|
Welcome, Guest. Please login or register. Did you miss your activation email? |
series
The Beauty or The Beast (Bijo ka Yajuu)
| Kategori: | Jepang |
| Sutradara: | Nishitani Hiroshi, Matsuda Hidetomo, Wakamatsu Setsuro, Kouno Keita |
| Penulis: | Yoshida Tomoko, Takei Aya |
| Produksi: | Fuji TV |
| Durasi: | 11 Episode |
| Tgl. Rilis: | 2003 |
| Pemain: | Masaharu Fukuyama, Nanako Matsushima, |
| Nilai: | dari 13 pemilih |
Yang terpenting dalam sebuah acara adalah rating, tanggapan pemirsa, dan kemasan. Hal itu diyakini betul oleh Makoto Takamiya, satu dari sedikit wanita yang sukses memegang jabatan puncak di dunia pertelevisian. Ia baru saja ditarik untuk menangani bagian pemberitaan stasiun JBC yang ratingnya terus merosot.
Wanita itu langsung setuju, namun ia meminta syarat untuk menyeleksi satu-persatu karyawan di bagian itu sekaligus meminta wewenang penuh. Secara kebetulan, di waktu bersamaan juga bergabung Hiromi Nagase yang semula ditugaskan dibagian lain.
Meski cerdas, Nagase terpaksa hengkang karena kerap terlibat skandal. Kehadirannya membuat bagian pemberitaan makin berwarna, pasalnya sikap Takamiya yang dikenal tegas dan mengutamakan rating kadang membuat para bawahannya mengeluh. Namun, kehadiran Nagase bisa membuat semuanya cair.
Konfrontasi sudah tentu tidak bisa dihindari antara atasan dan bawahan, apalagi ketika Takamiya memutuskan untuk memecat salah seorang reporter senior Kurosaki yang pekerjaannya setiap hari adalah merekam kegiatan satwa. Siapa sangka, Nagase mampu membuktikan bahwa setiap orang sekecil apapun fungsinya ternyata bisa menjadi senjata andalan di saat genting.
Mulai mempercayai Nagase, apalagi ketahuan bahwa dimasa lalu keduanya sempat memiliki hubungan asmara, Makoto dan para bawahannya di tim Pemberitaan berjuang untuk mengejar rating mengalahkan stasiun televisi saingan sekaligus menghadirkan pemberitaan bermutu. Dalam petualangan tersebut, tak jarang mereka harus berhadapan dengan petinggi JBC.
Dari Nagase dan anak buahnya juga, wanita itu belajar tentang pentingnya mendahulukan hati nurani dibanding penghargaan karena tujuan pemberitaan adalah menghadirkan sisi kemanusiaan dalam hidup. Tidak hanya dari saingan, kondisi alam dan masalah teknis juga kerap hadir berbarengan dalam usaha menyiarkan berita.
Hal itu masih diikuti oleh ketegasan Makoto, yang meski mulai dipahami, masih tetap membuat para bawahannya bengong dan pasrah. Dari situ, mulai terlihat bagaimana sulitnya menjadi reporter mulai dari mewawancarai narasumber hingga mengungkap skandal yang melibatkan pejabat tinggi negara, yang tentunya bisa menghadirkan tekanan tersendiri pada perusahaan televisi.
Satu-persatu berita yang dikemas dengan paten terungkap, mulai dari skandal korupsi seorang menteri, kehadiran seorang pembawa berita terkenal yang malah membuat suasana kerja menjadi berantakan, skandal penyelewengan sebuah sekolah prestisius tempat Makoto pernah menimba ilmu,masalah pencemaran lingkungan, sampai terungkapnya sebab kenapa Nagase dipindahtugaskan.
Puncaknya adalah ketika sebuah kejadian pembakaran membuat Makoto dipaksa untuk mengundurkan diri. Belakangan terungkap, ternyata semua itu memiliki hubungan dengan ayah wanita itu sendiri yang adalah seorang politisi papan atas. Tim Pemberitaan sendiri sempat dibuat bimbang karena pengungkapan skandal bakal mengancam sang atasan.
