM
miliknya sudah terblokir.
Muhyiddin pun kembali mengatakan,
setelah terblokir ternyata dana yang ada dalam re-keningnya raib.
Hilangnya dana puluhan juta tersebut, membuatnya kembali menemui Kepala
Cabang Mandiri.Dari Kepala Cabang Bank Mandiri, dia mendapatkan
informasi bahwa ada bukti transferan dana ke rekening atas nama
Syamsuardi dan Taufik Akbar. Menanggapi hal tersebut Kepala Cabang Bank
Mandiri Panakkukang Slamet Haryadi menjelaskan, Bank Mandiri tidak
bersalah ataupun tidak dapat dituntut dalam kasus raibnya dana sebesar
Rp45 juta milik Muhyiddin.
Sebab laporan kehilangan dana telah
dideteksi dan sudah diinvestigasi melalui transaksi ATM, dan transaksi
dilakukan sesuai nomor PIN yang benar.Menurutnya, ada tiga kali
transferan yang dilakukan dengan karti ATM milih Muhyiddin.
Masing-masing ATM yang berlokasi di depan Pengadilan Negeri (PN)
Gowa,ATM Mal Panakkukang dan ATM Bank Mandiri Boulevard.
“Semuanya
sesuai syarat yang telah ditandatangani oleh nasabah ketika pertama
kali membuka rekening.Bahwa kartu hanya dapat digunakan oleh pemilik
kartu,”jelasnya. Pernyataan Slamet Haryadi tersebut membuat nasabah
Muhyiddin emosi. Pihaknya tidak terima penjelasan Slamet yang seolah
membenarkan masalah pencurian dana miliknya dari ATM Bank Mandiri.
Ketua
Komisi B Sri Rahmi juga berharap agar kasus ini bisa diselesaikan.
Pihak bank mampu melindungi nasabah apalagi Bank Mandiri merupakan bank
besar. “Kalau kasus ini tidak bisa diselesaikan, nanti akan muncul lagi
kasus yang sama dan bisa saja nasabah Bank Mandiri takut untuk menyimpan
duitnya,”katanya.