;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1]   Go Down

Author Topic: [Novel] Mr. Rutchford  (Read 1549 times)

j_rue

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 436
  • Live at your best n' hope for the best ^^
[Novel] Mr. Rutchford
« on: June 18, 2012, 02:02:53 pm »

Halo smua  :) tret ini sepi y hiks, pgn ngepost cerita
Judul: Mr. Rutchford Author: sy sndiri donk j_rue  :)
Genre: drama, bs dbilang mystery, fantasy jg nantiny, Rating: T

Sbenerny dlu prnah ngepost crita jdulny Di Kafe, tpi blm ada yg repiu hiks, mngkn krn formatny gtu kali yak script, mna disingkat2 lge  [hammer], pgen benerin lagi yg Di Kafe nanti ah  [biggrin]

Yg ini ga dsingkat2 kok, tp aku agak ga ykn nih formatny, spertiny emang bkal pnjang jd novel y kalo gtu  [question]
Mohon bimbinganny smua, mgenai gaya pnulisan ato yg lain soalny ckup ga pde gw ama tulisan sndiri he2  :D tp gw emang hobi bgt nulis karyaku sndiri ckup bnyk lho, kbanyakan romance rmaja he2 dn blum selesai smua  [worried], aku jg nulis di fanfiction.net kalo mao liat slakan accountny CielEverlasting, promo  ;D pgn bkin blog jg, tp au kpan  [biggrin]  ya udh lngs aja y  ;)



Mr. Rutchford

Nama gadis itu Saki, dia akan mulai bekerja di sebuah kediaman yang bisa dibilang mewah, desas desusnya milik seorang bangsawan. Bekerja sebagai pelayan. Pekerjaan yang tidak bisa dibanggakan, tapi ini sebuah awal bagi Saki, karena dia juga mempunyai bekal pendidikan yang tak cukup tinggi. Tawaran bekerja di rumah itu datang begitu saja, dia memang melamar ke biro jasa pelayan, jadi ya dia memang sudah berniat menjadi seorang pelayan.   

Saki POV
Memulai hidup baru dan meninggalkan hidup yang lama tidak semudah membalik telapak tangan. Aku coba menatap ke depan, ketika tawaran itu datang, tentu saja langsung kuambil. Aku cukup penasaran dengan tempat bekerjaku nantinya, dan bagaimana majikanku. Katanya rumahnya cukup besar...

Saki diantar oleh mobil yang dikirim dari rumah itu. Perjalanan cukup jauh dan berliku-liku. Kemudian menaiki bukit. Ternyata ada pemukiman di bukit itu, kota kecil, Saki melihat-lihat sekeliling. Naik lagi, akhirnya sampailah Saki di sebuah rumah yang memang sangat besar, dan suasana...kelam. Saki keluar dari  mobil.
“Kita sudah sampai...”, kata supir yang mengantar Saki. Saki keluar dan terpana dengan rumah itu.

Saki POV
Perjalanan yang berliku-liku fuuh, dan wow aku tak menyangka ternyata di bukit? Tunggu ada kota kecil di bukit hmm... lingkungannya cukup nyaman...sepertinya penduduknya juga ramah... Ternyata masih harus naik lagi...Aku benar-benar kaget ketika melihat lingkungan rumah tempatku bekerja...banyak pohon-pohon besar, jadi menutupi rumah itu, tapi atap rumah masih bisa terlihat. Kuinjakkan kakiku keluar dar mobil dan... rumahnya memang sangat besar tapi...kelam... dan... sangat misterius...

Saki langsung diajak masuk dan menemui salah satu pelayan yang bekerja di situ, pelayan senior. “Selamat datang di rumah ini, kami sudah menanti anda, nona Saki...”
“I iya”, Saki membungkuk, “senang berkenalan dengan anda”
“Hmm”, pelayan itu tersenyum dan memandang Saki dari atas ke bawah, “baiklah mari ikuti saya...”
“Ba baik”, Saki tampak masih canggung. Dia masuk lebih dalam di rumah itu, eksterior rumah itu sungguhlah mewah, luas, tapi rumah itu begitu gelap... Saki seperti diajak berkeliling rumah karena cukup lama, mungkin agar Saki lebih tahu tentang ruangan-ruangannya.

Saki POV
Langsung diajak masuk, dan aku benar-benar penasaran bagaimana dalamnya... Eh apa ini...gelap...? Hanya satu gorden yang dibuka, jendelanya juga besar... ada yang menghampiriku... seorang wanita... sepertinya dia pelayan senior...Aku benar-benar gugup, dia memandangiku...tak lama mengajakku untuk mengikutinya. Aku tentu melihat-lihat, di hall pertama dekat pintu masuk ada tangga besar menuju ke atas, ada lukisan-lukisan, vas-vas dan benda-benda antik, pasti semuanya mahal... Tapi sebenarnya aku mau diajak ke mana? Ruangan rumah ini banyak sekali, cukup lama aku berjalan. Pelayan itu berhenti di sebuah pintu...

