;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 41 42 43 44 [45] 46 47 48 49 ... 548   Go Down

Author Topic: [MFF] FINAL DESTINATION 666 AKA FALLEN DESTINY chapter 4 di hal 538  (Read 123716 times)

i t h a

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8114
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #440 on: October 27, 2008, 05:00:52 AM »

jaahh..
harus lebih parah ya Charm :D

*ditabok ashley* ;D

lagian mati bertiga kebanyakan ya :P
Logged
[lol]

lady_mannequin

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 3145
  • bright and shiny :D :D :D
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #441 on: October 27, 2008, 07:36:18 AM »

Wow,

threat ini gokil banget deh [thumbsup] [thumbsup]
cepet banget nambah pagenya
kalo gini terus tiap hari, bisa2 tret Bu Dahlia kesusul nih dalam waktu singkat

chapter 6 dan 7 save dulu ah
Logged

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #442 on: October 27, 2008, 07:41:29 AM »

 @itha
Itu jg yg sy fikirkn.
3 org kebanyakn.

@lady
Sy juga heran, ternyata pada demen liat yg sadis2. Ha3.
Wah kalo sy gak punya tret laen, pasti uda sy buat update tiap hari.
Tp kayaknya, lebih efektif spt ini dc. Biar org penasarn. He3.
« Last Edit: October 27, 2008, 07:48:18 AM by charmed4ever »
Logged
Serial TV keren!!!!

i t h a

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8114
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #443 on: October 27, 2008, 11:16:13 AM »

charmm.. besok2 kalo ada adegan mati lagi... itha yang paling sadis ya  ;D ;D
Logged
[lol]

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #444 on: October 27, 2008, 11:32:43 AM »

Yg maren gk sadis ya, yg di gilas elevator.
Ya ntar d cr lagi metong yg lebh sadis.
Logged
Serial TV keren!!!!

i t h a

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8114
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #445 on: October 27, 2008, 11:48:27 AM »

bikin takut naik elevator  ;D ;D
Logged
[lol]

lady_mannequin

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 3145
  • bright and shiny :D :D :D
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #446 on: October 27, 2008, 12:01:02 PM »

@ charmed : gw udah baca chapter 6
detail banget deh pendeskripsian adegan metongnya Mary & Harris  [thumbsup]

ada kalimat yang agak mengganjal nih :
Quote
Ledakan itu melontarkan dua buah parang memasak milik sang koki ke arah Harrison berada. Tak bisa di elakkan lagi, kedua parang yang bertuliskan kata “gladys” di gagang nya itu menancap tepat di kening Harrison dan membuatnya tewas saat itu juga.
parang bertuliskan gladys itu kebetulan atau merupakan tanda bahwa lady berikutnya?

trus, cinta segitiga lady-rick-lya cukup mengagetkan,
nggak nyangka kalo lya itu ternyata selingkuhan
selingan yang menarik  [thumbsup]


Ohya, boleh gak request adegan metongnya Lady ataupun pertanda metongnya ada sedikit menyangkut Jack's Mannequin  [bigwink]
Logged

RED_dahLIA

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4672
  • Lovely smile
    • Dahlia's Imagination World
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #447 on: October 27, 2008, 12:22:33 PM »

@Lady
Wekekek... sampe metong aja kudu ada Jack's Mannequinnya sgala.
Top abis deh fanaticnya  [thumbsup]

@Bang Charmed
Aku seneng ama perkembangan hub. Lady-Lya-Rick
Tapi kok rada kurang nonjok. Err, iyaya. Kan fokusnya pada ke cara metongnya itu. *ditonjok beneran*
Tapi bener bikin penasaran!!!  :D :D :D
Logged

Severus Snape and Hermione Granger.

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #448 on: October 27, 2008, 12:33:46 PM »

@Lady
Parang itu ya.....merknya Gladys *aneh bgt ya, sorry loh namanya di samain dengan merk parang koki*
he3
akhirnya ada juga pembaca yang memperhatikan hal itu.
gini loh, ketika Lya menemukan cincin milik Lady yang ada ukiran nama depan Lady yang lengkap yaitu Gladys,
sebenarnya penemuan tuh cincin justru sebuah pertanda giliran metong bagi pasangan Harrison dan Mary.
karena sebuah cincin dianggap sebagai pengikat sebuah hubungan yang lebih serius.
makanya parang yang menancap di kepala Harris itu bermerk Gladys, yang berkaitan dengan cincin Lady yang berukiran nama depan Lady selengkapnya, yaitu Gladys.
jadi kesimpulannya tulisan itu gak ada hubungannya dengan Lady sama sekali, itu hanya sebuah petunjuk kematian untuk Harris dan Mary.


@Lya
ha3
maklum red gak nonjok, secara perombakan dadakan tuh. he3 ;D

Logged
Serial TV keren!!!!

