;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 65 66 67 68 [69] 70 71 72 73 ... 548   Go Down

Author Topic: [MFF] FINAL DESTINATION 666 AKA FALLEN DESTINY chapter 4 di hal 538  (Read 123451 times)

Tariz Solis

  • Special Member
  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 8229
  • タリシー スリシー lagi demen sama Allison Iraheta!
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 8 di page 46.
« Reply #680 on: November 01, 2008, 11:31:55 PM »

Jangan telat ya bang?dah penasaran banget nih..
Logged
<br /><br /><br /><br />

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 8 di page 46.
« Reply #681 on: November 02, 2008, 08:43:45 AM »

masih pada molor ya :P

btw seperti yang pernah sy bilang, kalo hari ini cuma di post satu chaptr, dan dilanjutkan besok(chapter 10), karena minggu depan sepertinya sudah chapter terakhir (chapter 11 dan 12).

here we are chapter 9, and no death in there, but hope it will make you more anxious to the story.  [rolleyes]



Chapter 9.
Between Love And Friendship


Rick tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat untuk mengatasi teror kematian ini. Padahal sesuai yang dikatakan oleh Ny. Amber, sang peramal, ia harus menemukan dan membaca setiap tanda-tanda kematian yang ia temukan. Namun selalu saja terlambat jika ia dan teman-temannya ingin mencegah kematian tersebut. Dari tiga belas orang yang sebelumnya selamat dari kecelakaan kapal wisata, kini hanya menyisakan lima orang di antara mereka. Dan kali ini Rick tidak ingin teror kematian  itu mengejar mereka lagi. Ia harus menemukan jawaban agar bisa mengalahkan teror kematian tersebut.

Saat itu mereka berlima sedang berada di kamar yang diinapi oleh Anna, Lya dan Lady. Mereka masih merasa menyesal tidak bisa menyelamatkan Ashley kecelakaan yang terjadi sekitar lima jam yang lalu. Perasaan menyesal itu paling dirasakan oleh Ian. Ia benar-benar menyesal, mengapa ia harus kehilangan Ashley, disaat dirinya mulai dekat dengan gadis tersebut.

“Sekarang, kita tinggal berlima. Aku tidak ingin teror kematian itu mengalahkan kita. Kita harus menemukan jawaban bagaimana cara mencurangi kematian itu lagi” ujar Rick.

“Bagaiamana caranya?” tanya Anna.

Rick terdiam membisu tidak bisa menjawab pertanyaan Anna. Dia hanya menghela nafas sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

“Entahlah, Anna. Tapi aku yakin, kita akan menemukan caranya.” Jawab Rick.

“Jadi, siapa menurutmu yang akan menjadi giliran berikutnya?” tanya Lady.

Sekali lagi Rick terdiam. Ia tahu kalau kemungkinan yang menjadi giliran berikutnya adalah antara Anna dan Lady. Ia enggan memberitahukan hal itu agar mereka berdua tidak khawatir.

“Mengapa kau diam?. Kau harus menjawab pertanyaannya” kata Ian.

“Aku tidak peduli siapa yang menjadi giliran berikutnya, karena kita semua berada di daftar yang sama. Tapi yang jelas kita semua harus saling melindungi dan selalu tetap waspada. Perhatikan segala keanehan yang kita temukan di sekitar kita. Karena itu bisa saja merupakan sebuah petunjuk kematian.” Jelas Rick.

“Tapi setidaknya kau ucapkan satu nama di antara kita berlima, siapa yang berikutnya?” ujar Lya yang terdengar agak ketus.

Untuk ketiga kalinya Rick terdiam dan membisu. Ia bukannya tidak ingin memberitahu. Hanya saja ia tidak ingin membuat teman-temannya menjadi khawatir.
“Kau diam lagi. Setidaknya beri tahu kami siapa giliran berikutnya, jadi kami bisa menjaga diri jikalau terjadi sesuatu” ucap Lya.

Lya benar-benar terlihat sangat emosi. Rick tahu kalau emosi Lya masih labil. Meskipun Lya berusaha menutup-nutupinya. Dan semua itu, sedikit banyak juga dikarenakan oleh tindakan bodohnya yang sudah menjadikan Lya sebagai bahan taruhan. Rick mengerti kalau ia benar-benar telah menyakiti perasaan Lya, tindakannya telah merendahkan harga diri wanita itu.

