;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Inilah Alasan Kenapa Jepang Punya Tiga Sistem Penulisan  (Read 264 times)

qadim.des85

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5
Inilah Alasan Kenapa Jepang Punya Tiga Sistem Penulisan
« on: September 29, 2017, 11:01:12 am »



Gambaran Umum
Kanji merupakan sistem paling tua yang menggunakan karakter berbasis gambar dari Tiongkok. Kanji menggunakan logogram yang merupakan karakter yang mewakili keseluruhan kata. Sedang Hiragana dan Katakana adalah sistem yang asli dari Jepang dan mewakili suara suku kata yang disebut kana. Tiga sistem penulisan ini masih digunakan sampai sekarang, bahkan dalam satu kalimat yang sama misalnya menulis " kata kata bijak cinta untuk kekasih terhebat". Hal ini terkadang membuat bingung orang yang belum terbiasa dengan pola ini.

Kanji
Kanji adalah sistem penulisan pertama yang digunakan di Jepang. Sistem ini diperkenalkan pada abad ke-4 atau ke-5 melalui semenanjung Korea pada saat Jepang memiliki bahasa lisannya sendiri, namun tidak ada sistem penulisan untuk menggunakannya.
Orang Jepang menggunakan simbol Kanji yang terkait dengan kata tertentu dalam bahasa Mandarin dan mencocokkannya dengan kata yang sama dalam bahasa mereka sendiri. Namun, pengucapan Mandarin juga mulai digunakan di Jepang dari waktu ke waktu, mungkin karena berinteraksi dengan orang-orang berbahasa Mandarin pada saat berdagang. Akibatnya, hari ini, Kanji bisa dibaca dengan dua cara yaitu cara Tiongkok (on-yomi) dan cara Jepang  (kun-yomi).
Salah satu contoh yang paling sering digunakan adalah kata  'gunung'. Dalam bahasa Jepang, yama adalah gunung. Jadi orang mengambil simbol Tiongkok untuk sebuah gunung (山) dan berkata, "Ini berarti yama".
Namun, pengucapan Mandarin untuk gunung adalah 'san', yang juga mulai digunakan di Jepang dan keduanya masih digunakan sampai sekarang. Itulah sebabnya beberapa orang di luar Jepang secara keliru menyebut Situs Warisan Dunia UNESCO Gunung Fuji sebagai 'Fuji-yama' padahal sebenarnya, itu adalah 'Fuji-san'.
Dan bila anda tertarik nama bayi perempuan modern dari jepang mungkin Assyami yang memiliki arti Keindahan pagi (Asami) atau Kyoya dengan atrtik tak kalah cantik yakni generasi yang bertambah, cantik (Kayo)

Hiragana
Jadi, setelah Jepang akhirnya memiliki sistem penulisan yang mengikuti bahasa lisannya sendiri, mengapa masih perlu yang lain? Nah, seperti yang diketahui setiap orang yang belajar bahasa Jepang, menyadari bahwa mempelajari Kanji itu sulit. Secara historis, hanya pria yang diizinkan untuk dididik dalam membaca dan menulis Kanji.
Sehingga wanita dari istana Heian (Kyoto modern) menciptakan Hiragana sekitar abad ke-8 sebagai alternatif yang lebih sederhana. Seiring waktu, pria juga menyadari bahwa Hiragana, yang didasarkan pada suara daripada gambar kata, lebih mudah dibaca dan ditulis daripada Kanji. Lalu mereka juga mulai menggunakan Hiragana dalam tulisan mereka sehari-hari.
Sebagai referensi nama bayi laki laki modern yang keren dari Jepang mungkin 2 nama berikut ini cukup menarik Akemi dengan arti Senja hari dan satu lagi Haruo yang memiliki arti musim semi manusia.

Katakana
Seperti Hiragana, sistem penulisan ketiga Jepang, Katakana, adalah alfabet asli yang juga berdasarkan suara. Tapi mengapa Jepang membutuhkan sistem penulisan yang lain? Alasannya kembali lagi ke fakta bahwa membaca Kanji itu sulit dan tidak hanya untuk pria dan wanita non-Jepang saja. Para pria di Jepang diharuskan menggunakan Kanji untuk menulis formal, seperti dokumen resmi dan notasi di perbatasan untuk membantu mereka mengingat bagaimana membaca kata-kata tertentu. Karakter Katakana ini adalah versi simbol Kanji yang disederhanakan  dan diucapkan dengan cara yang sama. Seiring waktu karakter ini distandarisasi menjadi alfabet. Sementara Katakana dimulai sebagai pendamping Kanji Tiongkok, akhirnya Katakana digunakan untuk menulis kata-kata asing dari bahasa apapun.
Logged
Pages: [1]   Go Up