;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: [1] 2 3 4 5 ... 95   Go Down

Author Topic: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-  (Read 39838 times)

glossy_poster

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2606
  • gwa COWO tulen, jangan salah yak!
    • Pesen JAKET lo disini
Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« on: September 17, 2008, 12:13:20 PM »

Ranking Date: October 3 2008
Rank   BWF ID   FAMILY NAME   LAST NAME   NAC   IND.PTS   TEAMPTS   I.T   T.T   TOTAL
16   14711    YULIANTI   Maria Kristin   INA   36720   3543        9   1   10   

POINTS
40263







Biografi dan Prestasi.

Nama: Maria Kristin Yulianti.
Lahir: Tuban, 25 Juni 1985.
Tinggi, berat badan: 167 cm, 53 kg
Klub: Djarum Kudus.
Pelatnas: 2002.
Pelatih: Ivanna Lie, Hendrawan, Marleve Mainaky.



Prestasi:

- Perseorangan:
   1.   2002: Malaysia Satellite (semifinal)
   2.   2003: Singapore Satellite (perempat final)
   3.   2004: Vietnam Satellite (semifinal); Malaysia Satellite (juara)
   4.   2005: Jakarta Satellite (juara); GP Selandia Baru Terbuka (semifinal); Surabaya Satellite (juara); Indonesia
          Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
   5.   2006: Singapura Satellite (juara); Surabaya Satellite (juara), GP Luk¬semburg Terbuka (peringkat 11); GP
         Belanda Terbuka (perempat final).
   6.   2007: Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
   7.   2008: GP Jerman Terbuka (perempat final); Indonesia Terbuka (peringkat 11)


Beregu:
   1.   2003: Piala Sudirman (semifinal)
   2.   2004: Piala Uber (penyisihan grup)
   3.   2007: Piala Sudirman (final)



Maria Kristin Yulianti baru berusia 7 tahun sewaktu Susi Susanti mencatatkan diri dalam sejarah olimpiade Barcelona 1992. Susi menjadi atlet bulu tangkis pertama di dunia yang merebut emas olimpiade sekaligus meraih emas olimpiade pertama bagi Indonesia.
Oleh J WASKITA UTAMA


Saya tahu Ci Susi dapat emas, tetapi tidak terlalu peduli. Waktu itu saya ti¬dak suka bulu tangkis" ujar Ma¬ria.
Tak pernah terbayang jika 16 tahun kemudian dia naik ke podium olimpiade dan menyaksikan benders Merah Putih dikibarkan di cabang yang dulu tidak disukainya itu. Dia memang belum seperti Susi yang berdiri di tengah, Ma¬ria berdiri di tepi dengan perolehan sebuah perunggu. Namun, hasil itu jauh melampaui perkiraan semua pihak, bahkan dirinya sendiri.

Maria meraih perunggu setelah memenangi 5 dari 6 pertandingan dalam total waktu 321 menit, atau 53,5 menit tiap pertandingan. 4 dari 5 kemenangannya diraih dengan rubber game atas 4 pemain yang memiliki peringkat dunia lebih balk dari dirinya, mereka adalah:

•   Juliano Schenk (Jerman, peringkat ke-13, babak pertama).
•   Tine Ras¬mussen (Denmark, peringkat ke-4, babak 16 besar).
•   Saina Nehwal (India, peringkat ke-18, perempat final).
•   dan Lu Lan (China, peringkat ke-2, perebut¬an perunggu).
•   Maria, peringkat ke-21 dunia hanya kalah di semifinal dari Zhang Ning sang juara berta¬han, yang kemudian kembali menjadi juara olimpiade.

