Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
Login with username, password and session length
  

RiJi

Page 19

Mengawali karir sebagai model, Shaowei terjun ke dunia entertainment Taiwan dalam usia yang relatif muda. Sebagai personil terakhir 5566 yang bergabung dengan Jungiery Stars pada awal tahun 2002, pada awalnya ia tidaklah terlalu menonjol bahkan boleh dibilang berada di belakang bayang-bayang personil 5566 lainnya terutama Tony Sun Xiezi dan Zax Wang Renfu. 

Namun mantan atlit nasional sepakbola yang sangat mencintai olahraga ini mempunyai kemauan yang sangat kuat dan sifat tekun sehingga berbagai bidang yang dirambahnya baik secara individu ataupun bersama 5566 mencatatkan prestasi yang mengukuhkan eksistensi dirinya di lingkaran entertainment Taiwan sebagai artis serba bisa dan seorang performer sejati. 

5566 yang berangkat dalam format boyband, menempatkan Shaowei sebagai penyanyi pendukung. Pada tahun 2002, wl kemunculannya mengeluarkan debut album yang mencetak hits seperti Wo Nan Guo, Shen Hua, Ai Qing Man You dan Yi Guang Nian. Selain kerap mengisi soundtrack album beberapa serial idola/ouxiangju yang sukses berat, album solo perdana menjadi pembuktian keseriusan 5566 dalam karir bermusiknya. 

Kala itu 5566 kerap diperbandingkan dengan F4 dan tekanan yang ditimbulkan lumayan membuat tegang para personilnya, tak terkecuali Shaowei. Kekuatan persahabatan yang solid membuat mereka saling mendukung untuk menjalani karir penuh persaingan membuahkan manisnya keberhasilan dalam menggelar konser pertama di Taipei 101 dengan membawakan performance solo para personilnya masing-masing. Shaowei kala itu membawakan tarian sepakbola yang meninggalkan kesan mendalam kepada fans. 



Sebagai pembawa acara, debut Shaowei dimulai dari layar kaca dalam acara Zai Zhong Guo de Gu Shi (The Story in China) dengan proses syuting yang menemui banyak kendala dan melelahkan. Acara yang mengharuskan Shao Wei melalui berbagai medan berat di darat dan laut dibawakannya dengan baik. Sepanjang perjalanan disana pula lah, Shaowei memetik banyak pengalaman kehidupan yang sangat berarti.

Lepas dari genre acara yang boleh dibilang cukup serius, Shaowei amat disukai ketika membawakan acara Wanquan Yule. Shaowei yang kocak, usil dan apa adanya bersama dengan rekannya di 5566 Jason atau Zax maupun bersama JR (K-One) membuat Wanquan Yule sangat digemari hingga kini. 

Bersama 5566 atau saudara/i seperguruannya di Jungiery di bawah produksi Sanlih TV, Shaowei juga ikut ambil bagian dalam berbagai acara permainan outdoor yang sangat digemari di Taiwan diantaranya Shao Nian Te Gong Dui. Dalam acara-acara tersebut, dirinya bukan saja bertindak sebagai host namun juga sebagai peserta yang meramaikan suasana. Shaowei dan kawan kawan tampil habis-habisan. Bahkan, terkadang kegilaannya membuat acara ini menjadi semakin menarik dan tidak dibuat-buat. 



Keberhasilan kecil dalam setahun merintis karir ditorehkannya dalam sebuah buku semi-biografi pada tahun 2003 setelah 5566 merilis pictorial book/xiezhenji yang perama, Dalam buku yang berjudul Mingxing Rumen Yi Bai Zhao Shaowei berbagi cara untuk tampil gemilang sebagai artis diantaranya modal dasar menjadi artis, merintis kepercayaan diri, memperbaikki penampilan dan lain-lain. 

Bersama Jungiery, tak dipungkiri banyak artis berbakat lahir di bawah pembinaan keras yang amat disiplin dipimpin oleh manager berlidah tajam, Sun Derong. Dalam hal ini, yang saya perhatikan untuk Shaowei khususnya, proyeksi bakat yang diarahkan tahap demi tahap menghasilkan bintang yang berkualitas. Walaupun dalam prosesnya, aturan yang terlampau ketat dirasa amat membelenggu artis-artisnya, tak dipungkiri hal ini adalah salah satu kunci kesuksesan Jungiery. 

