Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
Login with username, password and session length
  

RiJi

Page 17

Mengawali karir sebagai penyanyi, Jimmy Lin yang kala itu dikenal sebagai Si Topan Kecil mampu mengawali trend penyanyi muda berbakat dan menjadi idola banyak gadis remaja. Lagu yang dibawakannya dipastikan menjadi hits baru dan masih dapat saya hafal di luar kepala. Maklum, di kala itu saya adalah penggemar beratnya. 

Penyuka warna merah, putih, kuning dan biru ini juga menyukai fotografi yang ia pelajari di universitas Hwa Gang, di mana banyak selebriti Taiwan adalah lulusan uni yang sama itu namun dunia balap adalah hal yang paling ia sukai. Kecintaannya terhadap otomotif ditekuni dengan serius seiring dengan karir di dunia entertainment. Sejak berkarir sebagai artis, Jimmy merintis karir balap mobilnya dan berhasil meraih prestasi yang membanggakan. 

Jimmy yang mempercayakan manajemennya kepada keluarga, khususnya kepada sang ayah yang amat dekat dengannya. Album demi album dihasilkan dalam jangka waktu yang singkat. Setelah album Bu Shi Mei Ge Lian Ju Dou Mei You Hao Hui Yi (Not every love story have a happy ending) diikuti oleh album Jing Nian Xia Tian (This Summer) lalu berikutnya album demi album dirilis seiring dengan penampilannya di layar lebar.



Film To Miss With Love/Naughty Students mengawali penampilan perdana bersama Dicky Cheung, Nicky Wu & Athena Chu. Diikuti dengan Vampire Family juga bersama Athena Chu serta bintang-bintang populer Hong Kong seperti Sandra Ng dan Eric Tsang, juga Shaolin Popeye yang sangat berkesan bersama Vivian Hsu dan Bobo Ho serta sekuelnya mencatat sukses yang fenomenal. 

Mengikuti sukses album This Summer, tak lama album-album lainnya dalam kurun waktu 2 tahun (1992-1994) yang juga merupakan puncak popularitas Jimmy. Diantaranya album Sheng Ri Li Wu, Xi Meng, Wei Shen Me Shou Shang Di Zhong Shi Wo, Xiang Zuo Tian Shuo Zai Jian, Huo Re De Xin dan Qian Gua Ni De Wo. Ketiga album ini dirilis dalam waktu yang berdekatan namun mendapatkan respons yang luar biasa dari fans yang berkembang sampai ke penjuru Asia! 

Saat kedatangannya di Indonesia atas undangan tampil di sebuah klub di Jakarta, saya sebagai fans tentu saja tidak akan melewatkannya. Saya ada di antara sekian banyak fans yang begitu heboh menyambut Jimmy, padahal saat itu sedang ada ujian. Alhasil, (jangan ditiru!!!) bukannya belajar saya malah pergi berdua dengan teman baik untuk menonton konser tersebut. 

Konser seadanya dengan minus-one dapat menghibur terutama tata kostum seperti penampilannya di Taiwan, lagu demi lagu yang dilantunkan pun dapat diikuti sebagian penonton dengan baik. Penampilannya malam itu cukup memuaskan. Saya pribadi sangat senang karena sempat bersalaman dan menyerahkan bunga dan kado yang disiapkan sebelumnya di kala berhadapan langsung di depan panggung ! 

Tak lama setelah konser di Indonesia, Jimmy dihadapkan dengan wajib militer yang harus dijalani selama 5 tahun. Album Goodbye menandakan perpisahan sementara dengan fansnya, Jimmy berjanji akan kembali lagi setelah menyelesaikan kewajibannya kepada negara. Selama absennya Jimmy di dunia hiburan, bukan berarti ia dilupakan begitu saja, fans setianya termasuk saya masih sabar menunggu sampai kemunculannya kembali.

Konser Goodbye My Friends meninggalkan kesan yang terdalam. Di konser perpisahan sementara ini, Jimmy menghadirkan penampilan terbaiknya serta berinteraksi dengan fansnya sepanjang konser yang juga mengadakan sesi tanda tangan. Semua ini terekam dalam album Goodbye yang merekam janji Jimmy untuk kembali. Selama wamil, dokumentasi konser Goodbye dirilis dengan extra VCD. 

Diikuti oleh kumpulan the best hitsnya di album Bie Le Qing, Yu De Hui Yi. Foto Jimmy kecil menghiasi cover album dengan nuansa putih dan bunga matahari. Booklet kecil memuat foto-foto Jimmy yang penuh dengan kenangan. Di sela setiap lagu, ada penggalan narasi cerita dari Jimmy seputar rekaman, harapan, dan perasaannya saat itu, yang didedikasikan untuk fansnya. 



Selama berkarir, Jimmy adalah salah satu artis yang jauh dari gosip. Berita seputar karir maupun kegiatan balapnya lebih mendominasi, dibandingkan dengan gosip asmaranya. Sempat diberitakan, dirinya menjalin asmara dengan Ruby Lin yang dikenalnya di debut film perdana To Miss With Love. Hubungan yang belakangan baru diakuinya dengan samar-samar itu sempat bertahan cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah. 