Semua ini bermula di Tuban, sebuah kabupaten di pantai utara Jawa Timur. Dorongan kuat dari ayahnya, Yuh Purnomo membuat Maria kecil mulai ber¬latih bulutangkis dalam usia enam tahun. Bulu tangkis adalah olahraga kegemaran sang ayah, seorang petugas penyuluh pertanian lapangan yang juga me¬latih bulutangkis untuk anak-anak. "Sebenarnya saya tak suka bulu tangkis, lebih senang melihat bola voli tapi Bapak mendorong saya untuk main bulu tangkis" ujar Maria.

Maria ditolak masuk klub Djarum Kudus pada usia 10 ta¬hun karena badannya terlalu kecil. la meneruskan latihannya di klub JPNN Jember. Dia men¬coba lagi masuk Djarum Kudus dan diterima tahun 1998. Di klub ini, kecintaannya pada bulu tangkis mulai tumbuh.

"Saya masuk sekolah siang, pagi selalu berlatih dan ikut ke¬juaraan taruna. Lama-lama saya mulai senang dan berniat serius di bulutangkis daripada latihan dan sekolah berantakan dua-duanya" tutur Maria.

Karier Maria berlanjut hingga dia dipanggil masuk Pelatnas Cipayung tahun 2002. Belum lagi berusia 18 tahun, Maria sudah memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia pada tahun 2003. Setelah itu Maria berkutat di turnamen level satellite, dengan ge¬lar internasional pertama direbutnya di Malaysia Satellite 2004.

Kegagalan tim Piala Uber pa¬da kualifikasi Piala Uber di Jai¬pur, India, Februari 2006, sem¬pat mengancam posisi Maria di pelatnas. PBSI pun mencanang¬kan program bersih-bersih dan memberi ultimatum kepada pa-rs pemain putri untuk tampil lebih balk atau keluar dari pelatnas. Maria menyambut tantangan ini dengan dua gelar juara tur¬namen satellite di Singapura dan Surabaya serta hasil terbaik di Banding pemain putri lainnya pada tur Eropa tiga Negara (Luksemburg, Denmark, dan Belanda).

Posisinya sebagai pemain nomor 1 tak tergeser meski di turnamen level superseries prestasinya belum beranjak dari 8 besar. Keadaan berubah setelah ke¬jutan tim Piala Uber Indonesia pada putaran final di Istora Se¬nayan, Jakarta, Mei lalu. Dengan Maria sebagai tunggal pertama, Indonesia di luar dugaan lolos ke final sebelum menyerah dari juara bertahan, China. Sukses ini membangkitkan kepercaya¬ an diri pada Maria.

Sebulan berselang dia mencatat prestasi terbaik di superseries dengan menjadi runner up Indonesia Terbu¬ka. Dalam perjalanan ke final, Maria mengalahkan 3 pemain kelahiran China yang peringkatnya jauh lebih tinggi darinya yaitu:

•   Yao Jie (Belanda, saat itu peringkat ke-18).
•   Zhou Mi (Hong  kong, 7).
•   Serta Zhang Ning.

Bermodal inilah Maria mena¬tap Olimpiade 2008 dengan le¬bih percaya diri. Mengalahkan Schenk pada babak pertama, Maria semakin yakin setelah menang atas Rasmussen di 16 besar. "Awalnya saya pikir akan kalah dari Tine. Ternyata dia bi¬sa dilewati, jadi saya semakin yakin" ujarnya. Kejutan terbesar Maria dibuatnya pada perebutan tempat ketiga dengan menundukkan Lu Lan, sang harapan masa depan China. Maria pun mengembalikan reputasi tung¬gal putri Indonesia yang menunggu 12 tahun untuk kembali meraih medali dari olimpiade.

