;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Pelarangan cadar di Belgia dan Perancis  (Read 629 times)

sate_ayam

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1.747
  • kyk kodok
Pelarangan cadar di Belgia dan Perancis
« on: May 11, 2010, 10:09:28 am »

Belgia Larang Pemakaian Cadar

Seorang Wanita Mengenakan Cadar di Paris (Yahoo! News/AP Photo/Thibault Camus)Brussels, 30 April 2010 09:08
Majelis rendah parlemen Belgia, Kamis (29/4), menyetujui rancangan Undang-Undang untuk melarang mengenakan cadar di depan umum, tindakan yang dapat menjadikan Belgia negara Eropa pertama yang akan melakukannya.

Rancangan Undang-Undang itu, disampaikan sebagai langkah keamanan oleh para pendukungnya, didukung dengan suara amat besar, 136 anggota parlemen. Hanya dua yang abstain.

Rancangan tersebut, yang akan melarang semua pakaian yang menutup atau sebagian wajah, dapat menjadi Undang-Undang dalam beberapa bulan yang akan datang ketika majelis tinggi, atau senat, tidak merintanginya.

Bagaimanapun, runtuhnya pemerintah koalisi Belgia pekan lalu dan prospek pemilihan tak lama lagi dapat menyebabkan penangguhannya karena parlemen akan dibubarkan.

Prancis, yang memiliki penduduk Muslim terbesar di Eropa, juga sedang menantikan larangan mengenakan burka di depan umum, dengan pemerintah merencanakan untuk menguji Rancangan Undang-Undang-nya pada Mei 2010. Rancangan Undang-Undang itu juga dapat menjadi Undang-Undang dalam beberapa bulan.

Kelompok liberal yang berbicara dalam bahasa Prancis di Belgia, yang mengusulkan Undang-Undang cadar, berdalih bahwa ketidakmampuan untuk mengenali orang yang menyembunyikan wajah mereka menimbulkan resiko keamanan dan bahwa burka merupakan "penjara berjalan" bagi wanita.
Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengecam persetujuan itu, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal itu melanggar hak kebebasan berekspresi dan beragama serta menentukan preseden yang berbahaya.

Mengenakan tutup wajah, dikenal sebagai niqab, dan pakaian luar panjang yang menutup tubuh, atau burka, yang dikenakan secara luas di Afghanistan, dapat menimbulkan denda 15-25 euro (sekitar 20-23 dolar AS) serta hukuman penjara hingga tujuh hari.

Para politisi di Eropa telah berusaha untuk melarang cadar guna meredakan kekhawtiran masyarakat akan pertumbuhan militansi Islam.

Pemimpin penganjur rancangan Undang-Undang itu, Daniel Bacquelaine, mengatakan walikota setempat dapat menangguhkan larangan itu pada saat perayaan seperti festival, ketika orang mengenakan konstum tradisional termasuk topeng.

Undang-Undang itu dapat juga digunakan secara potensial terhadap demonstran yang menutup wajahnya. Amnesty International mendesak Senat Belgia untuk mengusahakan peninjauan dewan negaranya terhadap keabsahan tindakan tersebut. [EL, Ant]
================================================
Ancaman Video Larangan Cadar Diselidiki

Brussels, 7 Mei 2010 06:26
Pihak berwenang Belgia menganalisa video yang berisi ancaman untuk menyerang negara itu dan negara Eropa lain jika mereka memberlakukan larangan terhadap cadar seluruh muka, menurut pejabat pemerintah, Kamis (6/5).

Majelis bawah parlemen Belgia menyetujui sebuah rancangan Undang-Undang pekan lalu yang akan memberlakukan larangan tersebut namun tampaknya tidak akan segera disahkan menjadi sebuah peraturan segara karena pemerintah lumpuh dan parlemen dijadwalkan untuk dibubarkan. Prancis juga mempertimbangkan larangan yang sama.

Sebuah kalimat yang tertulis dalam bahasa Inggris pada sebuah video yang ditayangkan di internet mengatakan, "jika Anda melarang burqa, hijab, atau cadar, maka Anda akan melihat sebuah siatuasi yang sangat berbahaya di negara anda."

Video itu menunjukkan seorang wanita bercadar, beberapa diantaranya bersenjata, pria bersenjata dan anak-anak membawa senjata dan amunisi.

Mereka tidak menunjukkan identitasnya.

Mengenakan burqa, hijab, atau cadar, adalah hak setiap waniat muslim dan pemerintah akan membayar untuk keputusan mereka melarang cadar, menurut video itu.

