Dan dukungan untuk kontes SEO Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia, terima kasih. Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan akan segera mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar bagi para korban bencana di Mentawai dan Merapi. Para anggota Dewan yang tengah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri juga diminta untuk segera kembali ke Jakarta dan membantu para korban.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Kamis (28/10/2010), saat ditemui di sela-sela acara "Visi Indonesia 2033", di Wisma Antara, Jakarta.
"Saya kordinasi dengan Banggar (Badan Anggaran), pimpinan Komisi VIII dengan Menteri Keuangan, Menteri Sosial, dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk pastikan anggaran sedang disetujui Rp 100 miliar-Rp 150 miliar untuk Merapi dan Mentawai," ucap Priyo.
Uang tersebut, ungkap Priyo, akan diberikan kepada pemerintah untuk dibagikan. "Silakan dibagi pemerintah secara teknis di lapangan, dan cari metode atau formula terbaiknya," ujar Priyo.
Menurut rencana, Priyo bersama tim dari Komisi VIII dan fraksi akan meninjau langsung para korban di Gunung Merapi. Ia jug menegaskan bahwa dirinya menyerukan seluruh anggota DPR yang tengah melakukan kunjungan kerja untuk mempersingkat kunjungannya dan kembali ke Jakarta untuk membantu para korban gempa Mentawai dan Gunung Merapi.
"Saya pinginnya menyerukan seluruh anggota kunker ke seluruh Indonesia untuk persingkat dan balik ke Jakarta," tandasnya.
Sebagaimana diberitakan, pada waktu yang berdekatan dua bencana alam besar terjadi di Indonesia, yakni gempa diikuti tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, dan meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Akibatnya, ratusan bahkan ribuan orang menjadi korban dari dua bencana tersebut.
Sebelum menulis artikel ini, saya menyatakan tidak ikut kontes SEO Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia hanya sebagai pengamat dan mendukung jalannya kontes tersebut.
Bagi peseta yang ikut kontes tersebut, saya ucapkan selamat berjuang semoga sukses....
erhitung 2011, penduduk di 24 kabupaten/ kota di
Sulsel ditargetkan menggunakan kartu tanda penduduk dengan nomor induk
kependudukan (NIK) nasional.
Dan dukungan untuk Type Approval Indonesia.
Hal ini untuk mendukung
integrasi KTP elektronik secara nasional yang direncanakan berlaku 2012.
Kepala Biro Bina Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel Andi Bakti Haruni
mengungkapkan,untuk 2010, penerapan NIK nasional maupun KTP elektronik
baru dilakukan di 15 kabupaten/kota. Sembilan daerah lainnya akan
dirampungkan paling lambat akhir 2011.
“Pemutakhiran data
kependudukan akan dilakukan di semua kabupaten/ kota se-Sulsel mulai
Oktober hingga November 2010.Untuk penerapan NIK maupun KTP elektronik
nanti, sepenuhnya tergantung integrasi sistem di pemerintah pusat,”
tandasnya kepada SINDO, seusai rapat koordinasi penerapan KTP
elektronik, di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.
Rapat tersebut
diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota se- Sulsel. Meski demikian,
Andi Bakti mengaku, perangkat untuk mendukung penerapan NIK nasional
dan KTP elektronik belum mencukupi. Tercatat,baru dua kabupaten yang
memiliki perangkat tersebut, yakni Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten
Pangkep.