
Cast : Jajang C Noer, Titi Sjuman, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek Depp, Mario Lawalata, Indra Herlambang, Ayu Dewi
Skenario : Djaenar Maesa Ayu, Indra Herlambang
Penulis Djenar Maesa Ayu mencoba peruntungan jadi seorang sutradara, dengan menggarap sebuah film layar lebar dari novelnya sendiri, Mereka Bilang, Saya Monyet.
Di sela-sela penggarapan film, Rabu (26/9), di Jakarta, Djenar menyatakan bahwa proses cikal bakal karya tulisnya itu diangkat ke layar lebar terbilang biasa-biasa saja. "Dari ingin menulis cerpen (cerita pendek), ingin menulis skrip, akhirnya bisa menulis novel. Itu adalah tahapan-tahapan atau bagian dari proses saja," ujar Djenar kepada Gatra.com.
"(Film) Ini tidak dengan satu tendensi, jika nantinya saya ingin jadi filmmaker. Ini hanya proses," tambah ibu dua anak ini.
Pada September 2002, Djenar meluncurkan Mereka Bilang, Saya Monyet, yang merupakan kumpulan cerpen terbitan Gramedia Pustaka Utama. Buku ini memuat 11 cerpen, yang ditulis Djenar pada 2001-2002.
Namun, butuh sekian tahun bagi Djenar untuk memutuskan membawa karya tulisnya itu ke layar lebar. Itu pun, kata Djenar, mustahil terjadi jika tak ada dorongan dari Indra Herlambang, yang dijadikan tandem-nya dalam menulis skenario film ini.
Menurut Djenar, dipilihnya Mereka Bilang, Saya Monyet, juga didasari dengan jumlah penjualan buku yang dikenal tanpa sungkan memakai bahasa yang benar-benar keluar dari aturan baku sastra yang cenderung romantik. Kendati demikian, Djenar mengaku masih ada salah satu bukunya yang sebenarnya lebih laku di pasaran ketimbang Mereka Bilang, Saya Monyet.
"Karena saya nulis cerpen, dan saya adalah orang yang sangat setia sama sejarah, jadi saya berupaya ada benang merah antara keduanya itu," ujar Djenar, tentang alasan diangkat karya tulisnya itu ke layar lebar.
Mereka Bilang, Saya Monyet, sempat masuk nominasi 10 besar "Buku Sastra Terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003". Selain itu, dua karya Djenar lainnya, Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) dan Nayla, juga sempat masuk dalam nominasi penghargaan yang sama pada tahun 2004 dan 2005.
Wanita kelahiran 14 Januari 1973 yang tela menerbitkan tiga buku kumpulan cerpen ini, juga pernah menyabet "Penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2003", lewat cerpen Waktu Nayla. Sementara cerpen Menyusu Ayah, terpilih sebagai "Cerpen Terbaik Jurnal Perempuan 2002".
Putri almarhum Syuman Djaya dan Tutie Kirana juga menyatakan, apa yang pernah ditulisnya di buku tidak bakal terakomodasi dalam film yang menjadi debutnya menjadi sutradara itu. Ada beberapa hal kecil yang secara mudah dapat dituliskan, kata Djenar, seperti cara berpakaian atau cara berjalan, namun belum tentu dapat tervisualisasi di layar lebar.
Sementara untuk para pemain, Djenar menggabungkan sejumlah aktor dan pemain film dari dua generasi yang berbeda, seperti Jajang C Noer, Ray Sahetapy, dan Henidar Amroe, hingga Titi Syuman dan Mario Lawalata. Titi, dipercaya menjadi pemeran utama di film ini sebagai Adjeng, sementara Henidar memainkan tokoh ibu dari Adjeng.
Kendati telah memiliki `jam terbang` dalam karya tulis, kiprah Djenar di dunia layar lebar terbilang masih sangat minim. Dalam siaran pers yang dirilis dari Intimasi Production --rumah produksi film ini-- Djenar pernah bermain dalam film arahan sutradara Richard Oh, Koper. Debutnya sebagai pemain film kala itu mampu memboyongnya ke nominasi "Aktris Pendatang Baru Terbaik dan "Aktris Pendatang Baru Terfavorit" versi Indonesian Movie Award.
Film keduanya adalah Pemahat Borobudur, yang digarap oleh sutradara Arswendo Atmowiloto.
Menurut rencana, Mereka Bilang, Saya Monyet mulai syuting pada 3 Oktober mendatang dengan target rilis pada 27 Desember 2007. Akan tetapi, lantaran bujet yang minim, kata Djenar, film ini akan tayang perdana di satu bioskop saja