Seperti kacang tak lupa akan kulitnya, Maria mempersembahkan medali perunggu ini bagi Hendrawan, mantan pelatih tunggal putri dan Marleve Mai¬naky pelatihnya sekarang.
"Keduanya tetap mendukung saya saat mau dikeluarkan dari pe¬latnas. Ko Hendrawan juga yang bercita-cita tunggal putri Indo¬nesia tampil di Olimpiade Bei¬jing setelah gagal lolos ke Olimpiade Athena 2004," ujarnya.
Maria berterima kasih kepada Hendrawan yang tak hanya menjadi pelatih tetapi juga bisa menjadi teman bicara.
"Kami bisa ngobrol hal lain juga. Latihan tetap berat tetapi suasananya rileks dan masih bi¬sa bercanda. Ko Hendrawan tahbu kondisi kami sehingga kami tahu apa yang harus dilakukan di lapangan" ujarnya.

Dengan berjalannya waktu, Maria juga mulai menemukan polo permainannya sendiri. Senjata andalannya, yakni pukulan silang menukik dekat net yang kerap dikeluarkan setelah menguras tenaga lawan dengan bermain reli dan menempatkan bola ke sudut-sudut lapangan.

Uniknya, kemenangan Maria hampir selalu terjadi dalam tiga game, setelah kalah di game pertama. Petugas media Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sampai menjulukinya the queen of three games.
"Bukannya enggak mau menang lebih cepat, tetapi memang mainnya seperti itu. Di game pertama saya jarang langsung bisa in dengan permainan. Saya selalu memulai dengan lob, baue menyerang belakangan jika saatnya tepat, tak bisa seperti Fir¬da (Adrianti Firdasari, rekannya di pelatnas) yang langsung menyerang," ujar penggemar komik Conan dan novel teenlit ini.

Maria siap memenuhi harapan Indonesia untuk berprestasi lebih baik. "Saya tetap santai dan menikmati permainan. Tetapi saya sadar ada tanggung jawab, ada harapan dari orang lain untuk terus berprestasi. Sa¬ya harus lebih dewasa. Saya merasa sudah banyak kemajuan meski belum terlalu stabil," ujarnya.

la juga berharap keberhasilannya memicu pemain putri lain untuk berprestasi. Dia juga ingin tunggal putri di Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata atau dianaktirikan pembinaannya.

"Pemain China bisa dikalahkan, saya sudah membuktikan. Mereka memang bagus tetapi kelasnya enggak jauh banget. Pemain putri Indonesia jangan dipandang sebelah mata. Rekan-rekan juga pasti bisa, asal diberi kesempatan bertanding lebih banyak lagi," ujarnya.

[thumbsup]  [thumbsup]  [thumbsup]


Pertandingan paling mengesankan : Pertandingan di Sudirman Cup 2003, karena pada saat melawan Inggris bisa mengalahkan pemain yang rankingnya jauh diatas saya dan bisa menyumbangkan point buat regu Indonesia.

Pertandingan paling mengecewakan : Pertandingan di Uber Cup 2006, karena selain baru cedera, permainan saya kurang bisa maksimal, membuat saya drop dan tidak bisa mengeluarkan kemampuan saya dengan maksimal.
 
Lawan paling tangguh : Semua pemain dari China

Rekan berlatih favorit : Fransiska Ratnasari

Pertama kali menjadi wakil negara pada : ASEAN School 2002 di Malaysia

Cita-cita/harapan untuk bulu tangkis : Juara Olimpiade, akhir tahun 2007 harus bisa masuk ranking dunia 10 besar

Hoby : Membaca, shopping

Makanan favorit    :Kepiting Saos Padang dan segala jenis masakan udang

Film favorit :Harry Potter

Lagu favorit :From This Moment

Artis/Aktor favorit :Tom Cruise

Atlit favorit :David Beckham

Acara TV favorit :Ceriwis [talk show]

Cita-cita bila tidak berkarir di bulu tangkis   :Menjadi wanita karier.

