;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 10 11 12 13 [14]   Go Down

Author Topic: Mari Belajar Linguistik!  (Read 20411 times)

midorima

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 13535
  • Which of your Lord favour would you deny?
    • Colourless Green Ideas Sleep Furiously
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #130 on: July 27, 2011, 04:38:15 PM »

Prof Anton Moeliono terkenal dengan penelitian-penelitiannya tentang fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik bahasa Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan Linguistik historis. Linguistik historis mempelajari tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu bahasa dari masa ke masa.

Di salah satu artikelnya yang berjudul Contact-induced Language Change in Present-Day Indonesian, Prof Anton menjelaskan perubahan2 bahasa apa saja yang terjadi dalam bahasa Indonesia kontemporer (terutama yang dipengaruhi oleh kontak bahasa dengan bahasa lain seperti bahasa Inggris).

Perubahan bahasa yang jelas ada pada perubahan fonologis (bunyi). Dulu, sebelum terjadi kontak dengan bahasa lain, bahasa Indonesia/Malay tidak memiliki beberapa bunyi. Bunyi /f/ mungkin sudah ada sejak bahasa Indonesia meminjam banyak bunyi /f/ dari bahasa Arab. Akan tetapi, bahasa Indonesia tetap tidak memiliki perbedaan terlalu jelas antara bunyi /f/ dan /v/ seperti orang Inggris. Perubahan fonotaktik (susunan bunyi) juga terjadi dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya, bahasa Indonesia tidak mengenal kumpulan konsonan (lebih dari 1 konsonan) di akhir kata. Akan tetapi, seiring dengan banyaknya peminjaman dari bahasa Inggris dan bahasa Belanda ke bahasa Indonesia (contoh: dari bahasa belanda 'kans' dan kue 'tart' dari bahasa Inggris).

Selain itu, juga terjadi perubahan leksikal seperti penambahan sufiks2 yang dipinjam dari bahasa Inggris/Belanda seperti -isasi, -isme, -itas. Beberapa sufiks seperti -il (spt dlm kata formil) yg dipinjam dari bahasa Belanda pun diubah menjadi sufiks '-al' (seperti dlm kata formal) yang dipinjam dari bahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena sejak kemerdekaan bangsa kita, pemerintahan Orde Lama menghilangkan peraturan mempelajari dan menggunakan bahasa Belanda di sekolah2 dan instansi2 pemerintah dan diganti dengan bahasa Indonesia. Sementara itu, terjadi banyak kontak dengan bahasa Inggris sejak kemajuan IPTEK dan mode di dunia barat sejak tahun 1960an (perang dingin).

Perubahan sintaksis juga mulai terjadi pada bahasa tata bahasa Indonesia. Sebelumnya, bahasa Indonesia tidak punya bentuk kalimat dengan kata penghubung yang setara dengan 'for whom', 'in which' dsb dalam bahasa Inggris. Tapi belakangan ada tendensi penulis2 Indonesia mulai menggunakan tata bahasa yg mirip tata bahasa Inggris dalam tulisan mereka.

Contoh: Kota Jakarta, di mana penduduknya bertambah terus, menjadi kota yang padat.

Dalam kalimat tersebut, frase "di mana" diperlakukan sama dengan "in which" dalam bahasa Inggris. Padahal sebenarnya "Di mana" hanya dapat menjelaskan pertanyaan seputar lokasi, yang dalam bahasa Inggris disebut "where?"

Tapi menurutku sih struktur kalimat seperti ini belum dijadikan EYD oleh Prof Anton Moeliono sendiri. Jadi mungkin ini hanya dianggap bahasa "colloquial" atau bahasa sehari2 oleh beliau. Bukan bahasa Indonesia yang formal.

Tapi siapa tahu, suatu saat, akibat kepopuleran pengaruh bahasa asing, bahasa Indonesia dapat berubah lagi. Hanya waktu yang bisa menjawab dan hanya kita, sebagai pengguna bahasa, yang dapat menentukan. :)
Logged

Aku melihat seseorang yg bersenang2 di surga hny krn pernah memotong dahan di jalan krn mengganggu Muslimin yg lewat (HR Muslim)

La_fista

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 109
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #131 on: August 02, 2011, 08:47:49 PM »

horee... another great article from you mbak.. :)
semoga setelah Prof Anton pergi, muncul lagi Linguis2 Indonesia yang diakui dunia. amiiin
*saya bangga kok pak dengan bahasa nasional meskipun belajar bahasa asing :) *


iya ya.. gak bisa dipungkirin kalo bahasa selalu berkembang dari masa ke masa. bahkan nggak jarang juga bahasa yang populer jaman ini belum tentu populer 10 tahun yang akan datang... banyak aspek yang mempengaruhi.
Logged

La_fista

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 109
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #132 on: August 04, 2011, 07:49:42 PM »

mau curhaaat :( :(

aku kan ngambil kuliah pendidikan bahasa inggris ya mbak.. tp aku berdua temen ku ini mw ngajuin tesis ttg disleksia. pas hari ini baru mau ngajuin, si dosen udah matahin semangat.. katanya sekolah biasa aja sudah banyak masalah, ngapain ke sekolah berkebutuhan khusus. soalnya beliau bilang kalau meneliti anak berkebutuhan khusus seperti itu agak sensitif. belum tentu orang tua dan seklaoh mengijinkan. benarkah mbak?

