|
Welcome, Guest. Please login or register. Did you miss your activation email? |
RiJi
Page 15
The wildest dreams coming true. Untuk pertama kalinya, kompetisi bernyanyi bahasa Mandarin digelar secara besar-besaran di Indonesia. Hal ini disambut gembira beragai kalangan, apalagi oleh pencinta musik Mandarin. Sebelumnya, kompetisi seperti ini biasanya lazim diadakan di kalangan terbatas, cenderung bersifat kedaerahan dan tidak bisa dilihat di televisi.
Musik yang notabene adalah bahasa universal rupanya tetap mampu menciptakan harmoni walaupun dibawakan dengan bahasa apapun. Terbukti dengan berkembangnya musik mandarin di tanah air yang menunjukkan grafik yang cukup signifikan, terutama setelah membidik pasar anak muda yang dilanda demam serial idola dan boyband oriental.
Kendati sejak lama masih ada beberapa perusahaan rekaman lama yang masih setia merilis album oldies dari penyanyi legendaris Mandarin, perusahaan rekaman besar tidak mau ketinggalan. Mewakili label perusahaan yang sama, 5 tahun belakangan mulai rutin merilis album-album Mandarin. Rilis yang diawali dominasi boyband Taiwan maupun penyanyi solo yang tengah populer kendati dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Yang mencolok, tentunya rilis lagu-lagu dari serial Drama Asia yang kerap ditayangkan oleh Indosiar. Tercatat beberapa album soundtrack mencatat hasil penjualan yang tinggi dibandingkan album solo. Tentunya merupakan kepuasan tersendiri apabila bisa memiliki albumnya dalam bentuk kaset dan CD versi lokal yang tentunya lebih murah. Kualitas album Mandarin versi Indonesia makin lama pun makin meningkat.
Indonesia dapat menikmati talenta dan suara merdu seorang Rani dan Alena maupun penyanyi lain yang fasih berbahasa mandarin. Penampilan mereka di berbagai acara yang bersifat pribadi maupun kelompok biasanya membawakan lagu-lagu lama yang telah populer.
Namun, selain Rani yang baru-baru ini merilis album solo yang berisi karya-karyanya sendiri, para penyanyi yang lain masih belum mempunyai kesempatan menelurkan album solo.
Boyband oriental lokal pun sempat bermunculan setelah popularitas boyband asal Taiwan F4 memuncak di Indonesia. Tercatat nama Dong Feng yang sukses menelurkan album rekaman. Bahkan roadshow ke daerah-daerah mencatat kesuksesan, diikuti dengan XDragons juara ajang kompetisi sejenis yang pernah diadakan salah satu televisi swasta. Walaupun merilis album di bawah indie-label, XDragons tetap mempunyai jadwal manggung yang lumayan padat.
Kedua boyband tersebut mewakili sekian banyaknya penyanyi Oriental di Tanah Air yang kerap manggung di kalangan terbatas. Sesungguhnya, kesempatan untuk unjuk kemampuan di ajang Chen Sing ini sangat dinanti. Bukan hanya untuk pencinta musik mandarin, namun sekian banyak penyanyi amatir yang telah lama malang melintang di panggung maupun di tempat hiburan atau klub-klub.
Starlight Productions bersama dengan Indosiar bekerja sama dengan radio-radio Mandarin setempat bekerjasama dalam pelaksanaan audisi. Audisi yang telah berlangsung di beberapa kota dipadati peserta yang ingin mencoba kemampuannya bernyanyi dalam bahasa mandarin.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Ragam profesi memenuhi antrian panjang audisi, sebagian diantaranya bahkan secara khusus telah berlatih untuk menekankan kefasihan pengucapan lirik dalam lagu.
Tingkat kesulitannya pun kami nilai cukup relatif. Tidak perlu fasih berbahasa Mandarin untuk dapat menyanyikan sebuah lagu Mandarin dengan baik, hal ini dibuktikan dengan penampilan beberapa peserta yang ternyata sama sekali tidak bisa bahasa Mandarin ! Namun karena menggemari musik Mandarin, dengan penghayatan dan pelatihan yang cukup, sebuah lagu Mandarin berhasil dibawakan dengan sempurna.
Pengamatan kami, lagu-lagu yang dipilih para peserta kebanyakan adalah lagu-lagu yang sedang hits ataupun yang familiar seperti lagu-lagu yang menghiasi serial Drama Asia yang ditayangkan oleh Indosiar. Tercatat mayoritas lagu pilihan adalah lagu yang tingkat kesulitannya cukup tinggi. Hits-hits lawas maupun anyar dari Andy Lau dan Jacky Cheung juga banyak dipilih peserta yang kebanyakan anak muda ini.
Diikuti hits Jay Chou, Wang Lee Hom, Mayday, F4, Jolin, S.H.E, 183 Club dan Fei Lun Hai dibawakan para peserta dengan ciri khas masing-masing untuk modal lolos ke babak selanjutnya. Orisinalitas menjadi hal yang tentunya dinanti oleh para juri, tak sekedar hanya meniru pembawaan penyanyi aslinya.
Saat ini audisi masih berlangsung dan memberikan kesempatan bagi seluruh warga Indonesia berusia 19-29 tahun untuk mendaftarkan diri. Kami menjumpai peserta yang tidak lolos di satu kota namun tidak patah semangat mengikuti audisi di kota lainnya. Mudah-mudahan para peserta dengan semangat ekstra tersebut bisa lolos.
Tentunya, dengan perbaikan penampilan ya ! Saya sendiri akan mengulas tuntas di balik layar dari pelaksanaan audisi di salah satu kota di edisi berikutnya. Untuk yang ingin melihat semua proses Chen Sing, nantikan penayangannya di Indosiar!(adminda@indosiar.com)