“Baiklah-baiklah. Aku juga tidak tahu pasti siapa yang menjadi giliran berikutnya, tapi yang pasti di antara Anna dan Lady” jelas Rick.

Anna dan Lady hanya bisa menatap ke lantai, setelah mendengar jawaban dari Rick kalau di antara mereka berdua bisa saja menjadi giliran berikutnya.

“Aku berjanji, tidakakan membiarkan kematian itu mendekati kalian” ujar Rick.

****

Hari pun berubah menjadi siang kembali. Matahari pagi bersinar cukup cerah. Ombak pantai juga terlihat cukup aktif. Hal itu membuat para wisatawan semakin bersemangat menikmati keindahan pemandanan yang terpampang di hadapan mereka. Beberapa orang ada yang bersiap-siap untuk melakukan selancar dan parasailling. Ada juga yang berenang dan ada yang hanya berjemur saja di tepi pantai. Ada yang bermain voli pantai dan ada yang bermain-main dengan pasir.

Keadaan itu membuat Lady merasa iri. Seharusnya ia bisa bergabung bersama orang-orang itu, menikmati masa-masa liburannya di kota tersebut. Yang ia rasakan saat ini hanyalah kekhawatiran dan ketakutan. Ia tahu teman-temannya juga merasakan hal yang sama. Namun setelah mendengar jawaban Rick beberapa jam yang lalu, membuatnya merasa pesimis kalau hidupnya diambang kematian. Tapi sebelum semuanya terjadi, ada yang harus ia lakukan terlebih dahulu.

“Anna, ada apa? mengapa kau membawaku kemari?” tanya Lya yang heran kepada Anna, karena memaksanya untuk ikut denganya.

“Kau akan segera tahu” jawab Anna seadanya.

Anna membawa Lya menuju ke pinggir pantai, tepatnya ke tempat yang banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa. Saat tiba di tempat itu, Lya menghentikan langkahnya, ketika melihat Lady sudah menunggu di sana.

“Anna, mengapa kau melakukan ini kepadaku?” tanya Lya.

“Dia ingin bicara dengan mu” jawab Anna.

“Aku tidak mau” ucap Lya yang bergegas pergi.

“Lya tunggu!!” panggil Lady.

Lady mengejar Lya yang hendak pergi dari tempat itu. Lady mencegah Lya pergi dengan menarik tangan nya.

“Lya, please. Ada yang mau aku bicarakan denganmu” ucap Lady.

“Aku tidak yakin, apakah masih ada hal penting yang kita bicarakan” sahut Lya.

“Tentu saja ada. Ku mohon padamu, beri aku kesempatan untuk membicarakan masalah yang terjadi antara kita berdua” kata Lady dengan wajah penuh pengharapan agar permintaannya di sanggupi oleh Lya.

Lya menarik nafas sambil menyibakkan rambut panjangnya yang indah yang terhembus oleh tiupan angin laut yang sangat menyejukkan. Sebenarnya ia juga tidak tega melihat Lady seperti itu. Bagaimana pun juga, Lady pernah menjadi sahabat baiknya.

“Baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Lya.

“Seperti yang kau dengar dari Rick. Aku bisa saja menjadi giliran berikutnya” ujar Lady.

“Ya, aku tahu” sahut Lya.

“Lya, aku benar-benar minta maaf karena ….. membiarkanmu menjadi bahan taruhan yang dilakukan Rick dan teman-temannya. Aku benar-benar menyesal.”

“Apa kau tidak tahu, Lady. Hatiku benar-benar sakit mendapat perlakuan seperti ini. Aku benar-benar tidak menyangka kalau cinta telah membutakan mata hatiku, sehingga aku tidak tahu kalau kalian telah menipuku selama ini” ucap Lya.


“Apa menurutmu hatiku tidak sakit? Seminggu sebelum kita berangkat ke Cancun, Rick memberitahuku kalau kalian berdua sudah jadian. Aku sangat terkejut, mengapa dia memacarimu sementara aku masih berstatus sebagai kekasihnya. Lalu ia menjelaskan kalau hubungan yang terjadi di antara kalian hanyalah sebuah hubungan main-main. Rick melakukan taruhan dengan Billy dan yang lainnya, apakah Rick bisa menjadikanmu sebagai kekasih dan mengajakmu ikut dalam liburan musim panas ini.” Jelas Lady.