terus satu lagi temenku bilang it has nothing to do with english language teaching,,, huweee.. perasaan itu masih ada sangkut paut nya deh. iya nggak sih mbak?
Logged

midorima

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 13535
  • Which of your Lord favour would you deny?
    • Colourless Green Ideas Sleep Furiously
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #133 on: August 04, 2011, 08:11:39 PM »

itu berhubungan BANGET sm Language Teaching. Karena teori2 language teaching yg umum pun sebenarnya bisa digunakan.

sebenarnya kalo pendekatan ke orang tuanya baik sih (apalagi kalo yg diteliti kenalan kita) bisa aja diteliti.

cuma emg kelemahan penelitian linguistik di Indonesia itu emg kita sering dilarang ini dilarang itu, yg sebenarnya di negara lain itu biasa aja dilakukan.

Dengan alasan terlalu berat atau kurang literatur lah.  Padahal kalau diusahakan sih bisa (tp kamunya juga mesti ekstra keras usahanya).

Dan mungkin, tradisi di Indonesia itu masih menganggap cabang linguistik yg satu dan yg lain itu terpisah2. Jadi nganggep psikolinguistik itu ga bisa digabung dgn language teaching, ga bisa digabung dgn analisis wacana, dsb. Padahal sebenarnya linguistik nggak bisa dipisah2in kyk gt karena semua cabangnya berkaitan satu sm lain (interdisipliner).

tp ya kalo emg nggak didukung sama sekali sama pembimbingnya, mau apa lagi. kalo di Indonesia kan dosen masih dominan banget di dunia akademis. jd nurut aja.

tp kalo kamu gigih dan bisa meyakinkan kalo thesisnya bisa selesai sih, lanjutin aja. :D
« Last Edit: August 04, 2011, 08:14:05 PM by midorima »
Logged

Aku melihat seseorang yg bersenang2 di surga hny krn pernah memotong dahan di jalan krn mengganggu Muslimin yg lewat (HR Muslim)

La_fista

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 109
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #134 on: August 14, 2011, 08:51:28 AM »

horeee... kemaren abis ngobrol sama dosenku waktu S1.. ternyata dia juga tertarik meneliti disleksia, kebetulan dia mw meneliti anak temen nya.. jadi bisa diajak join. alhamdulilah. hehe.. literature bapaknya juga udah ada lumayan banyak karna waktu di belanda dia dapet mata kuliah ttg disleksia ini.
semoga dosenku yg di kampus sekarang ini mau nerima.

memang agak susah sepertinya, butuh waktu n biaya.. tp mesti berjuang  [thumbsup]
Logged

dorna

  • Kelasi
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #135 on: April 04, 2013, 07:38:26 AM »

salam kenal.
teman2 yang budiman, saya kesulitan memahami metapragmatic awarness karena sumber yang saya tahu hanya tersedia dalam bahasa inggris. Ada yang tahu nggak buku yang membahas metapragmatik dalam bahasa indonesia?
atau kalau mau berbagi artikel atau pemahamannya, juga boleh. tolong sekali, teman-teman dan kakak-kakak yang ada di lautan indonesia dapat membantu saya..
terimakasih.
Logged

midorima

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 13535
  • Which of your Lord favour would you deny?
    • Colourless Green Ideas Sleep Furiously
Re: Mari Belajar Linguistik!
« Reply #136 on: April 04, 2013, 10:04:41 PM »

metapragmatic awareness itu intinya sih kesadaran kita akan unsur-unsur kontekstual yang perlu diketahui dalam menggunakan suatu bahasa. metapragmatik sendiri tuturan yg kita gunakan untuk menjelaskan mengenai unsur-unsur kontekstual dalam bertutur/berbahasa.

contohnya: orang tua menasehati, "kamu kalau ada org bersin lalu bilang "Alhamdulillah" dijawab "yarhamukullah/yarhamukillah" ya." *kata2 yg dikutip itu metapragmatik.
Contoh lain: guru bahasa inggris menjelaskan, "when you go somewhere by bus, don't forget to thank the bus driver to be polite. English speaking people do say thank you to bus drivers even though it is not common in Indonesia."
penjelasan ini juga metapragmatik

sedangkan kesadaran metapragmatik ya kesadaran kita akan hal2 kontekstual yg penting diketahui selain pengetahuan tentang makna, kosakata, pelafalan, dan tata bahasa. kan sering tuh ada org bahasa inggrisnya bagus tp sering gagal komunikasi krn ga ngerti konteks2 budaya penutur bahasa aslinya.

kalau artikel bahasa Indonesia ttg kesadaran metapragmatik sayangnya saya belum pernah nemu.
Logged

Aku melihat seseorang yg bersenang2 di surga hny krn pernah memotong dahan di jalan krn mengganggu Muslimin yg lewat (HR Muslim)
Pages: 1 ... 10 11 12 13 [14]   Go Up