
Semarang, dengar kata itu pasti temen2 dah pada tau........ooo itu ibu kota Jawa Tengah, betul. Kotanya cukup menarik dan unik bila dibandingkan sama yang lain. Klo mau panas yang nongkrong aja di pante atau di simpang lima siang hari, tp jgn musim ujan ya he he he. Waktu pertama kali datang yang dicari itu simpang lima, tugu muda sama lawang sewu (terkenal bgt tu banyak hantunya hi hi ngeri). Dah senatero Indonesia mgkn pada denger walaupun banyak juga temen2 yang belum datang. Kata orang sih biasa aja...tp itulah menariknya, bisa mengangkat yang biasa2 saja tp menjadi tujuan orang yang datang di Semarang. Menurutku sih bukan biasa aja tp emang menarik dan banyak sejarahnya. Ada yang lupa kalo dari sisi kulinernya sih dah pada tau juga pastinya....LOENPIA + bandeng prestonya mantap coy.
Disamping tempat2 dan kulinernya itu ada sisi menarik lain yang dimiliki Semarang, apa tu....masjid agung jawa tengah. Waktu pertama kali mau nyari itu masjid yang di cari towernya tu.....knapa?tingginya lumayan bosss, kata pengelola 99 meter...ya sesuai asmaul husna. Masjidnya emang keren abiz....bagus bener. Cuma pertama kali datang emang agak sedikit salah2 jalan tapi akhirnya ya ketemu juga alhamdulillah. Karena siang2 jd lumayan panas tp puas bisa mendokumentasikan kejadian waktu di masjid. Ada payungnya lo...cuma pernah liat dibuka lewat tv...liat langsung sing belum.
Buat temen2 yang udah di smarang tp belum sempat tu main ketempat-tempat tadi, jd rekomendasi yang harus/ wajib dikunjungi ya. Ya walupun aku bkn orang semarang asli tp lahir di salah satu kabupaten di jawa tengah dan sekarang jadi anak rantau, hanya saja pernah tinggal beberapa bulan, cukup menyenangkan bisa mengenal semarang walaupun tidak terlalu hafal banget, maklum orang rumahan he he he.
Oya....ini hanya sekedar tulisan dan tidak ada maksud apa2, kalo ada yang salah mohon dikoreksi . Harapannya mudah2an Semarang menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali dan disinggahi dan banjir tidak lagi menyambangi, kasihan yang di bawah, amin. by yUdi pAtoNi

Permainan ini ku kenal sekitar tahun 1998, ya kira2 10 tahun yang lalu, dah lumayan lama_lah, cuma ni game nda ada matinya....pokoknya asyik banget. Keselnya klo pasukan udah banyak tp musuhnya lebih garang wah bikin stress.....pasukan mati dan terpaksa.......pake cheat ha ha ha. Makanya ni buat temen2 yang mgkn pernah ku alami ketika main game age of empire II ada bocoran....ku jg dapat dr browsing di internet...mudah2an bisa membantu.....good luck n happy......
Press [Enter] to open the chat window. Then enter one of the following
codes to activate its corresponding cheat.
1,000 food: cheese steak jimmy's
1,000 gold: robin hood
1,000 stone: rock on
1,000 wood: lumberjack
Commit suicide: wimpywimpywimpy
Control animals *: natural wonders
Disable Fog of War: polo
Full map: marco
Instant building: aegis
Lose campaign: resign
Saboteur unit: to smithereens
Shelby AC Cobra: how do you turn this on
Slay all opponents: black death
Slay select opponent: torpedo <1-8>
Useless villager: i love the monkey head
Win campaign: i r winner
Catatan: Jangan lupa sholat, makan dan istirahat ya he he he
by yUdi pAtoNi
Ketika membahas tentang ‘Kedzaliman adalah kegelapan
pada hari kiamat’ pada edisi yang lalu, kita telah menyinggung defenisi
kedzaliman, bentuk-bentuk perbuatan dzalim dan cara membersihkan jiwa
dari berbuat dzalim. Untuk lebih membuat kita “lari” dari berbuat
dzalim, ada baiknya kita mengetahui apa gerangan hukuman dan akibat
yang diperoleh pelaku kedzaliman, semoga mereka yang biasa berbuat
dzalim tersadarkan karenanya, wallahul musta`an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam orang-orang yang berbuat dzalim
dengan adzab yang pedih di dunia dan akhirat, dikarenakan perbuatan
dzalim tersebut memberikan dampak yang buruk terhadap individu dan
masyarakat. Kedzaliman menyebabkan kegoncangan, kegelisahan,
tersebarnya kedengkian dan terputusnya hubungan cinta dan persaudaraan.
Beberapa akibat berbuat dzalim dapat kita rinci berikut ini:
Hukuman dan akibat yang diperoleh di dunia
- Orang yang berbuat dzalim tidak beroleh keberuntungan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya tidak beruntung orangorang yang berbuat dzalim.” (Al-An’am: 135)
- Terkadang orang yang berbuat dzalim terhalang dari mendapatkan
petunjuk/hidayah taufiq . Allah Subhanahu wa Ta’ala nyatakan hal ini
dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang berbuat
dzalim.” (Al-An’am: 144)
Sementara hidayah taufiq ini harus kita pinta kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan terus berulang kita mohonkan pada-Nya dalam setiap shalat,
tatkala membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat:
“Berilah petunjuk pada kami kepada jalan yang lurus.” (Al-Fatihah: 6)
Lalu adakah permintaan ini akan diijabahi bila perbuatan dzalim senantiasa
menyertai?