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 7 di page 45.
« Reply #449 on: October 27, 2008, 12:37:25 PM »

@itha
sy juga kadang parno loh kalo naek lift ;D

@Lady
iya dech Lady, nanti akan saya hubung2kan dengan Jack's Mannequin, apakah itu lagunya atau posternya, ntar saya buat dech, seperti kematian karakter yang berikut ini.





Chapter 8.
Bad Luck At 13th



“Ian, aku ingin sendiri dulu” ucap Ashley kepada Ian melalui telepon genggamnya.

“Tapi…”

“Ian, please”

“Ok…ok…Tapi jika kau membutuhkan sesuatu, kami semua ada di lobby” ujar Ian.

“Baiklah” ujar Ashley sambil memutuskan hubungan teleponya pada Ian.

Ashley benar-benar terpukul akibat tewasnya Charlie dan Shrita pada sebuah peristiwa yang mengerikan itu. Charlie dan Shrita sudah menjadi sahabat karibnya sejak pertama kali mereka bertemu di bangku perkuliahan.

Kedatangan mereka ke kota Cancun adalah untuk melakukan penelitian terhadap peradaban suku Maya yang pernah ada di dataran Mexico itu. Tetapi tak di sangka keadaan berubah menjadi peristiwa tragis yang menimbulkan korban.

Rick dan teman-temannya masih mencoba mengingatkan Ashley tentang teror kematian itu. Namun sepertinya Ashley masih belum mempercayai tentang hal itu. Ia menganggap kejadian yang menimpa kedua temannya itu hanyalah sebuah kecelakaan biasa yang bisa menimpa siapa saja.

Saat itu Ashley masih menitikkan air mata, sambil merapikan barang-barangnya. Ia hendak meninggalkan kota Cancun dan kembali ke New York. Setelah selesai merapikan barang-barangnya, Ashley menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah selesai membasuh wajahnya, ia pun berganti pakaian. Saat mengganti pakaian, terlihat di pundaknya yang sebelah kiri ada sebuah tato. Sebuah tato bertuliskan angka tiga belas.

****

Di lobby hotel, tampak Rick, Lya, Lady, Anna dan Ian yang kini sudah mempercayai teror kematian itu, menunggu Ashley dengan perasaan khawatir. Rick yakin kalau giliran berikutnya adalah Ashley. Jadi mereka harus tetap waspada jikalau terjadi sesuatu terhadap Ashley.

“Aku benar-benar tidak percaya, kalau hal ini benar-benar ada” ujar Ian.

“Awalnya kami semua juga tidak mempercayainya, tapi kenyataan sudah membuktikannya kepada kita” sahut Rick.

“Apa kau yakin Ashley adalah yang berikutnya?” tanya Ian.

“Meskipun tidak seratus persen, tapi aku yakin dia adalah yang berikutnya” jawab Rick.

“Mungkin sebaiknya kita menuju ke kamarnya” kata Lya.

“Ya, Lya benar. Aku takut terjadi sesuatu di dalam kamarnya” lanjut Anna.

“Kalian benar juga. Lebih baik aku saja yang melihat ke kamarnya” ujar Ian sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Kalian tahu… hari ini bertepatan dengan tanggal tiga belas, itu angka sial bukan?” celetuk Rick.

“Apa?tanggal tiga belas?” Ian sedikit tersentak.

“Ya. Kau bisa lihat di kalender itu” ujar Anna yang menunjuk pada sebuah kalender yang tergantung di dinding.

Wajah Ian terlihat tegang setelah mendengar perkataan Rick dan Anna. Ia tidak menyadari kalau hari itu ternyata adalah tanggal tiga belas.

“Ian, ada apa?” tanya Lya.

“Rick, kau benar….ini memang giliran Ashley” ucap Ian dengan wajah penuh kekhawatiran. Tanpa fikir panjang, Ian langsung berlari menuju ke elevator untuk mendatangi kamar Ashley.

“Ian tunggu!! Kami ikut denganmu” ujar Rick.

Rick bersama ketiga teman-teman wanitanya itu mengejar Ian dan ikut bersamanya untuk menghampiri Ashley di kamarnya.

“Ian beritahu kami, petunjuk apa yang kamu dapat?” tanya Rick penasaran.

“Ashley pernah menunjukkan kepadaku sebuah tato yang ada di pundaknya. Dan kalian tahu gambar tato itu?”

“Gambar apa?” tanya Lya.

“Angka tiga belas” jawab Ian.

“Ini memang sebuah petunjuk. Jadi kita harus segera memperingatkan Ashley” kata Rick.

Elevator berhenti tepat di lantai di mana kamar Ashley berada. Saat mereka berlima keluar dari dalam elevator, ternyata Ashley sudah keluar dari kamarnya dengan membawa tas yang berisi barang-barang perlengkapannya dan turun melalui tangga darurat. Ashley tidak memilih turun dengan elevator, karena ia masih trauma mengenai kejadian yang menimpa kedua temannya tadi sore.

