;

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Username: Password:
Pages: 1 ... 220 221 222 223 [224] 225 226 227 228 ... 548   Go Down

Author Topic: [MFF] FINAL DESTINATION 666 AKA FALLEN DESTINY chapter 4 di hal 538  (Read 126111 times)

chapter

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 332
  • Im too cool 8)
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2230 on: January 13, 2009, 10:14:57 AM »

Jiah maksa semuah ;D

q pasrah n ikhlas aja deh ;D
Logged

lady_mannequin

  • Forum Machi
  • ***
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 3145
  • bright and shiny :D :D :D
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2231 on: January 13, 2009, 11:37:02 AM »

hari ini ya mau dipost. wah, bener2 nih FD tret kesayangannya charmed, ga pernah telat post he3
Logged

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10242
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2232 on: January 13, 2009, 12:38:55 PM »

Jujur loh bu
Sebenernya uda mulai krisis ide [hmpfh]
Logged
Serial TV keren!!!!

evan_howles

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 7281
  • i'm going COMPLICATED!
    • CHOPYCAT PAPER
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2233 on: January 13, 2009, 04:01:55 PM »

Wah, om charmed blm plg krja nampaknya
Logged

GRAMEDIA BOOKSTORES

evan_jojo

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 384
  • cause you're my everything, i'll give you everythi
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2234 on: January 13, 2009, 05:02:48 PM »

Wah, om charmed blm plg krja nampaknya

yupyup... jd penasaran liat chapter 10...

oh iya... liat tret FF Friday the 13th dunk...

film remakeannya udah mau naik di bioskop sekitar H-1 valentine...
Logged
facebook --> evanjojo@yahoo.com
email --> evanajah@yahoo.com

FF FD 1 : Deadly Vacation
FF FD 2 : Water Breaks
FF FD 3 : High Die
FF FD 4 : Walk To Death
FF FD 5 : Lethal Hospital [Coming Soon]

evan_howles

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 7281
  • i'm going COMPLICATED!
    • CHOPYCAT PAPER
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2235 on: January 13, 2009, 05:16:31 PM »

Mane ni chapt 10? Giliran keane ama bryan yg metong kan? Udah jam 5 ni

Aq dah liat page 1. Wah, casey msh idup. Tp kok no 12 isinya tanda tanya? Ap maksudnya?
Logged

GRAMEDIA BOOKSTORES

evan_jojo

  • Cabin Crew
  • *
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 384
  • cause you're my everything, i'll give you everythi
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2236 on: January 13, 2009, 05:17:31 PM »

Mane ni chapt 10? Giliran keane ama bryan yg metong kan? Udah jam 5 ni

Aq dah liat page 1. Wah, casey msh idup. Tp kok no 12 isinya tanda tanya? Ap maksudnya?

tau tuh... aneh...  :P :P :P [rolleyes] [rolleyes] [rolleyes] [rolleyes]
Logged
facebook --> evanjojo@yahoo.com
email --> evanajah@yahoo.com

FF FD 1 : Deadly Vacation
FF FD 2 : Water Breaks
FF FD 3 : High Die
FF FD 4 : Walk To Death
FF FD 5 : Lethal Hospital [Coming Soon]

evan_howles

  • Penyelam Unggul
  • *****
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 7281
  • i'm going COMPLICATED!
    • CHOPYCAT PAPER
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2237 on: January 13, 2009, 05:56:41 PM »

FF FRIDAY THE 13TH? tu bda ma filmnya, jo. Om charmed ngangkat FF tu brdasarkan serial TV dgn judul sama, tp bda bgt ma fhlmnya.

Ap om charmed ktiduran ya? Jam segini blm di post jg
Logged

GRAMEDIA BOOKSTORES

charmed4ever

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 10242
  • I'm the person of interest
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 9 - di page 200
« Reply #2238 on: January 13, 2009, 06:24:32 PM »

gak ketiduran kok

tapi komnya gak bisa konek ke internet, jd terpaksa ke warnet nih. padahal uda mau berangkat kerja ??? ???





Chapter 10.
It’s Not Easy To Keep Breathe




Nadine, Casey dan Joaquin melangkah keluar meninggalkan sebuah kantor kepolisian. Mereka baru saja membuat laporan atas kecelakaan yang terjadi di depan studio band milik Keane. Sebelumnya Keane, Bryan, Lois dan Sylvia juga dimintai keterangan mengenai kejadian yang merenggut nyawa Warren.