Seorang juru bicara pusat krisis pemerintah, yang menangani ancaman keamanan, mengatakan bahwa mereka telah memberikan informasi kepada badan anti teror Belgia mengenai ancaman potensial itu. "Mereka menganalisa dan kemudian dapat memutuskan upaya yang harus dilakukan," kata juru bicara itu.

Prancis, rumah bagi minoritas muslim terbesar di eropa, berencana untuk menyelenggarakan debat terkait rancangan Undang-Undang dari pertengahan Mei dan melarang seluruh wajah bercadar di tempat-tempat umum dalam beberapa bulan mendatang.

Cadar seluruh wajah sangat jarang di Eropa, namun jumlah wanita yang mengenakannya meningkat. Tidak ada data pasti tentang jumlah pastinya namun perkiraan totalnya sekitar 2 ribu di Prancis dan beberapa ratus di Belgia. [EL, Ant]
Logged
Shawn Spencer: Though not as ridiculous as Denise Richards playing a nuclear
physicist named Christmas Jones in a Bond movie. But still!  ;D
http://natanedan.tumblr.com/  http://natanedan.wordpress.com/

sate_ayam

  • Chingu
  • **
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 1.747
  • kyk kodok
Re: Pelarangan cadar di Belgia dan Perancis
« Reply #1 on: May 11, 2010, 10:10:12 am »

    
Pengemudi Didenda Karena Cadar

Paris, 24 April 2010 09:46
Seorang perempuan Prancis berusia 31 tahun didenda karena memakai niqab sewaktu mengemudi, tanda lebih lanjut mengenai upaya Prancis untuk menindas dikenakannya cadar, yang dikatakan Presiden Nicolas Sarkozy, "merendahkan diri" perempuan.

Perempuan yang tak disebutkan jatidirinya itu mengatakan kepada stasiun televisi LCI, Jum`at (23/4), polisi menghentikannya pada April 2010, sewaktu dirinya sedang mengemudikan kendaraan di kota Nantes.

Perempuan tersebut mengenakan memakai niqab hitam, yang menutup wajahnya tapi tak menutup kedua matanya. Polisi menjatuhkan denda 22 euro (29 dolar AS) dan mengatakan, pakaiannya menimbulkan "resiko keselamatan" bagi kegiatannya mengemudi. "Mata saya tidak tertutup. Saya dapat melihat seperti anda dan daya pandang saya tidak terganggu," kata perempuan tersebut, yang tak menyebutkan namanya.
Wanita itu mengatakan akan mengajukan banding atas putusan itu.

Peristiwa tersebut sekarang telah sampai ke tingkat menteri.

Pada Jum`at (23/4), Menteri Dalam Negeri Prancis meminta Menteri Imigrasi untuk meneliti kemungkinan mencabut kewarganegaraan suami pengemudi itu karena keterangan yang dimilikinya memperlihatkan, pria tersebut merupakan orang yang memiliki empat istri dengan 12 anak.

"Masing-masing dari perempuan ini memperoleh keuntungan dari tunjangan orangtua tunggal dan masing-masing memakai penutup tubuh dari kepala sampai kaki," kata Menteri Dalam Negeri Brice Hortefeux di dalam surat yang salinannya dilihat oleh Reuters. Hortefeux juga telah meminta pemerintah lokal untuk meneliti kemungkinan penipuan tunjangan.

"Saya akan menghargainya, kalau semua faktor ini terbukti benar, jika anda dapat mengkaji apakah orang ini dapat dilucuti kewarganegaraan Prancisnya," kata Hortefeux kepada Menteri Imigrasi √Čric Besson.

Menurut suami perempuan tersebut, suaminya --kelahiran Aljazair-- memperoleh kewarganegaraan Prancis pada tahun 1999.

Kontroversi tersebut muncul hanya dua hari setelah Sarkozy mendukung larangan ketat perempuan memakai pakaian tertutup, yang di Prancis disebut sebagai burqa, di tempat umum. Larangan itu menghindari usul yang lebih moderat yang dipusatkan pada pembatasan di lembaga negara seperti sekolah dan balai kota.

Jajak pendapat memperlihatkan meskipun kebanyakan pemberi suara Prancis mendukung larangan, para ahli hukum telah memperingatkan itu dapat melanggar Undang-Undang Dasar negara tersebut.

Pengadilan tertinggi Prancis telah memperingatkan pemerintah, larangan total dapat berimplikasi pada pelanggaran hukum. [EL, Ant]
Logged
Shawn Spencer: Though not as ridiculous as Denise Richards playing a nuclear
physicist named Christmas Jones in a Bond movie. But still!  ;D
http://natanedan.tumblr.com/  http://natanedan.wordpress.com/
Pages: [1]   Go Up