Kemunculannya kembali mau tidak mau menyurutkan pamornya walau masih banyak fans setia yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Album Nan Ren Shi Hen Hao Pian De menandai kepulangan Jimmy ke panggung hiburan. Walaupun harus memulai kembali beradaptasi dari dunia yang membesarkannya ini, berkat ketekunannya Jimmy mampu mengukuhkan posisinya di jagad entertainment Taiwan yang mulai dipenuhi dengan para pendatang baru dengan membentuk manajemen sendiri dan bekerjasama dengan label rekaman Forward, merilis album musiknya.. 

Perannya di serial silat, berbagai kolaborasi yang dijalankan di di luar Taiwan, juga bersama dengan Alec Su di The Legendary Siblings sebagai Xiao Yu Er serta peran sebagai Sun Wu Kong si kera sakti juga Pendekar 4 Alis Lu Xiao Feng, Tian Long Ba Bu (Demi Gods and Semi Devil) menjadikan Jimmy sebagai aktor spesialis serial silat di kala itu. Jimmy pun banyak mengambil pekerjaan di daratan China. Hal ini membuat popularitasnya di China semakin meningkat. 



Meng Zai Qian Fang (The Dream is moving forward), Qi Dai (Waiting) tidak lah sesukses Dan Cao Ren (Scare Crow) yang dirilis pada tahun 1999diikuti dengan Qu Zou Zou (Going For A Walk) tahun 2000. Kegiatan promo album-album tersebut juga dibarengi dengan mini konser dan penampilannya dalam kegiatan amal dan membintangi iklan layanan masyarakat. 

Sibuk dengan kegiatannya di China bukan berarti dunia balap yang sangat disukainya itu ditinggalkanSempat mendapatkan kecelakaan hebat pada tahun 1997 yang nyaris merenggut nyawanya, Jimmy tak lantas kapok untuk kembali ke arena balap. Hal ini sempat membuat khawatir ayah serta kakaknya namun ambisi Jimmy untuk menjadi pembalap Formula One masih tempat menjadi impian terbesar, maka dari itu dukungan keluarga amat penting untuknya. 

Pada tahun 2005 Jimmy mendapatkan kontrak tsenilai 10 juta dolar Taiwan dari Hong He Racing Team yang sangat terkenal sebelum akhirnya membentuk tim balap atas namanya sendiri pada tahun 2006 dan mulai mengontrak pembalap lain untuk membela timnya. Prestasinya lumayan bagus dan selalu ada di 10 besar pembalap Asia. Bisnis yang maju pesat ditambah dengan merambah dunia makanan, sebuah café unik yaitu Dream Family cafe mengikutkeberhasilan dari sekian usaha Jimmy yang lain. . 

Enam tahun lamanya tidak merilis album baru, kehadiran Jimmy F1ght 2006 menelurkan hits Jia Zhao Kan Yi Xia (Show Me Your License) dan meraih penghargaan sebagai lagu terpopuler di China. Album ini sekaligus mengobati rasa rindu fans akan kehadirannya di pentas musik mandarin. 



Debut layar lebarnya yang teranyar menyandingkan Jimmy dengan Ambrose Hsu di film Wolf yang bercerita tentang kakak-adik yang dipisahkan oleh takdir dan takdir pula yang gagal mempertemukan kembali karena perbedaan jalan yang mereka ambil. Ambrose yang menjadi polisi pada akhirnya memburu adiknya sendiri yang juga buronan yang dicari-cari polisi belum sempat dikenalinya. 

Setelah sekian lama absen dari serial idola, Jimmy tampil menawan sebagai Vernon/Zhong Tian Qi di serial fenomenal MY LUCKY STAR (Fang Yang de Xing Xing) bersama artis Korea, Liu Ha Na serta Leon Jay Williams dan Lee Wei, serial ini mencatat rating yang fantastis. Trend ou xiang ju yang tenggelam bersamaan dengan munculnya serial Korea yang mampu meraih pasar rating kembali naik lagi dengan serial ini. 



Selain bermain bersama teman-teman baiknya, ada porsi yang terasa diperuntukkan khusus untuk Jimmy. Keahliannya sebagai pembalap sekaligus montir mobil menjadi bagian dari cerita. Adegan balap mobil dilakukan sendiri tanpa peran pengganti, beberapa mobil kesayangan koleksi Jimmy pun menjadi properti yang penting di serial ini. 

Karakter Tian Qi yang berkembang mampu diperankan Jimmy dengan baik. Tetap saja, di sela-sela peran serius pasti terselip unsur kocak yang selalu lekat dengan image Jimmy. Aktingnya sebagai pria dewasa patut diacungi jempol, adegan percintaan dengan Hana membawa kita ke suasana romantis sekaligus lucu. Sebuah lagu berjudul Dui Wang yang juga ending soundtrack serial ini dibawakan Jimmy dengan baik



Dalam waktu dekat, Jimmy akan disibukkan oleh proses rekaman lagu untuk album Olympiade Beijing 2008 bersama dengan 100 artis lainnya. Setelah itu kita tunggu bersama-sama rilis album baru dan sangat diharapkan sekali serial idola lainnya ..  Jia you Jimmy!(adminda@indosiar.com)

untuk memberi komentar, silakan login dahulu...
More RIJI:
[ more RiJi ]
NEWS Terkait:
[ more news ]
BIO Terkait:
[ more bio ]
© 2007 indosiar.com