Dasar Makoto, ia malah nekat mencuri data-data milik sang ayah dan mengungkapkannya ke publik. Keruan saja hal itu membuat wanita itu tetap harus mundur dari pekerjaannya, diiringi oleh kesedihan tim Pemberitaan yang sudah mulai terbiasa dengan ritme kerja cepat dan efisien ala sang atasan.
Meski begitu, Makoto sendiri tidak sedih karena merasa telah belajar banyak hal dari televisi JBC. Ia akhirnya kembali ke Amerika dan bekerja sebagai wartawan lepas dan tetap berhubungan dengan Nagase, yang di tim Pemberitaan mendapat atasan baru yang sifatnya sama persis dengan wanita itu : semua tayangan tergantung pada rating.
PARA TOKOH DAN PEMERAN THE BEAUTY OR THE BEAST :
Makoto Takamiya diperankan oleh Nanako Matsushima
Dingin, penuh kalkulasi, serius, dan hampir tidak pernah tersenyum, baginya semua hal bisa ditentukan lewat angka statistik. Namun, sebuah kesalahan fatal dalam sebuah pemberitaan membuat Makoto mulai terbuka dan menerima masukan dari orang lain (terutama Nagase yang ternyata adalah mantan kekasihnya). Meski diam-diam tidak disukai oleh para bawahan yang tidak terbiasa dengan ritme kerjanya, pelan-pelan wanita ini mampu membuka mata banyak orang tentang pentingnya kerja secara terstruktur dan cepat karena hal itulah yang vital dalam sebuah berita.
Hiromi Nagase diperankan oleh Masaharu Fukuyama
Kebalikan dari Makoto, pria satu ini malah kerap bercanda. Namun dibalik semua sifat cerianya tersebut, tersimpan kecerdasan dalam memahami sebuah hal, mengolah, dan kemudian menyajikannya sebagai sebuah berita yang ditunggu-tunggu pemirsa. Gayanya yang nyentrik ditambah kreatif membuat figur Nagase mudah disukai banyak orang, ia juga kerap punya strategi sendiri dalam mewawancarai nara sumber, meski caranya yang 'tidak biasa' tidak jarang membuat sang atasan Makoto kesal.
Kantaro Towatari diperankan oleh Norito Yajima
Salah seorang reporter andalan di bagian Pemberitaan, cara kerja Towatari yang lamban kerap membuatnya kalah cepat mendapat berita dibanding stasiun televisi lain dan membuatnya jadi sasaran kemarahan Makoto. Namun sebuah kejadian membuatnya rela menyingkirkan tugas jurnalistik demi menolong seorang korban musibah, dan nyaris membuat pria itu kehilangan pekerjaan. Namun, dedikasinya yang tinggi pada kemanusiaan membuka wacana baru : seorang wartawan harus mendahulukan keselamatan jiwa manusia dibanding hanya mengejar berita.
Yukino Shirai diperankan oleh Miho Shiraishi
Contoh bahwa dedikasi bisa membuat seseorang mendapat promosi jabatan, gadis yang semula diaudisi untuk menjadi pembawa acara ramalan cuaca ini ternyata mampu menunjukkan potensinya yang lain saat berhadapan dengan kamera. Gayanya yang polos dan mau belajar dari para senior membuat Yukino menjadi salah satu 'kembang' di bagian Pemberitaan, dan bukan tidak mungkin di kemudian hari nanti ia bakal menjadi salah satu pembaca berita paling terkenal di Jepang.
Kyoichiro Sakuragi diperankan oleh Kiyoshi Kodama
Figur teladan di tim Pemberitaan, pria setengah baya yang sebetulnya sudah layak pensiun ini dikenal memiliki ingatan cermat. Berbeda dengan wartawan lain, ia mampu menyampaikan pemberitaan secara detil tanpa menggunakan teks dengan analisis akurat. Di saat perusahaan menganggap dirinya sudah tidak diperlukan, Sakuragi tetap dengan profesional menjalankan tugasnya dan setiap kali hadir, mampu membuat wartawan lain terpesona hingga akhirnya ia bisa mempertahankan pekerjaan yang dicintai sejak dulu : menjadi pembaca berita.
Sinopsis episode The Beauty or The Beast :
| Episode 1 | Episode 4 | Episode 7 | Episode 10 |
| Episode 2 | Episode 5 | Episode 8 | Episode 11 |
| Episode 3 | Episode 6 | Episode 9 |