Tentang saya :   
- Selalu berusaha & berdoa
- Bertanggung jawab
- Disiplin
« Last Edit: December 30, 2008, 07:37:23 PM by glossy_poster »
Logged

dessy_butetholic

  • Chingu
  • **
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 1188
  • Keep smile ^_^
    • About Butet
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #1 on: September 17, 2008, 12:22:54 PM »

Wah tret bru....go mamar......
Logged
I'm Butetholic...4ver n ever...hehehe...
Maju terus Butet!!!!

dhiRzz

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4590
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #2 on: September 17, 2008, 01:04:48 PM »

tret baru lageee
Logged

Новак Ђоковић [lovestruck] [lovestruck]

glossy_poster

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2606
  • gwa COWO tulen, jangan salah yak!
    • Pesen JAKET lo disini
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #3 on: September 17, 2008, 01:24:35 PM »

tret baru lageee

yup dhirz, gwa mau hubungi kapte de cos maria uda saatnya di bahas lebi tokcer scara jasa diya bo bnyk banget! sebelum2 nya yg bikin thret ttg dia setengah hati aja, disini mau diseriusin aja so yg punya info please share aja disini


terutama yg gwa mau tau gimana hasil pertarungnnya di Japan (di taiwan open diya absen kan?) scara japan tu Super series

kawairashii

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 5393
  • luphly onnie.....
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #4 on: September 17, 2008, 01:31:47 PM »

niy cewek kalem bangets yak  :D :D :D

i suka. [thumbsup]

tipe2 putri jawa tulen getuh  :D :D
Logged

dessy_butetholic

  • Chingu
  • **
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 1188
  • Keep smile ^_^
    • About Butet
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #5 on: September 17, 2008, 01:42:17 PM »

tret baru lageee

yup dhirz, gwa mau hubungi kapte de cos maria uda saatnya di bahas lebi tokcer scara jasa diya bo bnyk banget! sebelum2 nya yg bikin thret ttg dia setengah hati aja, disini mau diseriusin aja so yg punya info please share aja disini


terutama yg gwa mau tau gimana hasil pertarungnnya di Japan (di taiwan open diya absen kan?) scara japan tu Super series
Di taiwan maria jg maen tp kalah dr Pia...lalu d babak slanjutnya Pia dikalahkan saina nehwal.
Logged
I'm Butetholic...4ver n ever...hehehe...
Maju terus Butet!!!!

glossy_poster

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 2606
  • gwa COWO tulen, jangan salah yak!
    • Pesen JAKET lo disini
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #6 on: September 17, 2008, 02:29:26 PM »

niy cewek kalem bangets yak  :D :D :D

i suka. [thumbsup]

tipe2 putri jawa tulen getuh  :D :D

yup! klo liat dia maen serasa nari..liat de   ^-^

cbubblepink

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 9847
  • pink | PINK | pink
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #7 on: September 17, 2008, 04:23:41 PM »

duh tret bultang banyak bgt c ,,

seneng c ada tret mamar.
tapi syang tretnya yang lama ..  :-[
Logged

♥|hyung joon|baby joonie|♥

watzon

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 1
  • Offline Offline
  • Posts: 37813
  • :)
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #8 on: September 17, 2008, 04:29:38 PM »

niy cewek kalem bangets yak  :D :D :D

i suka. [thumbsup]

tipe2 putri jawa tulen getuh  :D :D

Wakakakakaka......, ;D

Tumben tante ke sini..... [rolleyes]

Btw, bukannya yg lalu jg ada yg kaya gini?
Logged


Brit Brit <3

mina_san

  • Special Member
  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10933
  • Haroro da!!!!
Re: Maria Kristin Yulianti -The queen of three games-
« Reply #9 on: September 17, 2008, 07:02:22 PM »

iyah karena dulu ada tret gini
tapi karena kita sayang sama yang lama
akhirnya kita putuskan dimerge ajah dengan yang lama
soalnya kalo ditinggal yang lama gak bisa
disitu banyak perjuangannya
Logged





unter allen Umständen, die deutsche Nationalmannschaft ist nummer 1
 
 [boxing] [boxing] [boxing]
Pages: [1] 2 3 4 5 ... 95   Go Up