Okeh, temans, ini 'behind the scene'nya.
Maaf lama ...
... terkait sama ribetnya kerjaan kantor dan mesti nanya2 villam lagi berhubung rada2 lupa dulu awalnya somniterra ngapain dulu ...

ehm.

Langsung aja kalo gitu... prosesnya dibagi tiga ya...
Tahap pra-penulisan1. Kenali mitra (skill, gaya tulisan, pribadi, mimpi, motivasinya); kalau bisa sebelum kita memilih seseorang menjadi
mitra, kita sudah harus mengenalnya dengan baik. Ini sangat berguna pada saat sharing ide, karena
penyampaiannya akan lebih mudah kalau kita sudah mengenal karakter mitra kita.
2. Sepakati tema cerita yang akan dibuat.
3. Bagi ide-ide yang muncul; yang biasa ataupun yang liar, tampung semua. Kumpulkan, kemudian pilah, mana yang
akan digunakan dan mana yang akan dibuang.
4. Susun plot, karakter, dan sub-plot dari masing-masing karakter. Bahas sejak awal, jangan ditunda. Tentukan plot
utamanya dulu sedangkan detil-detilnya bisa ditambahin di belakang sambil jalan. Yang paling penting adalah plot
dan karakternya dulu, itu dipastikan, sesudah itu bisa langsung jalan. Sambil jalan bisa ditentukan setting yang
akan diambil—kalo ‘dunia fantasi’, buat dunianya sekalian lengkap dengan semua atributnya: karakter penduduk,
kultur, kondisi alam, tipe magic, dll. Tapi jangan sampai kelamaan di pembuatan setting, ya.
4. Buat komitmen, dan kesepakatan-kesepakatan. Apakah tujuan penulisannya serius (untuk penerbitan) atau iseng?
Bagaimana kalao proyek terhenti di tengah jalan—apa akan dilanjutkan oleh member yang tersedia/ bersedia, atau
harus berhenti sama sekali dan tidak boleh dipakai lagi oleh siapa pun juga? Bagaimana kalau terbit—urusan
royaltinya, misalnya?
5. Lakukan riset2 yang dibutuhkan, kalau perlu. Langkah ini bisa dilakukan sambil menulis, atau sebelumnya.
Tahap penulisan1. Buat urut-urutan adegan. Berbeda dengan novel solo, kerangka novel kolaborasi lebih baik ada sejak awal.
Tujuannya agar cerita tetap terfokus dan ada tujuan, mengingat yang mengerjakan proyek lebih dari satu kepala.
Tanpa range dan batasan-batasan, cerita akan melebar tak terkendali.
2. Bagi tugas. Siapa mengerjakan scene yang mana, atau bagi per karakter lebih bagus. Sesuaikan dengan
kemampuan member kolab, karena tidak semua karakter bisa ‘dimainkan’ semua orang dengan hasil yang persis
sama.
3. Tulis.
4. Kirim adegan yang sudah selesai, untuk mendapat masukan-masukan. Di sini pertukaran ide terjadi lagi, dan
usahakan scene ‘fix’ sebelum meneruskan menulis. Kalau ditunda akan tertumpuk di belakang dan lebih merepotkan.
5. Perbaiki.
6. Dan seterusnya, sampai novel selesai.
Tahap pasca-penulisan1. Editing. Pada proses ini barulah ‘pemolesan’ novel dilakukan: buang yang tidak perlu, persingkat kalimat yang tidak
efektif dan gunakan tanda baca yang tepat. Jangan berpikiran ini akan diperbaiki editor kelak—lakukan pengeditan
sendiri. Pengeditan yang dilakukan editor akan punya sudut pandang berbeda sehubungan dengan tugas dan
wewenangnya.
2. Novel selesai. (horeeee!!)
Hal-hal lain yang patut diperhatikan adalah bagaimana berkomunikasi, membagi ide dan memberi masukan yang baik. Yang terpenting dari sebuah kolaborasi adalah saling toleransi satu sama lain, kompromikan keinginan tanpa harus ngotot pada ego masing-masing

. Satu hal lagi, pastikan semua member menikmati prosesnya.
Good luck.

PS:
Pesan ini akan hancur secara otomatis setelah sepuluh menit

heuheuheu