Sebagai aktor, Shaowei yang ikut ambil bagian dalam beberapa serial idola/ouxiangju bersama personil 5566 lainnya. Serial MVP Lovers yang membawa 5566 kepada puncak ketenaran belum membuatnya tampil sebagai pemeran utama, demikian juga peran di West Side Story atau Top Of The Forbidden City. Kehadirannya sebagai bintang tamu di 100% Senorita dan In Love With A Girl belum mengakomodir kemampuannya berakting. 

Tahun 2004 adalah tahun tersibuk untuk Shaowei. Album kedua 5566 yang dinanti dirilis pada tahun 2004 mencetak hits diantaranya Boyfriend, Shou Hou dan For You. Di tahun ini pula lah, penampilan solo Shaowei dalam bernyanyi dapat kita nikmati di saat ia tampil dalam music video Cyndi Wang, adik seperguruannya dalam MV Ai Ni membawakan bait-bait rap yang benar-benar menampilkan suara seraknya yang khas. 

Sebagai wujud terima kasih pada fans, saat itu 5566 juga merilis album C’est si bon yang berisi lagu baru dan best hits 5566 di saat yang hampir bersamaan Shaowei didaulat untuk memperkuat boyband 183Club yang kala itu hanya digawangi 3 personil menjadi 5 personil. Formasi Sam Wang, Ming Dao, Johnny Yan, Ehlo Huang, serta Jacky Zhu sebagai 183Club tampil perdana dengan hits Zhe Mo (Torture) yang juga original soundtrack Tian Guo de Jia Yi/Bride From Paradise. 

Dengan bergabungnya Shaowei di 183Club, Shaowei harus menjalani rutinitas dua kali lebih berat dari biasanya. Apalagi di tahun ini, J-Star banyak menggelar konser bersama baik di Taiwan maupun di luar negeri yang mengikuti kesuksesan konser perdana. Konser akbar yang digelar pada bulan Agustus 2004 dan juga merupakan konser komersil 5566 patut dikategorikan sebagai konser terheboh 5566 dengan penonton yang berdatangan dari manca negara. Tidak hanya bersama 5566,saat ini kepopuleran Shaowei sebagai double-agent di 183Club tengah merambah Asia! 

Fans yang teramat jeli mulai mengukuhkan kemampuan akting Shaowei yang menurut mereka amat natural sampai pada akhirnya serial The Prince Who Turns Into A Frog dan Magicians Of Love melambungkan nama Shaowei sebagai pemeran utama sekaligus menampilkan aktingnya yang prima dan membuat semua pemirsa televisi tak hanya remaja putri menjadi terpikat. 

Di tengah-tengah kepopulerannya bersama 183Club, Shaowei bersama 5566 merilis album ketiga yang berjudul Hao Jiu Bu Jian (Long Time NO see). Kejutan besar untuk fans Indonesia, kunjungan 5566 pada akhir tahun 2005 dalam rangka undangan konser memeriahkan suasana tahun baru di tanah air. Ini merupakan kunjungan kedua setelah event promosional serial MVP Lovers. 

Berbeda dengan event kedatangan artis Mandarin lainnya, kedatangan 5566 dirasa lebih special karena dapat berinteraksi langsung dan lebih dekat tanpa pengamanan yang berlebihan. Semua penonton terpuaskan dengan aksi mereka dan berharap 5566 akan kembali menggelar konser di Jakarta. 

Tahun 2006, bersama 183Club, Shaowei semakin populer dan dicintai. Begitu pula dengan kami. Kehadiran 183Club bahkan mempersatukan lebih banyak fans lagi. Bagaimanapun, di boyband ini Shaowei adalah personil yang paling disukai. Saya yakin banyak yang setuju kalau Shaowei tampak lebih cocok bersama 183Club. Seiring dengan popularitas yang meroket, 183Club mengalami tahun terbaiknya. 

Agaknya Indonesia sangat dimanjakan dengan kehadiran 183Club baik untuk konser maupun promosi serial idola. Walaupun bersifat sedikit komersil, kesempatan itu tentunya tidak disia-siakan untuk bertemu dengan Shaowei. Bahkan, pada konser pertama fans club Shaowei dari Malaysia ikut hadir di Berastagi untuk mendukungnya. Saya dan teman-teman menjadi saksi akan keramahan Shaowei dan para personil 183Club. 