“Bisakah kita cepat pergi mencari wanita yang bernama Amber Granger itu? Aku tidak tahan lagi jika harus melihat salah satu dari kita tewas. Aku memang tidak pernah akrab dengan kalian sebelumnya. Tapi aku tetap tidak ingin kita habis satu persatu tanpa ada penyelesaian” ujar Nadine.

“Tentu. Kita semua harus tetap bertahan. Kita akan segera menemuinya. Menurut ibuku, wanita itu membuka praktek meramal di taman hiburan California Night” jelas Sylvia.

“Kalau begitu apa yang harus kita tunggu. Kita temui wanita itu sekarang juga” ajak Bryan.

“Teman tunggu…ada satu hal yang ingin aku beritahu sebelum kita pergi” ucap Casey sambil menghela nafas panjang.

“Apa itu Casey?” tanya Joaquin.

“Ya, apa yang ingin kau katakan?” tanya Lois.

“Ini mengenai kematian yang menimpa Warren. Waktu itu, seharusnya giliran yang berikutnya adalah Nadine. Ketika Nadine hampir tertimpa papan nama itu, Warren mendorongnya, sehingga Nadine terselamatkan dari gilirnnya”

“Karena Nadine terselamatkan, maka kematian itu mengejar target berikutnya, yaitu Warren” sambung Joaquin.

“Maksudmu ini yang di sebut….”

“Intervensi. Seperti yang dituliskan oleh Rick di dalam buku hariannya” sambung Sylvia.

“Benar, Sylvia. Jika kita bisa saling melakukan intervensi, aku yakin kita bisa mencurangi kematian itu lagi. Setidaknya untuk sementara sampai kita tahu penjelasan dari makna “kehidupan baru mengalahkan kematian” jelas Casey.

“Kita tidak akan mendapatkan penjelasan itu kalau kita tetap di sini” kata Nadine sambil bergegas menaiki mobil van SUV milik Lois.

“Baiklah-baiklah, kita tidak punya banyak waktu” kata Joaquin.

Lois, Sylvia menyusul Nadine naik ke dalam van. Sementara itu Bryan dan Keane naik chevy mustang miliknya. Melihat hal itu, Casey sedikit khawatir jika mereka harus menaiki mobil secara terpisah.

“Bryan, Keane…mengapa kita tidak satu mobil saja. Aku rasa van nya Lois masih muat untuk dua orang lagi” kata Casey.

“Tidak apa-apa Casey. Kau tidak perlu khawatir. Kami berdua akan baik-baik saja” kata Bryan.

“Terima kasih sudah mengkhawatirkan kami, tapi kita semua pasti akan baik-baik saja. Kami akan berjalan di belakan van milik Lois. Kau tenang saja, ya” sambung Keane.

“Kalian cepatlah…” panggil Lois pada Casey dan Joaquin.

“Kami datang” jawab Casey, “Baiklah kalau begitu, tapi kalian harus tetap waspada satu sama lain” saran Casey pada Keane dan Bryan.

“Tentu. Ayo Keane” ucap Bryan. Pemuda itu mengajak kekasihnya menaiki chevy mustang miliknya yang terparkir tidak jauh dari van SUV milik Lois.

Meskipun teman-temannya memintanya untuk tetap tenang, namun perasaan takut dan khawatir tidak bisa pergi dari benaknya. Ia merasa bersalah karena melibatkan teman-temannya dalam kejadian seperti ini.

Masa muda mereka yang harusnya dihabiskan untuk bersenang-senang, kini berubah menjadi masa-masa yang meresahkan. Mengapa mereka harus ditakdirkan mati dalam usia muda? Mengapa mereka tidak diberikan kesempatan untuk menjalankan hisup normal layaknya remaja-remaja pada umumnya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk di benak Casey. Tidak bisa dipungkiri, pertanyaan itu juga membayangi teman-temannya juga.

“Jo, aku ingin kau tetap bersama kami. Karena……” ucap Casey.

“….aku terget berikutnya, bukan?” sambung Joaquin.

“Jo, aku….”

“Casey, seperti kata Bryan dan Keane, kita samua akan baik-baik saja. Percayalah padaku” kata Joaquin sambil mengajak Casey masuk ke dalam van.