End of POV

Pelayan senior membukakan pintu untuk Saki, di dalamnya ada pelayan-pelayan lain.”Yak semuanya ini pelayan baru Saki, saya memanggilmu Saki saja ya, tidak pakai nona lagi?”
“I iya tentu”, Saki langsung menjawab. “Ke kenalkan semuanya saya Saki”, membungkuk, “mohon bimbingannya.”
 “Wah masih muda ya...”
“Cukup manis hi hi”
Semua pelayan berbisik, jumlah mereka sekitar belasan orang. “Nak Saki, kamu bisa dibilang pelayan paling muda di sini, kamu patut berbangga ha ha”, kata pelayan senior yang mendampingi Saki.
“Benarkah?”, Saki melihat-lihat pelayan yang lain, dan ternyata benar, semuanya cukup tua, sudah bapak-bapak dan ibu-ibu.
“Iya aku sendiri juga bingung, bukannya Mr. Rutchford lebih memilih pelayan yang lebih dewasa untuk bekerja di sini, ini pertama kalinya kan...”, kata seorang pelayan.
“Iya, iya”, pelayan lain menimpali.
“Mr. Rutchford..?”, tanya Saki bingung.
“Ah iya, Saki, tuan Rutchford, kami biasanya memanggil Mr. Rutchford, beliau sendiri yang minta dipanggil begitu sih... beliau pemilik rumah ini, dia yang mempekerjakanmu di sini, atas izinnya.”, kata pelayan senior.
“Ooh...Apa dia orang asing...?”
“Oh bukan, dia orang Jepang, itu nama... yang dipakainya sebagai seorang penulis”
“Mr. Rutchford penulis yang cukup terkenal”, kata pelayan lain.
“Cukup terkenal katamu? Dia memang terkenal!, Saki lewat kota kecil tadi kan, namanya kota Glocks, di kota itu, di toko bukunya banyak menjual karya-karya Mr. Rutchford”, pelayan yang satunya lagi berbicara.
Saki mendengarkan dengan seksama, jadi majikanku seorang penulis terkenal... tap kok aku tak pernah mendengar namanya..., kata Saki dalam hati.
“Tapi sayang ya... beliau tidak pernah keluar kamar... jarang...”
“Dia tidak pernah keluar...? Kenapa?”, tanya Saki lagi.
“Entahlah... kami juga tidak tahu alasan pastinya apa...”
“Semuanya kurasa cukup obrolannya... Mr. Rutchford punya alasan sendiri jarang keluar kamar... jangan mengira yang tidak-tidak...”, pelayan senior tidak mau pembicaraannya semakin panjang. “Nah Saki, sekarang kuantar kau ke kamarmu ya.”
“Baik, permisi semuanya...”

Saki diajak lagi menyusuri ruangan-ruangan, ke sebuah lorong yang ada tangga kecil, mereka naik ke atas, kemudian tiba di sebuah pintu di sudut ruangan. Pelayan senior membukakan pintunya.
“Nah ini kamarmu untuk seterusnya, langsung taruh bawaanmu di lemari itu”, dia menunjuk. Kamarnya tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil, tapi cukup berdebu. Ranjangnya cukup bagus. Ada satu sofa dan meja kecil di samping ranjang, dan lemari kecil. Kamar itu di lantai dua, Saki melihat jendela memandang ke bawah, ternyata ada kebun bunga di bawahnya persis.
“Ada kebun bunga rupanya... bunga mawarkah?”, memperhatikan bunga-bunganya.
“Begitulah...kalau begitu saya tinggal kau di sini, kau bisa beristirahat dulu, permisi...”
“Tunggu... saya penasaran...tadi katanya tidak mungkin Mr. Rutchford mempekerjakan pelayan muda... kalau begitu kenapa saya bisa...”
“...Saya juga tidak tahu pastinya... tapi memangnya kenapa... kau sudah mulai tidak betah?”
“Bu bukan begitu... hanya ingin tahu saja...”
“...baiklah... saya permisi...”, pelayan senior menutup pintunya dan pergi.
Saki menghela napas, dia langsung tiduran di tempat tidur, dia memang cape, sekaligus bingung kenapa dia bisa diterima bekerja di situ. Dia penasaran sekali dengan majikannya yang jarang keluar kamar, kenapa sampai sebegitunya...misterius sekali dia...