- Balasan kedzaliman akan diterima di dunia, sebelum nantinya akan
dibalas pula di akhirat. Abu Bakrah Nufai’ ibnul Harits radhiyallahu
‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada satu dosa yang paling pantas untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala
segerakan hukumannya di dunia disertai simpanan hukuman yang akan
diperolehnya di akhirat, selain dosa kedzaliman dan memutuskan
silaturahim.” (HR. Abu Dawud no. 4902, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil bin
Hadi Al-Wadi`i rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih Mimma Laisa fish
Shahihain no. 1166)
- Kedzaliman merupakan sebab datangnya musibah di dunia, baik itu
berupa kelaparan, wabah penyakit, banjir, gempa bumi, gunung meletus,
kemiskinan, pembunuhan, tingginya harga barang, dan sebagainya. Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang dzalim, mereka akan beroleh adzab
sebelum kematian mereka , akan tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui.” (Ath-Thur: 47)
- Meratanya adzab pada satu kampung/daerah yang penduduknya berbuat dzalim.
Apabila kedzaliman telah tersebar di tengah masyarakat dan penduduknya
melakukan perbuatan dzalim secara terang-terangan, maka bisa jadi Allah
Subhanahu wa Ta’ala akan meratakan adzab kepada mereka sehingga
hampir-hampir tak ada seorang pun dari mereka yang selamat, sampaipun
orang shalih yang ada di masyarakat tersebut ikut terkena adzab .
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang apa yang
diperbuat-Nya kepada penduduk negeri yang dzalim:
“Dan berapa banyak penduduk negeri yang dzalim yang telah Kami
binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
penggantinya.” (Al-Anbiya: 11)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan:
“Dan jagalah diri-diri kalian dari fitnah (adzab/ujian) yang tidak
hanya menimpa orang-orang dzalim di antara kalian secara khusus.”
(Al-Anfal: 25)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullahu berkata dalam
menafsirkan ayat di atas: “Bahkan adzab itu menimpa pelaku kedzaliman
dan juga selainnya. Hal ini terjadi apabila kedzaliman dilakukan secara
terang-terangan sementara tidak ada yang berusaha merubahnya, maka
hukuman yang datang pun merata menimpa pelakunya dan selain pelakunya.
Cara menjaga diri dari fitnah ini adalah dengan melarang dari perbuatan
mungkar, mematahkan/menghancurkan orang-orang jelek dan yang suka
membuat kerusakan, selain itu selama memungkinkan mereka tidak
membiarkan kemaksiatan dan kedzaliman mendominasi/bisa unjuk gigi.”
(Taisir Al-Karimur Rahman hal. 318)
Hukuman dan Akibat yang Diperoleh di Akhirat
Hukuman yang dipersiapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat jauh
lebih dasyhat dan mengerikan daripada adzab di dunia, sebagaimana kabar
yang kita dapatkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah berikut ini:
- Orang-orang yang dzalim tidak memiliki penolong, teman dekat dan pemberi
syafaat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Dan tidak ada penolong bagi orangorang dzalim." (Ali Imran)
"Orang-orang dzalim tidak memiliki teman setia seorang pun dan tidak
pula seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya." (Ghafir: 18)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Ada dua golongan dari umatku yang tidak akan beroleh syafaatku yaitu
pemimpin yang sangat dzalim lagi lalim dan setiap orang yang ghuluw
yang keluar/menyimpang dari agama." (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir
8/337/8079, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam
Ash-Shahihah no. 470)
- Bangkrutnya orang-orang dzalim pada hari ditampakkannya amalan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab:
“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki
dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang
pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun
ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si
ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu,
menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan
atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada
si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis
dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum
semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang
dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya,
kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
"Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik
menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya , maka
hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini
(di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi
dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan,
yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal
tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada
orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang
pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka
diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan
kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 2449)
Dalam dua hadits di atas terdapat keterangan bahwa perbuatan dzalim pada
hari
kiamat nanti akan mengantarkan pada kebangkrutan.
- Penyesalan orang yang dzalim pada hari kiamat.
Ketika orang yang dzalim ini melihat bukti ancaman Allah Subhanahu wa
Ta’ala pada hari kiamat, ia pun menyesali dirinya namun pada hari itu
penyesalan tak lagi berguna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Kalau seandainya setiap diri yang dzalim itu memiliki segala apa yang
ada di bumi ini, niscaya dia akan menebus dirinya dengan itu, dan
mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan
adzab itu. Dan telah diberikan keputusan di antara mereka dengan adil
sedang mereka tidak dianiaya.” (Yunus: 54)
- Ancaman masuk neraka bagi orang yang berbuat dzalim.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa yang mengambil hak seorang muslim maka sungguh Allah telah
mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga baginya". Ada
seseorang yang bertanya: "Walaupun itu sesuatu yang remeh/sedikit wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Walaupun cuma sepotong kayu
arak." (HR.
Muslim no. 351)
Abu Salamah (seorang tabi’in) mengabarkan bahwa pernah terjadi
pertikaian antara dirinya dengan orang-orang dalam masalah tanah, maka
diceritakannya hal itu kepada Aisyah radhiyallahu ‘anhu. Aisyah pun
berkata kepadanya: “Wahai Abu Salamah, lebih baik engkau jauhi tanah
tersebut, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Siapa yang berbuat dzalim terhadap satu jengkal tanah maka akan
ditimpakan/dipikulkan padanya tujuh lapis bumi." (HR. Al-Bukhari no.
2453 dan Muslim no. 4113)
Wallahul musta’an, wallahu ta’ala a’lam bishawwab.
Sumber: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=438