“Tapi sebelum Rick menjadikanku sebagai kekasihnya, mengapa kau tidak pernah memberitahuku kalau kalian berdua sudah berpacaran?” tanya Lya.

“Itu adalah permintaanku. Aku sengaja meminta Rick merahasiakannya dari teman-teman di sekolah, termasuk kau dan Anna. Dan baru mengungkapkannya kepada kalian di saat  masa kelulusan.” Jelas Anna.

“Mengapa kau lakukan itu?” tanya Lya lagi.

“Kau tahu kan keluargaku, terutama ayahku. Mereka orang tua yang masih berfikiran kuno, melarang anak-anaknya melakukan apa yang kami mau. Ayahku berkeinginan agar aku menjadi seorang dokter, jadi ia tidak ingin kalau aku gagal di sekolah. Ia melarang ku berpacaran sebelum aku menamatkan sekolahku. Sampai-sampai ia meminta beberapa guru untuk ikut mengawasiku.”

“Aku tidak percaya kalau orang tuamu masih punya fikiran seperti itu. Apa ia tidak tahu kalau zaman sudah berubah, sekarang zaman kebebasan.” ujar Lya.

“Aku tahu, aku juga berpendapat yang sama denganmu. Tapi aku juga tidak bisa menentangnya. Bagaimana pun dia tetap orang tuaku, jadi aku harus menjaga nama baiknya. Oleh karena itu, aku dan Rick berpacaran diam-diam” ucap Lady.

“Sekarang aku mengerti mengapa begitu susah meyakinkan ayahmu, sewaktu aku dan Anna membujuknya agar ia mau mengijinkanmu ikut dalam liburan ini” kata Lya yang terlihat mulai mengerti keadaan Lady.

“Kembali ke masalah Rick, sejujurnya aku juga tidak setuju kalau ia melakukan taruhan itu. Terkadang  aku berfikiran kalau ia mungkin bosan dengan hubungan kami, sehingga ia bersedia melakukan taruhan tersebut.” ujar Lady.

“Apa kau masih mencintainya?” tanya Lya.

“Sejujurnya, ya, aku memang mencintainya. Tapi … kau ingat sewaktu kau dan Anna memergoki kami di dalam kamar beberapa hari yang lalu?” tanya Lady.

“Ya. Aku masih mengingatnya” jawab Lya.

“Kami berdua putus. Ia bilang kepadaku, kalau ia tidak bisa melanjutkan hubungannya denganku, karena ia mulai jatuh cinta kepadamu” jelas Lya.

“Apa?! Dia berkata seperti itu?” Lya cukup terkejut mendengar penjelasan Lady.

“Aku mengerti keputusannya, aku menerimanya, meskipun aku sulit menerimanya. Dan kau, apa kau masih mencintainya?” Lady balik bertanya kepada Lya mengenai perasaannya terhadap Rick.

“Aku? tidak, aku tidak bisa mencintainya lagi. Terlebih apa yang telah ia lakukan terhadap ku dan dirimu. Apa lagi ternyata dia telah memutuskanmu di mana seharusnya dia mengerti dengan keadaanmu. Yang jelas aku tidak bisa menerimanya lagi sebagai kekasih. Dia telah melukai hati dua orang perempuan di sini.” Ujar Lya sekenanya sementara Lady tersenyum geli mendengar perkataan Lya.

“Jadi sepertinya dia tidak mendapatkan salah satu dari kita” ucap Lady.

“Ya, sepertinya begitu” jawab Lya.

“Ha…ha…ha….ha…” mereka berdua tertawa karena sepertinya masalah pribadi di antara mereka berdua akhirnya terselesaikan.

Melihat keadaan itu, Anna yang dari tadi menunggui mereka dari jauh, merasa penasaran karena mekihat Lady dan Lya sepertnya sudah bersahabatan kembali. Kemudian Anna pun menghampiri mereka berdua sambil memasang wajah heran.

“Hey, sepertinya kalian berdua sudah kembali seperti dulu” kata Anna.