To be continued...



udh segitu dlu, biar thu responnya gmana, sbenerny blm pede bnyk2 he2, thanks b4  :)
« Last Edit: June 18, 2012, 03:28:06 pm by j_rue »
Logged
Check out my story, Here ;)

LanMei

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 6.184
  • ah...makin gila ~(゚ー゚~)(~゚ー゚)~
Re: [Novel] Mr. Rutchford
« Reply #1 on: September 25, 2012, 12:20:34 pm »

hmm...
waktu denger nama mr rutchford, jadi inget komik lama...
prolognya udah bagus...cuman gw udah bisa nebak nih bakal kemana ceritanya...
anyway, tetep nulis ya...lebih banyak twist lebih bagus...

j_rue

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 436
  • Live at your best n' hope for the best ^^
Re: [Novel] Mr. Rutchford
« Reply #2 on: September 25, 2012, 03:08:26 pm »

yee ada yg repiu, emang kmana arah critana? romance  iy sh, tp o tdk bs lngsng romance, ada fantasyny jg lho ntar mao diupoad lgi, yg pda suka Jepun, bca nich   ;)
Logged
Check out my story, Here ;)

j_rue

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 436
  • Live at your best n' hope for the best ^^
Re: [Novel] Mr. Rutchford
« Reply #3 on: September 26, 2012, 01:34:00 pm »

Hari pertama Saki tiba di rumah itu, Saki tidak langsung bekerja, dia diperbolehkan untuk mengetahui ruangan-ruangan apa saja dan letaknya di rumah itu, tentunya didampingi pelayan lain. Semacam tur jadinya Hanya ruangan-ruangan inti saja, seperti ruang tamu, ruang makan, dapur, perpustakaan, ruang para pelayan biasanya berkumpul, Saki sudah tahu ruangannya. Pokoknya di mana Saki akan bekerja nantinya.
.
“Yak tadi ruangan-ruangan yang wajib kau tahu... dan di mana kau akan lebih menghabiskan waktumu, kau tentu tahu apa saja kiranya nanti pekerjaanmu kan?” tanya pelayan wanita.
“Iya,” Saki mengangguk, “pekerjaanku lebih difokuskan untuk menjamin barang-barang di ruangan-ruangan tadi tidak berdebu sedikit pun, begitu kan?” Saki tersenyum.
“Tepat sekali,” tersenyum juga.
“Oh ya aku belum tahu namamu?”
“Kau panggil aku saja Ohime san oke”
“Ok Ohime san” Saki tersenyum lagi. “Emm ngomong-ngomong kamar...Mr. Rutchford itu...dimana...?”
“Ha? Oh iya kau kan perlu tahu juga, ya sudah ikuti aku”, Ohime san mengajak Saki naik tangga di hall depan, kemudian menyusuri koridor. Eksterior di sekitar situ juga mewah, tapi cukup gelap. Lalu ada pintu, double door tepatnya. “Nah ini kamarnya.”
.
“Oh ini ya?”
“Ssst... jangan terlalu kencang... Mr. Rutchford tidak suka kalau ada orang di depan kamarnya...”, Ohime san setengah berbisik.
“Oh maaf... berarti dia ada di kamarnya...?”, Saki jadi berbisik juga.
“Tentu saja...dia kan selalu di kamar. Sudah kan, ayo kita pergi”
“I iya”, Saki balik dengan Ohime san, dia menengok memandang lagi kamar itu. Di koridor, “Ohime san pernah bertemu dengan Mr. Rutchford...?”, Saki bertanya.
“Emm... semua pelayan pernah bertemu dengannya...dia suka minta untuk bertemu semua pelayan saat makan malam... tidak setiap makan malam sih... terakhir kali makan malam dua minggu yang lalu...ya...” Ohime san sambil mikir-mikir.
“Dia makan malam bersama para pelayan? Satu meja?”
“Iya, kami rasa Mr. Rutchford punya sisi baik karena mau makan malam dengan kami semua tapi kami mengira itu karena dia kesepian, hanya para pelayan yang tinggal di rumah ini dengannya... tidak ada anggota keluarga lain...”
“... begitu rupanya... tidak ada keluarga...? Keluarganya sudah...?”
“Ya...Mr. Rutchford satu-satunya ahli waris keluarganya, keluarganya...mereka sudah meninggal...”
“...” Saki jadi merasa iba pada majikannya