Nadine memperhatikan rasa kebersamaan yang ditunjukkan Joaquin dan Casey. Gadis itu sejenak jadi teringat saat ia dan Warren sempat bersama di saat terakhirnya.
Ia tidak hanya teringat akan Warren, tetapi Sarah dan Cassandra juga. Mereka bertiga terkenal sebagai kelompok gadis pembawa masalah. Suka menghina dan membuat kesal orang lain. Ia tidak menyangka kalau persahabatan mereka berakhir dengan cara seperti itu.

Lois dan Sylvia duduk di bagian depan, sementara itu Nadine, Joaquin dan Casey duduk di bagian tengah. Ketika Casey hendak menaiki van tersebut, ia melihat sebuah bayangan bus dari pintu van tersebut, melintas di belakang mereka. Casey menoleh ke belakang namun tidak terlihat adanya sebuah bus yang sedang lewat di sana.

“Casey, ayo”

Suara Sylvia membuyarkan fikirannya akan bus tersebut. Ia pun segera menaiki van tersebut dan mereka sesegera mungkin berencana untuk menemui sang peramal wanita yang bernama Amber Granger di sebuah taman hiburan malam.


****

Van SUV berwarna biru berjalan melintas dengan kecepatan sedang. Sementara itu di belakangnya chevy mustang milik Bryan. Ekspresi tegang terlihat di wajah mereka masing-masing. Memperhatikan keadaan sekitar untuk menemukan tanda aneh yang mungkin bisa dijadikan petunjuk sebagai peringatan bagi target berikutnya.

Casey yang sejak tadi menggenggam erat tangan Joaquin, sangat khawatir jika pemuda yang menarik hatinya itu harus dijemput oleh kematian. Dia tidak akan rela jika hal itu terjadi. Kemudian ia teringat bayangan bus yang ia lihat terefleksi dari pintu van milik Lois.

“Teman-teman…aku ingin tanya, apa tadi sebelum kita berangkat, kalian melihat ada sebuah bus melintas di depan kantor polisi?” tanya Casey.

“Bus? Aku tidak melihat ada bus melintas di sana” jawab Sylvia.

“Ya. aku juga” sambung Nadine.

“Tapi…aku benar-benar melihat bayangan sebuah bus yang melintas di sana” kata Casey semakin khawatir.

“Aku rasa aku tahu apa itu” kata Joaquin.

“Petunjuk? Kalau begitu aku akan beritahu Keane dan Bryan tentang hal ini. Kita semua harus berhati-hati jika ada sebuah bus yang melintas di dekat kita” kata Sylvia sambil mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Keane.

Penemuan petunjuk itu membuat mereka semakin waspada. Lois sedikit mengurangi kecepatan vannya. Sementara yang lain memperhatikan jalan dari depan dan belakang jika ada sebuah bus yang akan melintas di jalan itu bersama mereka.

“Apa itu Keane?” tanya Bryan saat Keane menerima sebuah pesan singkat.

“Ini dari Sylvia. Katanya sebuah bus mungkin akan membuat kita semua dalam bahaya” ucap Keane.

“Maksudmu, bus menjadi sebuah petunjuk untuk target berikutnya?” tanya Bryan.

“Sepertinya begitu” jawab Keane dengan mimik wajah ketakutan.

****

Kurang lebih lima belas menit melintasi jalan kota, mereka sama sekali tidak bertemu atau berpapasan dengan sebuah bus. Sementara waktu telah menunjukkan pukul delapan malam. Kurang lebih setengah jam lagi, mereka baru akan tiba di taman hiburan California night.

Kondisi jalan raya cukup tenang. Lampu-lampu pinggir jalan memberikan penerangan yang cukup untuk menerangi setiap sisi jalan. Di salah satu sisi jalan jauh di depan terdapat sebuah pohon yang tumbuh cukup besar.

Demi menghilangkan kesunyian, Lois berinisiatif menyalakan radio pada vannya. Mereka mendengarkan sebuah siaran berita mengenai program penanaman pohon untuk mencegah pemanasan global.

Saat mendekati sisi jalan yang terdapat sebuah pohon, tiba-tiba salah satu ranting pohon yang cukup besar, patah dan terjatuh, namun masih tersangkut pada sebuah kabel listrik. Karena kaget, Lois membanting setir ke arah kanan untuk menghindari ranting pohon tersebut. Tindakan yang tiba-tiba seperti itu membuat pintu van bagian tengah tiba-tiba terbuka, dan hampir membuat Joaquin yang duduk di bagian pinggir terlempar keluar. Kepala Joaquin berada di luar van sementara tangannya berusaha berpegangan pada sisi van tersebut.