“Ya. Kami berdua berteman kembali.” Ujar Lady.

“Dan ….apa keputusan kalian?” tanya Anna yang benar-benar penasaran.

Lady dan Lya saling memandang sambil tersenyum-senyum.

“Kami memutuskan, persahabatan lebih penting dari pada masalah cinta” jelas Lya.

“Aku senang sekali mendengarnya” ucap Anna.

“Kami berdua ingin berterima kasih kepadamu” ucap Lya.

“Terima kasih untuk apa?” Anna menaikkan alisnya karena ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Lya.

“Tentu saja karena kau membantuku mempertemukan kami berdua” kata Lady.

“Apapun akan kulakukan demi memperbaiki persahabatan kita” sahut Anna sambil terseyum manis. “ Mmm… bagaimana kalau kita bertiga merayakan hal ini?” ajak Anna.

“Apa?! di saat seperti ini?” tanya Lya.

“Aku fikir Anna benar. Persetan dengan masalah teror kematian itu, yang jelas sebelum aku mati, aku ingin menikmati liburan ini dan bersenang-senang bersama kalian berdua” ujar Lady.

“Lady, tak ada yang akan mati. Kita semua pasti bisa melawan teror kematian itu” lanjut Lya.

“Baiklah, kalau begitu kita kembali ke hotel, dan bergembira sepuasnya” ajak Anna.

“Tidak, tunggu. Aku ingin kita merayakannya di tempat lain. Aku ingin kita merayakannya tanpa ada Rick di sekitar kita” kata Lya.

“Tapi….” Ucap Anna yang terlihat khawatir.

“Lya benar juga. Kalau teror kematian itu datang mengganggu di saat kita bersenang-senang, kita akan melawannya dan aku yakin kita bisa mengalahkannya” ucap Lady penuh semangat.

“Baiklah kalau begitu. Tapi setidaknya beri tahu Rick, kita pergi kemana” ucap Anna.
“Terserah kau saja” sahut Lya.

Anna memberikan pesan singkat kepada Rick melalui telepon genggamnya. Anna menuliskan pesan, kalau mereka bertiga pergi jalan-jalan keluar hotel.

****

Sementara itu di hotel, Rick dan Ian yang masih mencari bagaimana caranya keluar dari teror kematian ini. Tidak berapa lama kemudian, ponsel milik Rick pun berbunyi, menandakan ada sebuah pesan singkat yang masuk. Dia mengambil poneslnya dari dalam saku celana jeans bermerk Lee nya.

“Apa itu?” tanya Ian.

“sebuah pesan singkat” jawab Rick.

Ian melihat Rick yang terheran-heran saat membuka pesan singkat itu.

“Rick, ada apa?” tanya Ian.

“Entahlah, pesannya tidak terlihat di ponselku, hanya nama pengirimnya saja…….  oh shitt!!...dia berikutnya” ucap Rick dengan panik dan langsung bergegas meninggalkan lobby hotel.

“Apa..?! siapa?!” tanya Ian yang juga berlari mengejar Rick, karena merasa penasaran siapa yang berikutnya yang dimaksud kan oleh Rick.

Ketika Rick dan Ian berlari keluar hotel, mereka berdua berpapasan dengan seorang gadis yang sedang menyetel sebuah mp3 player. Tiba-tiba volume Mp3 player tersebut terdengar keras melentunkan sebuah lagu berjudul “Graduation” by “Vitamin C”.

"As we go on,
We remember all the times we had together
And as our lives change come whatever,
We will still be friends forever"

Padahal gadis tersebut sudah menghubungkan musik player tersebut ke sebuah headset. Gadis itu pun cukup terkejut mengapa tiba-tiba musik playernya berbunyi keras seperti itu.

Rick semakin panik ketika mendengar lagu tersebut. Ia menoleh ke sekeliling tempat itu, untuk mencari keberadaan Lya, Lady dan Anna.

“Rick, coba kau hubungi mereka” ujar Ian.

“Baiklah”

Rick mencoba menghubungi salah satu di antara ketiga gadis tersebut. Ia harus memberitahukan mereka bertiga kalau salah satu di antara mereka sedang dalam bahaya besar.