Saki POV
Hari pertama, pengenalan ruang-ruang d imana aku akan melakukan tugasku, bersih-bersih yang terutama, memastikan tidak ada debu sedikitpun. Ohime san yang memanduku mengelilingi rumah, dia baik. Tapi saat kutanya di mana kamar majikan Mr. Rutchford, air mukanya berubah, tapi dia tetap menunjukkan di mana kamarnya. Kamar dengan double door, entah kenapa, ada aura misterius dari kamar itu, atau itu cuma perasaanku saja... Terlebih lagi Ohime san memintaku jangan berbicara terlalu kencang, kami pun jadi seperti bisik-bisik. Dia tidak suka kalau ada orang di depan kamarnya, dia bisa tahu. Kabar yang mengejutkan bagiku adalah, ternyata Mr. Rutchford, keluarganya, mereka sudah meninggal semua, hanya dia sendiri, dan juga ahli waris satu-satunya...
.
“Ohime san...emm...bolehkah aku langsung bekerja saja?”
“Ooh tentu, lebih baik begitu”
“Di mana aku harus memulai?”
“Di ruang utama saja, bagaimana?”
“Ruang yang ada perapian dan kursi-kursi itu kan?”
“Ya, tepat sekali, silakan kau bersih-bersih, aku harus mengecek cucian dulu ya, sampai ketemu”
Saki ke ruang utama, ruang yang cukup besar. Dia sempat bingung mau mulai bersih-bersih yang mana, dia memutuskan untuk mengelap lemari dan perabotan-perabotan yang ada di situ. “Semuanya tampak mahal...” katanya sambil mengelap. “Dan banyak barang di rumah ini, bisa berjam-jam mengerjakannya...” Saat Saki sibuk mengelap, dia merasa diperhatikan dari belakang, dia langsung menoleh, “mungkin cuma perasaanku saja ya...” lanjut bersih-bersih lagi.
.
“Fuuh...” Saki sudah selesai bersih-bersih, dia lalu ke ruang pelayan.
“Wah, bagaimana Saki chan kerja pertamamu di rumah ini?” tanya satu pelayan senior, bapak-bapak.
“Yah, lumayan, aku berusaha sebaiknya. O ya mana Ohime san?”
“Sepertinya di dapur, membantu memasak” kata pelayan bapak-bapak.
“Oo, pekerjaan Ohime san banyak ya?”
“Begitulah, dia paling lama juga di sini”
“Iya, iya,” yang lain mengangguk-ngangguk.
“Sama dengan ketua pelayan, Ibara san,” pelayan bapak-bapak menambahi.
“Ibara san?”
“Yang pertama menyambutmu di rumah ini dan menunjukkan kamarmu, dia Ibara san”
“Ooh, dia tampaknya perfeksionis ya...?”
“Memang, sangking perfeksionisnya, malah terlihat kaku”
“Iya, iya,” yang lain mengangguk-ngangguk lagi.
“Kalau bapak, namanya siapa? Bapak juga sudah lama ya sepertinya,” ujar Saki
“Oh ha ha, yah lumayan lama, saya suka kok bekerja di sini, namaku Akida, Akida san saja he he”
“Akida san, baik”
Akida san mengenalkan lagi empat pelayan yang lain yang lagi di situ, Saki langsung mengingatnya. Tak lama Ohime san dan Ibara san masuk. “Oh Saki sudah selesai ya rupanya, bagus,” Ohime san langsung melihat Saki.
“Iya”
“Semuanya, aku ingin mengatakan sesuatu,” Ibara san berniat memberi tahu sesuatu, “malam ini, nanti, tuan Rutchford akan keluar untuk makan malam dengan kita,” Ibara san belum selesai ngomong.
“Hah benarkah? Wah sudah lama ya,” yang lain menimpali.
“Tenang dulu, yang jelas semuanya harus ikut makan malam dengannya, seperti biasa, ketika dia keluar, kita semua diminta duduk di meja makan bersamanya, tak ada yang tak boleh ikut. Paham?”
“Yaa!” semuanya merespons.
.
Di kamar Saki, “aku bisa ketemu Mr. Rutchford malam ini... aku sungguh penasaran bagaimana rupanya...” Saki mulai membayangkan bagaimana rupa Mr. Rutchford, apakah sudah tua, beruban, atau masih muda. Apakah ramah, baik, atau tidak, mengingat dia jarang keluar kamar, yang jelas Saki tak sabar.
Waktu makan malam sudsh tiba, semua pelayan di rumah itu diminta berkumpul di ruang makan, untuk makan malam bersama majikan mereka. Yang paling penasaran pastilah Saki.
.
.
Mr. Rutchford muncul ketika makan malam, tampilannya dia memakai jubah panjang, tinggi sekitar 2 m, berjanggut dan berkumis, memakai topi dan kacamata bulat hitam. Penampilan yang seperti diperkirakan Saki, sudah tua. “Kudengar ada pelayan baru disini, siapa, yang mana? Ucap Mr. Rutchford dengan suara yang cukup besar.
“I-iya saya! Saki langsung memperkenalkan diri sambil berdiri dan membungkuk, sa-saya Saki! Salam Mr. Rutch-Rutchford...!
“Hoo... kamu rupanya... baiklah duduk, sekarang kita semua makan.”
“Baik tuan Rutchford...!” kata semua pelayan, Saki pun menimpali dan mereka semua makan bersama.

brsmbung, ayo direpiu direpiu  ;)
Logged
Check out my story, Here ;)
Pages: [1]   Go Up