;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Enam Upacara Adat untuk Merayakan Kelahiran Bayi Masyarakat Jawa  (Read 256 times)

kingsaladin05

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5
Enam Upacara Adat untuk Merayakan Kelahiran Bayi Masyarakat Jawa
« on: September 22, 2017, 07:52:46 am »


Dalam menyambut kelahiran bayi orang jawa memiliki berbagai upacara khusus yang sering dilaksanakan. Berbagai upacara ini memiliki tujuan sebagai penggambaran rasa kebahagian kepada hadiah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa anak yang menjadi harapan setiap keluarga.

Selain sebagai satu bentuk rasa syukur, bermacam upacara yang sesuai dengan kebiasaan jawa untuk menyambut kelahiran bayi umumnya juga diadakan sebagai salah satu bentuk doa supaya si jabang bayi dan keluarganya tetap diberi kesehatan, keselamatan dan kemakmuran oleh Yang Kuasa.

Berikut ini sejumlah upacara adat jawa yang ditunaikan ketika kelahiran bayi, yaitu:

1. Mengubur Ari-ari

Ari-ari menurut ilmu medis merupakan sebuah organ yang berguna untuk menyalurkan beraneka nutrisi dan oksigen dari ibu menuju janin yang terdapat di perut. Melalui ari-ari termasuk zat-zat antibodi, beragam hormon dan gizi diedarkan agar janin dapat tumbuh dan berkembang jadi bayi.

Untuk orang jawa ari-ari punya “jasa” yang cukup besar sebagai batur bayi (teman bayi) sejak dalam kandungan. Oleh karena itu semenjak kegunaan utama ari-ari selesai saat bayi lahir, organ ini bakal selalu dirawat dan dikubur sedemikian rupa supaya tidak dicerna binatang maupun membusuk di tempat sampah. Tradisi mendhem ari-ari ini biasanya dikerjakan oleh sang ayah, ditaruh di dekat pintu utama tempat tinggal, dibuatkan pagar bambu dan penerangan yang berupa lampu minyak dalam kurun 35 hari (selapan).

2. Upacara Brokohan

Brokohan merupakan sabuah upacara kebiasaan jawa untuk menyambut kelahiran bayi yang dikerjakan satu hari sesudah bayi lahir. Kata Brokohan sendiri diambil dari kata barokah-an, yang artinya mengaharap berkah dan keselamatan terhadap kelahiran bayi.

Dalam acara ini biasanya para tetangga disekitar rumah dan sanak saudara akan bertamu berkumpul sebagai bukti turut bahagia atas kelahiran bayi yang dapat terjadi dengan lancar. Tak sedikit tetantangga-tetangga yang memberi bermacam-maam oleh-oleh seperti perlengkapan bayi dan makanan buat keluarga yang melahirkan.

3. Perayaan Sepasaran

Sepasaran menjadi sebuah upacara adat jawa yang dijalankan setelah lima hari sejak kelahiran bayi. Dalam acara tersebut pihak keluarga mengajak tetangga dekat beserta keluarga besar untuk ikut mendoakan atas bayi yang telah dilahirkan. Acara sepasaran secara sederhana umumnya dilakukan dengan kenduri, bagi yang mempunyai harta yang lebih biasanya melakukannya layaknya orang yang memiliki hajat (mantu). Adapun inti dari acara sepasaran ini ialah upacara selamatan sekalian memberitakan nama bayi yang telah lahir.

4. Upacara Puputan

Upacara puputan ditunaikan ketika tali pusar yang menempel pada perut bayi sudah putus. Pelaksanaan upacara ini umumnya berupa kenduri memohon terhadap Tuhan YME supaya si anak yang sudah puput puser tetap diberkahi, diberi keselamatan dan kesehatan. Orang tua jaman pernah melakukan upacara puputan dengan menyediakan sharing macam sesaji, namun masyarakat jawa moderen kebanyakan acara puputan dibuat seiring dengan upacara sepasaran ataupun selapanan, perihal ini tergantung kapan tali pusar putus dari pusar bayi.

5. Aqiqah

Penggabungan dua budaya Jawa dan Islam amat terlihat dalam upacara Aqiqah. Perayaan yang dikerjakan sesudah melewati kurun tujuh hari pasca kelahiran bayi ini kebanyakan dikerjakan bersama penyembelihan binatang kurban yang berupa domba. Kalau anak yang dilahirkan cowok umumnya memotong dua ekor kambing, dan sekiranya anak yang lahir adalah perempuan maka bakal menyembelih 1 ekor kambing. Supaya lebih mudah saat ini orang-orang mampu melihat informasi mengenai harga aqiqah surabaya secara online.

6. Upacara Selapanan

Selapanan dikerjakan 35 hari (selapan) sehabis kelahiran bayi. Perayaan selapanan ini dilangsungkan dengan urutan Perayaan tasyakuran weton (kenduri hari kelahiran), pemotongan rambut bayi sampai botak dan pemotongan kuku bayi. Pemotongan rambut serta kuku ini bertujuan untuk merawat kesejahteraan bayi supaya kulit kepala dan tangan bayi senantiasa bersih. Sedangkan hajatan selapanan dimaksudkan sebagai rasa syukur terhadap kelahiran bayi, sekaligus doa sehingga nantinya si jabang bayi senantiasa diberi kesehatan, lekas dewasa, dan beraneka doa kebaikan yang lain.
Logged

sehatd

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5
Re: Enam Upacara Adat untuk Merayakan Kelahiran Bayi Masyarakat Jawa
« Reply #1 on: November 24, 2017, 09:15:34 am »

itu bukanlah lagi tradisi jadi wajib bagi orang jawa melakukan itu semua
Pages: [1]   Go Up