****



PM. oh tidak mengapa cuma sampe di sini?? [hammer]
 :P :P :P :P :P :P :P :P sengaja kaleeeee :P :P :P :P :P :P :P :P
« Last Edit: November 02, 2008, 08:46:17 AM by charmed4ever »
Logged
Serial TV keren!!!!

baladewa88

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 806
  • aku arsitektur hidupku...
    • Ketahui rahasia bisnis online disini
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #682 on: November 02, 2008, 09:47:01 AM »

aku simpan ya bos. lihat judulnya kayanya pada bakal lebih panas dari kejadian pembunuhan. kaya'nya requesnya di turutin nih..... Jadi pensaran baca. Tapi lagi sibuk nih.....  :( :(
Logged
AYO NGUMPULIN DUIT DISINI,ATAU BUAT SITUS DISINI, ATAU BACA TIPSNYA DISINI. BUAT YANG MAU CONTOH SOAL CPNS DAN PREDIKSI SOALNYA SILAHKAN MASUK KESINI

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #683 on: November 02, 2008, 09:54:00 AM »

Dr awal inikn sbenernya fic bersama. Hi3
Logged
Serial TV keren!!!!

baladewa88

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 806
  • aku arsitektur hidupku...
    • Ketahui rahasia bisnis online disini
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #684 on: November 02, 2008, 10:05:27 AM »

iya sih.... Tapi kan ada beberapa request yang ngerubah jalan cerita, jadinya rada sulit. Oh iya, saya daftar juga juga jadi pemeran FF FD session 2. Castingnya jam berapa?? Dimana???  [biggrin] [biggrin]
Logged
AYO NGUMPULIN DUIT DISINI,ATAU BUAT SITUS DISINI, ATAU BACA TIPSNYA DISINI. BUAT YANG MAU CONTOH SOAL CPNS DAN PREDIKSI SOALNYA SILAHKAN MASUK KESINI

RED_dahLIA

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4672
  • Lovely smile
    • Dahlia's Imagination World
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #685 on: November 02, 2008, 10:10:51 AM »

@Bang Charmed
Aku baru baca skilas. Ternyata si Rick ga dapet sapa2 ya?
Wah, oke banget! Emang persahabatan lebih penting dari sgalanya.  [thumbsup]
*diem2 ngetawain Dewa*  ;D ;D ;D
*dicubitin*
Logged

Severus Snape and Hermione Granger.

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #686 on: November 02, 2008, 10:15:28 AM »

@dewa
Casting jam 12 malam di pekuburn setempat. Ha3.

@red
Ya begitulah red, dr pd jambak2an gara2 cinta.
Logged
Serial TV keren!!!!

RED_dahLIA

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4672
  • Lovely smile
    • Dahlia's Imagination World
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #687 on: November 02, 2008, 10:27:04 AM »

Komen lengkapnya tunggu senin aja ya, bang charmed. Insyaallah aku OL siang2 abis ujian. :) :)
Gak sabar baca niy. Oya, skalian senin kan bisa sambil ngesave chapter baru.  [biggrin] [biggrin]
Btw, yang dipost hari senin tuh chapter 10 ama 11 kan?
Langsung tamat ya?
Jam brapa ngepostnya, bang?
Kayanya aku baru bisa OL jam 11-an gitu deh  ???
Logged

Severus Snape and Hermione Granger.

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10239
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #688 on: November 02, 2008, 10:36:08 AM »

Besok chapt 10 aja.
Minggu depan br tamat.
Logged
Serial TV keren!!!!

RED_dahLIA

  • Tomodachi
  • ****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 4672
  • Lovely smile
    • Dahlia's Imagination World
Re: FF Final Destination : Deadly Vacation - Chapter 9 di page 70.
« Reply #689 on: November 02, 2008, 10:42:20 AM »

Besok chapt 10 aja.
Minggu depan br tamat.
Laiyaa...
Ngepost ffnya jam brapa, bang?
Diriku gak bisa OL malem skarang. Bisanya cuma pagi-siang ato sore abis kul...
Spidinya udah dicabut beneran siy.  :-[ :-[ :-[
Kalo ngepost senin pagi bisaaa? *ngerayu*
Logged

Severus Snape and Hermione Granger.
Pages: 1 ... 65 66 67 68 [69] 70 71 72 73 ... 548   Go Up