“Ashley….Ash… ini aku Ian” panggil Ian dari luar kamar Ashley, namun tidak ada jawaban.

“Lihat…!! Nomor kamarnya 130” ujar Lya.

Melihat angka itu, Ian langsung membuka paksa pintu kamar itu. Namun mereka sama sekali tidak menemukan Ashley di dalam kamarnya. Anna dan Lya memeriksa ke dalam kamar mandi, namun mereka juga tidak menemukannya.

“Di mana dia?” Ian semakin khawatir

Mereka keluar kamar lagi sambil melihat-lihat ke sekitar lorong hotel tersebut. Ketika itu, seorang pelayan yang bertugas membersihkan kamar kebetulan lewat di lorong tersebut.

“Maaf, apa anda mengetahui tamu yang menginap di kamar nomor 130 ini?” tanya Rick.

“Mmmm…..kalau tidak salah, tadi ada gadis yang keluar dari kamar ini dengan membawa tas. Dan dia turun melalui tangga darurat” jawab pelayan tersebut.

“Terima kasih” sahut Rick.

“Sekarang apa yang kita lakukan?” tanya Ian.

“Mengapa kau tidak menghubunginya melalui telepon, kau bisa tanya di mana dia berada saat ini” kata Lady.

“Shitt… mengapa aku tidak kefikiran” Ian mengambil telepon genggamnya dan mencoba menghubungi Ashley.

Ketika Ian hendak menghubungi Ashley, tiba-tiba sebuah pesan singkat terkirim ke telepon genggam milik Ian. Ian pun membaca pesan tersebut yang ternyata dari Ashley.

“Pesan dari Ashley” kata Ian.

“Apa katanya?” tanya Lya.

“Ia sudah chek out dari hotel ini, dan saat ini sedang menuju ke bandara. Ia berencana untuk kembali ke New York, malam ini juga” jelas Ian.

“Kita harus mengejarnya, dan Ian kau harus terus mencoba menghubunginya” kata Rick.

Mereka berlima meninggalkan hotel untuk mengejar Ashley dan berharap kalau dia belum jauh. Mereka menggunakan mobil sewaan milik Rick untuk mengejar Ashley hingga ke bandara.

Sementara itu Ian terus mencoba menghubungi Ashley. Namun Ashley tidak mengindahkan panggilan telepon tersebut. Karena merasa heran juga, mengapa ian terus menghubunginya, akhirnya Ashley menjawab telepon tersebut.

Saat itu Ashley sedang berada di dalam sebuah taxi yang tengah berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Sebuah kebetulan, pada pintu taxi yang sedang dinaiki Ashley terdapat tulisan angka tiga belas.

“Hello, Ash…ini aku Ian” ujar Ian.

“Ian, ada apa? kau sudah menerima pesan ku,kan?” kata Ashley.

“Aku sudah menerima pesanmu, tapi Ash, kau harus memberitahukan di mana posisimu saat ini?” tanya Ian khawatir.

“Baiklah…baiklah….aku masih berada di sebuah pom bensin, sekitar 10 km dari hotel. Taxiku sedang mengisi bahan bakar” jawab Ashley.

Di saat Ian sedang berbicara dengan Ashley dari teleponnya, Rick yang sedang menyetir mobil, sesaat melihat sebuah bayangan api terlihat di kaca spionnya, namun ketika ia mencoba untuk memastikannya lagi, bayangan itu sudah menghilang.

“Ashley sedang berada di sebuah pom bensin, 10 km dari hotel” ujar Ian memberitahukan keberadaan Ashley kepada Rick.

“Apa?! shitt…..” Rick melajukan mobilnya lebih kencang, sehinga membuat teman-temannya keheranan.

“Rick, ada apa?” tanya Lya.

“Api akan membunuh Ashley, aku baru saja melihat petunjuknya” ujar Rick.

“Kalau begitu ayo cepat” seru Ian yang semakin khawatir tak menentu.

“Meskipun begitu, kau juga harus hati-hati membawa mobil ini” ucap Anna yang tampak ketakutan karena Rick mengendarai mobil itu dengan mengebut.
 
****
Ashley keluar dari toko yang berada di dekat pom bensin. Sementara itu sang supir baru saja selesai mengisi bahan bakar, karena sebelumnya ia harus mengantri dengan kendaraan lainnya.

“Nona, ayo kita berangkat” ucap sang supir yang sedang menutup tangki bahan bakar taxinya.