Sebagai artis ia sangat professional dan selalu mementingkan kepentingan kelompok daripada pribadi. Walaupun senantiasa terlihat letih karena jadwal yang padat, Shaowei senantiasa berbuat yang terbaik untuk menyenangkan fans. Di kala tampil bertiga mengunjungi Jakarta dalam kegiatan promosional serial Magicians of Love bersama Ehlo, Shaowei mampu mengisi kekosongan lead vocal~ Jacky Zhu. Setelah kami ingat-ingat dan putar ulang kembali dokumentasi, penampilan live mereka terutama Shaowei benar-benar bernyanyi dari hatinya. Sangat mengesankan. 

Sayang, di tahun 2007 ini 183Club akhirnya harus kehilangan 2 personilnya yaitu Jacky Zhu dan Johnny Yan. Hal ini tentunya menimbulkan ketimpangan dalam berkarya. Mereka berlima yang telah bersahabat baik harus menerima keputusan pahit perusahaan maupun dari pihak personil khususnya Jacky Zhu. Lagi-lagi Indonesia menjadi saksi akan perpisahan ini setelah konser kedua 183Club di Berastagi, Kala itu, keanehan nampak menyelimuti kebersamaan Shaowei, Ming Dao, Johnny, Jacky & Ehlo. 

Masih teringat di benak saya, betapa konser di hari itu 183Club menunjukkan penampilan terbaiknya. Di akhir konser Shaowei mengucapkan kata-kata perpisahan kepada penonton seakan hari itu adalah penampilan terakhir 183Club bersama. Shaowei meminta agar fans tetap mendukung 183Club serta masing-masing personil. Berita miring tentang Jacky dan kepastian mundurnya Jacky dari 183Club tak pelak membuat banyak fans tidak terima dan mengajukan protes pada pimpinan Jungiery, Sun Derong. 

Seiring dengan waktu, tak banyak respon atau pernyataan resmi dari pihak manajemen maupun artis Jungiery lainnya. Kegiatan masing-masing berjalan semestinya, walau hanya dengan 3-4 personil, 183Club tetap menjalankan jadwal tur mereka baik di Taiwan maupun Hong Kong, China dan Singapore juga Malaysia. Penampilan mereka jauh dari baik, terlihat sekali pukulan hebat yang menerpa amat mempengaruhi kinerja mereka sehingga proses vakum sementara agaknya diambil pihak manajemen untuk 183Club.

Shaowei pun mulai disibukkan dengan serial terbaru, A Game About Love dan E Nv Ah Chu. Walaupun tidak mencatatkan prestasi baik seperti serial terdahulunya, penampilannya di kedua serial tersebut cukup mengobati rasa kangen fans terhadap dirinya. Vakum dari 183Club, Shaowei kembali sibuk bersama 5566 menjelang rilis album terbarunya pada Januari 2008 nanti. Rencana konser akhir tahun di Indonesia menjadi ajang penghiburan fans Indonesia untuk kembali mendukung Shaowei di bidang musik. 



Saat ini, 5566 yang sedang berada di Singapura menunjukkan kembali eksistensinya dengan acara pre-order album yang dipadati segenap masyarakat setempat dan fans mancanegara. Seperti lazim diadakan di Taiwan, Hong Kong, Malaysia, acara tandatangan (qianminghui) ini merupakan event gratis yang memberikan kesempatan fans bertatap muka dengan artis idola hanya dengan membeli album original. Suatu event yang entah kapan bisa dilaksanakan di Indonesia. 

Beberapa teman kami hadir dalam acara tersebut dan sempat memberi support untuk Shaowei. Shaowei nampak letih namun seperti biasanya ketulusan hatinya memancarkan aura yang positif untuk fans. Ucapan selamat ulang tahun menghujani sore hari hingga malam acara usai. Semoga, di ulang tahun yang ke 31 nya ini Shaowei tambah sukses dan berbahagia selalu. Bagi fans yang ingin hadir di konser akhir tahun 5566 di Berastagi untuk bertemu langsung dengan Shaowei, dapat bergabung dengan segenap fans di Medan untuk menyatakan dukungan khususnya kepada Shaowei. Enjoy your New Years Eve with the heartthrob Sam Wang Shao Wei !(adminda@indosiar.com)

untuk memberi komentar, silakan login dahulu...
More RIJI:
[ more RiJi ]
© 2007 indosiar.com