Tanpa mereka sadari sebuah bus melintas dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan. Lois kembali membanting setir ke kiri untuk menghindari bus tersebut. Namun bus itu diperkirakan akan menyerempet bagian kanan van tersebut tepat ketika posisi kepala Joaquin berada di luar.

Mengetahui bus itu adalah petunjuk untuk Joaquin, dengan cepat Casey yang duduk di sebelah Joaquin, menarik tubuhnya agar masuk kembali ke dalam van dan terhindar dari bus yang akan menyerempet kepalanya.

Berkat Casey, Joaquin terhindar dari maut. Namun bus tersebut menabrak pintu van yang masih terbuka. Sehingga pintu tersebut patah dan terlempar ke badan jalan.

Ranting pohon yang tersangkut pada kabel listrik yang melintang di atas badan jalan, membuat posisi lintangan kabel menjadi rendah. Sehingga kabel tersebut tersangkut pada kap lubang angin yang terletak pada bagian atas belakang bus tersebut.

Kejadian yang sangat cepat itu membuat Bryan mengerem mobil dengan tiba-tiba. Rem yang tiba-tiba membuat dorongan yang hebat bagi Keane dan Bryan. Naasnya, sabuk pengaman yang dikenakan oleh Keane, terputus. Sehingga membuat Keane terlempar dari kaca mobil bagian depan. Tubuhnya terlempar ke jalan dan kepalanya terbentur aspal. Tubuhnya berada tepat di bawah ranting pohon yang masih menggantung karena tersangkut kabel listrik.

Kabel listrik yang tersangkut pada bagian belakang atas bus membuat ranting pohon tersebut terlepas dari sangkutannya. Sehingga ranting yang cukup besar itu jatuh dan langsung menembus perut Keane. Darah langsung terpercik dari perut dan mulutnya.

“TIDAAAAKKK!!!!” teriak Bryan.

Pemuda itu segera turun dari mobilnya untuk melihat keadaan Keane. Begitu pula dengan Casey dan yang lainnya yang kini berada jauh di depan. Sementara itu, bus tadi masih saja terus berjalan, karena sang supir kesulitan menghentikan busnya, yang disebabkan oleh remnya yang blong.

Ketika Bryan hendak menghampiri tubuh Keane, kabel listrik yang masih tersangkut pada bus, menjerat leher Bryan.

“Bryan!!!!” panggil Casey.

Kabel yang masih teraliri arus listrik tersebut, langsung menyengat tubuh Bryan. Tidak hanya itu, tubuh Bryan terseret-seret oleh bus yang remnya blong tersebut. Bus akhirnya berhenti karena menabrak sebuah pertokoan.

Casey dan teman-teman menghampiri Keane maupun Bryan. Namun terlambat, karena mereka berdua telah tewas dengan cara yang sangat mengenaskan. Mereka saling mengalihkan pandangan karena tidak tega melihat nasib kedua teman mereka.

Perut Keane robek akibat tertusuk ranting kayu yang besar, sementara tubuh Bryan hangus dan penuh luka akibat tersengat listrik dan terseret-seret di aspal sejauh lima meter.

“Aku tidak sanggup lagi…aku tidak sanggup lagi” pekik Nadine histeris.

Masing-masing dari mereka menelan ludah, karena mulai di serang rasa putus asa. Joaquin meremas rambutnya karena menyesal melihat apa yang telah terjadi pada Keane dan Bryan. Apakah mereka akan mampu menyelamatkan diri dari teror kematian ini?

****
« Last Edit: January 13, 2009, 06:59:57 PM by charmed4ever »
Logged
Serial TV keren!!!!

nenok_cuantik

  • Senior Sailor
  • ******
  • Keong: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 11721
  • kenapa dikau masih Cuakep aja Sihhh
Re: FF Final Destination 2 : Water Breaks - Chapter 10 - di page 224
« Reply #2239 on: January 13, 2009, 07:01:32 PM »

waduhhhh

telattt

cha_sa duluaaannnn nc

hehehe tapi tetep ... save dulu ya

sapaaaaaaaaaa yang mentong lagi
sapaaaaaaaaaa yang mentong lagi
yang mentong .... aaku gak tahuuuu

hehehe
Logged
"joachim loew"
Pages: 1 ... 220 221 222 223 [224] 225 226 227 228 ... 548   Go Up