Sang supir tidak tahu kalau penutup tangki bahan bakar itu masih longgar. Taxi itu pun bergerak meninggalkan pom bensin tersebut. Saat meninggalkan pom bensin ,taxi tersebut melewati jalan yang berlubang, sehingga timbul goncangan akibat jalan berlubang tersebut. Karena goncangan itu, penutup tangki bahan bakar pun terlepas dan terjatuh. Kini tangki bahan bakar taxi itu sedang dalam posisi terbuka. Cairan bahan bakar pun mulai keluar dan menetes dari lubang tangki bahan bakar itu. Cairan bahan bakar itu menetes mengikuti kemana arah taxi tersebut berjalan.

Tidak berapa lama setelah taxi yang ditumpangi oleh Ashley meninggalkan pom bensin, mobil Rick pun tiba di tepat itu.

“Aku tidak melihat taxi ada di sini” kata Anna.

“Kalau begitu taxinya sudah berangkat dan tidak terjadi apa-apa di sini, khusunya sebuah kebakaran.” ucap Ian.

“Kita kejar lagi, mungkin belum terlalu jauh” kata Lya.

Rick sekali lagi melajukan mobilnya dengan cepat. Sampai akhirnya terlihat sebuah taxi yang berada jauh di depan mobilnya.

“Lihat! Aku fikir itu pasti taxi yang ditumpangi oleh Ashley” ucap Ian.

“Ian, coba kau hubungi Ashley, dan suruh taxinya untuk berhenti” ujar Rick.

Ian menghubungi Ashley lagi. Suara nada dering terdengar oleh Ashley. Saat ia hendak menjawab panggilan telepon tersebut, tiba-tiba ban depan mobil taxi yang iya tumpangi pecah. Taxi itu pun jadi kehilangan kendali, dan hampir menabrak sebuah mobil yang datang dari arah berlawanan. Sang supir taxi mencoba mengendalikan mobilnya sampai akhirnya menabrak sebuah tiang listrik yang berada di depan sebuah toko dvd.

Sang supir taxi segera keluar dari mobilnya untuk menyelamatkan diri, namun ia lupa kalau di dalam taxinya ada seorang penumpang.

Ashley mengalami pusing karena kepalanya terantuk saat taxi itu menabrak tiang listrik tersebut.

Keadaan itu mengakibatkan mobil-mobil yang sedang berlaju di jalan itu jadi saling menabrak. Meskipun kecelakaan beruntun tersebut cukup ringan namun menimbulkan sebuah kemacetan, sehingga mobil Rick yang berada di belakang jadi terhalang.

“Oh tidak, kita harus menyelamatkan Ashley” kata Ian.

“Kalian bertiga di sini saja” ucap Rick kepada Lya, Anna dan Lady.

Ian dan Rick keluar dari mobilnya yang terjebak macet. Mereka berlari menuju taxi yang ditumpangi oleh Ashley.

“Ashley…..keluar dari sana!!” teriak Ian yang sambil berlari.

Ashley masih merasa pusing, ia pun mencoba untuk keluar dari taxi itu, namun pintu taxi itu tidak bisa dibuka. Ia terus mecoba membukanya dengan paksa. Tiba-tiba radio yang ada di taxi itu berbunyi dan melantunkan sebuah lagu berjudul “13” yang dinyanyikan oleh kelompok musik “Bad Luck 13 Riot Extravaganza” pada gelombang saluran 130, di mana lampu indikator angka nol nya padam, sehingga hanya meninggalkan angka tiga belas saja.

“Flames of hell surround me, blood is dripping down my face,
The realife psychopaths, bad luck will destroy this place”


Sementara itu di dinding toko dvd, terpasang sebuah poster film “Ocean 13” yang sudah robek, dan hanya meninggalkan angka 13 nya saja.

“Somebody… help me…” teriak Ashley yang masih mencoba membuka pintu taksinya.

Karena tidak terbuka juga, Ashley kemudian mencoba keluar dari pintu depan.

Ketika Rick dan Ian hampir mendekati taxi yang ditumpangi Ashley, tiba-tiba salah satu kabel listrik yang melintang di jalan itu, terputus dan jatuh tepat di hadapan Rick dan Ian. Seolah-olah menghalangi mereka untuk menyelamatkan Ashley.
Dari kabel listrik itu muncul percikan api. Api pun langsung menjalar dengan cepat melalui bensin yang bocor dari tangki bahan bakar taxi tersebut.

“Ashley…get away from there….” Teriak Rick.

Ashley berhasil keluar dari pintu depan, namun baru saja ia keluar dari taxi itu, api sudah menghampiri taxi tersebut dan meledak, membunuh Ashley saat itu juga.

“Tidaaaakkkkkk……” teriak Ian.

Rick dan Ian terlempar beberapa meter ke belakang akibat ledakan itu.

****


« Last Edit: October 27, 2008, 12:47:10 PM by charmed4ever »
Logged
Serial TV keren!!!!
Pages: 1 ... 41 42 43 44 [45] 46 47 48 49 ... 548   Go Up